Peredaran Tramadol dan Hexymer Menjadi Sorotan DPW FWJI Banten

2

PelitaTangerang.com, Kab.Tangerang — Menindak lanjuti peredaran obat keras golongan – G, jenis hexymer dan tramadol, yang diduga dijual bebas, tanpa disertai resep dokter, menjadi perhatian khusus dari DPW FWJ Indonesia Provinsi Banten.

Mengingat pada akhir-akhir ini, tindakan kriminalitas dan kejahatan seksualitas di kalangan remaja meningkat tajam, hal itu tak terlepas dari efek obat keras yang di salahgunakan dan dijual bebas.

Fandi Ahmad Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (HUMAS) DPW FWJI Banten, ketika ia mendapat aduan masyarakat, terkait maraknya peredaran obat keras hexymer dan tramadol di Kabupaten Tangerang.

Perihal tersebut sontak membuat fandi ahmad mengambil sikap dengan langsung menyampaikan aduan tersebut, kepada Ketua Bidang Investigasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Wartawan Jakarta Indonesia ( FWJI) Banten untuk segera terjun kelapangan.

Rian, Ketua Bidang Investigasi DPW FWJI Banten, langsung sigap dan terjun langsung kelapangan untuk mengkroscek kebenaran laporan tersebut.

Dan ternyata benar, setelah di kroscek langsung oleh rian dan dari hasil investigasi dilapangan, ada penjualan obat keras dengan berkedok toko kosmetik.

Salah satunya yaitu toko yang berlokasi di Jalan Raya Legok Karawaci, Desa Legok, Kecamatan Legok. Sabtu,30/01/2022.

” Saya tidak akan membiarkan penjualan obat keras yang berkedok toko kosmetik ini terus berjalan” Ucap rian.

Selain itu, Rian berharap kepada pihak yang berwenang, khususnya dari Kepolisian maupun Dinas terkait, untuk segera menindak lanjuti barang bukti yang ia dapatkan.

“Dari hasil investigasi saya, saya dapat membeli obat keras di toko tersebut tanpa disertai resep dokter, dan saya mendesak kepada Kepolisian maupun Dinas terkait, untuk segera menindak tegas hal ini” Pungkas rian, atau yang akrab disapa bang plontos. (Sawiah)