Inovasi baru! Sampah Bisa Bernilai Rupiah Melalui Bank Sampah

13

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Arman Efendi mendirikan Bank Sampah Meranti pada tahun 2018 di Jalan Buaran Indah, RT.004, RW.002, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten. Dimana yang mengumpulan sampah bisa ditukar menjadi rupiah.

Era sekarang ini sampah yang kita buang bisa bernilai rupiah jika ditukarkan di Bank sampah Meranti. Neng Eti sebagai pengelola Bank Sampah Meranti mengatakan program ini diadakan dengan tujuan agar para masyarakat bisa mengurangi sampah yang berserakan disekitar.

Kabar baik bagi masyarakat Kota Tangerang bahwa, Bank Sampah Meranti menerima semua jenis sampah termasuk minyak jelantah. Bahkan, Tridi Oasis sempat datang untuk bekerjasama dalam mengambil residu sampah-sampah tersebut.

Sebelumnya sampah tidak pernah dihiraukan, tetapi setelah dibentuk Bank Sampah, masyarakat jadi lebih peduli terhadap sampah. Sehingga banyak warga gencar mengumpulkan sampah supaya bisa ditukar dengan uang. Sistem pengelolaan Bank Sampah Meranti itu ada yang diambil secara langsung, ada juga yang ditabung.

“jadi ada yang diambil langsung sama ada yang diambil pas bulan puasa. kadang ada yg juga kalau tidak punya uang, nasabah pinjem dulu ke Bank Sampah, nanti bayarnya pake sampah,” tutur Neng Eti pada Jumat, (11/3/2022).

Tahun 2019 lalu, saat HUT Kota Tangerang, Bank Sampah Meranti pernah menduduki juara ke-3 lomba Bank Sampah tingkat pemula yang diumumkan langsung oleh Walikota Tangerang. Hal tersebut sangat menguntungkan karena Bank Sampah Meranti mendapat timbangan, bak sampah besar, serta voucher pengumpul sampah terbanyak senilai Rp.100.000 bagi juara pertama. Untuk juara ke-2 dan 3 nasabah akan dapat sembako.

“Alhamdulilah dengan adanya bank sampah ini ada kemajuan, saya rasanya senang. Sangat membantu saya dan membantu semua nya. Iya jadi apa saja akan saya ambil sampahnya nanti dipilih dan langsung bisa ditukarkan” ucap Denah, salah satu nasabah Bank sampah Meranti.

Neng Eti selaku pengelola Bank sampah Meranti mengaku memiliki kendala terhadap keterbatasan lokasi. Ia berharap agar Program ini bisa lebih maju.

“Semoga lebih banyak lagi masyarakat yang sadar bahwa sampah itu bukan cuma buat mengotori doang, tapi bisa ditukar jadi uang. Saya juga berharap nasabahnya semakin banyak lagi. Biasanya dari uang yang ditukarkan dipakai untuk membayar zakat, membeli keperluan, dan yang lainnya,” tutupnya.
(Dil/Nda)