Ketua MUI Hingga Ketus DPD KNPI kota Tangerang Mendukung Program Revitalisasi Gedung Pasar Anyar

21

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Maraknya dukungan bertambah luas terkait program revitalisasi gedung pasar anyar yang sudah tidak layak namun lebih banyak dukungan yang berdatangan agar secepatnya dilaksanakan program revitalisasi gedung yang berlokasi di Jl. Jend. Ahmad Yani, Rt.002/Rw.004, Sukaasih Kec. Tangerang, Kota Tangerang kamis.(14/12/2023)

Diantara pendukung program revitalisasi gedung pasar anyar datang juga dari Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Baijuri Khotib yang berkomentar saat ditemui di gedung MUI Kota Tangerang pada Selasa, 12 Desember 2023 bahwa gedung pasar anyar berdiri sudah diatas 20 tahun dan sudah saatnya mendapatkan sentuhan yang anggarannya sudah ditanggung oleh Pemerintah Pusat hingga tidak terlalu berpengaruh pada anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang,

“Bagus dong jadi tidak merusak anggaran Kota, jadi ini luar biasa yang harus Kita tangkep adalah niatan baik Pemerintah Pusat membangun pasar anyar agar lebih layak, lebih baik, lebih bagus,” papar KH. Baijuri Khotib yang kerap disapa Kyai.

Mengingat revitalisasi dapat dilaksanakan bila gedung sudah kosong maka harus dilaksakannya relokasi pedagang kelokasi sementara yang disediakan, oleh karenanya Kyai juga menyarankan agar semua pihak dapat duduk bersama demi mencapai kesepakatan bersama.

“Kalo dibicarakan dengan kekeluargaan dan baik-baik sambil ngopi jangan banyak kepentingan, kepentingan dalam artian masuk keproyeknya dan itu yang bikin ribet sudah, pedagang itu ada dua yaitu pedagan cari kekayaan dan pedagang cari makan, nah pedagang yang mecari makan inilah yang harus mendapatkan perhatian serius dari pihak PD (Perusahaan Daerah) Pasar,” tegasnya.

Ketua DPD KNPI Kota Tangerang, Yudhistira Prasasta juga menyuarakan dukungannya,

“Bila memang ada program pemerintah pusat untuk merevitalisasi pasar anyar saya rasa semua pihak harus mendukung program tersebut baik Pemkot Tangerang, pedagang dan seluruh stakeholder terkait karena pasar anyar adalah ikon historis, ikon sosial ekonomi masyarakat kota tangerang sejak awal Kota Tangerang berdiri,” jelasnya.

“Jadi saya rasa tidak ada alasan apapun selain mendukung pembangunan revitalisasi pasar anyar lebih baik lagi, jadi setelah mengatur dan memperbaiki bangunannya diharap tumbuh motivasi dan geliat keinginan pula untuk memperbaiki tata kelola dan sistem perdagangan di wilayah pasar anyar baik para pemangku kebijakan.

Pedagang dan para pelaku lainnya sehingga pasar tradisional bisa hadir dengan lebih profesional dan meningkatkan minat beli Masyarakat Kota Tangerang untuk kembali ke pasar tradisional sebagai arus utama pusat berbelanja bagi Masyarakat,” tutup Yudhis saat diwawancarai melalui seluler.(M.C)