Menurunkan Kematian Ibu dan Anak Jadi Program Prioritas Dinkes Banten 2024

15

PelitaTangerang.com, Banten – Beragam upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Banten dalam menurunkan kematian ibu dan kematian anak, sekaligus menyongsong Indonesia emas 2045.

Penurunan kematian ibu dan anak, menjadi prioritas Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun 2024 selain penanganan stunting.

Kepala Dinas kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan, peningkatan kesehatan ibu dan anak menjadi program prioritas Dinkes tahun 2024 untuk menurunkan angka kematian ibu dan kematian anak.(17/1/24)

“Yang menjadi prioritas selain stunting yaitu meningkatkan kesehatan ibu dan anak dengan menurunkan kematian ibu dan menurunkan kematian anak,” kata Ati.

Lantas, langkah apa yang akan dilakukan Dinkes untuk mencapai program tersebut? Kata Ati, peran seluruh fasilitas pelayanan Kesehatan milik Pemerintah maupun Swasta akan ikut berperan menangani kegawat daruratan pada ibu dan anak.

“Bagaimana peran seluruh fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah dan swasta, semua ikut terlibat bagaimana penanganan kegawatdaruratan pada ibu dan anak terus dilakukan upaya peningkatan,” terangnya.

Selain itu, Dinkes juga akan mengintegrasikan dan kolaborasikan seluruh pelayanan primer kesehatan melalui Pos Terpadu Cegah dan Tanggulangi Stunting (Poster Cetting).

“Bagaimana kita menjalankan bersamaan dengan poster cetting, mengintegrasikan layanan primer, akan kita lakukan uji coba bersama di poster cetting, semua pelayanan prioritas yang menjadi tanggungjawab kesehatan di sana semua dengan mengintegrasikan, kolaborasikan yang ada,” pungkasnya.

Dengan mengintegrasikan pelayanan primer kesehatan, diharapkan hal itu bisa terintegrasi dengan baik. Tidak hanya itu, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) turut berperan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

“Dengan mengintegrasikan layanan primer semua bisa terintegrasi dengan baik itu fokus kita, selain itu bagaimana upaya kita untuk meningkatkan akses dan mutu dari fasilitas lelayanan di Provinsi Banten baik FKTP maupun FKRTL baik milik pemerintah atau swasta terutama dari sisi kualitas atau mutu,” tuturnya.

Puskesmas juga akan berperan dalam upaya tersebut, dimana Dinkes Banten akan terus tingkatkan sarana dan prasarana alat kesehatan dan USG pun tahun 2024 akan tersedia di seluruh puskesmas dengan pantauan yang ketat tentunya.

“Dari sisi sarana dan prasarana, puskesmas terus ditingkatkan dari sarana prasarana dan alat kesehatan, USG di semua puskesmas, 2024 seluruh puskesmas akan ada USG, artinya tidak perlu ibu hamil ke rumah sakit, dengan pantauan yang ketat dari puskesmas diharapkan dapat menurunkan kematian ibu dan anak,” jelasnya.

Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar menambahkan, program spesifik terus digiatkan oleh Dinas Kesehatan, DP3AKKB, Dinas Sosial, PKK dan Perkim untuk pencegahan kematian ibu dan anak.

“Program dalam rangkaian kita gulirkan secara spesifik, itu kan tersebar di Dinas Kesehatan sendiri kemudian DP3AKKB, lalu Dinas Sosial juga ada program itu termasuk di Perkim juga penyiapan lingkungan yang sehat juga punya hubungan dengan daya tahan ibu dan anak termasuk juga di PKK sendiri,” jelasnya.

Di PKK juga selalu digiatkan kegiatan kebugaran ibu hamil dengan berlatih senam, pemberian tambahan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil, agar bugar dan bisa melahirkan dengan selamat dan baik.

“Di PKK dengan sering diskusi dengan Ketua PKK terkait bagaimana tentang kebugaran ibu hamil sampai latihan senam, kemudian pemberian tambahan vitamin semua bergulir ada di Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan,” kata Al Muktabar.

“kalau untuk perempuan dari mulai tingkat SLTA itu sudah mendapatkan support, dalam rangka dukungan penguatan individu wanita dalam rangka menuju ibu hamil untuk memiliki daya tahan tubuh yang kuat, fisik yang bagus sehingga dia bugar dan melahirkan dengan selamat dan baik,” jelasnya.(***)