Klinik Cuci Darah Lions Club yang Diapresiasi Pemerintah

35

PelitaTangerang.com, Jakarta – Ketua pengurus Yayasan Lions Indonesia Willy Suwardi Dharma menjelaskan sejak 2009 tahun Yayasan Lions Indonesia mengelola Klinik Hemodialisa Lions Club bagi penderita gagal ginjal dan Rumah Singgah untuk anak-anak penderita kanker sejak 2021. Selain itu, Lions Club Indonesia juga mempunyai program edukasi, pemeriksaan mata dan pemberian kacamata untuk anak-anak sekolah, program operasi katarak, donor darah, program Lions Food Bank dan lain-lain.

Sepanjang pengabdian masyarakat ini berjalan 54tahun lamanya pemerintah mengapreasiasi kerja keras organisasi Pengabdian ini melalui kunjungan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Rabu (06/03/2024).

Kunjungan kerja kali ini dipusatkan di Kantor Pusat Yayasan Lions Indonesia di Pluit, Jakarta Utara. Dimana Bangunan gedung 3 lantai ini memiliki berbagai layanan seperti Klinik Hemodialisa Lions, Klinik Umum dan Gigi, Klinik Hearing Aid (Pembuatan Alat Bantu Dengar) dan Vision Center (Pemeriksaan serta penyediaan layanan Kacamata).

Saat melihat lansung klinik Hemodialisa yang berada di lantai 2 kantor PPLMI Pluit. Menteri Kesehatan didampingi Ketua Pengurus Yayasan Lions Indonesia Willy Suwandi Dharma beserta pengurusnya, juga hadir Sekjen Persatuan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) Dr.Erfen. Setiap hari hampir 30-35 pasien gagal ginjal dilayani disini secara gratis, bahkan bagi yang belum memiliki fasilitas kesehatan BPJS akan dibantu kepengurusannya, dan selalu diutamakan pasien yang dalam kondisi darurat atau memprohatinkan yang benar-benar membutuhkan layanan cuci darah, jelas Willy.

Klinik hemodialisis (cuci darah) sampai saat ini kita sudah melaksanakan pelayanan cuci darah lebih dari 100.000 treatment. Dengan 20 mesin dan kurang lebih 30 pasien setiap harinya datang melakukan cuci darah.

Kami menyediakan klinik hemodialisis (cuci darah) tapi harapannya masyarakat jangan sampai tahap cuci darah. Dengan menjaga kesehatannya, gula darahnya, tekanan darahnya agar tidak sampai harus melakukan cuci darah karena ginjalnya sudah rusak, tambahnya.

Lions Club International didirikan sejak tahun 1917, dan sudah berada sejak 1969 di Indonesia. Ada 8 fokus kegiatan Lions yaitu pemberantasan penyakit Diabetes, permasalahan pada mata, kanker pada anak, lingkungan hidup, kemiskinan/kelaparan, pengembangan remaja/youth, tanggap bencana dan kegiatan-kegiatan humanitarian.

Yayasan Lions Indonesia yang merupakan bagian dari Lions Indonesia didirikan 1980 dengan tujuan untuk mensupport kegiatan Lions di Indonesia baik berupa dana hibah maupun program.

Harapannya adalah agar mendapatkan masukan dan pembenahan perbaikan mengenai unit juga layanan fasilitas kesehatan yang dikelola oleh Yayasan Lions Indonesia. Dimana selama ini pendanaannya didapatkan dari mekanisme donasi sukarela atau Social Responsility Badan Usaha.
Kunjungan ini juga bagian kerjasama antara Kementerian Kesehatan dengan Lions di Indonesia dalam berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, pungkas Willy.

Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi Lions Club di Indonesia telah menyediakan pelayanan hemodialisis (cuci darah) tentunya sangat membantu masyarakat, tapi kalau sudah di tahap ini sebenarnya kasihan masyarakat harus satu minggu dua kali cuci darah. Lebih baik kalau bisa kita harus cegah jangan sampai di tahap ini dengan cara harus rajin tes darah ke puskesmas biar kita tidak sampai sakit stadium lanjut.

Harapannya agar semua masyarakat bisa ngatur makan, aktib bergerak, dan harus rajin periksa ke puskesmas supaya tidak rusak ginjalnya atau cuci darah. Sehat itu sangat penting bagi bangsa dan kita harus tahu cara yang benar agar tetap sehat, pungkas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.(Aldo)