Orang Tua Soroti Dugaan Kejanggalan SPMB SMPN 2 Tangsel, Minta Dindikbud Lakukan Audit

10

PelitaTangerang.com, Tangsel – Seorang orang tua calon siswa berinisial NS (36) mengaku kecewa setelah anaknya yang semula masuk peringkat 123 jalur prestasi dalam sistem SPMB, kemudian dinyatakan tidak lolos setelah adanya pembaruan data.

“Saya bingung, awalnya anak saya masih masuk daftar. Tapi malam harinya berubah tidak lolos. Sementara ada yang katanya dari luar daerah malah diterima,” ujar NS kepada awak media, Senin 17/07/2026.

NS juga menyampaikan informasi adanya dugaan calon siswa dari luar Kota Tangerang Selatan dengan Kartu Keluarga (KK) Kabupaten Garut yang disebut diterima di SMPN 2 Tangerang Selatan. Ia turut menyebut adanya dugaan praktik pembayaran melalui pihak tertentu.

Namun demikian, klaim tersebut masih berupa pengakuan narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen. Pihak media belum memperoleh bukti yang menguatkan dugaan tersebut sehingga informasi masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Dalam rekaman percakapan yang diterima redaksi, sejumlah orang tua mempertanyakan perubahan hasil seleksi yang terjadi dalam waktu singkat. Mereka meminta proses penerimaan peserta didik baru dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Para orang tua juga mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan melakukan audit terhadap proses seleksi di SMP Negeri 2 Tangerang Selatan guna memastikan seluruh tahapan SPMB berjalan sesuai regulasi.

Mereka berharap apabila ditemukan adanya pelanggaran administrasi maupun penyimpangan dalam proses PPDB, maka dapat ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP Negeri 2 Kota Tangerang Selatan maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi dan akan memuat hak jawab dari pihak-pihak terkait sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Berita ini akan diperbarui setelah diperoleh tanggapan resmi.(Red)