PelitaTangerang.com, Pandeglang – Dalam rangka memperingati Haul ke-1 Abah Sepuh K.H. Tb. Sangadiah, M.A., Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) menggelar kegiatan istighosah dan doa bersama.
Acara khidmat tersebut bertempat di Markas Komando Dewan Pimpinan Pusat (Mako DPP PJBN), Desa Pagadungan, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Kamis (05/11/2026).
*Sosok Abah Sepuh*
K.H. Tb. Sangadiah, M.A., yang akrab disapa Abah Sepuh, merupakan tokoh ulama kharismatik sekaligus pendekar Banten. Beliau dikenal sebagai figur pemersatu yang menggabungkan nilai keagamaan dengan pelestarian tradisi bela diri dan budaya lokal.
Semasa hidup, beliau sebagai Ketua Umum Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN), sebuah organisasi yang aktif menjaga budaya, pencak silat, dan pusaka tradisional. Beliau juga dikenal sebagai pelestari pusaka Nusantara dan pengelola Museum Pusaka Banten.
Almarhum tutup usia pada tanggal 2 November 2025.
*Pesan Persatuan dan Kemanusiaan*
Ketua Harian DPP PJBN, Hj. Ratu Ageng Rekawati, K.D., S.E., M.E., yang akrab disapa Bunda Reka, yang juga merupakan putri almarhum, menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar PJBN yang hadir.
“Terima kasih banyak hari ini bisa dipertemukan dengan semuanya, para wajah-wajah Ksatria dan Srikandi PJBN. Semoga Keluarga Besar PJBN tetap sehat dan bersatu, perkuat silaturahmi,” ujarnya.
Bunda Reka juga mengenang pesan Abah semasa hidup, _”Jangan takut berbuat baik, karena baik untuk kita dan buruk untuk kita. Jangan pernah alergi dengan perbedaan agama, karena indahnya hidup itu dengan perbedaan, dan dengan adanya perbedaan itu yang harus bisa mempersatukan kita semua.”_
Sementara itu, Ketua Seni Budaya DPP PJBN, Ratu Anita Tristiawati, S.H., yang memiliki gelar adat Ratu Anita Sangadiah Kusuma Dewi (Ratu Langit), menegaskan pentingnya menjaga marwah PJBN.
“PJBN harus tetap satu visi dan misi, PJBN bukan Ormas. Kita terus belajar memanusiakan manusia. Kita adalah pelaku budaya, bukan pelacur budaya yang mengatasnamakan budaya karena ada kepentingan. Tugas kita _ngamumule lemah cai_, menjaga para alim ulama,” tegasnya.
Ratu Anita menjelaskan makna filosofis Jalak Banten dan prinsip PJBN:
“Jalak Banten artinya _Jamiatul Akhlak, Jalankeun Lalakon Amanah Karuhun Banten_. Abah punya dua anak, yaitu anak lahir dan anak bathin. PJBN adalah jasad dan Abah adalah rohnya, pengikat dan pemersatu kita semua.”
Ia juga menyebutkan tiga syarat menjadi PJBN sejati:
1. Tidak pernah merugikan putra bangsa
2. Menghindari narkoba
3. Tidak pernah mencintai istri orang lain
Dihadiri Se-Jawa Barat dan Banten
Acara ini dihadiri pengurus dan anggota PJBN dari berbagai wilayah, antara lain Panglima wilayah Jawa Barat H. Awing Winata, Keluarga Besar PJBN Depok dan Bekasi, Sekretaris Umum DPW PJBN Banten Abdul Rohim, Panglima Wilayah PJBN DPW Banten Cing Robert, DPD Kabupaten Lebak, DPC Malingping, serta para Ketua DPD se-Banten (Pandeglang, Cilegon, Serang) dan Ketua DPC se-Provinsi Banten.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk almarhum Abah Sepuh K.H. Tb. Sangadiah, M.A.










