Rabu, 12 Agustus 2026
Beranda blog

Penataan Halaman SDN Cukang Galih IV Jadi Sorotan, K3 Diduga Diabaikan dan Besi Banci Dipertanyakan

PelitaTangerang.com, Tangerang – Proyek penataan halaman di SDN Cukang Galih IV, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, yang dikerjakan oleh CV Gemah Niaga Utama dengan pagu anggaran sebesar Rp149.778.000 bersumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, menuai sorotan. selasa 11/08/2026

Pantauan di lokasi menunjukkan proses pekerjaan diduga mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kondisi tersebut menjadi pertanyaan serius mengingat pekerjaan konstruksi berlangsung di lingkungan sekolah yang semestinya memperhatikan aspek keselamatan, terlebih terdapat aktivitas pelajar dan tenaga pendidik di sekitar lokasi.

Selain persoalan K3, material besi yang digunakan dalam pekerjaan tersebut juga diduga menggunakan besi yang kualitas dan spesifikasinya tidak sesuai dengan ketentuan teknis pekerjaan atau yang kerap disebut sebagai besi banci. Dugaan ini tentunya perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis, termasuk pengecekan ukuran, mutu, serta kesesuaiannya dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi kontrak.

Yang lebih memprihatinkan, pelaksana maupun pengawas pekerjaan disebut tidak terlihat berada di lokasi saat pekerjaan berlangsung. Jika kondisi tersebut benar, maka patut dipertanyakan sejauh mana pengawasan terhadap mutu pekerjaan, penggunaan material, metode pelaksanaan, hingga penerapan K3 dilakukan.

Proyek yang menggunakan anggaran publik tidak seharusnya hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga wajib memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, standar keselamatan, serta ketentuan kontrak.

Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang selaku pemilik kegiatan perlu memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Jangan sampai proyek yang seharusnya meningkatkan kualitas sarana pendidikan justru menyisakan tanda tanya mengenai mutu pekerjaan, penggunaan material, dan pengawasan di lapangan.

Pengawas dan pelaksana memiliki peran penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai kontrak. Ketidakhadiran mereka di lokasi, apabila terbukti, patut menjadi bahan evaluasi karena pengawasan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian penting untuk menjaga kualitas dan akuntabilitas penggunaan uang negara.

Atas temuan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang dan pihak terkait perlu segera melakukan pemeriksaan lapangan, termasuk mengukur kembali volume pekerjaan, memeriksa material yang digunakan, mencocokkannya dengan RAB dan spesifikasi teknis, serta mengevaluasi penerapan K3.

Jika nantinya ditemukan ketidaksesuaian, pihak yang berwenang harus memberikan tindakan sesuai ketentuan kontrak dan peraturan yang berlaku. Sebab, Rp149,7 juta bukanlah angka kecil. Setiap rupiah dari anggaran publik harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administrasi maupun secara fisik.

Publik berhak mendapatkan pekerjaan konstruksi yang berkualitas, aman, dan sesuai spesifikasi, bukan sekadar proyek yang selesai secara kasat mata.(D.s)

Hotmix RW 02 Kampung Sabi Diduga Setipis “Kulit Bawang”, Kontraktor Bungkam Soal Spesifikasi Pekerjaan

PelitaTangerang.com, Tangerang – Pekerjaan hotmix yang berlokasi di RW 02 Kampung Sabi, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan. Proyek yang dikerjakan oleh CV Berkah Mazayana Sakti dengan total pagu anggaran sebesar Rp79.481.000 tersebut diduga memiliki kualitas yang patut dipertanyakan.

Pantauan di lokasi memperlihatkan lapisan hotmix tampak sangat tipis, bahkan secara kasat mata terlihat menyerupai “kulit bawang”. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian ketebalan dan volume pekerjaan dengan spesifikasi teknis serta RAB yang telah ditetapkan.minggu 09/08/2026

Ketebalan lapisan hotmix merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan kekuatan dan daya tahan sebuah konstruksi jalan. Karena itu, pekerjaan dengan nilai anggaran puluhan juta rupiah semestinya tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan setiap tahapan dikerjakan sesuai standar dan spesifikasi.

Sorotan semakin tajam ketika pihak kontraktor CV Berkah Mazayana Sakti dikonfirmasi terkait pekerjaan tersebut.

Tidak hanya mempertanyakan apakah pekerjaan tersebut merupakan tanggung jawab pihaknya, konfirmasi juga telah disampaikan secara langsung mengenai berapa panjang pekerjaan, berapa lebar hamparan hotmix, serta berapa ketebalan lapisan yang dikerjakan.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor tidak menghiraukan pertanyaan tersebut dan tidak memberikan jawaban maupun klarifikasi.

Sikap bungkam ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Terlebih, pertanyaan mengenai panjang, lebar, dan ketebalan bukanlah pertanyaan yang sulit dijawab oleh pihak pelaksana apabila pekerjaan memang dilaksanakan berdasarkan perencanaan dan spesifikasi yang jelas.

Lantas, berapa sebenarnya volume pekerjaan hotmix tersebut? Berapa ketebalan yang ditetapkan dalam RAB? Dan apakah kondisi fisik di lapangan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang dibayarkan menggunakan anggaran sebesar Rp79,48 juta?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut semestinya dapat dijawab secara terbuka oleh kontraktor maupun pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan pekerjaan.

Jangan sampai pembangunan infrastruktur publik hanya berorientasi pada pekerjaan yang “terlihat selesai”, sementara kualitas, ketebalan, volume, dan daya tahan konstruksi justru menjadi persoalan yang luput dari pengawasan.

Dengan adanya dugaan lapisan hotmix yang sangat tipis, Inspektorat maupun BPK patut melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, terutama dengan mencocokkan kondisi fisik di lapangan terhadap RAB, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta nilai pembayaran.

Audit juga semestinya tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen administratif. Pengukuran fisik secara langsung di lapangan menjadi penting untuk memastikan apakah panjang, lebar, dan ketebalan pekerjaan benar-benar sesuai dengan yang telah direncanakan dan dibayarkan.

Publik berhak mengetahui ke mana anggaran sebesar Rp79.481.000 tersebut digunakan dan apakah hasil pekerjaan yang diterima benar-benar sepadan dengan nilai anggaran.

Sebab, uang yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur merupakan anggaran publik yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

CV Berkah Mazayana Sakti hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban terkait panjang, lebar, maupun ketebalan pekerjaan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak kontraktor maupun instansi terkait untuk menjelaskan spesifikasi, volume, metode pelaksanaan, serta hasil pekerjaan hotmix tersebut.(D.s)

Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Proyek Pemasangan U-Ditch di Bojong Nangka Tuai Sorotan

PelitaTangerang.com, Tangerang –  Proyek pemasangan saluran U-Ditch yang berlokasi di RT 001/RW 031, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Tapak Nurani Berkah tersebut bersumber dari Pagu Anggaran Kelurahan Bojong Nangka dengan nilai Rp99.650.000. Jum’at 07/08/2026

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, proses pemasangan U-Ditch diduga dikerjakan secara asal-asalan. Pasalnya, sebelum pemasangan dilakukan, pelaksana diduga tidak terlebih dahulu melakukan proses dewatering atau pengeringan area kerja. Akibatnya, pemasangan U-Ditch tetap dilakukan dalam kondisi genangan air yang terlihat penuh bahkan menyerupai banjir.

Padahal, dalam pekerjaan konstruksi saluran drainase, dewatering merupakan salah satu tahapan penting untuk memastikan dasar galian dalam kondisi stabil, bersih, dan siap dipasang. Apabila tahapan tersebut diabaikan, dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas pemasangan, menurunkan kekuatan konstruksi, serta memperpendek umur bangunan.

Ironisnya, saat pihak pelaksana kegiatan dikonfirmasi untuk meminta penjelasan terkait metode pelaksanaan pekerjaan tersebut, hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan memilih tidak memberikan tanggapan maupun komentar. Sikap tersebut dinilai tidak mencerminkan keterbukaan informasi kepada publik, terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang rakyat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa proyek-proyek yang bersumber dari Pagu partai kebangkitan Bangsa (PKB) kerap sulit mendapatkan respons dari pihak pelaksana ketika dikonfirmasi oleh media. Jika informasi tersebut benar, kondisi ini patut menjadi perhatian serius karena transparansi merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

Lemahnya komunikasi serta dugaan pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai prosedur berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran publik. Oleh karena itu, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, diminta meningkatkan fungsi pengawasan terhadap seluruh pekerjaan yang dibiayai melalui pagu kelurahan agar setiap pelaksanaan benar-benar sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Inspektorat Kabupaten Tangerang diharapkan turun melakukan pemeriksaan, baik terhadap kualitas fisik pekerjaan maupun administrasi pelaksanaannya. Apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis atau dokumen kontrak, maka pihak terkait harus memberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap rupiah yang bersumber dari uang rakyat wajib dipertanggungjawabkan secara transparan, profesional, dan akuntabel.(D.s)

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

PelitaTangerang.com, Tangerang – Aparat Polsek Cisoka Polresta Tangerang mengamankan seorang pria berinisial FZ (23), Minggu (2/8/2026) dini hari di sebuah toko depan Stasiun Tigaraksa, Desa Cikasungka, Kecamtan Solear.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, FZ diamankan lantaran kedapatan memiliki 270 butir obat keras jenia hexymer dan 6 butir tramadol. FZ diduga menjual obat keras tersebut secara ilegal.

“Obat keras tersebut disembunyikan di dalam tong sampah dan dibungkus menggunakan plastik warna hitam,” kata Indra Waspada.

Dia melanjutkan, kasus terungkap berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas kemudian melakukan penangkapan.

“Terduga pelaku dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Polsek Cisoka untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Indra Waspada.

Saat ini, tersangka FZ menjalani pemeriksaan intensif. Tersangka FZ dikenakan Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) dan/atau Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Pasal 13 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda hingga Rp 5 miliar.(Red)

Bulan Bakti Pramuka 2026 Dibuka, Tangsel Siapkan Generasi Berkarakter Lewat Prasiaga

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memanfaatkan pembukaan Bulan Bakti Pramuka Kota Tangerang Selatan 2026 sebagai momentum memperkuat pembinaan karakter generasi muda.

Salah satu langkah yang mulai dirintis adalah pembentukan Pramuka Prasiaga bagi anak usia taman kanak-kanak (TK), sebagai upaya menanamkan nilai kepemimpinan, disiplin, dan kepedulian sosial sejak dini. Kegiatan tersebut berlangsung di Puspemkot Tangsel, Sabtu (1/8/2026), dan dirangkaikan dengan pelepasan kontingen Tangsel menuju Jambore Nasional di Cibubur.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pembentukan Pramuka Prasiaga merupakan tindak lanjut amanat Undang-Undang Kepramukaan sekaligus langkah strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai kepramukaan kepada anak-anak usia prasekolah.

“Pramuka Prasiaga ini amanat dari Undang-Undang Kepramukaan, dan Tangsel mulai merintis tahun ini. Jadi sudah ada beberapa TK binaan yang aktif, dan nanti akan kita perluas lagi ke TK-TK yang lain,” ujar Benyamin.

Menurut Benyamin, pendidikan karakter perlu dimulai sedini mungkin. Melalui Pramuka Prasiaga, anak-anak tidak hanya dikenalkan pada kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga dibiasakan dengan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kerja sama, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

“Ini kegiatan yang sangat strategis untuk membentuk karakter kepemimpinan sejak dini. Kita ingin menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong kepada anak-anak sejak mereka masih di bangku TK,” jelasnya.

Selain merintis Pramuka Prasiaga, Pemkot Tangsel juga melepas kontingen Gerakan Pramuka Kota Tangerang Selatan yang akan mengikuti Jambore Nasional di Cibubur. Benyamin berharap para peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengharumkan nama Kota Tangerang Selatan.

“Saya berharap anak-anak bisa menunjukkan penampilan terbaik dan meraih prestasi di Jambore Nasional,” ucapnya.

Benyamin menegaskan Bulan Bakti Pramuka bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud nyata pengamalan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui Bulan Bakti Pramuka dan kehadiran Prasiaga, kita menanamkan benih karakter, cinta lingkungan, kesadaran hidup, dan kepedulian sosial sejak dini. Mereka adalah cikal bakal generasi unggul yang akan meneruskan cita-cita bangsa,” tuturnya.

Benyamin berharap Gerakan Pramuka semakin diminati oleh anak-anak dan remaja karena tumbuh dari kesadaran, bukan semata-mata sebagai kewajiban di sekolah. Menurutnya, kegiatan kepramukaan harus terus dikemas secara menarik, atraktif, dan mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan bagi generasi muda.

“Harapan saya, kegiatan Pramuka diikuti karena kesadaran. Karena itu, kegiatannya harus menarik, atraktif, dan mengikuti perkembangan zaman,” pungkasnya.(Red)

Tangsel Digital Academy Hadir di Pesantren, Santri Siap Kuasai AI dan Literasi Digital

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menghadirkan program Tangsel Digital Academy di lingkungan pondok pesantren sebagai upaya mencetak santri yang melek teknologi, menguasai Artificial Intelligence (AI), dan memiliki kemampuan literasi digital yang berdaya saing di era transformasi digital.

Program tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), dan Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS). Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam kegiatan Implementasi dan Pemanfaatan *Artificial Intelligence* (AI) yang digelar di Pondok Pesantren Al Amanah Al Gontory, Pondok Aren, Kamis (30/7/2026).

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan santri sebagai bagian dari ekosistem digital yang cerdas, produktif, dan tetap berkarakter.

“Kita bekerja sama antara tiga lembaga, yaitu Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren, dan Institut Teknologi Tangerang Selatan. Tujuannya adalah mengembangkan Tangsel Digital Academy dengan fokus pada peningkatan literasi digital bagi para santri,” ujar Benyamin.

Menurut Benyamin, santri memiliki modal besar untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Selain dibekali ilmu pengetahuan, mereka juga memiliki fondasi akhlak serta nilai-nilai keagamaan yang kuat.

“Santri memiliki dua fondasi utama, yaitu ilmu pengetahuan dan iman serta takwa. Ketika dipadukan dengan kemampuan digital, peluang untuk membuka akses terhadap berbagai pengetahuan dan kesempatan akan semakin luas. Harapannya, hal ini sejalan dengan visi Tangsel sebagai kota yang cerdas, modern, dan religius,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital di lingkungan keagamaan, Pemkot Tangsel terus memperluas akses internet gratis di berbagai fasilitas publik, termasuk rumah ibadah dan pondok pesantren.

“Kami telah memasang lebih dari 700 titik Wi-Fi di masjid, musala, dan pondok pesantren. Jika masih diperlukan penambahan, tentu akan kami dukung karena akses digital saat ini telah menjadi kebutuhan penting,” tambah Benyamin.

Saat ini, Pemkot Tangsel telah menyediakan lebih dari 5.000 titik internet gratis di seluruh wilayah kota.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan Tb. Asep Nurdin menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari visi besar Pemkot Tangsel untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi digital secara positif dan produktif.

Menurutnya, pondok pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga berkembang menjadi pusat inovasi, literasi digital, pemberdayaan ekonomi umat, serta tempat lahirnya talenta-talenta digital yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Kami meyakini pesantren yang terkoneksi secara digital akan melahirkan santri-santri yang inovatif. Santri yang inovatif akan menggerakkan ekonomi digital, dan ekonomi digital yang berlandaskan akhlak akan membawa Tangerang Selatan menjadi kota yang cerdas, modern, religius, dan berdaya saing global,” tuturnya.

Asep menambahkan, Diskominfo Tangsel juga telah menjalin kerja sama dengan Meta dalam upaya memperkuat penanganan hoaks di ruang digital. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat dapat melaporkan informasi palsu yang berpotensi merugikan individu maupun lembaga, termasuk pondok pesantren.

Karena itu, program kerja sama ini tidak hanya menghadirkan pelatihan literasi digital, tetapi juga mencakup pelatihan keamanan siber, pemasaran digital, pemanfaatan AI, pendampingan transformasi digital bagi UMKM pesantren, proses pembelajaran yang didampingi para pakar, hingga kompetisi inovasi digital antar-santri.(Red)

Polresta Tangerang Bareng Mahasiswa Lentera Muda Gelar Jumat Asri, Bersih-bersih Lingkungan di Tigaraksa

PelitaTangerang.com, Tangerang – Aparat Polresta Tangerang bersama mahasiswa yang tergabung dalam Lentera Muda Indonesia melaksanakan kegiatan Jumat Asri dengan melakukan bersih-bersih lingkungan di Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Jumat (31/7/2026).

“Gerakan Indonesia Asri merupakan wujud nyata kepedulian kita terhadap lingkungan,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.

Dia menjelaskan, kepedulian tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, menanam pohon, mengelola sampah dengan baik, dan melestarikan alam.

“Hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Indra Waspada menegaskan, Polri senantiasa mendukung setiap kegiatan positif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lingkungan yang terawat, lanjut dia, akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan, mencegah bencana, serta menjadi warisan yang baik bagi generasi mendatang.

“Jadikan kegiatan hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari budaya hidup bersih dan peduli lingkungan,” katanya.

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah yang hadir pada kegiatan tersebut memberikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan bersih-bersih lingkungan bukan sekedar agenda sosial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan daerah yang kita cintai.

“Pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas dan program pengelolaan sampah, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesadaran masyarakat,” kata Intan.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh warga Kabupaten Tangerang untuk mulai menerapkan budaya hidup bersih dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

“Mari kita biasakan memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membuang sampah pada tempatnya,” ujar Intan.

Sementara Ketua Lentera Muda Indonesia, Abdul Aziz mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. Gerakan Indonesia Asri, kata dia, mendorong masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap aman, sehat, resik, dan indah.(Bud)

GRANAT Tangerang Selatan Gelar Ramah Tamah Bersama BNN, Tokoh Masyarakat, dan Dunia Pendidikan Menuju Tangsel Bersinar

PelitaTangerang.com, Tangsel – Setelah sempat mengalami masa vakum dan kepengurusan sudah demisioner cukup lama, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Antarkotika (GRANAT) Kota Tangerang Selatan siap kembali bangkit dalam gerakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Sebagai langkah awal kebangkitan tersebut, DPC GRANAT Tangsel menggelar acara *Ramah Tamah Pengurus Baru* di Aula Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang Selatan pada Kamis, 30 Juli 2026.

Acara strategis ini digelar sembari menunggu turunnya Surat Keputusan (SK) pengesahan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk kepengurusan periode 2025–2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan jajaran kepengurusan baru kepada para pemangku kepentingan, pimpinan instansi, serta mitra strategis di Kota Tangerang Selatan.
*Sinergi Kuat Lawan Narkoba Bersama BNN**
Ketua DPC GRANAT Tangerang Selatan, *Eko Pranoto P*, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ramah tamah ini merupakan langkah krusial sebagai bentuk perkenalan awal dan konsolidasi bersama para pemangku kepentingan di wilayah Tangerang Selatan.
> *”Kegiatan ini adalah wujud komitmen kami untuk langsung turun tangan membangun jejaring kerja sama yang kuat dengan berbagai pihak, demi menyelamatkan generasi muda Tangerang Selatan dari bahaya penyalahgunaan narkoba,”* ujar Eko.
>
Acara ramah tamah ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Kepala BNN Kota Tangerang Selatan, *Satrya Ika Putra*, serta Ketua DPD GRANAT Provinsi Banten, *Budy Tjoanda*

Dalam sambutannya, Kepala BNN Tangsel *Satrya Ika Putra* memberikan apresiasi tinggi dan menyambut baik kebangkitan kembali GRANAT. Ia menegaskan bahwa BNN siap berkolaborasi penuh dalam memerangi peredaran gelap obat terlarang dan narkotika di Tangerang Selatan.
BNN berharap bahwa GRANAT bisa menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Tangerang Selatan bersih dari Narkoba.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD GRANAT Provinsi Banten, *Budy Tjoanda*, memaparkan latar belakang pembentukan kepengurusan baru ini.
> *”Kepengurusan GRANAT di Tangerang Selatan sudah cukup lama vakum dan serta telah demisioner. Untuk itu, DPD Banten mengambil langkah taktis dengan membentuk kepengurusan baru. SK telah kami terbitkan dan segera kami laporkan ke DPP untuk mendapatkan pengesahan,”* jelas Budy.
>
Ia juga mendorong agar DPC GRANAT Tangsel yang baru dapat langsung bergerak cepat, aktif bersinergi dengan dunia pendidikan, para tokoh masyarakat, serta pimpinan daerah untuk bersama-sama melawan ancaman narkoba.

*Dukungan Luas dari Tokoh, Organisasi Profesi, dan Dunia Pendidikan*

Selain jajaran BNN dan pengurus GRANAT, acara silaturahmi ini juga dihadiri oleh cukup banyak tamu undangan dari berbagai kalangan, terutama pimpinan organisasi profesi, lembaga pendidikan tinggi, forum sekolah, hingga asosiasi guru di Kota Tangerang Selatan.

Kehadiran para pimpinan lembaga pendidikan ini memperkuat komitmen bersama dalam membentengi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat dari ancaman narkotika.
Adapun berbagai elemen dan organisasi yang turut hadir dalam kegiatan ramah tamah ini meliputi:
* Perwakilan Rektor Universitas Pamulang (UNPAM)
* Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan
* Persatuan Guru Madrasah (PGMI) Kota Tangerang Selatan
* Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM)
* Forum Kepala Sekolah SMA/SMK Negeri dan Swasta
* Forum Kepala Sekolah Swasta SMP
* PGRI Kota Tangerang Selatan

Dengan terselenggaranya acara ramah tamah yang dihadiri oleh lintas sektor ini, GRANAT Tangerang Selatan optimistis dapat kembali menjadi organisasi anti narkotika terdepan dalam mengedukasi masyarakat serta bersinergi secara masif untuk kegiatan P4GN wilayah Tangsel dari penyalahgunaan narkotika.(Red)

Amankan Kekayaan Negara, Kantah Kota Tangerang dan KPKNL Perkuat Sinergi Pengelolaan BMN

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Penguatan tata kelola dan pengamanan aset negara terus diperkuat melalui kerja sama antarinstansi. Kantor Pertanahan Kota Tangerang bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di Tangerang sepakat mempererat sinergi lintas sektor guna mengoptimalkan pengelolaan kekayaan negara secara terpadu.

​Kolaborasi strategis ini berfokus pada beberapa agenda utama, salah satunya adalah percepatan program pensertipikatan Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah di wilayah Kota Tangerang. Melalui kepastian hukum atas tanah aset pemerintah, diharapkan potensi sengketa dapat diminimalisasi serta perlindungan terhadap kekayaan negara dapat berjalan lebih optimal.

​Selain percepatan pensertipikatan, sinergi ini juga mencakup aspek penilaian aset, pelaksanaan program lelang, hingga optimalisasi pengelolaan piutang negara. Integrasi peran antara Kantah Kota Tangerang dan KPKNL ini menjadi langkah krusial dalam mewujudkan tertib administrasi, hukum, dan fisik atas seluruh aset negara.

​Upaya kolaboratif yang terbangun ini menjadi komitmen bersama kedua instansi untuk memastikan setiap aset milik negara terdata, terstandardisasi, dan terlindungi dengan baik demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan publik.(Paisol)

Kakantah Kota Tangerang Turut Hadir Mendampingi Kakanwil BPN Provinsi Banten Dalam Menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI

PelitaTangetang.com, Serang – Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kota Tangerang turut hadir mendampingi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Banten dalam menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI. Pertemuan penting ini diselenggarakan langsung di Pendopo Gubernur Banten, Serang, pada Rabu, 8 Juli 2026.

​Kunjungan kerja spesifik dari legislatif pusat ini dilaksanakan dalam rangka pengawasan terhadap Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat (GWPP) di daerah, dengan fokus utama mengevaluasi dan mengawal jalannya Program Prioritas Nasional serta Program Pertanahan dan Tata Ruang di wilayah Provinsi Banten.

​Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang semakin berkualitas.

​Kehadiran jajaran pimpinan BPN, termasuk Kantah Kota Tangerang, menegaskan komitmen penuh instansi dalam menyukseskan program-program pertanahan strategis yang dicanangkan oleh kementerian dan pemerintah pusat, mulai dari program reforma agraria hingga akselerasi tata ruang yang ramah investasi dan berkelanjutan di daerah.

​Melalui pengawasan dan masukan langsung dari Komisi II DPR RI, diharapkan berbagai tantangan teknis maupun regulasi pertanahan di lapangan dapat diurai bersama. Sinergitas yang kuat antara pusat dan daerah ini diyakini mampu mendorong percepatan capaian target program pertanahan, demi memberikan kepastian hukum yang nyata serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Banten.(Paisol)

Berita Terbaru