PelitaTangerang.com, Tangerang – Minggu pagi itu, langit Binong tampak kelabu. Hujan turun tanpa jeda, membasahi Jalan Raya Binong dan sekitarnya. Namun, di balik cuaca yang tak bersahabat, tersaji pemandangan yang justru menghangatkan hati: warga Perumahan Binong tetap berkumpul, bekerja, dan bergotong royong demi lingkungan mereka. Minggu 01/02/2026
Tanpa keluhan, warga turun membawa alat kebersihan seadanya. Air hujan tak menghentikan langkah mereka membersihkan saluran air, mengangkat sampah, dan menata area jalan. Di tengah guyuran hujan, nilai kebersamaan dan kepedulian sosial tampak hidup dan nyata.
Kegiatan gotong royong ini dipimpin langsung oleh Lurah Binong, sukri, yang sejak awal terlihat menyatu bersama warga. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Hugo, serta Ketua RW Binong, Heru, yang mengoordinasikan jalannya kegiatan dengan penuh semangat.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika sebuah mobil tiba-tiba mogok di tengah aktivitas gotong royong. Tanpa aba-aba dan tanpa ragu, Hugo langsung turun tangan. Bersama warga, ia mendorong mobil tersebut hingga ke lokasi yang lebih aman. Tidak ada jarak antara wakil rakyat dan masyarakat—semua menyatu dalam satu gerak, satu tujuan.
Aksi sederhana namun tulus itu menjadi simbol kuat kepemimpinan yang merakyat. Bukan sekadar hadir untuk seremonial, melainkan benar-benar ada di tengah masyarakat, merasakan langsung apa yang dirasakan warga.
Di sela kegiatan, Lurah Binong sukri menyampaikan rasa bangga atas kekompakan warganya yang tetap solid meski hujan terus mengguyur.
“Gotong royong ini adalah cermin kepedulian warga terhadap lingkungannya. Inilah kekuatan Binong—kebersamaan yang tidak mudah luntur oleh cuaca atau keadaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, Hugo menyampaikan bahwa gotong royong adalah jantung kehidupan sosial yang harus terus dijaga dan diwariskan.
“Kalau masyarakat dan pemimpinnya bisa berjalan bersama seperti ini, persoalan lingkungan dan sosial bisa diselesaikan dengan cara yang lebih manusiawi,” ungkapnya.
Ketua RW Binong Heru pun mengaku terharu melihat antusiasme warga serta kehadiran langsung lurah dan anggota DPRD di tengah hujan.
“Ini bukan sekadar kerja bakti. Ini tentang rasa memiliki, tentang kepedulian, dan tentang pemimpin yang hadir bersama warganya,” kata Heru.
Gotong royong di Binong hari itu bukan hanya meninggalkan jalan yang lebih bersih dan saluran air yang lebih lancar. Ia meninggalkan pesan kuat: bahwa di tengah tantangan apa pun, kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat.
Hujan mungkin membasahi tubuh, tetapi kebersamaan menghangatkan hati. Dari Binong, nilai gotong royong kembali berbicara—nyata, sederhana, dan penuh makna.(D.s)
Beranda TANGERANG RAYA KOTA TANGSEL Hujan, Gotong Royong, dan Wakil Rakyat yangTurun Tangan: Potret Kebersamaan Warga Binon










