Rabu, 24 Juni 2026
Beranda blog Halaman 62

Transformasi Luar Biasa SDN Muncul 01, Simbol Kemajuan Pendidikan di Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Muncul 01 kini berdiri kokoh sebagai simbol transformasi pendidikan di Kota Tangerang Selatan.

Dari bangunan sederhana berbahan bambu pada tahun 1967, hingga julukan “Sekolah Gang Senggol” karena aksesnya yang sempit, perjalanan panjang sekolah ini telah berbuah manis dengan transformasi menjadi gedung megah yang siap memfasilitasi proses belajar-mengajar secara optimal.

Kepala Sekolah SDN Muncul 01, Tati Rochmayanti, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas perubahan besar ini.

“Kami keluarga atau stakeholder dari SDN Muncul 01 sangat bersyukur kepada Pemkot Tangsel, Pak Wali Kota, dan dinas-dinas terkait yang telah membangun sekolah kami menjadi lebih gagah, megah ini, dan apa yang sudah diberikan kepada kami ini semoga kami bisa mempertanggungjawabkannya dengan bekerja keras, kerja ikhlas dan bermakna,” ujar Tati saat dijumpai pada Selasa (21/01/2025).

Tati menceritakan bahwa gedung sekolah tersebut bahkan pernah disebut jelek dan tidak sedikit orang yang justru malas untuk berurusan dengan SDN Muncul 01 karena akses gang senggol dan fasilitas di sekolah yang memprihatinkan itu.

“Kami dari gedung yang kalau zaman dulu bahkan dikatakan zaman batu, karena betul-betul jelek sekolahnya, tapi alhamdulillah prestasi di sini membanggakan, baik dari tingkat kota, provinsi sampai nasional,” kata dia.

Saat ini, gedung sekolah tempat ia mengajar itu sudah berdiri kokoh dengan tiga lantai. Gedung itu dilengkapi 24 ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan, mushola, lapangan olahraga, toilet modern, dan fasilitas lainnya kini menjadi kebanggaan.

Semua siswa dari kelas 1 hingga 6 dapat menikmati suasana belajar yang nyaman tanpa harus bergantian jadwal pagi dan siang seperti sebelumnya.

Kondisi SDN Muncul 01 sebelum renovasi begitu memprihatinkan. Ruang kelas yang sempit, fasilitas rusak, hingga akses jalan yang tersembunyi membuat banyak orang tidak menyadari keberadaan sekolah ini.

“Gang Senggol” menjadi julukan yang melekat, menggambarkan gang selebar satu meter yang harus dilewati untuk mencapai sekolah.

Situasi tersebut berubah total sejak Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan revitalisasi besar-besaran, termasuk membuka akses jalan yang lebih luas.

“Alhamdulillah atas penghargaan dari pemerintah, mungkin karena dilihat prestasinya, alhamdulillah sekarang kita sudah punya jalan meskipun enggak luas tapi bisa dilalui, dan gedung juga fasilitasnya sudah sangat bagus,” tambahnya.

Humas SDN Muncul 01, Rusmiyati yang sudah menjadi guru di sekolah itu sejak tahun 1998 pun sangat bahagia melihat perubahan bangunan sekolah yang signifikan dan sudah dinantikan bertahun-tahun lamanya.

“Alhamdulillah di tahun 2025 ini terwujud pembangunan sekolah ini luar biasa, yang katanya sekarang dibilang ini adalah gedung ber-grade A,” ucap dia.

Menurutnya, kondisi gedung yang baru ini memberikan tambahan semangat, antusiasme, serta energi positif bagi para guru, siswa dan orang tua murid sekolah tersebut.(Red)

Benyamin Siapkan Kebijakan BPHTB dan PBG Rp0 untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

PelitaTangerang.com, Tangsel – Kabar baik untuk warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, tengah mempersiapkan rancangan keputusan penting yang memberikan keringanan pajak dan retribusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kebijakan ini mencakup pembebasan Pajak atas Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kebijakan ini diharapkan mulai diterapkan akhir bulan ini.

“Kita sedang menyusun rancangan keputusan Wali Kota mengenai pembesaran BPHTB dan retribusi PBG sesuai dengan keputusan Menteri PU, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, ya itu semua bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR),” ujar Benyamin dari keterangan yang didapat pada Selasa (21/01/2025).

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan maksimal Rp7 juta per bulan yang ingin membangun rumah di luar kompleks.

Namun, luas lantai rumah yang akan dibangun adalah maksimal 45 meter persegi. Mereka dengan dua persyaratan utama ini dapat menikmati pembebasan BPHTB dan retribusi PBG hingga Rp0.

“Jadi bagi masyarakat yang berpenghasilan Rp7 juta maksimal, dia ingin bikin rumah sendiri, dan bukan di kompleks, itu nanti BPHTB dan restribusi PGB-nya nol rupiah (Rp0) ,” ucap Benyamin.

Benyamin juga menjelaskan bahwa pengaplikasian kebijakan ini akan dilakukan secara maksimal melalui sosialisasi kepada masyarakat.

“Ini sedang kita susun dan insyaAllah mudah-mudahan akhir bulan ini bisa kita terapkan di Kota Tangerang Selatan. Nanti kita akan sosialisasi sejelas mungkin kepada masyarakat, termasuk persyaratan-persyaratan apa saja yang dibutuhkan itu,” kata dia.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tangsel berkomitmen memanfaatkan teknologi informasi untuk mempercepat proses perizinan. Prosesnya akan sederhana dan berbasis online. Persyaratan akan dipermudah, bahkan akan disediakan desain rumah tipe 30, 32, 36, hingga 45.

Jadi, masyarakat tinggal memilih desain yang sesuai dengan luas tanah mereka tanpa perlu memikirkan desain rumah sendiri.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah dalam memiliki rumah, tetapi juga mempercepat pembangunan perumahan yang layak dan nyaman.(Red)

Presiden Prabowo Targetkan Seluruh Anak Dapat Akses Makan Bergizi Gratis pada Akhir 2025

PelitaTangerang.com, Sumedang – Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh anak di Indonesia akan mendapatkan akses makan bergizi gratis pada akhir 2025. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam keterangannya kepada awak media usai meresmikan proyek ketenagalistrikan di 18 provinsi di Kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 20 Januari 2025.

“Makan bergizi ini secara fisik tidak mudah untuk segera ke seluruh rakyat. Untuk itu, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, saya minta maaf kepada semua orang tua, kepada semua anak-anak yang belum menerima. Tapi saya yakini bahwa tahun 2025, akhir 2025 semua anak Indonesia akan dapat makan bergizi,” ucap Presiden.

Kepala Negara menjelaskan bahwa hambatan dalam distribusi makan bergizi gratis tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga administratif, serta pentingnya pengamanan dana agar tidak terjadi penyelewengan. Namun, Presiden menekankan bahwa pemerintah terus berupaya yang terbaik untuk masyarakat.

“Proses mengamankan supaya uang yang dikirim tidak hilang, itu ada proses yang harus kita laksanakan. Dan untuk itu membutuhkan waktu. Tapi saya beri penekanan diupayakan cari cara yang terbaik, tercepat supaya semua anak-anak kita bisa merasakan,” tutur Kepala Negara.

Presiden Prabowo kembali menekankan bahwa proyek makan bergizi gratis bukan merupakan proyek yang ringan. Namun terkait anggaran, Presiden Prabowo meyakinkan bahwa dana untuk program makan bergizi sudah tersedia.

“Ini proyek yang sangat besar, tidak ringan, fisiknya tidak ringan. Tapi saya jamin dananya ada, saya jamin dananya ada untuk semua anak-anak Indonesia makan. Yang sudah tidak perlu (program) makan ya tidak apa-apa. Beri jatahnya kepada yang perlu,” tegas Presiden.(***)

Pemkot Tangerang Tingkatkan Pengawasan Pengelolaan Limbah B3

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kota Tangerang. Salah satunya, Pemkot Tangerang berupaya meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kepala Bidang Perencanaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Dheny Kuntjoro mengatakan, upaya peningkatan pengawasan pengelolaan limbah B3 dilakukan guna mengantisipasi pencemaran lingkungan dari limbah B3 yang dapat merusak ekosistem lingkungan sekitar.

Saat ini Pemkot Tangerang melaksanakan pengawasan berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup selaku pemegang kewenangan di tingkat pusat.

“Saat ini kita bisa pantau di lapangan, persoalan perizinan masih terkonsentrasi di pusat, diatur melalui kementerian terkait, seperti pemberian izin bagi pengelola, pengumpul, pengguna atau sekedar pengangkut,” kata Dheny, Selasa ( 21/1/25).

Lanjutnya, Pemkot Tangerang juga rutin melakukan pengawasan langsung dan tidak langsung. Beberapa kebijakan yang dilakukan selama ini, mulai dari kegiatan pemantauan dan verifikasi lapangan, pembukaan layanan pengaduan, hingga pelaksanaan sosialisasi edukasi dengan mengundang sejumlah pelaku industri yang beroperasi di Kota Tangerang.

“Kami juga rutin melakukan pengawasan sekaligus penindakan jika ditemukan pelanggaran seperti kemarin. Namun skala penindakan kami hanya bisa memberikan laporan kepada Kementerian yang berwenang, dan paling banyak melakukan penyegelan jika tidak dilengkapi izin lokasi berdasarkan tata ruang yang diatur di Kota Tangerang,” imbuhnya.

Selain itu, Pemkot Tangerang berharap peningkatan pengawasan ini dapat mencegah terjadinya kasus pencemaran lingkungan khususnya yang disebabkan oleh limbah B3 di Kota Tangerang.,(Red)

Pembangunan Infrastruktur Sekolah Jadi Fokus Usulan Musrenbang Kecamatan Cikupa

PelitaTangerang.com, Tangerang – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cikupa Tahun 2025 mengusulkan 50 Program yang berfokus pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), ekonomi dan infrastruktur. Kegiatan yang menjadi wadah aspirasi masyarakat untuk pembangunan Cikupa ini digelar di Aula Kampung Kalapa, Selasa (21/1/2025).

Camat Cikupa Supriyadi, menjelaskan, Musrenbang kali ini terdapat 50 usulan yang akan dibawa ke tingkat Kabupaten Tangerang. Dari ketiga fokus yang disampaikan Kecamatan Cikupa mengutamakan usulannya dalam bidang Pendidikan.

Dari 50 usulan tersebut terdiri atas 18 usulan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan 17 usulan pada bidang ekonomi dan Sisanya 15 usulan pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Cikupa.

“Peningkatan SDM menyangkut pelatihan kewirausahaan dan upaya peningkatan ekonomi keluarga, yang kedua dalam bidang pendidikan kita tahu kebutuhan sarana prasana pendidikan ini sangat tinggi, jadi usulan pembangunan sekolah dan pemeliharaan juga kita usulkan dan yang lainnya dalam infrastructure seperti jalan dan saluran air terus kita lakukan agar fasilitas publik memadai,” jelasnya.

Ia berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang ikut menghadiri Musrenbang Kecamatan Cikupa, sehingga semua kegiatan yang ada bisa terlaksana dan berjalan dengan baik.

“Saya haturkan terimakasih kepada para peserta Musrenbang atas kehadirannya dan partisipasinya. Saya sangat bangga dengan agenda tahunan yang manfaat pembangunannya dirasakan masyarakat ini, seluruh lapisan bisa ikut andil seperti para Organisasi Prangkat Daerah (OPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Aparat juga para pemuda yang semangatnya tidak pernah surut,” ungkapnya.

Camat Cikupa Supriyadi berharap usulan-usulan yang dihasilkan di kegiatan Musrenbang ini nantinya dapat terealisasi dengan dukungan dewan dan juga perangkat daerah, sehingga usulan tersebut nantinya dapat membantu masyarakat serta memajukan Kecamatan Cikupa.

“Kami berharap selain merencanakan pembangunan, mudah-mudahan musrembang ini bisa menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan, sehingga motto cikupa guyub ngahiji ini benar benar terlaksana,” harapnya.(Red)

Hadiri HUT ke-13 Paroki Alam Sutera, Benyamin: Simbol Toleransi dan Penggerak Ekonomi Lokal

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, memberikan apresiasi tinggi terhadap Paroki Alam Sutera yang merayakan Hari Ulang Tahun ke-13 pada Minggu (19/01/2025).

Dalam sambutannya, Benyamin menyampaikan ucapan selamat sekaligus menggarisbawahi peran penting Paroki sebagai wadah persatuan, harmoni solidaritas sosial, pengembangan masyarakat, dan penggerak ekonomi lokal.

“Paroki sudah berjuang dengan segala kegiatannya, tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga wadah solidaritas sosial yang mendukung pengembangan dan pembangunan daerah, serta semangat tinggi menjunjung toleransi,” ujarnya.

Yang menarik dari perayaan ini, Paroki Alam Sutera melibatkan pelaku UMKM dari Kelurahan Pakulonan, menciptakan sinergi antara komunitas rohani dan masyarakat lokal.

Upaya ini diapresiasi sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah melibatkan pelaku UMKM dari daerah Kelurahan Pakulonan dalam kegiatan ini,” ucap Benyamin.

Selain memberikan ruang bagi UMKM, perayaan ini juga menjadi sarana memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat yang beragam.

Benyamin menekankan pentingnya harmoni dan kolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan inklusif di Tangerang Selatan.

“Kami percaya Paroki memiliki peran penting strategi dalam mengembangkan perekonomian, meningkatkan kapabilitas di masyarakat, dan membangun ketahanan yang kondusif,” kata dia.(Red)

Terima Audiensi PP Muslimat NU, Presiden Prabowo Apresiasi Program Muslimat NU

Presiden Prabowo pun memberikan apresiasi atas berbagai inisiatif yang dijalankan oleh Muslimat NU, yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. “Beliau memberikan apresiasi luar biasa karena hal-hal yang kecil ini dipikirkan oleh Muslimat NU. Karena jaringannya luas, kita berharap efektivitas program ini akan bisa terasa lebih signifikan,” ujar Khofifah dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah memperkenalkan dua program baru yang akan diluncurkan pada Kongres XVIII Muslimat NU, yakni Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem) dan Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan).

Program Mustika Mesem bertujuan mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui kegiatan sederhana yang dilakukan di tingkat ranting, seperti pengajian. Khofifah mencontohkan inisiatif membawa telur ke pengajian sebagai bentuk kontribusi langsung kepada masyarakat miskin ekstrem dan anak-anak yang mengalami stunting.

“Jadi ini salah satu format bagaimana program Mustika Mesem bisa memberikan sapaan kepada mereka yang terindikasi stunting tapi juga memberikan penyapaan kepada mereka yang di dalam data di desa itu kategori miskin ekstrem,” kata Khofifah.

Sementara itu, program Mustika Darling mengedepankan kesadaran lingkungan melalui pengelolaan sampah yang dilakukan oleh kader Muslimat NU di berbagai daerah. Khofifah menjelaskan bahwa para kader Darling di setiap pengajian akan melakukan pemilahan sampah hingga membersihkan sampah di lingkungan sekitar.

“Kalau setiap ranting kemudian tiap anak cabang dan tiap cabang melakukan hal yang sama dan itu bisa diikuti oleh yang lain saya rasa problem penumpukan sampah di berbagai daerah relatif akan bisa diminimalisir,” tutur Khofifah.

Khofifah juga menjelaskan bahwa pertemuan tersebut turut membahas persiapan Kongres XVIII Muslimat NU yang akan diselenggarakan pada 11-16 Februari 2025 mendatang di Kota Surabaya. Menurut Khofifah, kongres tersebut akan dihadiri oleh ribuan delegasi dari seluruh Indonesia.

“Kami sowan Pak Presiden mohon kerawuhan beliau pada pembukaan Kongres yang insyaallah akan dilaksanakan pada 12 Februari bulan depan, dihadiri oleh 532 cabang, lalu 11 pimpinan cabang istimewa, 37 PW (Pengurus Wilayah),” ujar Khofifah.(Red)

Pj. Wali Kota Ajak Masyarakat Manfaatkan Diskon Pajak HUT Kota Tangerang

PelitaTangerang.com, Tangerang – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Kota Tangerang, Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, mengajak masyarakat untuk bisa memanfaatkan diskon pajak hingga 25% untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Penghasilan P2, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), yang berlaku mulai 17 Januari hingga 31 Maret 2025.

“Kami memberikan diskon pajak dalam rangka HUT ke-32 Kota Tangerang, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk memenuhi kewajiban pajaknya. Mari manfaatkan diskon hingga 25% untuk pembayaran PBB, P2, dan BPHTB,” ajak Dr. Nurdin, usai memimpin apel pegawai Bapenda Kota Tangerang, di Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Bapenda Wilayah Timur, yang berlokasi di Cipondoh, Kamis (16/01).

Dalam kesempatan tersebut Nurdin juga mencanangkan pembentukan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di lingkup Bapenda. Dalam arahannya Nurdin menegaskan pentingnya implementasi zona integritas ini sebagai bagian dari amanat nasional untuk menciptakan pemerintahan yang berintegritas.

“Hari ini, kita melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk menerapkan zona integritas menuju WBK di Bapenda Kota Tangerang. Ini adalah bagian dari amanat presiden yang harus kita wujudkan bersama, termasuk di Pemerintah Kota Tangerang. Dengan pembentukan zona integritas ini, kita berharap kinerja Bapenda semakin baik dan menjadi model bagi dinas-dinas lain,” ujarnya.

Pj. Wali Kota Tangerang, juga menambahkan, pembentukan zona integritas tidak hanya akan berhenti di Bapenda, tetapi akan diterapkan secara bertahap ke seluruh Perangkat Daerah di Kota Tangerang.

“Kita ingin Kota Tangerang menjadi wilayah yang berintegritas, transparan, dan bebas dari korupsi. Ini merupakan komitmen bersama yang harus kita jalankan bersama demi pelayanan publik yang lebih optimal,” tegas Dr. Nurdin.(Red)

Menteri Abdul Kadir Karding Apresiasi Makan Bergizi Gratis di Tangsel, Pilar: Kami Siap Dukung Penuh

PelitaTangerang.com, Tangsel – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Republik Indonesia (RI), Abdul Kadir Karding, bersama Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI Tarbiyatul Athfal Serpong pada Rabu (15/01/2025).

Karding mengapresiasi Pemerintah Kota Tangsel yang telah melaksanakan kegiatan program MBG ini dengan sukses sejauh ini, mulai dari koordinasi, menu makanan, hingga distribusi.

“Ya saya kira (sukses), kalau lihat-lihat ini kan kalau yang kita tanya anak-anak kecil ya mereka jujur ya, jadi kita tanya apakah ini bagus, enak. Alhamdulillah bagus dan saya kira pelayanannya juga bersih dan sebagainya,” ujar Karding.

Dalam kunjungan tersebut, Karding berdialog langsung dengan siswa yang menerima makanan bergizi. Anak-anak mengungkapkan rasa senang mereka atas makanan yang enak dan pelayanan yang bersih.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk mendukung penuh program ini, karena program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan anak-anak, tetapi juga menjadi investasi besar untuk mencetak generasi masa depan yang unggul.

“Kita memastikan bahwa anak-anak betul-betul happy di dalam mendapatkan makanan bergizi ini, dan yang perlu saya sampaikan makanan bergizi ini adalah investasi jangka panjang agar anak-anak kita ini tumbuh dengan kesehatan yang baik, dengan otak yang cerdas,” ujarnya.

Karding juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini memiliki dampak besar bagi Indonesia, dengan mempersiapkan generasi yang kompetitif, tangguh, dan berakhlak baik untuk membawa Indonesia ke puncak kejayaan pada 2045.

“Jadi kita, negara, presiden ingin anak-anak pada tahun 2045 khususnya, ketika Indonesia Emas kita ingin lahir generasi-generasi yang unggul, yang tangguh, kompetitif, cerdas dan punya akhlak yang bagus,” kata dia.

Sementara itu, Pilar mengatakan, saat ini Pemkot Tangsel masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan MBG di seluruh sekolah di Tangerang Selatan.

Namun, ia mengaku optimis terhadap program ini akan dapat memberikan dampak positif, terutama dalam membangkitkan perekonomian lokal di Tangsel. Untuk itu, Pemkot Tangsel akan mendukung penuh pelaksanaan program ini dengan baik.

“Kita dari Pemkot Tangsel siap mendukung penuh program ini. Kita juga berharap dari petunjuk teknis tersebut secara detailnya bisa menggerakkan produk ekonomi lah. Jadi, anak-anak kita sehat, perekonomian lokal kita meningkat,” kata dia.

Meskipun lahan pertanian konvensional di Tangerang Selatan sudah terbatas, Pilar menegaskan potensi urban farming dapat dimaksimalkan untuk mendukung program ini. Bahkan, usaha peternakan maupun pemotongan hewan juga bisa dilibatkan dalam program ini.

“Mudah-mudahan ya sekali lagi dari APBD Tangerang Selatan bisa kembali lagi diserap untuk masyarakat,” ucap dia.

Wajah Baru MPP Kota Tangerang Diresmikan Mendagri, Pj: Wujud Nyata Berikan Layanan Terbaik kepada Warga

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian, bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, didampingi Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan publik yang cepat, transparan, dan efisien.

MPP Kota Tangerang yang dirancang sebagai pusat layanan terpadu, menyediakan berbagai kebutuhan administrasi masyarakat dalam satu atap. Dengan keberadaan MPP ini, warga Kota Tangerang dapat mengurus berbagai dokumen dan perizinan, seperti KTP, SIM, paspor, BPJS, hingga izin usaha, tanpa harus berpindah tempat.

Dalam kesempatannya, Mendagri, Tito Karnavian, menyampaikan apresiasinya atas terobosan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam meningkatkan pelayanan. Tidak hanya inovasi percepatan pelayanan tapi peningkatan Sarana dan Prasarana (Sarpras) pelayanan juga menjadi prioritas.

“Saya berterima kasih kepada Pj. Wali Kota Tangerang, Bapak Nurdin karena program MPP ini sudah hampir 200 hadir se-Indonesia, di mana berbagai pelayanan publik, perizinan, berada pada satu tempat agar memudahkan masyarakat sehingga tidak berpindah dari satu kantor ke kantor lainnya untuk mendapatkan pelayanan. Sekarang, Kota Tangerang sudah kembali memilikinya setelah gedung ini sempat dilakukan renovasi guna memberikan pelayanan lebih baik lagi bagi masyarakat. Sebuah kehormatan buat saya bisa menandatangani prasasti ini,” ujar Mendagri.

Sementara itu, Menteri PKP, Maruarar Sirait, turut menegaskan pentingnya sosialisasi yang masif kepada masyarakat terkait inovasi program yang sudah diluncurkan.

“Saya mohon dibantu sosialisasinya, ini program sudah bagus (PBG 10 Jam), pelayanannya sudah bagus, dan sangat pro rakyat. Jadi, sayang kalau masyarakat tidak tahu kalau layanan ini memberikan banyak manfaat dan kemudahan. Bagus juga tagline-nya “waktunya punya rumah,” ini kalau disosialisasikan,” ucap Maruarar Sirait.

Sementara itu, Pj Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, menegaskan komitmen Pemkot Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“MPP ini adalah bentuk nyata dari upaya kami untuk memberikan layanan terbaik kepada warga. Kami ingin memastikan bahwa setiap penduduk Kota Tangerang bisa merasakan manfaat langsung dari fasilitas yang kami hadirkan,” tukas Dr. Nurdin.(Red)

Berita Terbaru