PelitaTangerang.com, Tangerang – Pekerjaan hotmix yang berlokasi di RW 02 Kampung Sabi, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan. Proyek yang dikerjakan oleh CV Berkah Mazayana Sakti dengan total pagu anggaran sebesar Rp79.481.000 tersebut diduga memiliki kualitas yang patut dipertanyakan.
Pantauan di lokasi memperlihatkan lapisan hotmix tampak sangat tipis, bahkan secara kasat mata terlihat menyerupai “kulit bawang”. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian ketebalan dan volume pekerjaan dengan spesifikasi teknis serta RAB yang telah ditetapkan.minggu 09/08/2026
Ketebalan lapisan hotmix merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan kekuatan dan daya tahan sebuah konstruksi jalan. Karena itu, pekerjaan dengan nilai anggaran puluhan juta rupiah semestinya tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan setiap tahapan dikerjakan sesuai standar dan spesifikasi.
Sorotan semakin tajam ketika pihak kontraktor CV Berkah Mazayana Sakti dikonfirmasi terkait pekerjaan tersebut.
Tidak hanya mempertanyakan apakah pekerjaan tersebut merupakan tanggung jawab pihaknya, konfirmasi juga telah disampaikan secara langsung mengenai berapa panjang pekerjaan, berapa lebar hamparan hotmix, serta berapa ketebalan lapisan yang dikerjakan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor tidak menghiraukan pertanyaan tersebut dan tidak memberikan jawaban maupun klarifikasi.
Sikap bungkam ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Terlebih, pertanyaan mengenai panjang, lebar, dan ketebalan bukanlah pertanyaan yang sulit dijawab oleh pihak pelaksana apabila pekerjaan memang dilaksanakan berdasarkan perencanaan dan spesifikasi yang jelas.
Lantas, berapa sebenarnya volume pekerjaan hotmix tersebut? Berapa ketebalan yang ditetapkan dalam RAB? Dan apakah kondisi fisik di lapangan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang dibayarkan menggunakan anggaran sebesar Rp79,48 juta?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut semestinya dapat dijawab secara terbuka oleh kontraktor maupun pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan pekerjaan.
Jangan sampai pembangunan infrastruktur publik hanya berorientasi pada pekerjaan yang “terlihat selesai”, sementara kualitas, ketebalan, volume, dan daya tahan konstruksi justru menjadi persoalan yang luput dari pengawasan.
Dengan adanya dugaan lapisan hotmix yang sangat tipis, Inspektorat maupun BPK patut melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, terutama dengan mencocokkan kondisi fisik di lapangan terhadap RAB, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta nilai pembayaran.
Audit juga semestinya tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen administratif. Pengukuran fisik secara langsung di lapangan menjadi penting untuk memastikan apakah panjang, lebar, dan ketebalan pekerjaan benar-benar sesuai dengan yang telah direncanakan dan dibayarkan.
Publik berhak mengetahui ke mana anggaran sebesar Rp79.481.000 tersebut digunakan dan apakah hasil pekerjaan yang diterima benar-benar sepadan dengan nilai anggaran.
Sebab, uang yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur merupakan anggaran publik yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.
CV Berkah Mazayana Sakti hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban terkait panjang, lebar, maupun ketebalan pekerjaan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak kontraktor maupun instansi terkait untuk menjelaskan spesifikasi, volume, metode pelaksanaan, serta hasil pekerjaan hotmix tersebut.(D.s)










