Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 31

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkot Tangsel Fasilitasi Peningkatan Akreditasi dan Beasiswa S1 Guru PAUD

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berkomitmen meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mulai dari peningkatan akreditasi hingga beasiswa S1 bagi guru PAUD.

Terbaru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan Akreditasi PAUD di Gedung Galeri UMKM, Serpong, Selasa, 24 Juni 2025. Kegiatan itu dihadiri ratusan orang perwakilan PAUD di Tangsel.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, akreditasi PAUD penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas PAUD di Kota Tangsel.

“Ke depan bisa terus meningkatkan kualitas PAUD-nya masing-masing baik di negeri maupun swasta,” kata Pilar.

Selain bantu tingkatkan kualitas PAUD-nya dengan akreditasi, Pilar menuturkan, Pemkot Tangsel juga membantu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yakni para guru PAUD di Tangsel melalui program beasiswa S1.

“Banyak guru PAUD yang belum linear, maka kita kasih bantuan beasiswa pendidikan S1 untuk guru PAUD,” tuturnya.

Pilar menerangkan, program beasiswa pendidikan S1 guru PAUD itu akan mulai dilaksanakan tahun anggaran 2025 ini. Beasiswa akan diberikan 70 guru yang dibagi 10 orang di 7 kecamatan.

“InsyaAllah tahun ini akan dilaksanakan. Bantuan 4.500 guru mulai dari PAUD, SD, SMP berupa insentif untuk guru dan kepala sekolah swasta di Tangsel,” terang Pilar.

Kepala Dikbud Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, kegiatan peningkatan akreditasi PAUD itu perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Deden menerangkan, akreditasi merupakan legitimasi atas standar yang harus terpenuhi, mulai dari standar kurikulum, tenaga pendidik, sarana pra-sarana, hingga konsep pembelajarannya harus sesuai standar nasional.

“Kalau tidak terpenuhi dan tidak terakreditasi kan tidak punya legalitas, jadi akreditasi itu bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat bahwa penyelenggara lembaga pendidikan tersebut sudah sesuai dengan standar nasional. Kalau sekolahnya tidak terstandar, siswanya juga tidak terstandar juga. Ini kan jadi salah satu tugas kami untuk mendorong akreditasi pendidikan,” papar Deden.

Deden berharap, adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan jumlah sekolah PAUD yang terakreditasi di Kota Tangsel.

“Ada PAUD yang sudah terakreditasi A, B, C dan ada juga yang belum terakreditasi. Maka kita dorong agar yang belum terakreditasi bisa terakreditasi, yang tadinya akreditasi C naik tingkat ke B dan seterusnya,” pungkas Deden.(Red)

Pedagang Pasar Anyar Tangerang Mulai Menata Dagangan: Ayo Lainnya Segera Menyusul, Biar Cepat Dibuka

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Aktivitas di Pasar Anyar Kota Tangerang perlahan mulai menunjukkan geliatnya. Sejumlah pedagang tampak mulai menata dan membuka lapak dagangan mereka di lokasi yang telah ditentukan. Langkah ini menjadi sinyal positif bahwa proses pemindahan pedagang dari tempat relokasi ke Pasar Anyar berjalan secara bertahap.

Salah seorang pedagang seragam Koharudin di lantai 2 Blok F, yang sudah lebih dulu membuka lapaknya mengaku antusias dengan kondisi bangunan pasar yang lebih tertata dan nyaman. Ia pun mengajak dan mendorong rekan-rekan pedagang lainnya, untuk segera menyusul menempati kios yang telah disediakan.

“Saya sudah mulai menata barang dagangan sejak beberapa hari lalu. Harapannya, teman-teman pedagang lain bisa segera menyusul supaya pasar ini cepat ramai dan resmi dibuka sepenuhnya,” ujarnya.

“Akan lebih baik jika semua pedagang bisa masuk ke dalam agar tertib dan tidak ada lagi pedagang kali lima yang mengganggu lalu lintas masuk ke gedung pasar. Gedungnya sudah bagus, semoga para pedagang di luar bisa segera masuk ke Pasar Anyar yang sudah sangat bagus ini,” harapnya.

Hal senada juga diungkapkan Tri Warni pedagang kelontong yang juga sudah mulai menata barang dagangannya di kios barunya. Ia pun mengaku senang karena kondisi Pasar Anyar kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Saya sudah mulai menata barang dagangan saya, beberapa konsumen pun akhirnya ke sini untuk tetap berbelanja di masa perpindahan ini. Saya berharap seluruh pedagang lainnya bisa segera bergabung di dalam gedung pasar. Jadi lebih tertib, bersih dan rapi,” ungkap Tri.

Ia pun berharap, Pasar Anyar bisa segera resmi dibuka dan semakin ramai dikunjungi konsumen. “Bagi pelanggan saya, semoga cepat-cepat belanja lagi ke sini, biar toko saya kembali ramai,” ucapnya.

Kegiatan penataan lapak dan kepindahan pedagang ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan aktivitas perdagangan di Pasar Anyar pascarevitalisasi. Pemkot Tangerang sebelumnya telah melakukan sosialisasi dan pengundian lapak untuk para pedagang.

Dengan semakin banyaknya pedagang yang bersedia pindah dan mulai berjualan, diharapkan aktivitas jual beli bisa berlangsung secara optimal di pusat perbelanjaan tradisional bernuansa modern di pusat wisata belanja ini.

Sementara itu, Pemkot Tangerang terus melakukan pendampingan serta koordinasi agar proses pemindahan berjalan lancar dan tertib secara sepenuhnya. Sehingga, Pasar Anyar bisa kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang ramai, aman dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.(Red)

Nusatic Nusapet 2025 Dibuka, Pemkab Tangerang Dorong Ikan Hias Jadi Komoditas Ekspor

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menyebutkan bahwa Nusatic Nusapet bukan hanya ajang pameran, tapi juga momentum penting untuk menjadikan ikan hias sebagai komoditas unggulan nasional. Ia mengharapkan kegiatan ini juga dapat meningkatkan ekspor komoditas ikan hias.

“Berbagai macam jenis ikan hias yang ditampilkan di sini komoditasnya benar-benar bagus. Ke depan juga akan ada kompetisi, termasuk ikan koi dan lainnya. Ini potensial sekali untuk ekspor,” ungkap Intan di lokasi.

Pemkab Tangerang, lanjutnya, akan berperan dalam membuka akses bagi pelaku usaha ikan hias. Salah satunya dengan mendorong kerja sama dengan pihak seperti Angkasa Pura untuk menyediakan ruang display ikan hias di bandara.

“Dengan begitu, wisatawan atau pembeli dari luar negeri bisa langsung melihat dan diarahkan ke pusat karantina untuk proses ekspor,” tambahnya.

Terkait infrastruktur budidaya, Intan menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang telah memiliki dua sentra ikan hias utama, yaitu di Kecamatan Cisauk dan Kecamatan Teluk Naga. Kedua wilayah ini sudah mulai fokus membudidayakan ikan hias seperti ikan koki dan jenis lainnya.

“Budidaya ini nantinya akan dikurasi oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di ekspor, sehingga kualitas benar-benar terjaga dan harga jual petani juga meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan (Kadiskan) Kabupaten Tangerang, Jaenudin mengatakan bahwa pihaknya juga akan ikut mendorong pengembangan ikan hias melalui kolaborasi dengan komunitas hobiis dan pelaku usaha.

“Kami berkolaborasi dengan komunitas ikan hias dari berbagai daerah. Nusatic ini kita dorong jadi ajang pameran terbesar, dan bahkan sudah ditetapkan kembali digelar pada Juni 2026 mendatang,” ujarnya.

Jaenudin juga menyoroti pentingnya menjadikan ikan hias sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Ia menyebut kelompok-kelompok budidaya agar perlu terus didukung agar bisa berkembang dan menghasilkan nilai ekonomi.

“Bukan hanya hobi, ini juga jadi sektor yang bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Meskipun baru Tangerang yang mewakili Banten dalam pameran tahun ini, Jaenudin berharap ke depan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten bisa ikut serta.

“Kita ingin Banten lebih aktif. Tiap daerah bisa tampilkan hasil budidayanya sendiri,” tutupnya.(Red)

Tegas! Pilar Tertibkan Penyalahgunaan Fungsi Kawasan Roxy Ciputat

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan memimpin langsung pembongkaran puluhan bangunan liar di Kawasan Roxy, Ciputat pada Senin (23/6/2025).

Aksi tegas ini dilakukan menyusul maraknya aduan warga terkait praktik prostitusi, peredaran minuman keras (miras), hingga narkotika yang menjamur di atas lahan seluas 1 hektare milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

“Jadi Roxy ini memang benar-benar lahan milik Pemkot Tangsel. Lahan ini akan segera dimanfaatkan oleh Dinas Perhubungan untuk lahan parkir mobil dan juga angkutan-angkutan umum yang sudah tidak layak pakai,” ujarnya.

Sebanyak 40 bangunan semi permanen ditertibkan, termasuk tempat biliar, karaoke, lapo-lapo, tempat hiburan malam lainnya hingga warung yang menjual minuman keras.

Tidak hanya menindak tegas, Pemkot Tangsel juga tetap mengedepankan sisi humanis.

Kepada pihak-pihak yang menempati lahan, Pemkot Tangsel memberi waktu lima hari untuk membongkar sendiri bangunannya. Anak-anak yatim piatu yang tinggal di kawasan itu pun akan segera dipindahkan ke rumah yatim terdekat.

“Waktu itu kami sudah melakukan sosialisasi, jangan sampai jualan minuman keras, jangan sampai ada prostitusi dan lain-lain, narkotika, tapi masih kembali terjadi. Tadinya bilang hanya untuk UMKM, tapi nyatanya kegiatan usaha ilegal dan kita tidak ada waktu lagi untuk mentolerir,” tegas Pilar.

Pemkot Tangsel akan membangun pagar dan tembok panel untuk mencegah akses ilegal di masa mendatang.

Pilar juga memastikan, tidak ada toleransi bagi siapapun yang mencoba mencari keuntungan dengan menyalahgunakan aset pemerintah.

“Sampai saat ini semuanya harus ditertibkan, tapi secara bertahap ya. Kalau tidak mau dibongkar sendiri, kita akan bongkarkan

“Jadi kami rasa siapapun pihak yang mau mencari keuntungan di atas lahan-lahan milik pemerintah, apalagi itu disalahgunakan, maka itu tidak ada toleransi dari kami untuk mereka bisa beroperasi lagi,” ucap Pilar.(Red)

Pilar Resmikan RANA Grounds Parigi Soccer Field di Tangsel: Miliki Rumput Berstandar FIFA

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) terus berkomitmen mengembangkan sarana dan prasarana olahraga di wilayah Tangsel.

Terbaru, berkolaborasi bersama pihak swasta, RANA Grounds Parigi Soccer Field yang terletak di Parigi, Kecamatan Pondok Aren diresmikan oleh Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, pada Sabtu (21/06/2025).

“Jadi ini potensi, lapangan sepak bola diperbaiki dengan skema investasi yaitu sewa selama lima tahun. Jadi aset kami dikelola secara professional dan tentu bermanfaat untuk masyarakat,” ucap Pilar.

Pilar menyebut dengan skema sewa ini tentu berdampak positif pada pemasukan daerah. Sehingga, hal ini bisa menjadi percontohan di wilayah lainnya yang tentunya bisa dikembangkan secara maksimal.

“Mudah-mudahan ini juga bisa turut memajukan prestasi sepak bola di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pilar berharap dengan hadirnya RANA Grounds Parigi Soccer Field bisa memaksimalkan pembinaan sepak bola untuk usia dini di wilayah sekitar.

“Jadi selain bisnis, juga dipikirkan sekolah sepak bola, masyarakat lingkungan sekitar. Jadi insyaallah tidak sulitlah bisa ikut main, tapi diatur waktunya” katanya.

Sementara itu, Ferry Paulus, Ketua Yayasan Gelora Sport Indonesia selaku pihak swasta, optimis terhadap masa depan sepak bola di Tangsel.

Menurutnya, RANA Grounds Parigi Soccer Field bukan hanya sekadar investasi bisnis. Tetapi, upaya membina talenta lokal.

Apalagi, lapangan ini dibangun dengan rumput berstandar FIFA yakni VivaProof seluas 110×70 meter dilengkapi fasilitas penunjang lengkap dan fleksibel untuk berbagai kalangan.

“Kami ingin menciptakan ekosistem olahraga berkelanjutan yang melahirkan atlet-atlet berbakat untuk Indonesia,” tutupnya.(Red)

Bupati Maesyal Dorong Kelurahan dan Desa Wujudkan Ketangguhan Pangan Menuju Indonesia Emas

PelitaTangerang.com, Tangerang – Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid mengatakan bahwa Pemkab Tangerang terus berupaya mendorong semua kelurahan dan desa di Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan ketangguhan pangan menuju Indonesia emas 2045.

Hal itu disampaikan Bupati Maesyal saat menerima Tim Klarifikasi Lapangan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Banten di Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Jumat (20/6/25). Bupati didampingi Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah.

“Sebagaimana tema lomba desa dan kelurahan tingkat Provinsi Banten, “Desa dan Kelurahan Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas”, kami terus mendorong desa dan kelurahan untuk terlibat aktif mewujudkan ketangguhan pangan dan mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Menurut dia, kunjungan Tim Klarifikasi Lapangan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Banten juga merupakan bagian dari upaya menilai dan mengukur kinerja pemerintahan kelurahan dalam menjalankan fungsi pelayanan publik, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang ketahanan pangan. Untuk itu pihaknya menyambut baik dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim penilai dari Provinsi Banten di Kelurahan Kadu Agung yang mewakili Kabupaten Tangerang.

Inilah wujud kerja keras aparat kelurahan, masyarakat, dan semua pihak. Tugas kepala wilayah bukan hanya administratif, tapi bagaimana melahirkan inovasi dan memperkuat peran serta masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Komarudin, Asisten Daerah I Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Banten yang mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Banten menyampaikan bahwa lomba kelurahan merupakan sarana untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan pelayanan di tingkat kelurahan.

“Indikator yang kami nilai bukan hanya administrasi, tetapi juga sejauh mana inovasi pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat dilakukan. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat,” ujar Komarudin.

Dia menambahkan bahwa Kelurahan Kadu Agung menunjukkan kesiapan yang luar biasa serta kekompakan antara pemerintah kelurahan, kecamatan, dan masyarakat. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu indikator kuat bahwa Kadu Agung memiliki potensi besar menjadi juara.

“Kami melihat adanya tanda-tanda baik. Kabupaten Tangerang secara historis sering meraih juara lomba kelurahan. Apalagi hari ini disambut langsung oleh Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati, tentunya ini bentuk dukungan dan kekompakan luar biasa,” imbuhnya.

Tim Klarifikasi Lapangan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Banten tersebut diisi dengan peninjauan langsung ke berbagai sektor unggulan Kelurahan Kadu Agung, mulai dari ketahanan pangan lokal, pengelolaan sampah, digitalisasi layanan, hingga pemberdayaan UMKM dan PKK.(Red)

Peringati HKG PKK ke-53, Benyamin: Ibu-ibu Jadi Garda Terdepan Cegah Dampak Negatif Digital di Masyarakat

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tahun 2025 di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Jumat (20/06/2025).

Peringatan itu turut dihadiri oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan.

Dalam kesempatannya, Benyamin berharap, para kader PKK Kota Tangsel melek terhadap digitalisasi dan menjadi garda terdepan pencegahan dampak negatif digitalisasi di lingkungan masyarakat.

“Harapan saya tantangan pembangunan kedepan ini soal digitalisasi, orang lebih banyak melihat aspek positifnya, tetapi aspek negatifnya jarang diamati. Antara lain beberapa kasus judi online dan sebagainya yang terjadi di lingkungan kita,” ungkapnya.

“Jadi saya minta program PKK, membantu kita, membantu masyarakat menangani permasalahan-permasalahan yang ada, kalau sama ibu-ibu kan ngomongnya lain. Kalau ditegur sama ibu-ibu itu beda, the power of emak-emak,” tambah Benyamin.

Lebih lanjut, kata Benyamin, peringatan HKG ke-53 tahun 2025 itu bukan hanya sekadar seremoni. tetapi menjadi refleksi untuk menguatkan tekad peran keluarga, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus dan anggota PKK yang telah tulus dan ikhlas menjalankan 10 Program PKK. Mulai dari kesehatan keluarga, pendidikan anak usia dini, ketahanan pangan juga ekonomi keluarga, dan lainnya,” katanya

Dirinya menuturkan, pihaknya tak memungkiri sebagian kerja-kerja Pemerintah Kota Tangsel dibantu dengan detail oleh PKK yang sudah dikuatkan oleh Kementerian Dalam Negeri dan menjadi semi pemerintah.

“Struktur PKK ini sampai ke bawah hingga tingkat RT. Jaringan mereka sudah sedemikian rupa. Pembinaan kesejahteraan keluarga yang ditangani PKK ini jadi konsen perhatian kita. Mudah-mudahan ini memperkuat semuanya, solidaritas dan sejahtera,” tutur Benyamin.

Sementara itu, Ketua PKK Kota Tangsel Hj Tini Indrayanthi Benyamin mengatakan, pihaknya sudah gencar melakukan kegiatan pencegahan dampak negatif digital terutama media sosial dengan memaksimalkan peran dasawisma di tingkat RT.

“Untuk digitalisasi itu kita bersama-sama dengan kader PKK supaya anak-anak itu diberikan hp ada jam-jam. Tidak melarang, tapi memperketat pengawasan. Toh perangkat digital itu juga dipakai saat mereka ujian, mereka juga mendapatkan zoom meeting lewat hp,” pungkas Tini.(Red)

Tren Penanganan TBC di Tangsel Terus Meningkat, Pemkot Optimis Capai Eliminasi 2030

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat komitmennya dalam memberantas tuberkulosis (TBC). Dalam lima tahun terakhir, cakupan pengobatan TBC di Tangsel melonjak tajam melebihi 100 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, capaian pengobatan TBC mengalami tren positif sejak tahun 2021. Dimulai dari 63 persen, lalu meningkat menjadi 70 persen pada 2022.

Peningkatan signifikan terjadi pada 2023 dan 2024, dengan cakupan masing-masing mencapai 126 persen dan 124 persen.

“Tahun 2025 ini capaian sementara per 13 Juni sudah 51 persen, dan kami yakin akan terus meningkat hingga akhir tahun seiring pelaporan yang berjalan,” ujar Kepala Dinkes Tangsel dr. Allin Hendalin dalam keterangannya pada Jumat (20/6/2025).

Dengan capaian dan semangat kolaboratif yang terus dijaga, dr. Allin optimis Kota Tangsel mampu menjadi kota bebas TBC sebelum tahun 2030 sesuai dengan target nasional dan global.

“Tren penanganan TBC di Kota Tangsel yang terus meningkat signifikan ini menjadi bagian dari langkah besar menuju target eliminasi TBC pada 2030, sesuai dengan visi nasional dan global,” jelasnya.

Total kasus TBC yang tercatat selama 2024 hingga pertengahan Juni 2025 mencapai 8.720 kasus. Jumlah ini terdiri dari 6.205 kasus pada 2025 dan 2.515 kasus dari Januari hingga 13 Juni 2025.

Dr. Allin menegaskan, angka tersebut bukan untuk ditakuti, tapi justru menjadi alarm untuk bertindak lebih cepat dan terukur.

“Semakin banyak kasus ditemukan, itu artinya surveilans kita bekerja. Tugas kita adalah memastikan semua pasien mendapatkan pengobatan sampai tuntas,” jelasnya.

Capaian ini merupakan hasil kerja keras tim kesehatan dan programas skrining aktif yang dilakukan Dinkes Tangsel, seperti Ngider Sehat dan cek Kesehatan Gratis (CKG) di komunitas maupun fasilitas layanan kesehatan.

Strategi lain yang diterapkan adalah investigasi kontak erat terhadap pasien TBC dan pemberian terapi pencegahan bagi mereka yang belum menunjukkan gejala.

Pemerintah juga terus menggencarkan edukasi agar pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, mengingat pengobatan TBC minimal memerlukan waktu enam bulan tanpa putus.

Meski begitu, Kota Tangsel juga memiliki tantangan tersendiri dalam mengeliminasi kasus TBC. Sebagai bagian dari kota metropolitan, banyak pasien TBC yang merupakan pendatang dan berpindah tempat tinggal sehingga sulit dilacak kembali.

Selain itu, masih ada padian yang menghentikan pengobatan karena merasa sembuh setelah minum obat dalam waktu singkat.

“Kami terus berupaya menekan kasus putus berobat dengan edukasi berkelanjutan dan pendekatan komunitas, karena keberhasilan pengobatan kasus TBC bukan hanya menyembuhkan individu, tapi mencegah penularan lebih luas,” tegas dr. Allin.(Red)

Makin Melek Teknologi! Diskominfo Tangsel Gelar Pelatihan AI Bareng Prof. Onno, Dalami ChatGPT dan Orange

PelitaTangerang.com, Tangsel – Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi sekadar wacana masa depan, tetapi sudah menjadi bagian nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menyadari pentingnya pemahaman dan pemanfaatan AI secara merata, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Pelatihan Kecerdasan Buatan untuk Semua dengan tema “Memahami dan Menggunakan Kecerdasan Buatan dengan ChatGPT & Orange” di Puspemkot Tangsel, Rabu (18/6/2025).

Tak hanya belajar teori, para peserta mendapat kehormatan langsung dibimbing oleh Prof. Dr. Onno W. Purbo, tokoh inspiratif di dunia teknologi Indonesia.

“AI itu bukan buat menggantikan manusia, tapi memperkuat manusia. Jangan takut. Justru AI bisa jadi partner kita dalam belajar, bekerja, bahkan berkreasi,” ujar Prof. Onno membuka sesi pelatihan.

Dalam pelatihan ini, peserta dikenalkan pada dua teknologi yang kini tengah naik daun yakni ChatGPT dan Orange.

ChatGPT adalah sebuah platform kecerdasan buatan berbasis teks yang mampu membantu menyusun dokumen, menjawab pertanyaan, hingga membuat rencana kerja.

Sementara, Orange merupakan platform visual yang memudahkan pemula memahami konsep machine learning.

Prof. Onno menjelaskan bahwa membuka akses terhadap AI adalah bagian dari perjuangan besar agar masyarakat tidak tertinggal dalam revolusi teknologi.

“Kita jangan cuma jadi penonton. AI ini harus dipelajari, dimanfaatkan, dan dimasyarakatkan. Kalau kita tidak mulai dari sekarang, kita akan terus tertinggal,” tegasnya dengan penuh semangat.

Pelatihan ini juga menjadi bentuk komitmen Kota Tangerang Selatan dalam mendorong literasi digital dan transformasi teknologi, yang inklusif dan memberdayakan semua kalangan masyarakat.(Red)

Puluhan Anak Ikuti Sunatan Massal Gratis di RSUD Pondok Aren, Sekda Bambang: Sederhana Tapi Berdampak

PelitaTangerang.com, Tangsel – Puluhan anak-anak antusias mengikuti sunatan massal gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rabu, (18/06/2025).

Kegiatan sosial itu dilaksanakan oleh Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Kota Tangsel dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Tangsel Bambang Noertjahjo.

Sekda Bambang mengatakan, pihaknya mengapresiasi gelaran sunatan massal yang merupakan bagian dari Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat Usia Dini Pemerintah Kota Tangsel.

“Kami memiliki beberapa organisasi yang selama ini bekerja sama yang programnya ada di masing-masing OPD. Hari ini penyelenggaranya adalah GOPTKI Kota Tangsel untuk melaksanakan sunatan massal gratis. Kita cari kegiatan sederhana tapi bisa berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Bambang usai menghadiri kegiatan.

Bambang berharap, sunatan massal gratis itu dapat membantu masyarakat di tengah situasi ekonomi global dan lokal yang sedang tidak baik.

“Kami percaya kegiatan ini sangat membantu masyarakat Tangsel khususnya kekuarga yang terdampak dari situasi ekonomi sekarang,” tuturnya.

Bambang berharap, volume kuota untuk sunatan massal itu bertambah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan langsung program kesehatan masyarakat usia dini dari Pemkot Tangsel.

“Kedepan kita berharap kuotanya bertambah. Semakin banyak yang mengikuti sunatan massal, semakin banyak kita bisa membantu masyarakat secara langsung,” ungkap Bambang.

Di tempat yang sama, Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Kota Tangsel Monalisa Indrawati Bambang menjelaskan, sunatan massal itu diikuti antusias oleh puluhan anak dari tujuh kecamatan yang ada di Kota Tangsel.

“Ada 85 anak yang ikuti sunatan massal dari 250 anak yang daftar. Antusiasnya luar biasa dari masyarakat untuk mendaftar sunatan massal ini,” jelasnya.

Mona menerangkan, dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, pihaknya melakukan penyaringan peserta dan mengutamakan untuk masyarakat yang kurang mampu. Sehingga, program ini dapat membantu meringankan beban untuk melaksanakan sunat anak-anaknya.

“Kami berharap anak-anak yang ikuti sunat massal gratis ini jadi anak yang cerdas, soleh dan berguna bagi nusa dan bangsa,” terangnya.(Red)

Berita Terbaru