Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 13

Warga Buaran Tangsel Apresiasi Perbaikan Jalan Kodiklat Serpong, Mulus dan Bikin Nyaman Berkendara

PelitaTangerang.com, Tangsel – Warga Buaran Serpong mengapresiasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) atas peningkatan Jalan Kodiklat TNI Ampera yang telah dilakukan pada tahun anggaran 2025.

Rahmadi salah satu warga sekitar mengatakan, kondisi jalan tersebut sebelumnya cukup memprihatinkan lantaran banyak jalan yang berlubang dan cukup besar.

“Sepanjang jalan ini dari depan Jalan Puspiptek ke arah Kodiklat itu banyak jalan yang rusak, bolongnya juga pada gede. Kondisi begitu jadi ganggu aktivitas warga yang melintas,” katanya, Jumat (06/02/2026).

Pekerja swasta itu menuturkan, saat ini kondisi jalan sudah sangat bagus dan nyaman dilalui sejak perbaikan yang dilakukan akhir 2025.

“Kondisi sekarang seperti yang dilihat ya jalannya udah mulus sih, bagus. Warga pengguna jalan juga nyaman, nggak terhambat sama jalan berlubang,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Amelia. Menurutnya, kondisi lalu lintas di Jalan Kodiklat TNI Serpong itu lebih lancar dibandingkan sebelum diperbaiki.

“Sekarang arus lalu lintas jadi lebih lancar, jalannya udah mulus jadi nyaman dilintasi kendaraan,” ungkapnya.

Diketahui, peningkatkan dan perbaikan Jalan Kodiklat Ampera Serpong itu diakukan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel yang dilaksanakan pada akhir 2025.(Red)

Transformasi Pendidikan di Tangsel, SDN Sawah 01 Kini Miliki Gedung dan Fasilitas Pembelajaran Modern

PelitaTangerang.com, Tangsel – Transformasi pendidikan terus dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui pembangunan sarana dan prasarana sekolah.

Salah satunya terlihat di UPTD SDN Sawah 01, Kecamatan Ciputat yang kini dibangun di lahan baru, dengan fasilitas baru yang lebih representatif guna mendukung proses belajar mengajar.

Guru kelas 1 UPTD SDN Sawah 01, Mulyani, mengungkapkan dirinya telah mengabdikan diri mengajar di sekolah tersebut selama lebih dari 30 tahun.

Ia menyampaikan, perkembangan fasilitas pendidikan yang kini dimiliki sekolah menjadi langkah besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Dengan adanya gedung baru, tentunya menjadi semangat baru bagi guru dan siswa untuk menjalankan proses pembelajaran yang lebih maksimal,” ujar Mulyani saat dijumpai pada Jumat (6/2/2026).

Mulyani menyaksikan langsung perjalanan SDN Sawah 01 dari masa ke masa, hingga akhirnya sekolah tersebut hadir dengan fasilitas yang jauh lebih memadai.

Sebelumnya SDN Sawah 01 telah bertahan dengan gedung lama selama kurang lebih dari 50 tahun. Dinding yang retak, plafon yang roboh, tembok yang berjamur dan lembab, pintu yang patah, ruangan yang roboh, serta fasilitas pendukung yang terbatas adalah pemandangan sehari-hari siswa dan guru-guru di sana.

Bangunan sekolah yang lama itu memiliki tujuh ruang kelas serta ruang guru yang digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Jika hujan turun, mereka mulai khawatir karena banjir akan menggenangi ruangan, para siswa harus menghentikan kegiatan belajar, dan para guru juga harus sibuk membersihkan genangan banjir agar tidak membahayakan anak-anak.

Selama ini, bangunan sekolah lama hanya direnovasi sedikit-sedikit, dan baru kali ini dibangun dari awal di lokasi lahan baru. Dengan pembangunan fasilitas baru, sekolah kini memiliki ruang belajar dan sarana prasaran lainnya yang jauh lebih memadai dan nyaman.

Hal senada disampaikan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Sawah 01, Arief. Ia menilai fasilitas baru memberikan banyak kemudahan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Ia menjelaskan, setiap ruang kelas kini telah dilengkapi perangkat pendukung pembelajaran berbasis teknologi seperti infokus. Hal ini mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.

“Dengan fasilitas teknologi seperti proyektor yang sudah tersedia di setiap kelas, kegiatan pembelajaran berbasis digital nanti bisa menjadi lebih efektif dan variatif,” jelasnya.

Selain ruang kelas yang lebih memadai, SDN Sawah 01 juga memiliki fasilitas penunjang lainnya seperti ruang guru yang lebih nyaman, toilet yang lebih layak, serta ruang laboratorium komputer yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan asesmen berbasis digital.

Arief menambahkan, pembangunan fasilitas baru ini juga membuka peluang penyelenggaraan kegiatan sekolah yang lebih beragam. Sekolah kini memiliki ruang serbaguna yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan akademik maupun nonakademik siswa.

Dengan adanya pembangunan ini, kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif. Seluruh siswa berkesempatan mengikuti pembelajaran pada pagi hari sehingga suasana belajar menjadi lebih kondusif dan optimal.

Para guru pun optimistis kehadiran gedung baru akan meningkatkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di SDN Sawah 01, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah sekitar.

“Harapan kami, dengan adanya gedung baru ini murid-murid akan bertambah di tahun pembelajaran selanjutnya, terus juga semoga hasil pembelajaran siswa-siswa sekolah semakin baik, semakin meningkat,” tuturnya.

Mereka pun turut menyampaikan apresiasi atas pembangunan sekolah yang dinilai memberikan dampak positif.(Red)

GRANAT Tangsel Goes to School, Edukasi Bahaya Narkoba di Ajang IKOSIS PKSS Serpong

PelitaTangerang.com, Tangsel – Maraknya peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di wilayah Kota Tangerang Selatan, menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Merespons kondisi tersebut, DPC Gerakan Anti Narkotika Nasional (GRANAT) Kota Tangerang Selatan berkolaborasi dengan BNN Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi bagi pelajar melalui program GRANAT Goes to School.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian IKOSIS PKSS Wilayah Kecamatan Serpong, bertempat di SMP Islam Al Fath BSD, dengan mengusung tema “Safe School Start With Us”.

IKOSIS PKSS Wilayah Serpong kali ini melibatkan sekolah-sekolah swasta di wilayah Kecamatan Serpong, dengan peserta yang merupakan para pengurus OSIS dari masing-masing sekolah. Kegiatan ini menjadi wadah edukatif sekaligus silaturahmi antar pelajar lintas sekolah.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi isu bullying yang disampaikan oleh DP3AP2KB, serta materi terkait bahaya narkoba yang disampaikan oleh BNN Kota Tangerang Selatan dan GRANAT Kota Tangerang Selatan.

Ketua Koordinator Wilayah PKSS Serpong, Hendra Septiawan, menyampaikan bahwa kegiatan IKOSIS merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan para pelajar.

“Kegiatan IKOSIS ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Tujuannya untuk membangun silaturahmi antar siswa dari berbagai sekolah di wilayah Serpong, sekaligus memberikan dampak positif bagi pelajar di Kota Tangerang Selatan,” ujar Hendra.

Lebih lanjut, Hendra menjelaskan bahwa IKOSIS dibentuk sebagai wadah agar para pelajar dapat saling mengenal, berkolaborasi, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan positif.

Sementara itu, Ketua DPC GRANAT Kota Tangerang Selatan, Eko Pranoto P, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai sangat tepat melibatkan GRANAT dalam memberikan materi tentang bahaya narkoba.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Beberapa wilayah di Tangerang Selatan saat ini masuk dalam zona merah peredaran narkotika.
Karena itu, para pelajar harus benar-benar memahami bahaya narkoba, baik dampaknya bagi kesehatan maupun konsekuensi hukumnya,” tegas Eko.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi narkoba demi masa depan yang sehat dan sukses. “Kalau mau punya tubuh yang sehat, pikiran cerdas, dan sukses dalam belajar, maka jauhi narkoba,” tambahnya.

Eko menegaskan bahwa GRANAT Tangsel akan terus melakukan road show ke sekolah sebagai program utamanya dan siap hadir di sekolah-sekolah di Kota Tangerang Selatan sebagai bagian dari upaya preventif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Kami concern pada upaya pencegahan. GRANAT siap turun langsung ke sekolah-sekolah dalam rangka membentengi generasi muda dari ancaman narkoba,” pungkasnya.

Menariknya, di akhir sesi kegiatan, Eko Pranoto P juga memberikan “pekerjaan rumah” kepada para pengurus OSIS peserta IKOSIS agar di masing-masing sekolah dapat membentuk Satuan Pelajar Anti Bullying dan Anti Narkoba, sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat.(Epp)

Deden Deni Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Pokja Sekolah Aman dan Nyaman

PelitaTangerang.com, Tangsel – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Sekolah Aman dan Nyaman sebagai langkah strategis pencegahan berbagai persoalan negatif di dunia pendidikan.

Rakor ini digelar merespons maraknya kasus viral di wilayah Kota Tangerang Selatan, mulai dari bullying, pelecehan, kekerasan seksual, hingga kriminalisasi terhadap guru yang belakangan menjadi perhatian publik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas berbagai peristiwa yang terjadi di dunia pendidikan, khususnya di wilayah Tangerang Selatan.

“Ini menjadi keprihatinan luar biasa bagi kami. Apa yang terjadi saat ini di dunia pendidikan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua untuk terlibat aktif menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan nyaman di lingkungan pendidikan,” ujar Deden Deni.

Ia menegaskan bahwa meskipun secara regulator Dindikbud memiliki peran utama, namun keterlibatan lintas sektor sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan dapat berjalan optimal.

“Walaupun regulatornya adalah Dindikbud, kami berharap Pokja yang dirumuskan hari ini ke depan mampu melakukan deteksi dini sekaligus mengantisipasi berbagai potensi permasalahan yang bisa terjadi di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Pembentukan Pokja ini juga merupakan tindak lanjut atas terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang sekaligus mencabut Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang TPPK yang sudah tidak berlaku lagi.

Salah satu poin penting dalam Permendikdasmen tersebut adalah kewajiban pemerintah daerah untuk membentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman yang bertanggung jawab langsung di bawah kepala daerah.

Menindaklanjuti regulasi tersebut, Dindikbud Kota Tangerang Selatan bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dan diskusi lintas pemangku kepentingan guna segera membentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman.

Rakor yang digelar di lingkungan Dindikbud Tangsel ini dihadiri oleh Aria Ahmad Mangunwibawa Kepala BMPS Banten sebagai perwakilan langsung Kemendikdasmen sekaligus narasumber, Ricky Yuanda Bastian Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan, Kepala Dinas DP3AP2KB, LBH Keadilan, Dewan Pendidikan Maman Syaifurahman, Ketua Perkumpulan Kepala Sekolah Swasta PKSS Eko Pranoto P, Ketua PGRI Hamdani, perwakilan Dinas Kesehatan, serta perwakilan Polres Tangerang Selatan yang dihadiri oleh Kasat Binmas Warno.

Dari internal Dindikbud sebagai inisiator, turut hadir Sekretaris Dinas Billy Sukarsana, Rudi Darmawan selaku Kabid PTK, serta Dedi selaku Kabid SMP, sementara Kabid SD Didin berhalangan Hadir.

Melalui pembentukan Pokja Sekolah Aman dan Nyaman ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap terciptanya sistem pencegahan yang terintegrasi serta budaya sekolah yang menjunjung tinggi keamanan, kenyamanan, dan perlindungan bagi seluruh warga sekolah.
(EPP)

Perkuat Infrastruktur Pendidikan, Pemkot Tangsel Revitalisasi Belasan Sekolah Sepanjang 2025

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui percepatan revitalisasi dan pembangunan infrastruktur sekolah di berbagai wilayah sepanjang tahun 2025.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, peningkatan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

“Kami ingin memastikan anak-anak Tangerang Selatan belajar di sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran. Infrastruktur pendidikan yang baik adalah investasi jangka panjang untuk masa depan kota ini,” ujar Benyamin dalam keterangannya pada Senin (2/2/2026).

Sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah rampung direvitalisasi, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap pembangunan sarana dan prasarana pendukung guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.

Pada jenjang sekolah dasar, revitalisasi telah diselesaikan di SDN Sawah, SDN Jombang 03, SDN Ciater 01, SDN Ciputat 01, dan SDN Babakan 1.

Sementara itu, SDN Keranggan mendapat penambahan pos jaga dan perpustakaan, serta pembangunan sarana prasarana dilakukan di SDN Kademangan 2, SDN Pondok Pucung 2, dan SDN Benda Baru 2.

Di tingkat sekolah menengah pertama, Pemkot Tangsel telah merampungkan revitalisasi di SMPN 6, SMPN 8, SMPN 18, SMPN 20, SMPN 21, SMPN 24.

Selain itu, SMPN 12 tengah menjalani perkuatan struktur bangunan, SMPN 17 dilakukan perbaikan atap, serta SMPN 16 telah direvitalisasi pada tahun anggaran 2024 dan dilanjutkan dengan pembangunan sarana prasarana pada tahun 2025.

Benyamin menyampaikan, pembangunan infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan riil di lapangan, dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, serta keberlanjutan fasilitas.

“Sekolah bukan hanya bangunannya saja, tapi ruang tumbuh karakter dan masa depan anak-anak kita. Karena itu, kami pastikan pembangunannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemkot Tangerang Selatan berkomitmen melanjutkan penguatan infrastruktur pendidikan secara merata di seluruh wilayah, sejalan dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan generasi muda yang unggul, sehat, dan berdaya saing.(Red)

Pemkot Tangsel Bangun Ulang SDN Jombang 03: Dari Rawan Banjir dan Bangunan Runtuh, Kini Hadir dengan Fasilitas Lebih Aman dan Nyaman

PelitaTangerang.com, Tangsel – Setiap hujan deras turun, kekhawatiran selalu menyelimuti Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jombang 03. Air kerap menggenang di lingkungan sekolah, sementara di dalam gedung, struktur bangunan yang menua perlahan menunjukkan tanda-tanda bahaya.

Plafon pernah runtuh, cor lantai dua mulai rapuh, bahkan tulangan besi terlihat jelas menjadi pengingat bahwa keselamatan anak-anak sekolah tidak lagi bisa ditawar.

Kepala UPTD SDN Jombang 03 Widiastuti mengatakan bahwa kegiatan belajar dengan fasilitas terbatas ini sudah puluhan tahun terjadi, dan semakin memprihatinkan.

Saat itu, bangunan sekolah masih didominasi gedung satu lantai yang berdiri sejak tahun 1975, dengan sejumlah bagian yang sudah mengalami penurunan kualitas struktur.

“Beberapa titik bangunan harus ditopang dengan besi besar karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Bahkan saat kursi dibawa ke lantai dua, sering muncul puing-puing yang berjatuhan,” cerita Widi saat dijumpai di lokasi, Rabu (4/2/2026).

Widi menceritakan, sebelumnya posisi lapangan yang sejajar dengan jalan serta sistem drainase yang kurang baik kerap menyebabkan genangan air saat hujan deras.

Bahkan, pernah terjadi insiden plafon runtuh dan struktur bangunan lantai dua yang mulai rapuh, hingga tulangan besi terlihat jelas.

Beberapa bagian bangunan harus ditopang dengan besi besar karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Saat kursi dibawa ke lantai dua, puing-puing sering berjatuhan.

“Jadi meski ada 10 ruang kelas, tapi cuma sembilan yang bisa digunakan untuk belajar, karena satu ruangan udah rapuh sampai harus ditopang tulangan besi dan sudah sering puing-puingnya jatuh,” tuturnya.

Di tengah kondisi fisik gedung yang memprihatinkan, sekolah ini juga menghadapi keterbatasan ruang belajar.

Dengan 21 rombongan belajar, SDN Jombang 03 hanya memiliki sembilan ruang kelas yang layak digunakan. Situasi itu memaksa kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam tiga sesi setiap hari, dari pagi hingga sore.

Pertimbangan keselamatan dan kebutuhan ruang itulah yang akhirnya mendorong Dinas Pendidikan bersama Dinas Cipta Karya Kota Tangerang Selatan menetapkan SDN Jombang 03 sebagai salah satu sekolah prioritas untuk dibangun ulang.

Bangunan lama pun dirobohkan, dan proses pembangunan gedung baru dimulai sejak akhir Agustus 2025.

Selama pembangunan berlangsung, seluruh siswa dan guru harus berpindah sementara ke SDN Jombang 05. Meski harus menumpang dan menyesuaikan jadwal belajar, semangat belajar tetap dijaga agar proses pendidikan tidak terhenti.

Kini, perubahan besar mulai dirasakan. SDN Jombang 03 hadir dengan wajah baru, ada 21 ruang kelas yang memadai, ruang guru yang lebih luas, laboratorium, lapangan olahraga, kamar mandi, perpustakaan, dan sarana prasarana lainnya.

Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan dalam satu sesi, memberi ruang yang lebih manusiawi bagi siswa dan guru.

Ia mengaku kebahagiaan dan antusiasme terlihat jelas dari wajah para guru, siswa, hingga orang tua.

“Kita pengen mempunyai lingkungan belajar yang aman-nyaman, kemudian dengan sarana, prasarana dan fasilitas yang tentunya lebih memadai daripada sebelumnya. Insya Allah antusiasme anak-anak, orang tua, kemudian bapak ibu guru luar biasa dengan dibangunnya gedung baru UPTD SDN Jombang 03 ini,” tuturnya.

Atas terwujudnya pembangunan tersebut, keluarga besar UPTD SDN Jombang 03 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, serta seluruh dinas terkait yang telah berperan dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi generasi masa depan.

“Insya Allah dengan dibangunnya gedung baru ini, semangat kami lebih semangat lagi luar biasa,” ucapnya.(Red)

Menteri LH Bersama Benyamin-Pilar Bersihkan Sampah di Jalan Raya Serpong Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan turun langsung melakukan penyisiran dan pembersihan sampah di sepanjang Jalan Raya Serpong, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini sebagai bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Asri yang diinstruksikan Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam kegiatan tersebut, Hanif bersama jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyusuri ruas jalanan tersebut hingga kawasan Alam Sutera sejauh kurang lebih 1,5 kilometer sambil memungut sampah di sepanjang jalur.

Hanif mengatakan, kegiatan pembersihan sampah akan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah di daerah. Ia menyebut Tangerang Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan sampah.

“Kita seminggu sekali melakukan semacam survey untuk melakukan pembersihan sampah. Terkhusus Tangerang Selatan memang spesial ya, karena sudah kita pahami penanganan sampahnya yang demikian dinamis, memerlukan upaya kerja keras kita semua,” kata Hanif.

Ia menegaskan, pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah sesuai ketentuan yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Hanif juga memastikan pemerintah akan mengambil langkah tegas apabila pengelolaan sampah tidak dilaksanakan sesuai regulasi.

Namun, ia menekankan bahwa penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan masyarakat.

“Jadi dukungan semua pihak di dalam rangka pengelolaan sampah menjadi penting. Untuk itu kepada Bapak Wali Kota selain mengimbau, mengedukasi juga wajib untuk melakukan penguatan-penguatan penegakan hukumnya. Melalui tipiring maupun sejenisnya itu wajib dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini bukan sekedar kebersihan saja, tetapi membangun budaya bersih. Yang kami harapkan dari masyarakat adalah kesadaran individu dan kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan, untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Jika nantinya ditemukan warga atau masyarakat yang membuang sampah sembarangan, Benyamin memastikan akan ada sanksi khusus.

“Kami sekarang ini memberikan contoh bersama Bapak Menteri, nanti ke depan apabila masih terjadi pelanggaran terhadap peraturan daerah tentang penanganan kebersihan di Tangerang Selatan, akan kita lakukan penertiban, penegakan hukum, sekaligus juga pemberian sanksi tindak pidana kepada masyarakat,” tuturnya.(Red)

Milad ke-3 Lentera Indonesia Net Berjalan dengan Khidmat

LenteraIndonesia.net,  Bogor – Platform media online yang berfokus pada pemberitaan dan informasi, baru saja merayakan milad ke-3 dengan acara yang khidmat dan penuh makna. Acara yang diadakan pada 2 Febuari di Villa Warna Warni Taman Safari Bogor. (02/02/26)

Dalam sambutannya, Pimpinan Lentera Indonesia Net. Andri Rinandi , menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak. “Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat, dan kami sangat berterima kasih atas kepercayaan Anda semua. Kami akan terus berkomitmen untuk memberikan konten yang berkualitas dan relevan bagi pembacanya,” ujarnya.

Sementara itu, Ramah Budiman selaku Pimpinan Perusahaan Lenteraindonesia.net menegaskan bahwa momentum HUT ini menjadi penguat komitmen media untuk terus berkembang serta menjaga profesionalitas dalam dunia jurnalistik.

“Di HUT yang ke-3 ini menjadi momentum untuk kita dalam meningkatkan profesionalisme dalam bekerja, berkembang, dan berkomitmen untuk terus berkarya dalam dunia jurnalistik,” katanya.

Acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pemotongan torte, sambutan, dan diskusi tentang masa depan Lentera Indonesia Net. Para tamu undangan juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan harapan mereka untuk Lentera Indonesia Net.

Lentera Indonesia Net berkomitmen untuk terus menjadi sumber informasi yang terpercaya dan inspiratif bagi masyarakat. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Lentera Indonesia Net siap menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan di masa depan.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan serta keluarga besar Lenteraindonesia.net, mulai dari Pimpinan Umum, Pimpinan Perusahaan, Pimpinan Redaksi, staf redaksi, hingga para Kepala Biro dari berbagai wilayah, seperti Bogor dan Tangerang.

Turut hadir pula sejumlah tamu undangan, di antaranya Ketua BPPKB Kemang David, penasihat hukum, Manager PLN Cabang Cibinong, serta perwakilan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

‎Hujan, Gotong Royong, dan Wakil Rakyat yangTurun Tangan: Potret Kebersamaan Warga Binon

PelitaTangerang.com, Tangerang – Minggu pagi itu, langit Binong tampak kelabu. Hujan turun tanpa jeda, membasahi Jalan Raya Binong dan sekitarnya. Namun, di balik cuaca yang tak bersahabat, tersaji pemandangan yang justru menghangatkan hati: warga Perumahan Binong tetap berkumpul, bekerja, dan bergotong royong demi lingkungan mereka. Minggu 01/02/2026

‎Tanpa keluhan, warga turun membawa alat kebersihan seadanya. Air hujan tak menghentikan langkah mereka membersihkan saluran air, mengangkat sampah, dan menata area jalan. Di tengah guyuran hujan, nilai kebersamaan dan kepedulian sosial tampak hidup dan nyata.

‎Kegiatan gotong royong ini dipimpin langsung oleh Lurah Binong, sukri, yang sejak awal terlihat menyatu bersama warga. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Hugo, serta Ketua RW Binong, Heru, yang mengoordinasikan jalannya kegiatan dengan penuh semangat.

‎Suasana kebersamaan semakin terasa ketika sebuah mobil tiba-tiba mogok di tengah aktivitas gotong royong. Tanpa aba-aba dan tanpa ragu, Hugo langsung turun tangan. Bersama warga, ia mendorong mobil tersebut hingga ke lokasi yang lebih aman. Tidak ada jarak antara wakil rakyat dan masyarakat—semua menyatu dalam satu gerak, satu tujuan.

‎Aksi sederhana namun tulus itu menjadi simbol kuat kepemimpinan yang merakyat. Bukan sekadar hadir untuk seremonial, melainkan benar-benar ada di tengah masyarakat, merasakan langsung apa yang dirasakan warga.

‎Di sela kegiatan, Lurah Binong sukri menyampaikan rasa bangga atas kekompakan warganya yang tetap solid meski hujan terus mengguyur.

‎“Gotong royong ini adalah cermin kepedulian warga terhadap lingkungannya. Inilah kekuatan Binong—kebersamaan yang tidak mudah luntur oleh cuaca atau keadaan,” ujarnya.

‎Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
‎Sementara itu, Hugo menyampaikan bahwa gotong royong adalah jantung kehidupan sosial yang harus terus dijaga dan diwariskan.

‎“Kalau masyarakat dan pemimpinnya bisa berjalan bersama seperti ini, persoalan lingkungan dan sosial bisa diselesaikan dengan cara yang lebih manusiawi,” ungkapnya.

‎Ketua RW Binong Heru pun mengaku terharu melihat antusiasme warga serta kehadiran langsung lurah dan anggota DPRD di tengah hujan.

‎“Ini bukan sekadar kerja bakti. Ini tentang rasa memiliki, tentang kepedulian, dan tentang pemimpin yang hadir bersama warganya,” kata Heru.

‎Gotong royong di Binong hari itu bukan hanya meninggalkan jalan yang lebih bersih dan saluran air yang lebih lancar. Ia meninggalkan pesan kuat: bahwa di tengah tantangan apa pun, kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat.

‎Hujan mungkin membasahi tubuh, tetapi kebersamaan menghangatkan hati. Dari Binong, nilai gotong royong kembali berbicara—nyata, sederhana, dan penuh makna.(D.s)

Kolaborasi Pemkot, TNI, dan Unsur Masyarakat Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Wilayah Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendukung penuh kolaborasi bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan PT Agrinas Pangan Nusantara menggelar aksi bersih lingkungan Kota Tangsel.

Aksi bersih diawali dengan apel bersama di Lapangan Sunburst BSD, dan dipimpin oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 052/Wkr, Brigjen TNI Faisal Rizal dan melibatkan personel TNI, Kepolisian, Pemkot Tangsel hingga organisasi masyarakat, Sabtu (31/01/2026).

Dalam keterangannya, Danrem 052/Wkr Brigjen TNI Faisal Rizal menjelaskan, kegiatan aksi bersih ini bertujuan mengedukasi ke masyarakat persoalan sampah ini menjadi tanggung jawab bersama.

“Sebelumnya kita sudah melaksanakan aksi bersih sampah selama 3 minggu. Kita tempatkan terlebih dahulu di TPS. Nah, sekarang kita angkut dan bersihkan untuk dibawa ke TPA,” ujarnya.

Sementara itu, apresiasi disampaikan oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, atas inisiatif Korem 052/Wkr bersama PT Agrinas Pangan Nusantara terkait persoalan sampah.

Dalam kegiatan ini, Pemkot menyiapkan 30 truk untuk mengangkut sampah hasil aksi bersih yang dilakukan. Selain itu, dipasang berbagai spanduk imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah di tempat pembuangan sampah ilegal.

Pasca apel, seluruh personel langsung diterjunkan ke lima lokasi strategis yang menjadi sasaran utama pembersihan, yaitu Pasar BSD Serpong, Jalan Raya Serpong, Pasar Ciputat, Pasar Jombang, dan Pasar Cimanggis.

“Kami berharap bahwa masyarakat bisa berpartisipasi mengelola sampah. Sampah-sampah organik bisa dimusnahkan melalui lubang biopori. Saya sudah menggerakkan mudah-mudahan bisa 10 sampai 20 ribu lubang biopori se Tangsel,” kata Benyamin.

“Mesin untuk lubang biopori nanti sudah kita siapkan di masing-masing kelurahan. Jadi bisa dibuat di rumah-rumah warga yang tersedia lahan. Kemudian sampah anorganik, bank sampah maupun TPS3R bisa mengambil peran disana,” tambahnya.

Terkait sanksi kepada pelaku pembuangan sampah secara ilegal, Benyamin sudah menginstruksikan Satpol PP untuk melakukan tindak pidana ringan (tipiring).

“Saya sudah mulai persiapan, koordinasi dengan jajaran penegak hukum yang lain untuk dibuat tindak pidana ringan. Tapi sepanjang kami belum maksimal terkait pengolahan sampahnya, saya mau ngomong apa ke warga masyarakat. Nah, sekarang kerja sama pengelolaan sampah itu sudah maksimal, saya bisa jatuhkan sanksi, retribusi juga bisa kenakan,” terangnya.(Red)

Berita Terbaru