Rabu, 24 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2

Pakta Integritas SPMB 2026/2027 Ditandatangani, Pemkot Tangsel Perkuat Komitmen Transparansi hingga Tidak Diskriminatif

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama DPRD Kota Tangerang Selatan, Ombudsman, instansi terkait, stakeholder pendidikan, serta organisasi pers menandatangani Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Jumat (12/6/2026).

Penandatanganan pakta integritas tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan pelaksanaan SPMB yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tidak diskriminatif.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan Bambang Noertjahjo mengatakan, penandatanganan Pakta Integritas dilakukan untuk menegaskan komitmen seluruh pihak dalam mengawal pelaksanaan SPMB agar berjalan sesuai aturan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kita ingin menegaskan Pemkot Tangsel sangat berkomitmen melaksanakan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 secara transparan dan berkeadilan,” kata Bambang.

Ia mengakui pemerintah daerah tidak dapat mengakomodasi seluruh harapan masyarakat dalam proses penerimaan murid baru. Pasalnya, pelaksanaan SPMB harus mengikuti regulasi dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Karena itu, menurut Bambang, hal yang perlu menjadi perhatian bersama adalah memastikan implementasi regulasi tersebut berjalan dengan baik di lapangan.

“Hal yang perlu sama-sama kita awasi adalah implementasi dari regulasi yang ada. Semua regulasi pasti memiliki tujuan yang baik. Karena itu, diperlukan peran semua pihak, tidak hanya Dinas Pendidikan dan penyelenggara sekolah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat untuk saling mengawasi, menjaga, dan mengingatkan,” tuturnya.

Bambang juga mengimbau masyarakat yang memiliki keluhan atau menemukan kendala selama proses SPMB agar memanfaatkan saluran pengaduan yang telah disediakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan.

“Kita sudah menyiapkan berbagai saluran pengaduan dan posko layanan. Semangatnya adalah mencari solusi dan memperoleh penjelasan yang tepat, bukan marah terlebih dahulu. Karena biasanya ketika emosi lebih diutamakan, solusi justru menjadi semakin jauh,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan posko pengaduan harus dimanfaatkan secara optimal agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak menyimpulkan sendiri berdasarkan informasi yang belum tentu akurat.

“Posko ini harus aktif menjalankan tugasnya sesuai standar operasional yang berlaku. Masyarakat juga perlu memanfaatkannya untuk mendapatkan penjelasan yang sebenarnya, sehingga tidak muncul informasi yang keliru atau pemahaman yang berbeda dari fakta,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Deden Deni berharap Pakta Integritas yang telah ditandatangani dapat memperkuat pelaksanaan SPMB sesuai prinsip yang telah ditetapkan.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan SPMB yang objektif, berkeadilan, transparan, akuntabel, dan tidak diskriminatif membutuhkan dukungan seluruh pihak sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

“Prinsip itu yang kami utamakan, dan untuk mewujudkannya dibutuhkan dukungan semua pihak sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” pungkas Deden.(Red)

Gelar Tournamen Sepak Bola Putri KD PERTIWI Cup Kecamatan Kelapa Dua kabupaten Tangerang

PelitaTangerang.com, Tangerang – Pagi cerah mengiringi pembukaan Kelapa Dua (KD) PERTIWI Cup 1 di Stadion Mini Kelapa Dua Kabupaten Tangerang. Turnamen sepak bola putri perdana berlangsung meriah dan lancar.serta mendapat antusias warga,(13/6/26).

Pembukaan KD PETIWI Cup.turut hadir Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat,Sekretaris Camat Kelapa Dua Dwi Chandra,Ketua KONI Kabupaten Tangerang Eka Wibayu, Polsek Kelapa Dua, Koramil 02 Curug, MUI, Forum RW, para lurah se-Kelapa Dua, KNPI, Karang Taruna, Pemuda Pancasila, LPM, PMI, dan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Camat kelapa dua Dadang Sudrajat mengapresiasi inisiatif turnamen sepak bola putri pertama di Kecamatan Kelapa Dua kabupaten tangerang.menegaskan Kompetisi ini diberi nama Kelapa Dua Park PERTIWI.

“KD PERTIWI bukan singkatan Kang Dadang atau Kang Dwi, melainkan Kelapa Dua Park” ucap camat Dadang.

Tournamen KD PERTIWI Cup ini pun mendapat Apresiasi sekaligus disambut baik langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Tangerang Eka Wibayu, ia mengatakan, kegiatan Tournamen KD PERTIWI CUP ini sangat baik untuk mencari bibit pemain sepak bola putri di kecamatan kelapa dua Kabupaten Tangerang.

“Ini langkah awal yang sangat penting untuk mencari bibit pemain sepak bola putri di Kabupaten Tangerang. Saat ini pemain putri masih sangat jarang ,” ujarnya
Acara pembukaan diawali upacara dengan khidmat: pengibaran bendera, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, santunan anak yatim, lalu dilanjutkan kick-off pertandingan pertama.

Okta dan Angi, salah satu Pemain dari putri patriot Bekasi merasa senang dengan adanya kegiatan KD PERTIWI Cup.kecamatan kelapa dua kabupaten tangerang.

Salah satu penonton warga bencongan, Bang Majid Mengucapkan terimakasih kepada panitia dan pemerintah kecamatan kelapa dua yang sudah mengadakan kegiatan dan meramaikan stadion mini kecamatan kelapa dua dengan ada sepak bola putri, UMKM lokal yang sudah mendukung kelancaran acara KD PERTIWI CUP hari ini dengan penuh ceria.ujarnya.(Red)

Gubernur Banten Buka Popda XII dan Peparpeda IX Tahun 2026 dan Junjung Sportifitas

PelitaTangerang.com, Cilegon – Gubernur Banten Andra Soni secara resmi membuka Popda dan Peparpeda tahun 2026, seremoni pembukaan pekan olahraga pelajar tingkat daerah berlangsung hari ini di stadion geger Cilegon.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Provinsi banten dan walikota serta bupati dan jajajaran Forkopimda kota dan kabupaten se-Banten. Popda XII Tahun 2026 dan Peparpeda ke IX Tahun 2026 mulai pada tanggal 11 hingga 17 Juni 2026 di Kota Cilegon.

Sebagai informasi tuan rumah dan penyelenggara Adalah Kota Cilegon, dan juga beberapa cabang olahraga terlebih dahulu memulai pertandingan sejak 10 Juni 2026, yakni cabang olahraga basket dan sepak bola.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kontingen yang mengikuti ajang dua tahunan tersebut. Berdasarkan hasil verifikasi keabsahan peserta, tercatat sebanyak 2.429 atlet, 410 pelatih, dan 161 official dari seluruh kabupaten/kota se-Prov Banten ambil bagian. Dengan demikian, total peserta mencapai 3.000 orang.

Semangat sportivitas dan persatuan pelajar se-Banten bergema di Kota Cilegon saat pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung meriah menjadi momentum penting dalam upaya mencetak atlet-atlet muda berprestasi yang akan mengharumkan nama Provinsi Banten di tingkat nasional.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten selaku Steering Committee POPDA XII menyampaikan laporan panitia penyelenggara yang menegaskan bahwa penyelenggaraan POPDA bukan sekedar ajang kompetisi olahraga, melainkan bagian dari proses pembinaan olahraga pelajar yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa penyelenggaraan POPDA XII Provinsi Banten Tahun 2026 memiliki beberapa maksud utama, yakni mendukung peningkatan pembinaan prestasi olahraga pelajar di Provinsi Banten, mempersiapkan calon atlet terbaik menjadi andalan daerah, sarana evaluasi pembinaan olahraga pelajar, serta mempersatuan dan kesatuan antar pelajar se-Banten.

“POPDA merupakan wadah strategis untuk mengukur hasil pembinaan olahraga pelajar sekaligus mencari bibit-bibit atlet potensial yang nantinya akan dipersiapkan mewakili Provinsi Banten pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVIII Tahun 2027 di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Kepala Dispora Banten.

Sebanyak 26 cabang olahraga dipertandingkan dalam POPDA XII, meliputi atletik, tenis meja, tinju, voli pasir, voli indoor, pencak silat, sepak takraw, panahan, bulutangkis, menembak, senam, panjat tebing, sepak bola, basket, taekwondo, hockey, karate, renang, judo, gulat, catur, dayung, angkat besi, kempo, dan wushu.

Pada ajang ini, para atlet akan memperebutkan medali yang terdiri dari 320 medali emas, 320 medali perak, dan 456 medali perunggu,total 1.096.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pertandingan, panitia menyiapkan 20 venue yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Kota Cilegon. Venue tersebut antara lain Stadion Geger Cilegon, Stadion 5 Oktober, Lapangan Bona Karta, Lapangan Disporapar TCI, Lapangan Tenis Krakatau Steel, sejumlah gelanggang olahraga baik di pusat perbelanjaan, aula pemerintahan, hingga fasilitas olahraga milik TNI.

Penyelenggaraan POPDA XII dan Peparpeda IX juga didukung oleh 718 petugas pertandingan yang terdiri dari technical delegate, ketua pertandingan, dewan hakim, wasit dan juri, serta petugas teknis lainnya yang bertugas memastikan seluruh pertandingan berjalan profesional, objektif, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten mengajak seluruh peserta untuk menjadikan POPDA XII sebagai ajang menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas,persaudaraan, dan semangat kebersamaan.

“Melalui POPDA XII Tahun 2026 ini, dihaharapkan lahir atlet-atlet muda berbakat yang kelak menjadi kebanggaan pemerintahan Provinsi Banten di tingkat nasional bahkan internasional. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat persatuan dan persaudaraan antar pelajar dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten, “ujar kadis.

Hal Senada disampaikan oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menyampaikan semangat sportifitas dan semangat berkompetisi yang ditujukan oleh seluruh atlet pelajar daerah propinsi Banten, yang merupakan energi positif dan mencerminkan Optimisme prestasi.

la menegaskan jadikan kompetisi ini menjadi ajang yang sehat dan berprestasi, dan menjadi tonggak penting dalam mencetak generasi atlet masa depan yang siap mengharumkan nama propinsi Banten pada POPNAS XVIII Tahun yang akan datang.Andra Soni Juga mengapresiasi peningkatan prestasi yang di torehkan oleh Atlet-Atlet Banten, dan sekaligus meminta kepada walikota dan Bupati serta stakeholder untuk terus pembinaan atlet-atlet didaerah.

Selain itu, dalam mencetak prestasi Andra Soni mengingatkan bahwa bakat aja tidak cukup perlu komitmen dari dalam diri sendiri, ajang ini bukan sekedar untuk meraih medali tetapi harus dapat mencetak atlet-atlet baru hingga nantinya berprestasi diajang yang lain.

Tak hanya itu, Andra soni meminta kepada pelatih dan official untuk dapat membina dan melatih dengan disiplin atlet untuk dapat meraih prestasi, pembinaan atlet ini harus berkesinambungan dan melakukan kompetisi berkelanjutan. Dirinya optimis diajang berikut nya dapat berprestasi dengan memperkuat pembinaan terencana inklusif berdaya saing dengan pasilitas prasana atlet, sehingga mereka aman dalam berlatih.

Prestasi Atlet tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergi dari pelatih, orang tua stakeholder dan pendamping.hingga bisa mencetak prestasi yang membanggakan baik di kanca nasional maupun internasional. Olahraga adalah satu tolak ukur kemajuan suatu daerah.”tandasnya.(Bud)

Dewan Pendidikan dan PKSS Tangsel, Apresiasi Program Seragam Gratis, Soroti Masalah Ketimpangan Hingga Beban Sekolah Swasta

PelitaTangerang.com, Tangsel – Menjelang penerimaan Siswa baru tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan program pembagian seragam gratis (batik dan olahraga) untuk siswa sekolah negeri. Langkah ini dinilai sebagai terobosan strategis untuk meringankan beban orang tua siswa sekaligus meminimalisir polemik terkait pembelian seragam sekolah yang kerap muncul setiap tahun ajaran baru.

Menanggapi kebijakan tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Maman Syaifurahman, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Namun, ia menekankan pentingnya transparansi dan integritas dalam seluruh proses pendidikan di Tangsel, termasuk dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB).

“Dewan Pendidikan berharap SPMB tahun ini berjalan bersih. Kami menegaskan tidak boleh ada lagi praktik titip-menitip atau transaksional dalam pelaksanaannya sehingga proses SPMB benar-benar objektif dan adil,” tegas Maman Syaifurahman.

Terkait kebijakan seragam, H. Maman memberikan catatan bahwa idealnya kebijakan ini menjangkau seluruh anak didik di Tangsel, termasuk siswa di sekolah swasta dan madrasah. “IPM Tangsel tertinggi di Provinsi Banten tidak lepas dari peran besar sekolah swasta dan madrasah. Siswa di lembaga-lembaga ini adalah warga Tangerang Selatan yang juga berhak mendapatkan perhatian serta fasilitas seragam yang sama,” tambahnya.

Selain persoalan tersebut, Dewan Pendidikan mendesak Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel untuk segera melakukan pembenahan internal, terutama terkait pemetaan guru. Maman Syaifurahman menyoroti masih banyaknya posisi Kepala Sekolah yang diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) dan rotasi yang terlalu sering.

“Kami berharap Dindikbud juga memprioritaskan redistribusi guru agar tidak ada lagi guru negeri tetapi mengajar di sekolah swasta, sementara sekolah negeri kekurangan tenaga pengajar,”

Selain itu beberapa sekolah SD negeri masih bermasalah dengan asset tanahnya ini juga menjadi PR besar untuk pemerintah kota Tangerang Selatan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Perkumpulan Kepala Sekolah Swasta (PKSS) Tangsel, Eko Pranoto P, menyampaikan pandangannya. Menurut Eko Pranoto, meskipun program ini niatnya sangat baik, namun pasti berdampak pada minat orang tua untuk masuk sekolah negeri semakin besar, jangan sampai tekanan ini tidak terkendali dan memicu kejadian seperti dulu.

Idealnya pemberian seragam diprioritaskan bagi siswa afirmasi yang memang membutuhkan, syukur siswa swasta juga mendapatkannya.

Lebih lanjut di tegaskan bahwa SPMB Tahun ini dindikbud Tangsel menetapkan jumlah siswa per rombongan belajar sebanyak 42 siswa per kelas dan membuka SMP negeri baru. Ini tentu menjadi tantangan berat bagi sekolah swasta yang saat ini sudah kekurangan siswa,” ujar Eko Pranoto.

Ia juga menyoroti kendala pencairan dalam bantuan operasional sekolah. “Bantuan Rp1,8 juta per siswa sangat membantu sekolah swasta yang menampung siswa yang tidak diterima di negeri.

Namun, kenyataannya masih terdapat kendala dalam pencairan bantuan tersebut, termasuk insentif untuk guru swasta hingga saat ini juga masih terkendala, bahkan untuk insentif operator sekolah untuk tahun ini tidak mendapatkan lagi.

Kami berharap ke depan, penyaluran bantuan ini dapat berjalan lebih lancar tanpa kendala, dan yang sudah berjalan tidak dihilangkan” harap Eko Pranoto.

Dewan Pendidikan dan PKSS Tangsel berharap Pemkot Tangsel dan dindikbud dapat menerima masukan ini demi terciptanya iklim pendidikan yang lebih adil, merata, dan sehat bagi seluruh anak didik di Tangerang Selatan.(Epp)

Dari Pemasangan Tanda Batas Menuju Sertipikasi, BPN Banten Percepat Perlindungan Tanah Wakaf

PelitaTangerang.com, Serang, – Menindaklanjuti arahan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam percepatan sertipikasi tanah wakaf nasional, Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten bersama Kementerian Agama, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Banten, dan berbagai pemangku kepentingan melaksanakan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas Tanah Wakaf (GEMAPATAS TAWAF) di Pondok Pesantren Nurul El Bantany, Kota Serang, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini melibatkan wilayah Serang Raya serta Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang, sebagai kelanjutan gerakan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Tangerang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Amrullah, menyatakan bahwa program percepatan sertipikasi tanah wakaf merupakan langkah strategis lintas kementerian yang membutuhkan kolaborasi menyeluruh. Ia menilai pengelolaan tanah wakaf tidak mudah karena banyak persoalan yang harus diselesaikan, mulai dari wakaf yang hanya dilakukan secara lisan, hilangnya dokumen Akta Ikrar Wakaf (AIW), sengketa tanah, hingga persoalan administrasi nazir dan alas hak.

“Kehadiran kita bersama dalam program percepatan sertipikasi tanah wakaf ini menunjukkan bahwa masalah wakaf tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Kita harus berjalan bersama, komprehensif, mulai dari Kementerian Agama, BPN, BWI, pemerintah daerah, hingga para pengelola wakaf,” ujar Amrullah.

Amrullah menambahkan bahwa pemasangan tanda batas menjadi titik awal penting untuk memastikan kepastian lokasi dan batas tanah wakaf. Dengan batas yang jelas, proses pengumpulan data fisik dapat berjalan lebih cepat dan mengurangi potensi sengketa di kemudian hari.

Senada dengan itu, BWI Perwakilan Banten, Badrusalam, mengapresiasi pelaksanaan GEMAPATAS TAWAF karena masih banyak tanah wakaf di Banten yang belum bersertipikat. Menurutnya, persoalan paling umum adalah wakaf yang dahulu dilakukan hanya secara lisan tanpa dokumentasi yang memadai sehingga kerap menimbulkan gugatan dari keluarga atau ahli waris. “Pematokan atau pemasangan tanda batas menjadi sangat penting untuk menjaga integritas dan keutuhan tanah wakaf. Banyak tanah wakaf di perkotaan batasnya sudah tidak jelas sehingga mudah dipersengketakan. Karena itu BWI mendukung penuh kegiatan ini,” tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis, menegaskan bahwa percepatan sertipikasi tanah wakaf di Banten tidak bisa lagi menunggu pola pelayanan pasif. Menurutnya, berdasarkan data yang telah dihimpun, masih terdapat sekitar 6–7 ribu bidang tanah wakaf di Provinsi Banten yang belum bersertipikat dan perlu segera ditangani melalui kerja lapangan terpadu.

“Kita tidak bisa lagi menunggu bola. Kita harus turun ke lapangan, memasang tanda batas, memetakan bidang tanah, lalu melengkapi dokumen yuridisnya agar proses sertipikasi dapat bergulir lebih cepat. Ini adalah kerja jemput bola yang melibatkan BPN, Kementerian Agama, BWI, KUA, dan seluruh stakeholder terkait,” ujar Harison.

Harison menjelaskan bahwa pemasangan tanda batas menghasilkan data fisik berupa poligon dan peta bidang tanah. Setelah peta bidang tersedia, proses pendaftaran tanah wakaf sudah separuh jalan; sisanya adalah pemenuhan dokumen seperti AIW, penetapan nazir, dan persyaratan administrasi lainnya hingga terbit Sertipikat Tanah Wakaf.

“Begitu peta bidang tanah keluar, setengah pekerjaan pendaftaran tanah sudah selesai. Setelah itu kita dorong penyelesaian AIW dan dokumen lainnya sampai sertipikat terbit dan tanah wakaf benar-benar aman secara hukum,” jelasnya.

Lebih jauh, Harison menekankan bahwa agenda wakaf di Banten tidak berhenti pada sertipikasi aset semata. Ia menyebut banyak tanah wakaf di Banten yang potensial dikembangkan sebagai wakaf produktif, seperti kebun, sawah, dan lahan pemberdayaan ekonomi pesantren yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, sosial, dan kesejahteraan umat.

“Wakaf hari ini sudah naik level. Kita tidak hanya bicara masjid, mushala, atau pemakaman, tetapi juga wakaf produktif yang mampu menggerakkan ekonomi umat. Tugas kita bukan hanya menerbitkan sertipikat, melainkan memastikan tanah wakaf aman, dimanfaatkan, dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Harison.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, dan BWI Provinsi Banten tentang percepatan sertipikasi tanah wakaf, yang dilanjutkan dengan pemasangan tanda batas tanah wakaf secara simbolis. Melalui GEMAPTAS TAWAF, diharapkan percepatan sertipikasi tanah wakaf di Provinsi Banten dapat berjalan lebih terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan sehingga kepastian hukum serta pemanfaatan tanah wakaf bagi kemaslahatan umat semakin optimal.

Turut hadir Asda I Setda Kabupaten Lebak, Alkadri; Ketua Yayasan dan Pimpinan Pondok Pesantren ElBantany, Muhammad Shodiqin; Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang, Osman Affan; Kepala Kantor Kabupaten Serang, Elfidian Iskariza; Kepala Kantor Pertanahan Kota Cilegon; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pandgelang, Fahmi; serta tamu undangan lainnya. (Faisol)

Disperkimta Jelaskan Mekanisme Layanan Pemakaman di Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pemakaman bagi masyarakat melalui penyediaan lahan, pelayanan administrasi, serta pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tersebar di wilayah kota perdagangan dan jasa ini.

Kepala Disperkimta Kota Tangsel Aries Kurniawan mengatakan pelayanan pemakaman merupakan salah satu layanan dasar yang harus hadir dan mudah diakses masyarakat. Karena itu, pemerintah terus melakukan pembenahan sarana, prasarana, serta sistem pelayanan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen memberikan pelayanan pemakaman yang tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami terus melakukan pengembangan fasilitas pemakaman sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” kata Aries.

Menurut Aries, pengelolaan layanan pemakaman tidak hanya mencakup penyediaan lahan makam, tetapi juga pembangunan dan pemeliharaan sarana pendukung yang dibutuhkan masyarakat.

Salah satu lokasi yang terus dikembangkan adalah TPU Sarimulya di Kecamatan Setu. Kawasan tersebut disiapkan sebagai salah satu pusat layanan pemakaman yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tangerang Selatan dalam jangka panjang.

Kepala Bidang Pertanahan dan Pemakaman pada Disperkimta Kota Tangsel Agus Mulyadi menjelaskan bahwa seluruh pelayanan pemakaman di kota dengan tujuh kecamatan ini mengacu pada Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pemakaman dan Pengabuan Jenazah. Peraturan tersebut menjadi landasan dalam penyelenggaraan pelayanan pemakaman, mulai dari penggunaan petak makam, perizinan, hingga pengelolaan sarana dan prasarana pemakaman.

Saat ini Bidang Pertanahan dan Pemakaman mengelola sejumlah TPU yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tangsel, termasuk TPU Sarimulya yang terus ditata dan dikembangkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Agus menjelaskan bahwa pelayanan yang menjadi kewenangan pemerintah meliputi penyediaan lahan makam, verifikasi persyaratan administrasi, serta penerbitan izin penggunaan petak makam.

Untuk mendapatkan pelayanan pemakaman, masyarakat cukup melengkapi sejumlah dokumen yang dipersyaratkan, antara lain KTP almarhum atau almarhumah, Kartu Keluarga, surat keterangan kematian dari rumah sakit atau kelurahan, serta identitas ahli waris atau pemohon. Setelah persyaratan dinyatakan lengkap, petugas akan memproses administrasi dan penempatan petak makam sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bidang Pertanahan dan Pemakaman bertugas menyediakan lahan makam dan memberikan pelayanan administrasi pemakaman kepada masyarakat. Sementara untuk kebutuhan teknis yang berkaitan dengan prosesi pemakaman, menjadi kebutuhan yang dipersiapkan oleh keluarga atau ahli waris sesuai kebutuhan masing-masing,” ujar Agus.

Ia menjelaskan kebutuhan teknis tersebut dapat berupa jasa penggalian makam, penyediaan tenda, papan, rumput, maupun nisan yang pelaksanaannya dilakukan oleh penyedia jasa di luar pelayanan administrasi pemerintah.

Selain pelayanan pemakaman, Disperkimta juga terus melakukan pembangunan dan pemeliharaan sarana serta prasarana TPU. Berbagai fasilitas seperti jalan lingkungan, drainase, pagar, turap, fasilitas ibadah, kantor pengelola, dan fasilitas pendukung lainnya terus ditingkatkan guna menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi, Bidang Pertanahan dan Pemakaman juga menyediakan layanan call center yang berfungsi sebagai pusat informasi dan pengaduan masyarakat terkait pelayanan pemakaman.

Aries menambahkan, pelayanan pemakaman yang baik tidak hanya diukur dari ketersediaan lahan makam, tetapi juga dari kepastian pelayanan, kenyamanan fasilitas, serta kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi.

“Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan pemakaman di Kota Tangerang Selatan semakin baik dari waktu ke waktu. Harapannya masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan memberikan kepastian,” pungkasnya. (*)

Bhabinkamtibmas Polsek Panongan Cek Lahan Jagung Hibrida, Siap Panen Pekan Depan

PelitaTangerang.com,  Tangerang – Jajaran Polsek Panongan terus mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui pendampingan dan pemantauan sektor pertanian di wilayah hukumnya. Salah satu upaya tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Mekar Jaya, Aipda M. Habibi, S.H., dengan melaksanakan pengecekan lahan tanaman jagung hibrida di Kampung Serdang RT 004/002, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan pengecekan dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman jagung hibrida yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan sekaligus memastikan kesiapan lahan menjelang masa panen.

Kapolsek Panongan IPTU Irruandi Aritonang, S.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri di sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai program pemerintah, termasuk ketahanan pangan. Melalui Bhabinkamtibmas, kami terus melakukan pendampingan dan pemantauan agar program ini berjalan optimal,” kata Irruandi.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung hibrida yang dikelola kelompok tani setempat tumbuh dengan baik dan telah memasuki masa siap panen. Rencananya, proses panen akan dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026 mendatang.

Selain memantau perkembangan tanaman, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan sinergi antara Polri dengan para petani di wilayah Kecamatan Panongan.

Kapolsek berharap hasil panen yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang.

“Dengan adanya pengawasan dan pendampingan secara berkelanjutan, kami berharap produktivitas pertanian dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung kebutuhan pangan masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari para petani yang berharap program ketahanan pangan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.(Bud)

Pembangunan Turap di Perumahan Griya Permata Cisoka Diduga Tak sesuai Spesifikasi, Aktivis Desak BPK Audit Menyeluruh Anggaran Kecamatan Cisoka

PelitaTangerang.com,  Tangerang – Pekerjaan pembangunan turap yang berlokasi di Perumahan Griya Permata Cisoka Blok C, RT 003/RW 008, Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, menuai sorotan publik. Proyek yang disebut merupakan hasil usulan Musrenbang tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Berkah Hamas Jaya dan diduga tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Rabu (10/06/2026)

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kualitas pekerjaan turap tersebut menjadi perbincangan warga dan aktivis. Sejumlah pihak mempertanyakan mutu konstruksi yang dinilai belum mencerminkan hasil pekerjaan yang sesuai standar teknis. Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tersebut memunculkan pertanyaan terkait fungsi pengawasan dari pihak pelaksana maupun instansi yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.

Yang menjadi perhatian lebih lanjut, proyek tersebut berada di lingkungan Perumahan Griya Permata Cisoka yang berdasarkan keterangan warga setempat hingga kini disebut belum diserahterimakan oleh pihak developer kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang maupun dinas terkait.

Salah seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan membenarkan kondisi tersebut.
“Setahu saya memang benar itu proyek turap dari kecamatan yang merupakan hasil Musrenbang. Namun untuk perumahan ini sendiri memang belum diserahterimakan oleh pihak developer ke pemerintah daerah atau dinas terkait,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai dasar pelaksanaan kegiatan yang menggunakan anggaran pemerintah pada lokasi yang status asetnya disebut masih berada dalam pengelolaan pengembang. Kondisi ini dinilai perlu mendapat penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan pelanggaran administrasi maupun potensi penyimpangan penggunaan anggaran.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Aktivis DPW Laskar Pasundan Indonesia (LPI) Provinsi Banten, Mansyur, mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran di Kecamatan Cisoka, termasuk proyek turap yang dikerjakan oleh CV Berkah Hamas Jaya tersebut.

“Kami meminta BPK melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran di Kecamatan Cisoka. Jangan sampai uang rakyat digunakan pada lokasi yang status asetnya belum jelas atau belum menjadi aset pemerintah daerah. Selain itu, kualitas pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis juga harus diperiksa secara objektif dan transparan,” tegas Mansyur.

Menurutnya, apabila benar perumahan tersebut belum diserahterimakan kepada pemerintah daerah, maka perlu ditelusuri dasar hukum dan administrasi yang menjadi landasan pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Publik berhak mengetahui dasar aturan yang digunakan. Jangan sampai anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat digunakan tanpa memperhatikan aspek legalitas aset maupun kualitas pekerjaan. Jika ditemukan adanya pelanggaran administrasi, ketidaksesuaian spesifikasi, atau bahkan indikasi kerugian negara, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Mansyur juga meminta audit tidak hanya difokuskan pada satu kegiatan, melainkan seluruh proyek fisik yang bersumber dari anggaran pemerintah di wilayah Kecamatan Cisoka.
“Kami meminta BPK, Inspektorat Kabupaten Tangerang, dan aparat penegak hukum untuk menelusuri seluruh kegiatan fisik yang menggunakan anggaran negara di Kecamatan Cisoka. Audit harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya formalitas. Sebab setiap rupiah uang rakyat wajib dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Cisoka maupun pihak CV Berkah Hamas Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan, serta mengenai pelaksanaan proyek pada kawasan perumahan yang disebut diduga belum diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang.(D.s)

Benyamin Sambut Panen Perdana Bawang Merah Varietas Batu di Tangsel, Hasil Uji Coba Pupuk Bio-Organik Tuai Hasil Positif

PelitaTangerang.com, Tangsel  – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyambut keberhasilan panen perdana bawang merah varietas Batu yang dibudidayakan melalui demplot pertanian di Kota Tangerang Selatan. Panen tersebut menjadi penanda positif hasil uji coba pupuk bio-organik berbasis mikroba produksi PT BioArk Global Pte. Ltd. asal Singapura yang mampu mendukung pertumbuhan bawang merah secara optimal di wilayah dataran rendah.

Panen Hasil Demplot Bawang Merah Varietas Batu tersebut digelar bersamaan dengan Pasar Murah Hasil Bumi yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jombang, Selasa (9/6/2026).

Keberhasilan budidaya ini menarik perhatian karena bawang merah selama ini dikenal lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian tertentu. Namun melalui penggunaan pupuk Arktivate, tanaman bawang merah varietas Batu mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan ukuran umbi yang lebih besar.

Benyamin mengatakan hasil panen tersebut menjadi temuan yang menggembirakan bagi pengembangan pertanian perkotaan di Tangerang Selatan. Menurutnya, inovasi teknologi pertanian perlu terus didorong untuk menjawab keterbatasan lahan dan kondisi geografis daerah.

“Yang paling menakjubkan adalah bawang yang semestinya tidak dapat tumbuh di daerah seperti kita karena ketinggiannya, namun dengan pupuk ini produksinya bagus sekali. Bawangnya lebih besar,” ujar Benyamin.

Melihat hasil yang diperoleh, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana menjalin kerja sama lebih lanjut dengan PT BioArk Global melalui DKP3 untuk mengkaji pemanfaatan pupuk tersebut secara lebih luas.

Apabila hasil uji coba lanjutan terus menunjukkan perkembangan positif, pupuk Arktivate akan diproduksi dalam jumlah lebih besar dan didistribusikan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi bawang merah skala rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Bawang itu konsumsi dapur yang cukup banyak, selain cabai dan sebagainya. Kalau berhasil nanti pupuk yang digunakan akan kita produksi cukup banyak dan disebarkan ke masyarakat, sehingga produksi rumah tangganya cukup besar di Tangsel,” ucapnya.

Ia menjelaskan, uji coba saat ini masih difokuskan pada komoditas bawang merah yang umum dikonsumsi masyarakat. Sementara itu, pengembangan pada komoditas lain seperti cabai masih akan dikaji lebih lanjut seiring evaluasi hasil yang diperoleh dari demplot tersebut.

Pada kesempatan yang sama, CEO PT BioArk Global Pte. Ltd., Edward, menjelaskan Arktivate merupakan produk yang dikembangkan di Singapura dengan kandungan mikroba bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas hasil panen. Produk tersebut juga dirancang untuk membantu tanaman menghadapi tantangan perubahan iklim.

“This soil has proven to retain moisture by 20 percent and it also can retain the nutrients by 10 percent, so it can perform much better than the usual organic soil,” jelas Edward.

Menurut Edward, media tanam yang menggunakan teknologi mikroba tersebut mampu mempertahankan kelembapan tanah hingga 20 persen dan menjaga kandungan nutrisi sekitar 10 persen lebih baik dibandingkan pupuk organik konvensional, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas tanaman.(Red)

Turnamen Mini Soccer HUT Bhayangkara Pererat Kekompakan Jajaran Polresta

PelitaTangerang.com, Tangerang – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Tangerang menggelar Turnamen Mini Soccer Kapolresta Cup I di Lapangan Mini Soccer All Play Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (8/6/2026) malam.

Turnamen yang diikuti 20 tim dari satuan kerja (Satker) dan Polsek jajaran Polresta Tangerang tersebut dibuka secara resmi oleh Kapolresta Tangerang Kombes Pol. H. Andi M. Indra Waspada Amirulloh, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., didampingi Wakapolresta Tangerang Kombes Pol. Christian Aer, Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri, S.TK., S.I.K., M.H., serta jajaran Pejabat Utama (PJU) dan perwira Polresta Tangerang lainnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus ajang mempererat soliditas dan kebersamaan antaranggota Polri.

Acara pembukaan dipandu oleh Kholid Rizki Abdillah, guru Bina Pekerti Boarding School yang juga Pembina Santri serta anggota aktif Senkom Mitra Polri Kabupaten Tangerang. Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Kapolresta Tangerang menegaskan bahwa turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat kekompakan, dan meningkatkan soliditas antaranggota Polri.

“Turnamen ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, menumbuhkan sportivitas, dan membangun semangat kerja sama yang sejalan dengan nilai-nilai pengabdian Polri kepada masyarakat. Menang dan kalah adalah hal biasa, namun persaudaraan yang terjalin jauh lebih berharga,” ujar Kapolresta.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, menjaga persatuan, serta menjadikan turnamen sebagai wadah mempererat hubungan antarpersonel di lingkungan Polresta Tangerang.

Usai sambutan, Kapolresta Tangerang secara resmi membuka Turnamen Mini Soccer Kapolresta Cup I dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, yang dilanjutkan dengan Kick Off Ceremonial atau tendangan bola pertama bersama Wakapolresta Tangerang sebagai tanda dimulainya pertandingan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan sebelum memasuki rangkaian pertandingan penyisihan.

Sebanyak 20 tim turut ambil bagian dalam turnamen ini. Dari jajaran Polsek terdiri atas Polsek Cikupa, Tigaraksa, Rajeg, Cisoka, Panongan, Mauk, Balaraja, Kronjo, Kresek, dan Pasar Kemis. Sementara dari unsur Satker antara lain Satreskrim, Bagops, Staf A, Staf B, Samapta, Satresnarkoba, Satlantas, Intelkam, Propam, dan Polairud.

Untuk menjamin pertandingan berjalan sportif dan sesuai regulasi, panitia menunjuk dua wasit berlisensi, yakni Rizal (Njul) dan Damar, yang dipercaya memimpin seluruh rangkaian pertandingan.

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, yakni 8 hingga 9 Juni 2026 ini diharapkan menjadi sarana meningkatkan kebugaran personel sekaligus memperkuat soliditas internal Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Keberhasilan penyelenggaraan Turnamen Mini Soccer Kapolresta Cup I tidak terlepas dari kerja keras panitia pelaksana yang diketuai oleh Kanit IK Polresta Tangerang, Ipda Andhika. Dalam pelaksanaannya, ia didukung oleh tim panitia inti yang terdiri dari Ipda Syaeful, Juwono, Sulardi, Eko Yulianto, Bowo, Agus Rahayu, Bayu, serta anggota panitia lainnya yang turut berperan aktif dalam mempersiapkan dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

Dengan mengusung semangat “Polri untuk Masyarakat”, Turnamen Mini Soccer Kapolresta Cup I menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan semangat pengabdian dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.(Red)

Berita Terbaru