Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 37

Gubernur Banten Andra Soni Janji Tindaklanjuti Aspirasi Komunitas Ojol Sesuai Kewenangan

PelitaTangerang.com, Serang – Gubernur Banten, Andra Soni janji akan tindaklanjuti aspirasi komunitas ojek online (ojol) sesuai kewenangannya sebagai Gubernur Banten.

Hal yang bersifat nasional, dirinya janjikan akan mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan agar mitra ojol terlindungi.

“Pagi ini saya menerima Perwakilan Komunitas Ojol Provinsi Banten. Mereka menyampaikan beberapa tuntutan. Dari beberapa tuntutan itu ada yang bisa langsung saya tindaklanjuti,” ungkap Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten Jl Brigjen KH Syam’un No. 5, Kota Serang, Selasa (20/5/2025).

Diungkapkan Andra, beberapa tuntutan itu antara lain: kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang saat ini peraturan daerahnya sedang berproses terkait jaminan sosial untuk pekerja rentan.

“Kita akan menyempurnakan naskah akademiknya bagaimana ojol bisa masuk dalam pekerja rentan yang bisa kita cover,” ucapnya.

Kedua, terkait relaksasi pajak kendaran bermotor (PKB). Pemprov Banten memberikan pembebasan denda dan pokok tunggakan pokok, cukup membayar pajak tahun berjalan. Gubernur Andra juga bersepakat akan membangun komunikasi dengan penyedia aplikasi untuk membuat fitur tabungan untuk membayar PKB.

“Alternatif lainnya, kita membuat kerjasama dengan Bank Banten untuk membuat loket khusus bisa menabung melalui virtual account dengan nomor NIK (Nomor Induk Kependudukan;-red) para ojol untuk keperluan membayar PKB,” jelasnya.

Ia mengaku memahami tuntutan para mitra ojol, terlebih ia juga pernah hidup di atas roda keterbatasan di mana situasi dan kondisi saat itu berbeda dengan saat ini.

Saat bertemu dengan perwakilan komunitas ojol, Andra Soni juga memaparkan beberapa program Pemprov Banten yang pro dengan komunitas ojol, yakni: Program Sekolah Gratis untuk tingkat SMA, SMK, dan SKh, serta program Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang saat ini telah berjalan.

Sedangkan untuk bantuan sosial harus disesuaikan dengan Data Targeting Sosial Nasional (DTSN) Pemerintah Pusat.

Usai menerima perwakilan, Andra Soni juga menemui Komunitas Ojol Provinsi Banten yang sedang menyampaikan aspirasi di depan Gedung Negara Provinsi Banten. Di depan simpatisan para ojol dirinya janjikan akan tindaklanjuti aspirasi Komunitas Ojol Provinsi Banten.

“Beberapa hal sudah disampaikan, yang menjadi kewenangan insya Allah langsung kita tidaklanjuti,” janjinya.

Pernyataan itu langsung disambut sorak Sorai oleh massa Komunitas Ojol Provinsi Banten yang sedang sampaikan aspirasi.

Saat berdialog dengan Andra Soni, Ketua Komunitas Ojol Provinsi Banten Agustian menyampaikan beberapa program dari penyedia aplikasi merugikan para mitra. Selanjutnya, tidak ada regulasi yang melindungi para mitra ojol.(Red)

Gedung Parkir Polres Metro Tangerang Kota Resmi Dibangun, Kapolres Apresiasi Dukungan Penuh Pemkot Tangerang

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Wali Kota Tangerang, Sachrudin, bersama Kapolres Metro Tangerang Kota, Zain Dwi Nugroho, meresmikan pembangunan Gedung Parkir yang ditandai dengan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan di kawasan kantor Polres Metro Tangerang Kota, Selasa, (20/05/2025).

Rencananya, bangunan 4 lantai yang berdiri di atas lahan seluas 400 m2 tersebut akan digunakan sebagai tempat untuk parkir kendaraan roda dua dan roda empat serta dilengkapi dengan fasilitas olahraga.

Dalam kesempatannya, Wali Kota Tangerang menyambut baik dan mendukung penuh pembangunan gedung parkir Parkir di lingkungan Polres Metro Tangerang Kota tersebut tidak hanya sebagai bagian dari optimalisasi ruang dan lahan di wilayah perkotaan, tapi juga sebagai dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat Kota Tangerang.

“Gedung Parkir yang akan dibangun di atas lahan seluas 400 meter persegi, dengan total luas bangunan mencapai 1.900 meter persegi dan terdiri atas empat lantai ini, diharapkan dapat menjawab kebutuhan parkir yang selama ini menjadi tantangan, terutama bagi masyarakat yang datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) maupun jajaran internal Polres,” tutur Wali Kota Tangerang.

Sachrudin menambahkan, pembangunan tersebut juga menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan institusi vertikal seperti kepolisian, dapat menghasilkan solusi nyata dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

“Kami percaya bahwa keberadaan fasilitas ini nantinya tidak hanya menjadi penunjang operasional, tapi juga menciptakan lingkungan yang lebih tertib, rapi, dan aman,” tandas Sachrudin.

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota mengapresiasi dukungan penuh Pemkot Tangerang serta semua pihak yang terlibat atas terealisasinya pembangunan gedung parkir tersebut.

“Tentunya ini semua tidak akan dapat terwujud tanpa bantuan dan dukungan penuh dari Pemkot Tangerang mengingat pembangunan gedung parkir ini sangat penting salah satunya selain sebagai solusi untuk mengurai kemacetan di sekitar kawasan kantor akibat kurangnya lahan parkir untuk anggota juga tentunya dapat semakin mempermudah anggota dalam menjalankan tugas-tugasnya sehingga pelayanan untuk masyarakat menjadi lebih optimal,” ungkap Zain.(Red)

Catat! Jadwal SPMB SMP Negeri Tangsel 2025, Pendaftaran Dibuka Mulai 24 Juni

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.

Kepala Disdikbud Kota Tangsel Deden Deni menyampaikan bahwa sistem SPMB ini dirancang untuk memberikan akses yang adil dan merata kepada seluruh calon peserta didik, dengan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel.

“SPMB 2025 bukan sekadar proses penerimaan murid baru, tetapi bagian dari upaya Pemkot memastikan setiap anak Tangsel mendapatkan kesempatan pendidikan yang berkualitas sesuai domisili dan potensi yang dimiliki,” ujar Deden pada Selasa (20/05/2025).

Sebanyak 24 SMP Negeri di Kota Tangsel akan menerima peserta didik baru melalui sistem SPMB ini. Peserta diimbau untuk membaca syarat dan ketentuan secara lengkap, menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, serta tidak melewati jadwal pendaftaran dan daftar ulang.
Proses pendaftaran akan dilakukan secara daring melalui laman resmi: https://ppdb.tangerangselatankota.go.id.

Pelaksanaan SPMB dibagi dalam beberapa tahap dan jalur penerimaan, dengan kuota yang sudah ditetapkan:
Tahap 1- Jalur Domisili (Kuota 40 persen)
– Pendaftaran online dan verifikasi data dilaksanakan pada tanggal 24-26 Juni 2025
– Pengumuman kelulusan: 28 Juni 2025
– Daftar ulang: 30 Juni 2025

Tahap 2- Jalur Mutasi (Kuota 5 persen) dan Jalur Prestasi (Kuota 25 persen)
– Pendaftaran dan verifikasi data dilaksanakan pada tanggal 1-3 Juli 2025
– Pengumuman dilakukan: 4 Juli 2025
– Daftar ulang: 5 Juli 2025

Tahap 3 – Jalur Afirmasi dan Disabilitas (Kuota 30 persen)
– Pendaftaran dan verifikasi data dilaksanakan pada tanggal 7-9 Juli 2025
– Pengumuman kelulusan: 10 Juli 2025
– Daftar ulang: 11 Juli 2025

Deden juga mengingatkan para calon peserta didik dan orang tua untuk tidak menunda pendaftaran, karena seluruh proses dilakukan secara daring dan memiliki batas waktu yang ketat.

Untuk layanan bantuan, Disdik Tangsel menyiapkan dua nomor hotline resmi:
📞 Humas Disdikbud Tangsel: 0857-7308-5730
📞 Hotline SPMB SMP Dikbud Tangsel: 0822-1096-8066

Ketua Perkumpulan Sekolah Swasta Tangsel Apresiasi Komitmen Dindikbud

Oplus_16908288

PelitaTangerang.com, Tangsel – Seiring diberlakukannya Permendikbud No. 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) telah mulai mengimplementasikan kebijakan baru tersebut dalam proses penerimaan peserta didik tahun ajaran 2025-2026.(19/5/25)

Ada poin penting yang harus diketahui oleh masyarakat mulai dari regulasi nasional yang diterapkan di daerah antara lain adalah penggantian jalur zonasi menjadi jalur domisili serta penyesuaian kuota jalur domisili, Afirmasi maupun prestasi dan perpindahan tugas mengalami perubahan.

Selain itu, Dindikbud Kota Tangerang Selatan juga menegaskan penerapan aturan jumlah maksimal siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) yaitu 42 siswa per kelas, serta pembatasan jumlah rombel per sekolah sesuai dengan kapasitas dan sarana prasarana yang tersedia. melalui SK Kadindik No. 400.3.5/Kep 2376-Dikbud 2025 Tentang Juknis SPMB 2025.

Menanggapi hal ini, Eko Pranoto P selaku Ketua Perkumpulan Kepala Sekolah Swasta Kota Tangerang Selatan, menyampaikan apresiasinya atas langkah progresif yang diambil oleh Dindikbud.

“Kami menyambut baik regulasi dari Juknis ini, khususnya terkait pembatasan jumlah siswa per rombel maksimal 42. Hal Ini menunjukkan adanya komitmen dari Dindik untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan SPMB dibandingkan tahun-tahun sebelumnya walaupun masih jauh dari harapan kami, sekolah swasta ,” ujar Eko.

Namun ia juga menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada konsistensi dan kesungguhan dalam pelaksanaannya.

“Penguncian jumlah siswa dalam satu kelas harus benar-benar ditegakkan. Jangan sampai kebijakan hanya kuat di atas kertas. Kalau ini dilakukan dengan tegas, maka distribusi siswa akan lebih merata dan sekolah swasta juga bisa lebih berperan dalam memberikan layanan pendidikan,” jelasnya.

Eko menambahkan, sekolah swasta siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan hak pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh warga masyarakat Tangsel. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih terbuka terhadap pilihan pendidikan swasta, terlebih di tengah keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Selain itu, Eko juga berharap pentingnya optimalisasi Program Sekolah Pendamping, yaitu sebuah program dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang memberikan dukungan biaya pendidikan bagi siswa yang bersekolah di lembaga pendidikan swasta.

“Melalui program sekolah pendamping, kami melihat ada solusi konkret dalam menghadapi keterbatasan daya tampung di sekolah negeri. Program dana pendamping ini sangat dirasakan manfaatnya oleh siswa dan orang tua.

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah penerima program ini terus meningkat, artinya kepercayaan publik dan kebutuhannya juga tinggi,” jelasnya.
Ia pun mendorong agar kuota atau jumlah penerima program dana pendamping dapat ditingkatkan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan yang terjangkau dan berkualitas di sekolah swasta.

“Kami berharap Pemerintah Kota Tangsel tidak hanya mempertahankan program ini, tapi juga memperkuatnya. Karena pendidikan bukan hanya soal negeri atau swasta, tapi soal keterjangkauan dan mutu yang merata,” tutupnya.
(EPP/Red)

PSEL Cipeucang Siap Dibangun! Ini 4 Dampak Positif yang Bisa Dinikmati Warga Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Gunungan sampah yang mengancam lingkungan dan senyaman warga di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang akan segera tinggal cerita.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggandeng investor swasta membangun fasilitas canggih Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), sebuah langka revolusioner dalam menyulap sampah menjadi sumber energi bersih.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, dengan fasilitas ini sampah nanti tak lagi jadi masalah, melainkan sumber aset energi dengan beragam dampak positifnya bagi masyarakat Tangsel.

“PSEL Cipeucang ini akan mengolah sedikitnya 1.100 ton sampah per hari, menggunakan teknologi MGI atau Moving Grate Incenerator yang dapat mereduksi secara maksimal hampir seluruh sampah yang dihasilkan kota Tangerang Selatan,” ujar Pilar pada Senin (19/05/2025).

Selama ini, TPA Cipeucang menjadi tumpuan warga Tangsel membuang sampah industri maupun rumah tangga. Dengan kondisi topografi yang ada, dan volume sampah yang terus bertambah setiap hari maka tidak jarang warga sekitar mengeluh.

Investasi besar itu akan digelontorkan oleh Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) melalui anak usahanya PT Indoplas Energi Hijau bersama mitra teknologi China Tianying Inc (CNTY), yang resmi ditetapkan sebagai pemenang lelang pada 17 April 2025.

Proyek ini ditargetkan mulai konstruksi pada 2026, masuk tahap uji coba operasional di 2028, dan mulai beroperasi penuh secara komersial pada 2029. Berikut 4 dampak positif pembangunan PSEL Cipeucang Tangsel:

1. Kelola sampah baru dan lama

Pimpinan konsorsium IEH-CNTY, Bobby mengatakan, pada prosesnya nanti pengelolaan tidak hanya dilakukan untuk sampah-sampah baru, tetapi juga akan mengangkat kembali tumpukan sampah lama yang telah mengendap di TPA Cipeucang.

Selain 1.000 ton sampah baru, sekitar 100 ton per hari dari timbunan lama akan diolah menjadi energi listrik, hingga akan berdampak positif terhadap penurunan risiko longsor, kebakaran, dan pencemaran air tanah di lingkungan tersebut.

“Proses pengolahan sampah ini sangat efisien dan maksimal, serta dapat mengolah sampah sedikitnya 90 persen dari sampah yang masuk tanpa proses pemilahan jenis sampah,” jelasnya.

2. Hasilkan energi listrik bersih

Lebih dari sekadar pengelolaan sampah, PSEL Cipeucang akan menghasilkan energi listrik bersih, menambah pasokan energi ramah lingkungan di tengah kota yang terus berkembang pesat.

Dalam prosesnya, teknologi pembangkit listrik tenaga sampah ini menggunakan panas dari pembakaran sampah untuk memanaskan air, menciptakan uap yang kemudian dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

“Listrik yang dihasilkan oleh PSEL ini adalah listrik yang bersih,” jelasnya.

3. Tidak menimbulkan bau

Proses dari fasilitas pengolahan sampah ini akan mengikuti standar ramah lingkungan internasional yang tidak menimbulkan dampak kerusakan lingkungan seperti dampak emisi karbon, polusi udara dan dampak bau.

“Dijamin tidak mengeluarkan bau apapun dari sampah yang diolah, sehingga tidak akan menimbulkan gejolak sosial dari masyarakat setempat,” kata dia.

4. Tingkatkan kualitas hidup masyarakat

Bobby menyampaikan, PSEL ini nantinya akan menjadi salah satu fasilitas yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tangsel, selain membersihkan masalah sampah, juga bisa meningkatkan ekonomi daerah.

Dari 1.100 ton sampah per hari yang dikelola ditargetkan bisa menghasilkan listrik sebesar 15,7 Megawat (MW). Listrik ini nantinya akan dijual sesuai dengan ketetapan Perpres Nomor 35 Tahun 2018, yaitu sebesar 13,35 cents per kilowatt-hour (kWh).

“Dengan pendekatan dan cara yang tepat, pengolahan sampah bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan,” ujar Bobby.(ADV)

Benyamin Sambut Milad ke-37 KKSS; Budaya dan Kebersamaan Fondasi Membangun Kota Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyebut pentingnya budaya dan kebersamaan sebagai fondasi dalam membangun kota.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri milad ke-37 Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Wisma Syahida Inn, Ciputat Timur, Minggu (18/05/2025).

“Pembangunan yang baik bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga harus berpijak pada akar budaya masyarakat. Tangerang Selatan adalah miniatur Indonesia, dan keberagaman suku serta budaya harus menjadi kekuatan kita bersama,” ujarnya.

Selain itu, persatuan dan pembangunan berkelanjutan menjadi hal penting dalam membangun Kota Tangerang Selatan. Apalagi jumlah penduduk Kota Tangsel yang terus meningkat dan posisi strategis di antara wilayah-wilayah metropolitan seperti Jakarta, Depok, Bogor, dan Tangerang.

Oleh karenanya, pemerintah terus mengarahkan seluruh sumber daya yang dimiliki baik sumber daya manusia, waktu, alam, finansial, maupun kultural untuk pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkeadilan.

Dirinya menekankan bahwa, meskipun Tangerang Selatan adalah kota dengan luas wilayah yang terbatas dan tanpa lahan pertanian.

“Potensi demografisnya yang terus berkembang harus diarahkan untuk menciptakan kota yang unggul, inovatif, inklusif, dan lestari,” terangnya.

Terakhir, Benyamin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas eksistensi KKSS yang telah berkontribusi selama 37 tahun dalam mempererat tali persaudaraan antarwarga Sulawesi Selatan serta masyarakat luas di Tangerang Selatan.

“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan 1,4 juta jiwa lebih masyarakat Tangsel, kami ucapkan selamat Milad ke-37 bagi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di Tangerang Selatan,” ucapnya.

Acara Milad ke-37 KKSS ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, memperlihatkan keharmonisan antar komunitas yang menjadi bagian penting dari wajah multikultural Tangerang Selatan.(ADV)

Kick Off PSEL Tangsel Dimulai, Gerak Cepat Pemkot Atasi Persoalan Sampah

PelitaTangerang.com, Tangsel  – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) resmi memulai tahapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui Kick Off Meeting bersama konsorsium pemenang lelang di Serpong, Kamis (15/5/2025).

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, rapat perdana ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan target dan mempercepat tahapan pembangunan.

“Hari ini kita rapat bagaimana menyatukan pikiran antara jajaran pemerintah Pemkot Tangsel dengan konsorsium untuk mensukseskan proyek ini, karena setelah kemarin penyerahan SPPL (Surat Penunjukan Pemenang Lelang) kan ada tahapan-tahapan berikutnya, mudah-mudahan abis ini kita langsung gerak cepat,” ujar Pilar.

Proyek PSEL ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu 3 tahun 7 bulan.

PSEL Tangsel akan dibangun di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan diproyeksikan mampu mengolah 1.100 ton sampah per hari, terdiri dari 1.000 ton sampah baru dan 100 ton sampah lama.

Teknologi yang digunakan berstandar Eropa, ramah lingkungan, tanpa bau, tanpa limbah, serta menghasilkan listrik sebesar 19,6 megawatt per jam yang akan dijual ke PLN.

Selain mendukung energi terbarukan, proyek ini juga menjawab tantangan pengelolaan sampah di Tangsel yang terus meningkat hingga 3,2% per tahun, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Jadi kami juga mengantisipasi dalam beberapa tahun kemudian ini mungkin ada eskalasi, kita ada penambahan kapasitas kembali, tapi kita sudah hitung semuanya,” kata dia.

Adapun mengenai skema pembiayaan PSEL mengacu pada aturan Kementerian Keuangan, dengan maksimum tipping fee Rp500.000 per ton. Namun hasil kajian menyebutkan kebutuhan biaya pengolahan mencapai Rp529.000 per ton. Skema pembagian antara pusat dan daerah akan difinalisasi usai studi kelayakan selesai.

Sebagai solusi jangka pendek sebelum PSEL beroperasi, Pemkot Tangsel juga telah menyiapkan lokasi pembuangan sementara di kawasan Cipeucang dan menjalin kerja sama pembuangan sampah dengan daerah lain seperti Pandeglang, Lebak, Tangerang, hingga wilayah Jawa Barat.(Red)

Presiden Prabowo Tiba di Brunei Darussalam untuk Kunjungan Kenegaraan

PelitaTangerang.com, Brunei – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandar Udara Internasional Brunei, Bandar Seri Begawan, pada Rabu, 14 Mei 2025, sekitar pukul 10.10 waktu setempat. Kedatangan Kepala Negara disambut oleh pasukan jajar kehormatan, sejumlah pejabat tinggi Brunei Darussalam, serta jajaran pejabat perwakilan Indonesia.

Dari Brunei Darussalam tampak diantaranya adalah Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri Dato Seri Setia Awang Haji Ahmaddin bin Haji Abdul Rahman, Menteri Hal Ehwal Luar Negeri II Dato Seri Setia Haji Erywan bin Pehin Datu Pekerma Jaya Haji Mohd Yusof, Menteri Pembangunan Dato Seri Setia Awang Haji Muhammad Juanda bin Haji Abdul Rashid, Pemerintah Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Major General Dato Paduka Seri Haji Muhammad Haszaimi bin Bol Hassan, Pemangku Pesuruhjaya Polis Diraja Brunei Dato Seri Pahlawan Sulaiman bin Alidin, serta Duta Besar Brunei Darussalam untuk Republik Indonesia Brigjen (Purn) Dato Seri Pahlawan Haji Abdul Razak bin Haji Abdul Kadir

Sementara itu, dari Indonesia tampak hadir Duta Besar Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam Achmad Ubaedillah serta Atase Pertahanan KBRI Bandar Seri Begawan Kolonel Inf. Gamma Arthadilla Sakti.

Dari bandara, Presiden Prabowo terlebih dahulu menuju salah satu hotel di Bandar Seri Begawan, sebelum melakukan kunjungan ke Istana Nurul Iman. Di sana, Presiden Prabowo akan melakukan kunjungan kenegaraan sekaligus bertemu dengan Sultan Hassanal Bolkiah.

Kunjungan ini mencerminkan hubungan persahabatan yang semakin kokoh antara Indonesia dan Brunei Darussalam, serta tekad bersama kedua pemimpin negara untuk memperkuat kerja sama kawasan di tengah dinamika global saat ini.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan ke Brunei Darussalam adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.(***)

Sampah Menumpuk di Kali Angke Serpong, Pilar Turun Pastikan Normalisasi Berjalan Optimal

Pelita Tangerang.com, Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan turun langsung melakukan pengecekan pembersihan sampah ke lokasi aliran Kali Angke yang melintasi beberapa RT dan RW di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Serpong pada Rabu (14/5/2025).

Pilar mengambil tindakan tegas untuk segera menormalisasi Kali Angke dengan melakukan pembersihan, guna menangani persoalan serius tumpukan sampah serta kayu bambu yang menyumbat aliran sungai dan mengakibatkan banjir di lingkungan warga sekitar.

Didampingi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel, camat, pengurus RW, serta tokoh masyarakat setempat, Pilar menegaskan pentingnya penanganan cepat terhadap kondisi sungai yang memprihatinkan.

“Nah, ini penyumbatannya cukup parah, dikhawatirkan nanti terjadi penumpukan yang lebih parah lagi dan juga khawatir menyumbat saluran air pada saat hujan. Jadi kami melalui Dinas Bina Marga dan SDA langsung melakukan perapihan,” ujar Pilar.

Pembersihan Kali Angke hari ini dilakukan di Kelurahan Mekarjaya, Serpong tepatnya di Jalan Mentawai 5 dan 6 (RT 05), Jalan Mentawai 4 (RT 03), Jalan Bintan (RT 02), dan Jalan Bintan 4 (RT 01).

Proses normalisasi akan berlangsung selama 3 hingga 5 hari, tergantung pada cuaca dan kondisi lapangan. Sekitar 34 petugas diterjunkan untuk membersihkan sampah sepanjang 30 meter dengan lebar sungai sekitar 17 meter di titik rawan tersebut.

Menanggapi potensi bahaya penggunaan alat berat di lokasi yang curam dan aliran yang deras dalam pembersihan tumpukan sampah itu, Pilar menyebut, pihaknya sedang mengkaji berbagai opsi aman, termasuk pengerjaan manual yang tetap mengedepankan keselamatan petugas.

Bukan hanya sekadar pembersihan, Pemkot Tangsel juga akan membangun turap dan memasang beronjong di titik rawan longsor untuk memperkuat struktur tepi sungai.

“Di titik spot rawan, seperti yang di sini kita lihat tadi itu spot rawan, karena khawatir semakin ambles lagi kita akan melakukan pemasangan beronjong,” ujarnya.

Pemasangan turap ataupun beronjong ini akan dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena sungai ini termasuk wilayah kerja BBWS.

Ke depan, Pemkot Tangsel juga melanjutkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti tandon, polder air, dan pompa di sejumlah titik rawan.

Namun, Pilar juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai untuk menjaga kebersihan sungai ini dalam jangka panjang.

Menurutnya, kebersihan lingkungan termasuk area sungai merupakan tanggung jawab dan kewajiban bersama, tidak hanya instansi dan pemerintah daerah, tetapi masyarakat juga.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Tangerang Selatan untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena ini nanti akan mengakibatkan masalah banjir dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dari hasil pengamatan di lokasi tumpukan sampah tersebut banyak sekali sampah-sampah seperti kain, plastik, beberapa bekas perabotan rumah tangga, dan lain sebagainya.(Red)

Benyamin Lepas 10 Pelajar Terbaik Tangsel untuk Seleksi Paskibraka Provinsi dan Nasional

PelitaTangerang.com, Tangsel –  Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie dengan penuh semangat melepas sepuluh pelajar terbaik yang akan mewakili Kota Tangerang Selatan dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi dan nasional.

Dalam kegiatan pelepasan di Aula Blandongan Puspemkot Tangsel, pada Rabu (14/5/2025), Benyamin menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada lima putra dan lima putri terpilih.

Dari total 559 pendaftar yang mengikuti seleksi awal, hanya 106 peserta yang lolos ke tahap lanjutan. Dari jumlah itu, sepuluh siswa kini melangkah lebih jauh untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi dan nasional.

“Kalian adalah anak-anak terbaik. Kalian sudah melewati proses yang ketat, bukan hanya dari sisi fisik, tapi juga mental, sikap dan kedisiplinan. Kalian ini bukan anak biasa, dan kita semua patut berbangga,” ujar Benyamin di hadapan para siswa dan orang tua.

Dalam kesempatan itu, Benyamin menekankan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan semata soal mengibarkan bendera di upacara 17 Agustus 2025, tetapi membentuk karakter yang kuat untuk masa depan.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk terus menjaga semangat dan fokus meski harus melewati berbagai tantangan, termasuk godaan dari lingkungan dan media sosial.

“Keberhasilan kalian bukan hanya di tanggal 17 Agustus nanti, tapi lihat 10 tahun, 15 tahun, atau 20 tahun ke depan. Saat kalian jadi dokter, tentara, pengusaha, atau bahkan ibu rumah tangga yang berkarakter-itulah keberhasilan sesungguhnya,” kata dia.

Orang tua dan para guru yang hadir juga tidak bida menyembunyikan rasa haru. Mereka bangga anak-anak mereka bisa melangkah sejauh ini.

Benyamin meminta para siswa untuk terus menyebarkan semangat Paskibraka ke teman-temannya.

“Jadilah sinar buat yang lainnya. Ceritakan pengalaman-pengalaman kamu selama mengikuti seleksi ini, dan ini harus jadi pengetahuan bagi yang lain,” ucapnya.(Red)

Berita Terbaru