Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 40

Gelar Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna Tingkat Tangsel, Pilar Tekankan Harus Ramah Lingkungan

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) ke- XIII tingkat Kota Tangerang Selatan yang diikuti dari tingkat SMA/SMK/MA se-Tangsel dan kategori umum yang mencakup masyarakat serta mahasiswa perguruan tinggi.

Lomba inovasi TTG digelar di Plaza Puspemkot, Tangsel dan para peserta diberikan kesempatan untuk menampilkan karyanya di hadapan khalayak luas, termasuk Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan yang membuka kegiatan tersebut, pada Selasa (29/04/2025).

“Semua teknologi yang diciptakan oleh seluruh anak bangsa harus berbasis ramah lingkungan. Selain efektif, efisien, produktif dan lain sebagainya, harga terjangkau tetapi harus berbasis ramah lingkungan,” ucap Pilar.

Hal ini bukan tanpa alasan, di tengah kemajuan era saat ini, permasalahan lingkungan menjadi sorotan utama. Oleh karenanya, semua inovasi diwajibkan memperhatikan hal tersebut.

“Semua bicara masalah green building, bangunan aja sekarang harus seperti itu. Motor listrik misalnya. Sekali lagi adik-adik semua para pelaku inovasi, Anda bisa melanjutkan ke step selanjutnya dan Pemkot wajib mengawal,” terang Pilar.

Ia menerangkan pemenang inovasi Teknologi Tepat Guna tidak hanya berhenti dalam ajang seperti ini. Tetapi, bagaimana Pemkot Tangsel terus memastikan inovasi bisa direalisasikan jauh lebih luas.

“Acara kayak gini bukan gimana Wakil Wali Kota membuka acaranya, tetapi bagaimana mendukung ke depannya. Pemkot harus mengajak dunia usaha jadi bapak angkat mereka, hal-hal seperti itu,” katanya.

Bahkan Pilar secara tegas menyoroti pemenang inovasi TTG. Dirinya, menekankan Bappelitbangda wajib memiliki database untuk pengembangan.

“Banyak pengembang kita, dunia perbankan, bahkan dinas-dinas kita ajak mereka semua bisa permodalan atau pembiayaannya,” tutupnya.(Red)

Wali Kota Benyamin Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2025

Pelita Tangerang.com, Tangsel – Kabar membanggakan kembali datang untuk Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Terbaru, Wali Kota Benyamin Davnie ditetapkan sebagai Top Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) 2025 yang diselenggarakan di Hotel Raffles Jakarta, pada Senin (28/04/2025).

Penghargaan tersebut diterima Benyamin, bersamaan dengan diraihnya penghargaan Perseroda-PITS sebagai Perumda Air Minum Bintang 5, dan Tubagus Hendra Suherman sebagai Top CEO BUMD.

Usai menerima penghargaan, Benyamin menyampaikan rasa syukur, dan tentunya menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Tangerang Selatan.

“Alhamdulilah hari ini mendapatkan penghargaan sebagai Top Pembina BUMD, ini tentunya menjadi penyemangat dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Tangsel,” ujarnya.

Penghargaan ini kata Benyamin, harus terus diiringi dengan peningkatan pelayanan, terutama soal inovasi. Hal ini menjadi penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ke depan terus pelayanan Perseroda-PITS harus kita tingkatkan dan pastikan masyarakat dapat terlayani dengan baik. Sehingga bisa terus tumbuh maju, dan berkembang berkelanjutan, memberikan manfaat dan kontribusi kepada daerah sehingga mendukung pembangunan ekonomi masyarakat di Tangsel,” tutupnya.

Benyamin juga mengajak seluruh jajaran BUMD di Tangsel untuk terus semangat belajar, bekerja, dan berkarya, sejalan dengan upaya membangun Tangsel menjadi daerah yang semakin sejahtera.

TOP BUMD Awards sendiri merupakan ajang apresiasi kepada BUMD terbaik berdasarkan kinerja bisnis, tata kelola perusahaan, inovasi layanan, kontribusi terhadap pembangunan daerah, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.(Red)

Benyamin Dukung Penuh Kolaborasi Grab-OVO Berikan MBG untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan dukungan penuh terhadap program uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Grab-Ovo bekerja sama dengan Yayasan Inklusif Pelita Bangsa.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan komitmennya dalam mendukung program-program inklusi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak dengan kebutuhan khusus.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Yayasan Inklusif Pelita Bangsa yang bekerjasama dengan Grab dan OVO atas inisiasi memberikan makan gratis ini selama setahun,” ujar Benyamin di SKH 01 Pondok Aren pada Senin (28/4/2025).

Program ini menyasar sekitar 320 siswa berkebutuhan khusus di empat Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) di Tangerang Selatan, terdiri dari tiga SKH swasta dan satu SKH negeri.

Pihak penyelenggara memastikan bahwa porsi dan kandungan gizi yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus, dengan harapan dapat mendukung kesehatan dan perkembangan mereka secara optimal.

“Saya tadi konsultasi, ngobrol dengan OVO dan Grab, untuk porsinya ini lebih dari standar ya, karena ini untuk anak-anak berkebutuhan khusus seperti ini jadinya porsi gizinya, proteinnya itu sedikit lebih daripada biasa diberikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Benyamin juga menjelaskan bahwa program uji coba ini adalah langkah awal yang positif dan diharapkan dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kota Tangerang Selatan, untuk mendukung kualitas pendidikan dan kesehatan bagi seluruh anak-anak di daerah ini.(Red)

Reses Deden Umardani Disambut Hangat Warga Kampung Pabuaran Dukuh

PelitaTangerang.com, Tangerang – Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Deden Umardani, melaksanakan kegiatan reses di RT 09/03, Kampung Pabuaran Dukuh, Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa(29/04/2025).

Reses tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Turut hadir Ketua RT 09/03 Bahrudin, yang akrab disapa RT Letus, bersama warga sekitar dan para pemuda setempat. Dalam kesempatan itu, warga aktif menyampaikan aspirasi mereka terkait peningkatan layanan dan fasilitas di wilayah Pabuaran Dukuh.

Ketua RT Bahrudin berharap kehadiran Deden Umardani membawa perubahan nyata bagi kampung mereka.

“Semoga ke depan, warga Pabuaran Dukuh bisa lebih maju, dan Pak Deden tidak melupakan warganya. Kami berharap aspirasi yang kami sampaikan seperti peningkatan layanan BPJS, pembangunan lapangan bola, pengelolaan sampah, dan pembangunan sekolah bisa segera diwujudkan,” ucap Bahrudin.

Dalam dialog bersama warga, Deden Umardani menyerap berbagai aspirasi penting. Ia mencatat kebutuhan mendesak Desa Dukuh akan pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Saat ini, warga kesulitan melanjutkan pendidikan anak-anak mereka karena keterbatasan zonasi SMP Negeri di Kecamatan Cikupa.

“Saat ini Desa Dukuh sangat membutuhkan SMP Negeri. Banyak orang tua kebingungan menyekolahkan anak-anak mereka setelah lulus SD, karena secara zonasi Desa Dukuh tidak masuk dalam wilayah layanan SMP Negeri yang ada,” jelas Deden.

Di sektor kesehatan, warga mengusulkan agar sistem pendaftaran kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dapat dilakukan secara daring. Mereka mengeluhkan proses saat ini yang dinilai rumit dan dibatasi hanya tiga hari kerja.

Deden juga mencatat keluhan tentang praktik percaloan tenaga kerja yang menyulitkan pemuda setempat untuk mendapat pekerjaan, meskipun banyak perusahaan berdiri di sekitar Desa Dukuh dan Kecamatan Cikupa.

Dalam bidang lingkungan, warga meminta pemerintah segera membangun tempat penampungan sampah (TPS) di desa mereka. Selain itu, mereka mengusulkan perbaikan saluran air dan jalan lingkungan yang saat ini banyak mengalami kerusakan, mengakibatkan genangan air dan membahayakan pengguna jalan saat musim hujan.

Menanggapi semua aspirasi tersebut, Deden Umardani berjanji akan memperjuangkan kebutuhan masyarakat Desa Dukuh di tingkat pemerintah daerah.

“Aspirasi masyarakat adalah amanah. Saya akan kawal dan perjuangkan agar kebutuhan-kebutuhan yang disampaikan warga Desa Dukuh ini bisa segera direalisasikan,” tutup Deden.(D.s)

Ini Kata Kuasa Hukum Bambang Juliarto. SH : Penginapan OTW Legal Secara Aturan Dan Bantu PAD Kabupaten Bogor

PelitaTangerang.com, Parung – Sengkarut permasalahan penginapan OTW di Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor yang sempat didemo oleh warga dan meminta penginapan OTW yang diduga tidak ada izin, disanggak tim kuasa huku OTW.

Kuasa Hukum OTW Bambang Juliarto SH mengatakan, dirinya dari legal dari pemilik penginapan OTW, dirinya mau sedikit menjelaskan terkait adanya kesalah pahaman atau kekeliruan, saat aksi masa pada tanggal 7 Februari 2025.

“Memang sangat disayangkan pada waktu itu dari pihak penginapan tidak ada orang, tidak ada yang mendampingi dari ownernya untuk menjelaskan kepada teman-teman aksi, karena pada waktu itu dari teman-teman aksi itu kan menyampaikan bahwasanya ada pelanggaran penyalahgunaan peruntukan operasional,” ujar Bambang. Senin ( 28/4/25).

Masih kata Bambang, setelah melakukan  evaluasi kita observasi setelah kita adakan pembenahan, itu semuanya legal itu semuanya ada, sampai dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, makanya kami kenapa buka kembali penginapan ini, karena Kami merasa tidak menyalahi aturan.

“Kami tidak melanggar aturan yang ditetapkan, dan apa yang dikatakan teman-teman aksi untuk minta ditutup karena ini izinnya adalah izin Perumahan atau tempat tinggal, enggak tahu informasi dari mana sumber dari mana itu bahwa OTW izin nya rumah tinggal,” jelas Bambang.

Bambang menambahkan, makanya sangat disayangkan, pada waktu itu dari pihak kami tidak ada yang hadir, makanya untuk menjaga cipta kondusif dan kami menghargai pihak Kepolisian dan pemerintah kaki tutup.

“Setelah kami diskusi setelah saya analisa legal dari perusahaan ini, saya menyatakan diri atau pribadi merasa ini harus dibuka, karena kita selain tidak menyalahi aturan, bahkan kita membantu PAD Kabupaten Bogor, pada intinya memang penginapan  dari imb nya ada, dan semenjak awal kita beli aja kita sudah sampaikan kepada masyarakat, dan lingkungan bahwasanya ini kita akan membangun penginapan,” tukasnya. (Red)

Presiden Prabowo Sikapi Bijak Usulan Forum Purnawirawan Prajurit TNI, Prioritaskan Harmonisasi Bangsa

PelitaTangerang.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghargai dan memahami pernyataan sikap yang disampaikan Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang berisi delapan poin saran terkait berbagai isu kebangsaan. Hal tersebut disampaikan Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 24 April 2025.

“Presiden memang menghormati dan memahami pikiran-pikiran itu. Karena kita tahu beliau dan para purnawirawan satu almamater, satu perjuangan, satu pengabdian, dan tentu punya sikap moral yang sama dengan jiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit itu. Oleh karena itu, beliau memahami itu,” ujar Wiranto dalam keterangan persnya kepada awak media usai pertemuan.

Meski demikian, Wiranto menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak dapat memberikan respons secara spontan atas usulan tersebut. Menurutnya, Presiden perlu mempelajari secara cermat isi dari setiap poin yang diajukan, mengingat isu-isu yang disampaikan bersifat fundamental.

“Presiden sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, Panglima Tertinggi TNI tidak bisa serta-merta menjawab itu. Spontan menjawab tidak bisa. Karena apa? Yang pertama, beliau perlu mempelajari dulu isi dari statement itu, isi dari usulan-usulan itu. Dipelajari satu per satu, karena itu masalah-masalah yang tidak ringan ya, masalah yang sangat fundamental,” jelasnya.

Wiranto juga menyampaikan bahwa kewenangan Presiden berada dalam kerangka sistem ketatanegaraan yang menganut prinsip pemisahan kekuasaan. Oleh sebab itu, usulan yang berada di luar domain eksekutif tidak akan ditanggapi secara langsung.

“Dalam negara yang kita menganut trias politica, ada pemisahan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Tidak bisa saling mencampuri di situ. Maka usulan-usulan yang bukan bidangnya Presiden, bukan domain Presiden, tentu Presiden tidak akan menjawab atau merespons itu,” tegas Wiranto.

Di akhir pernyataannya, Wiranto menyampaikan pesan Presiden Prabowo agar masyarakat tidak terpancing dalam polemik yang berkembang di media sosial terkait usulan Forum Purnawirawan Prajurit TNI tersebut. Hal tersebut penting agar tidak terjadi kegaduhan yang dapat mengganggu kebersamaan sebagai sebuah bangsa.

“Perbedaan di masyarakat itu wajar-wajar saja, hanya saja jangan sampai perbedaan itu yang menjadikan kita tidak satu sebagai bangsa. Perbedaan itu jangan sampai mengeruhkan suasana pada saat kita sedang menghadapi banyak-banyak tantangan. Saya kira itu pesan Presiden,” kata Wiranto.

Wiranto juga menambahkan bahwa penjelasan resmi terkait usulan tersebut akan disampaikan pada waktu yang tepat. Ini dilakukan dalam rangka menjaga ketenteraman dan keharmonisan di tengah masyarakat.

“Kita mengharapkan bahwa saatnya nanti tentu ada penjelasan-penjelasan resmi yang bisa mendinginkan suasana. Kita sedang menghadapi banyak masalah, ya tentunya yang kita harapkan adalah satu ketenteraman di masyarakat, keharmonisan, kebersamaan untuk menghadapi hal-hal yang benar-benar dihadapi negeri ini,” pungkas Wiranto.(Red)

Warga dan Pemdes Tugu Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur Banten Atas Perbaikan Jembatan

PelitaTangerang.com, Banten – Sekretaris Desa Tugu, Mulyana bersama elemen masyarakat Desa Tugu, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Gubernur Banten, Andra Soni, atas perbaikan jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah di wilayah mereka.

Ucapan terima kasih itu disampaikan langsung di atas jembatan yang telah rampung diperbaiki pada Minggu (27/4/2025) sore.

“Kami masyarakat Desa Tugu mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Banten Andra Soni. Jembatan yang kemarin sempat bolong, Alhamdulillah sekarang sudah diperbaiki dan kondisinya sudah bisa dilalui kembali. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, Bapak Gubernur,” ujar Sekretaris Desa Tugu Mulyana mewakili warga.

Perbaikan jembatan tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, setelah Gubernur Andra Soni melakukan peninjauan langsung ke lokasi beberapa waktu lalu. Melihat kondisi jembatan yang membahayakan, Gubernur segera menginstruksikan perbaikan menyeluruh guna mengembalikan fungsi vital jembatan tersebut.

Sebagai informasi, jembatan yang diperbaiki ini memiliki peran strategis sebagai penghubung utama tiga desa, yakni Desa Tugu, Desa Rancabadak, dan Desa Pinang. Keberadaannya sangat penting dalam mendukung mobilitas warga, kegiatan ekonomi, dan akses layanan publik antarwilayah.

Perbaikan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Selain mempermudah aktivitas harian, keberadaan jembatan yang kokoh kini juga meningkatkan rasa aman bagi warga yang melintas, baik pejalan kaki maupun kendaraan bermotor.

Warga berharap perhatian pemerintah terhadap infrastruktur desa tetap berlanjut, guna mendorong pembangunan yang merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(***)

Wabup Intan Menghadiri Rembuk Stunting

PelitaTangerang.com, Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Pra Musrenbang Stunting (Rembuk Stunting). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Senin (28/04/2025).

Rembuk stanting kali ini mengangkat tema “Perkuat kolaborasi Cegah Stunting, untuk generasi Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang”. Kegiatan ini melibatkan Dinas Keluarga Berencana (KB), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait.

Dalam sambutannya Wabup Intan menyampaikan Rembuk Stunting sebagai forum untuk merancang rencana kerja bersama dalam upaya penuntasan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang akan menguatkan komitmen, integrasi dan bersinambungan secara lintas sektor untuk menurunkan angka stunting yang signifikan.

“Kita menginginkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para pemangku kepentingan, termasuk unsur masyarakat, dalam menurunkan angka stunting secara signifikan di wilayah Kabupaten Tangerang” ungkap Wabup Intan.

Selanjutnya, pihaknya menuturkan bahwa pengalaman pencegahan dan penurunan stunting yang sudah dimulai dari tahun 2018 hingga 2024 bisa dijadikan pengalaman berharga bagi pelaksanaan di tahun selanjutnya. Adanya regulasi yang lebih jelas dan terarah diharapkan dapat menjadi acuan pelaksanaan aksi-aksi penurunan stunting di Kabupaten Tangerang

“Dengan adanya peraturan tersebut menjadi dasar bagi perangkat daerah, kecamatan, kelurahan/desa dan mitra pembangunan untuk melaksanakan aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang,” tegasnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah secara optimal dalam menurunkan prevelensi stunting sebesar 9,3% dalam 5 tahun, dari 30,8% tahun 2018 menjadi 21,5% pada tahun 2023. Selain itu Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah menetapkan Peraturan Bupati Tangerang nomor 123 tahun 2022 tentang percepatan penurunan stunting serta Keputusan Bupati nomor 400/Kep.1176-huk/2023 tentang Tim Gerakan Bersama Atasi Kemiskinan Ekstrim dan Cegah Stunting.

“Kita apresisasi upaya dan langkah yang telah dilakukan, dalam waktu dekat ini juga akan dilakukan, berbagai program dan langkah strategis seperti Gerebek Posyandu dan Pos gizi- DAHSAT,” imbuhnya

Wabup Intan menargetkan dalam lima tahun ke depan angka stunting di Kabupaten Tangerang mencapai 5 persen atau bahkan zero Stunting

“Kami optimistis bahwa melalui kerja sama yang erat dan berkesinambungan, target ini dapat tercapai demi masa depan anak-anak yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya.

Benyamin: Pemkot Tangsel Segera Mulai Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akan segera dimulai di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pembangunan PSEL ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan sampah yang kian mendesak.

“Pembangunan PSEL ini menjadi solusi jangka panjang persoalan sampah di Tangsel. Kami optimistis proyek ini bisa berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Benyamin pada Senin (28/4/2025).

Proyek strategis ini melibatkan konsorsium perusahaan Indonesia dan Tiongkok, dengan nilai investasi mencapai Rp2,6 triliun.

Saat ini, proses penetapan pemenang konsorsium masih berjalan. Setelahnya, proyek akan dilanjutkan dengan tahap penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta pembebasan lahan.

Ditargetkan, pembangunan PSEL bisa dimulai pada akhir 2025 dan beroperasi penuh pada 2027.

Selain menekan volume sampah, fasilitas PSEL ini nantinya juga akan menghasilkan energi listrik dari limbah, sejalan dengan komitmen Tangsel menuju kota ramah lingkungan, berkelanjutan, dan lestari.

“Sembari kita mengatasi persoalan sampah, kita juga targetkan ini untuk masa depan Kota Tangsel yang ramah lingkungan, kota yang mendukung energi hijau dan sesuai visi kita menjadi kota lestari tentunya,” jelas Benyamin.(Red)

Masuki Tahap Penandatanganan Kerja Sama, Pilar: MRT Tangsel Segera Terwujud

Pelita Tangerang.com, Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengatakan kehadiran Mass Rapid Transit (MRT) di Kota Tangsel akan segera terwujud.

Setelah melalui proses panjang, baik Focus Grup Discuccion (FGD), feasibility study, penyiapan peta lintasan, hingga kebutuhan lahan. Proyek MRT akan memasuki tahap penandatanganan kerja sama.

“Insyaallah penandatanganan kerja samanya segera di Senin, 28 April,” ucap Pilar, pada Minggu (27/04/2025).

Keseriusan Pemkot Tangsel dalam merealisasikan MRT sebagai upaya mengurai masalah kemacetan di kota Tangsel.

“MRT Tangsel patut disyukuri sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” katanya.

Terkait skema pembiayaan, Pilar menyebut ada berbagai opsi pilihan yang dilakukan. Mulai dari skema GtoG loan seperti pembangunan jalur MRT Jakarta yang sudah terbangun, lalu skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBU, hingga skema swasta murni dan pembiayaan alternatif lainnya.

Untuk diketahui, proyek yang akan dilaksanakan yakni jalur MRT Lebak Bulus-Serpong, penyediaan lahan flyover Serpong dan underpass Jombang, serta pelebaran delapan titik simpang sebidang.

Sebelum MRT, Pilar juga telah meresmikan Transjakarta rute Alam Sutera-Blok M. Sehingga semakin banyak masyarakat yang beralih ke tranportasi umum.(Red)

Berita Terbaru