Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 39

Pembangunan Proyek PSEL Tangsel Telan Rp2,65 Triliun: Manfaatkan Investor dan Tak Sentuh APBD

PelitaTangerang.com, Tangsel – Proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listik (PSEL) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bukan hanya sekadar mimpi, langkah konkrit telah dilakukan dengan penyerahan Surat Pernunjukan Pemenang Lelang (SPPL) ke konsorsium Indoplas Energi Hijau (IEH) bersama partner penyedia teknologi yakni China Tianying Inc. (CNTY).

Menariknya, pembangunan fasilitas canggih ini sepenuhnya investasi dari investor dan tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangsel.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, proyek ini sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menuntaskan persoalan sampah di kota berpenduduk padat tersebut.

“Pembangunan prasarana pengolahan sampah ini merupakan salah satu bukti komitmen pemerintah daerah dalam membenahi tata-kelola persampahan di Kota Tangsel dan ini kita benar-benar hanya pakai dana dari investor semua, gak pakai APBD,” ujar Benyamin dalam acara Penyerahan Surat Penunjukan Pemenang Lelang (SPPL) di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Senin (5/5/2025).

Investasi besar itu akan digelontorkan oleh Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) melalui anak usahanya PT Indoplas Energi Hijau bersama mitra teknologi China Tianying Inc (CNTY), yang resmi ditetapkan sebagai pemenang lelang pada 17 April 2025.

Proyek ini ditargetkan mulai konstruksi pada tahun ini lalu masuk tahap uji coba operasional di 2028, dan mulai beroperasi penuh secara komersial pada 2029.

Dengan skema Built Operate Transfer (BOT), investor akan mengelola fasilitas ini selama 27 tahun, sebelum akhirnya diserahkan ke Pemkot Tangsel.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 3 Tahun 2016, proyek PSEL Tangsel diyakini bakal menjadi contoh sukses pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, pimpinan konsorsium IEH-CNTY, Bobby mengatakan, pembangunan PSEL di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang Tangsel ini sama sekali tidak menggunakan dana pemerintah daerah, karena sepenuhnya memanfaatkan dana investor.

“Pembangunan PSEL senilai 2,650 Triliun ini sepenuhnya merupakan investasi dari investor dan tidak menggunakan dana APBD Pemkot Tangsel,” jelasnya.

Langkah Kota Tangsel ini dinilai berani dan visioner, karena memanfaatkan skema investasi murni tanpa membebani anggaran daerah.(Red)

Gebyar Zakat: Kolaborasi Pemkot Tangsel dan Baznas Bangun Kesejahteraan Warga

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tangsel agar terus tumbuh menjadi lembaga strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Benyamin saat membuka acara Gebyar Tangsel Berzakat di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Selasa (6/5/2025).

“Saya mendorong Baznas Tangsel ini menjadi organ, menjadi instrumen di luar pemerintah daerah dalam kaitan dengan kesejahteraan masyarakat,” ujar Benyamin.

Menurut Benyamin, acara Gebyar Zakat merupakan bentuk apresiasi kepada berbagai unit kerja dan kelompok masyarakat yang aktif dalam mengumpulkan dan mengelola zakat secara kolektif.

Selain bentuk penghargaan, acara ini juga menandai konsistensi Baznas dalam menyalurkan bantuan untuk berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan lain sebagainya.

Sepanjang tahun 2022 hingga 2024, Baznas Tangsel telah menyalurkan dana zakat sebesar Rp25.051.124.000 kepada sebanyak 26.627 orang yang berhak menerima zakat (mustahik) yang tersebar di berbagai wilayah.

Namun, ia mengingatkan terhadap pentingnya transpari dalam pengelolaan zakat. Bahkan, hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat, melalui berbagai platform media sosial yang ada.

“Jadi saya dorong terus Baznas Tangsel untuk terus tumbuh dan berkembang membangun kepercayaan di masyarakat supaya mereka mau membayarkan zakatnya seperti itu,” kata dia.

Menurut Benyamin, acara Gebyar Zakat merupakan bentuk apresiasi kepada berbagai unit kerja dan kelompok masyarakat yang aktif dalam mengumpulkan dan mengelola zakat secara kolektif.

Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam pembangunan daerah ini, kata dia, memang penting dilakukan kolaborasi antara instansi pemerintah dan lembaga-lembaga non-pemerintah, karena pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketua Baznas Kota Tangerang Selatan Mohamad Subhan mengatakan, Baznas memastikan penyaluran zakat ini sudah dilakukan dengan tepat kepada masyarakat, dengan program pendidikan, kesehatan, dakwah dan advokasi, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan pelayanan temporer.

“Semua program sudah berjalan dengan baik, karena prinsipnya (Baznas) yaitu uang yang masuk ke Baznas itu akan segera kami salurkan, baik melalui program ataupun bantuan temporer,” jelasnya.(Red)

Benyamin Serahkan Surat Penunjukan Pemenang Lelang ke Konsorsium IEH-CNTY: Segera Bangun PSEL di TPA Cipeucang

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menandai langkah besar dalam pengelolaan sampah modern dan ramah lingkungan dengan menyerahkan Surat Penunjukan Pemenang Lelang (SPPL) kepada PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) melalui unit usahanya PT Indoplas Energi Hijau (IEH), bersama mitra teknologi asal Tiongkok, China Tianying Inc (CNTY).

Penyerahan ini dilakukan secara resmi oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie didampingi Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, Sekretaris Daerah Bambang Noertjahjo, hingga Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid beserta jajaran Wakil Ketua DPRD, di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel pada Senin (5/5/2025).

“Kota Tangerang Selatan akan menjadi tonggak lahirnya pengelolaan sampah perkotaan dengan teknologi modern yang ramah lingkungan di Indonesia,” ujar Benyamin.

SPPL ini menjadi tonggak awal bagi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong.

Proyek ini merupakan hasil lelang tender nasional yang dimenangkan oleh konsorsium IEH-CNTY, dengan Surat Keputusan Penetapan Pemenang yang telah diterbitkan sejak 17 April 2025.

CNTY merupakan perusahaan asal China yang juga sudah berpengalaman dalam pengolahan sampah modern di berbagai negara. dan bergerak dalam industri perkotaan dan pemulihan sumber daya serta bidang teknologi energi bersih tanpa karbon, termasuk pengolahan limbah menjadi energi.

“Pembangunan prasarana pengolahan sampah ini merupakan salah satu bukti komitmen pemerintah daerah dalam membenahi tata-kelola persampahan di Kota Tangsel,” jelasnya.

Proyek PSEL Cipeucang diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan 100 ton eksisting sampah yang sudah ada dengan menggunakan teknologi Moving Grate Incinerator (MGI).

Teknologi ini dikenal mampu mereduksi sampah dalam skala besar secara efisien dan ramah lingkungan, menjadikannya solusi strategis bagi permasalahan sampah perkotaan.

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Konsorsium IEH-CNTY, Bobby Gafur Umar mengatakan, PSEL Cipeucang ini nantinya akan mampu mengurangi beban TPA yang sudah sangat sesak sampah dan cenderung menjadi lokasi yang tidak sehat.

“Yang jelas, PSEL ini tidak hanya memberikan solusi modern bagi permasalahan sampah, tapi akan menjadi salah satu fasilitas yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tangsel,” kata dia.(Red)

Lepas Ratusan Jemaah Haji dari Tangsel, Benyamin: Penantian Belasan Tahun, Kini Saatnya Jadi Tamu Allah

PelitaTangerang.com, Tangsel – Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Islamic Center Baiturrahmi Kota Tangerang Selatan pada Sabtu (03/05/2025) pagi, saat Wali Kota Benyamin Davnie secara resmi melepas keberangkatan rombongan jemaah haji tahun 2025.

Benyamin melepas sekitar 393 jemaah haji yang berangkat dalam kloter pertama dari Tangsel hari ini.

“Saya melepas 1.300 lebih jemaah haji asal Tangerang Selatan yang telah memenuhi persyaratan antara lain soal biaya, kesehatan dan lain sebagainya. Dan hari ini ada 393 jemaah yang berangkat dalam satu kloter pertama,” ujar Benyamin.

Dalam kesempatan itu, Benyamin mengingatkan para jemaah bahwa menunaikan ibadah ke Tanah Suci ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati dan spiritual yang sudah lama dinanti-nantikan oleh semua jemaah.

Untuk itu, para jemaah diharapkan benar-benar fokus untuk beribadah sembari menjaga kesehatan diri agar bisa kembali lagi ke tanah air dalam keadaan sehat.

“Saya tadi sampaikan ke jemaah bahwa penantian mereka ada yang 12 tahun, ada yang 13 tahun sudah mereka tempuh sedemikian rupa, sudah mereka bayar dengan kesabaran, keikhlasan, maka penantian itu sekarang tiba waktunya. Oleh karena itu, jangan dikotori dengan hal-hal yang bersifat duniawi, dan serahkan semuanya kepada Allah SWT,” kata Benyamin.

Ia juga membagikan pengalamannya selama berhaji, dan memberi motivasi agar para jamaah fokus beribadah dan menjaga kesehatan.

Benyamin pun menegaskan bahwa boleh saja rindu keluarga, tapi jangan terlalu larut hingga melupakan tujuan utama berada di Tanah Suci.

Sebagai informasi, total jemaah haji asal Tangerang Selatan tahun 2025 tercatat sebanyak 1.385 orang, dengan rentang usia dari 20 hingga 84 tahun.(Red)

Semarak Hardiknas 2025, Benyamin Tegaskan Komitmen Pendidikan Merata untuk Seluruh Anak di Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berlangsung semarak di halaman SMPN 11, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong pada Jumat (2/5/2025).

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memimpin langsung upacara yang diikuti para kepala sekolah SD-SMP, guru, pengawas, dan siswa se-Kota Tangsel.

Dalam sambutannya, Benyamin menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menjadikan pendidikan sebagai alat pemerataan bagi seluruh anak, tak terkecuali mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Pendidikan ini harus bisa dinikmati oleh seluruh anak bangsa, terutama mereka yang kurang beruntung,” ujar Benyamin.

Menurut Benyamin, Pemkot Tangsel saat ini telah menjalankan misi pemerataan pendidikan bagi seluruh anak melalui berbagai program beasiswa yang menjangkau banyak kalangan, terutama pelajar difabel dan siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu.

“Bagi kita di Tangerang Selatan, kegiatan atau strategi (pemerataan pendidikan) tersebut sudah kita tuangkan sejak beberapa tahun lalu dengan memberikan beasiswa bagi berbagai macam kelompok anak-anak,” tambahnya.

Selain beasiswa untuk anak-anak sekolah, Pemkot Tangsel saat ini tengah menyiapkan program baru yakni home scholling berbasis komunitas, khususnya di kawasan padat dan kelompok masyarakat rentan.

Benyamin menegaskan, program ini ditujukan bagi anak-anak yang sulit mengakses pendidikan formal karena berbagai kendala ekonomi maupun sosial.

Dengan begitu, ditargetkan peningkatan rata-rata lama sekolah di Tangsel yang saat ini telah mencapai 11,86 tahun, bisa meningkat sampai 12 hingga 14 tahun untuk harapan lama sekolah di akhir kepemimpinan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan, dan sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2030.

“Saya dalam RPJMD yang kedua ini mengejar untuk peningkatan rata-rata lama sekolah, terutama harapan lama sekolah. Kalau rata-rata lama sekolah saya berharap bisa lebih dari 12 tahun, sementara harapan lama sekolah saya berharap bisa sampai 14 tahun,” tambahnya.

Peringatan Hardiknas di Kota Tangsel ini juga dimeriahkan dengan pameran karya siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMP, termasuk karya dari guru dan sekolah-sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD).

Beragam hasil kerajinan, teknologi sederhana, dan karya kreatif ditampilkan, menggambarkan semangat kolaboratif dan inovatif dunia pendidikan Kota Tangsel.(Red)

Hari Buruh 2025, Benyamin: Kolaborasi Jadi Kunci Kesejahteraan Pekerja Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 di Kota Tangerang Selatan.

Bertempat di kawasan wisata Lubana Sengkol, Kecamatan Setu pada Kamis (1/5/2025)), ratusan pekerja dari berbagai perusahaan antusias mengikuti rangkaian acara menarik yang digelar dengan tema “Merajut Kebersamaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional”.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menekankan pentingnya kolaborasi antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah untuk menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif, serta meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Hal tersebut dapat terwujud apabila semua unsur berkolaborasi bersama-sama sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Benyamin.

Dengan kolaborasi, bisa tercipta lingkungan kerja yang kondusif, menarik investasi, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan buruh.

Benyamin juga menyoroti dinamika perkembangan teknologi informasi saat ini yang turut memberikan dampak kepada dunia industri, jasa dan perdagangan, tentunya memengaruhi dunia ketenagakerjaan, mengubah pola pikir dan pola tindak.

Sehingga, Benyamin mengingatkan agar para buruh tidak boleh lupa akan pentingnya adaptasi semua pihak agar hubungan industrial tetap sehat dan saling menguntungkan.

“Semoga kita mampu menciptakan kondusivitas dan kreativitas di Kota Tangerang Selatan, sehingga kita akan mampu menarik para pemangku usaha yang lebih banyak lagi di Kota Tangerang Selatan,” ucapnya.

Melalui momentum ini, Benyamin berharap May Day tidak hanya diperingati sebagai simbol perjuangan buruh, tetapi juga menjadi pemacu kolaborasi demi menciptakan ekosistem kerja yang adil, sejahtera, dan berkelanjutan.(Red)

Pemkot Tangsel Segera Bangun PSEL di TPA Cipeucang: Targetkan Kelola 1000 Ton Sampah per Hari

Pelita Tangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bersiap menghadirkan fasilitas pengolahan sampah modern yang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan mengubahnya menjadi energi listrik.

Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ini akan dibangun di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Kecamatan Serpong.

Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan mengatakan, optimis terhadap manfaat besar yang akan dihasilkan proyek ini, baik dari sisi pengurangan sampah maupun penyediaan energi hijau.

“PSEL ini nanti ditargetkan bisa mengolah 1.000 ton sampah per hari, yang bisa menghasilkan listrik sebesar 15,7 Megawat (MW). Jadi ini bukan hanya solusi pengelolaan sampah di TPA Cipeucang yang sudah overload, tapi jadi bagian penting kita untuk masa depan energi bersih di Kota Tangsel,” ujar Pilar pada Rabu (30/04/2025).

Pilar menjelaskan, listrik dari PSEL Cipeucang ini nantinya akan dijual sesuai dengan ketetapan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018, yaitu sebesar 13,35 cents per kilowatt-hour (kWh).

Proyek strategis ini dijalankan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), mempertemukan kebutuhan infrastruktur publik dengan investasi sektor swasta.

Dalam proyek ini, Konsorsium IEH-CNTY ditetapkan sebagai pemenang utama, sementara Konsorsium GPE-AKP-SUS sebagai pemenang cadangan.

Ditargetkan pembangunan fisik PSEL di TPA Cipeucang ini akan dimulai pada akhir 2025 setelah seluruh proses administrasi, termasuk penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan pembebasan lahan, tuntas.

Pemerintah Kota Tangsel berharap dengan beroperasinya PSEL Cipeucang, persoalan pengelolaan sampah bisa diatasi secara berkelanjutan, sambil mendorong Tangsel menjadi kota pelopor energí hijau di Indonesia.

“Ya kita berharap dengan PSEL di TPA Cipeucang ini nantinya, sampah yang selama ini menjadi beban kota akan kita ubah menjadi listrik dan ini sumber energí baru untuk Kota Tangsel,” ucapnya.(Red)

Gubernur Banten A Dimyati Natakusuma Dorong Percepatan Pembangunan

PelitaTangerang.com, Serang – Perwakilan Gubernur (Wagub) Banten, A Dimyati Natakusumah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan di berbagai bidang.

“Namun tentu percepatan itu tetap harus terukur dan terencana dengan baik,” kata Dimyati Natakusumah usai memberikan arahan pada kegiatan Pra Musrembang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Banten tahun 2026 di aula Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (28/4/2025).

Oleh karena itu, Dimyati berharap apa yang dibahas dalam tahapan RKPD ini harus sejalan dengan agenda program RPJMD lima tahun ke depan serta sejalan dengan RPJPD 20 tahun ke depan.

“Jadi semuanya harus selaras. Kalau memang begitu, ya kami senang melaksanakannya. Karena semuanya berkesinambungan dari pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai ke tingkat desa,” kata Dimyati.

Untuk mempercepat kemajuan Provinsi Banten, kata Dimyati, harus dimulai dari tahap perencanaan yang betul-betul matang dengan melibatkan seluruh unsur mulai dari asosiasi, akademisi, pemuda, pengusaha, BUMN dan BUMD, LSM serta lembaga keagamaan yang ada di Banten.

“Pada Pra Musrembang ini, para peserta akan membuat kerangka tematik Pembangunan yang akan dibawa pada Musrembang berikutnya, yang Insyaallah akan dilaksanakan pada 30 Agustus 2025,” ujarnya.

Dimyati pun menegaskan, di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dan Wgub Dimyati, tidak boleh ada yang main-main, termasuk berupaya bermain-main dalam program tersebut.

Semua harus sesuai dari usulan Musrembang atau Button Up, tidak boleh ada yang tidak sesuai perintah.

“Kalau ada, kami pasti akan bertindak tegas. Semua harus terbuka dan transparan. Silakan masyarakat juga bisa memantau,” pungkasnya.

Sebagai bagian dari proses perencanaan Pembangunan tahunan, agenda Pra Musrembang meliputi penyampaian teknis kegiatan disertai kerangka penyusunan RPJMD, Renstra, RKPD dan Renja yang diarahkan oleh Wakil Gubernur Banten dan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan masing-masing desk.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan Data dan Sistem Informasi Bappeda Provinsi Banten Zaenal Mutaqin mengatakan, agenda Pra Musrembang dilaksanakan sejak pagi hari, dengan terlebih dahulu menyampaikan materi kepada peserta terkait konsep dan teknis kegiatan.

“Karena kegiatan ini cukup padat. Tidak hanya sampai instruksi Bapak Gubernur saja, tetapi setelah itu ada pelaksanaan empat desk tematik. Di sana dibahas secara matang terkait koordinasi tematik Pembangunan agar terbangun sinergi antar perangkat daerah yang berbasis pada urusan tematik holistik integratif dan spasialnya sampai pada kerangka program, kegiatan, dan pendanaannya,” jelas Zaenal.

Pemaparan teknis kegiatan, lanjut Zaenal, perlu dilakukan agar apa yang dibahas di meja masing-masing nantinya selaras dan mendukung trisula pembangunan presiden Prabowo Subianto serta Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

“Termasuk juga reformasi birokrasi sebagai landasan pelaksanaannya,” pungkasnya.

Zaenal menambahkan, pembagian masing-masing desk tematik meliputi pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, pengembangan sumber daya manusia, dan reformasi birokrasi.(Red)

Pemkot Tangerang Salurkan Santunan Jaminan Kematian Rp42 Juta untuk Petugas Pelayanan Sosial Kewilayahan

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap petugas pelayanan sosial (operator data) yang ada di wilayah kelurahan yang telah mendedikasikan diri untuk pelayanan sosial, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Sosial menyalurkan santunan jaminan kematian kepada ahli waris Petugas Operator Data Dinsos di Kelurahan Neglasari, bernama Hendrik, yang telah wafat pada 26 Maret lalu.

Penyerahan santunan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Mulyani, dalam sebuah seremoni sederhana namun penuh haru di depan rumah keluarga Petugas Operator Data Dinsos tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Mulyani mengatakan, petugas operator data yang ada di setiap wilayah atau di 104 kelurahan, merupakan garda terdepan dalam memberikan layanan sosial dan kemanusian di masyarakat selain Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Terlebih, melakukan input pendataan secara update terus menerus dari satu pintu rumah ke pintu rumah lainnya.

“Mereka adalah pahlawan sosial yang berjasa besar dalam menjaga ketertiban sosial dan mendampingi masyarakat di saat-saat sulit. Santunan ini merupakan bentuk tanggung jawab dan penghargaan dari pemerintah kepada pengabdian mereka,” ungkap Mulyani, saat dihubungi tangerangkota.go.id, Selasa (29/4/25).

Ia menjelaskan, mendiang adalah salah satu petugas Dinsos wilayah Neglasari yang diikuti Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja dengan premi Rp16 ribu per bulan, yang dibayarkan melalui CSR perusahaan swasta.

“Hari ini, melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimone, Pemkot Tangerang mencairkan dan menyalurkan dana santunan jaminan kematian tersebut ke keluarga yang ditinggalkan atau ahli waris,” jelas Mulyani.

Lanjutnya, Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen untuk terus memperluas cakupan jaminan sosial bagi seluruh petugas lapangan dan tenaga pelayanan masyarakat, agar seluruh petugas dapat bekerja dengan tenang dan terlindungi.

“Santunan ini diharapkan menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah sekaligus inspirasi bagi masyarakat, untuk terus menghargai dan mendukung para petugas sosial yang bekerja di balik layar. Namun memiliki peran vital dalam menjaga keharmonisan kota,” tutupnya.(Red)

Pemkot Tangsel Tetapkan Konsorsium IEH-CNTY Jadi Pemenang Proyek PSEL Cipeucang

Oplus_16908288

Pelita Tangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menetapkan Konsorsium IEH-CNTY sebagai pemenang lelang proyek Pembangunan dan Pengoperasian Fasilitas Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Keputusan ini diumumkan melalui surat Panitia Pengadaan Badan Usaha Nomor 000.3.3/044/PHPBU-PSEL/2025 pada Senin (24/3/2025).

Selain itu, Konsorsium GPE-AKP-SUS ditetapkan sebagai pemenang cadangan dalam proyek berbasis skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) ini.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyebut, proyek ini sebagai titik awal transformasi pengelolaan sampah di wilayahnya.

“Dengan KPBU ini, kita targetkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tapi juga mendorong energi ramah lingkungan,” ujar Benyamin dalam keterangannya, pada Selasa (29/04/2025).

PSEL Tangsel ini merupakan proyek strategis dengan sistem pengelolaan persampahan yang terletak di TPA Cipeucang, Kecamatan Serpong.

Dalam skema KPBU ini, pemerintah dan badan usaha (swasta) bekerja sama untuk menyediakan infrastruktur dan/atau layanan publik, dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh pemerintah, sedangkan pengerjaannya akan dilaksanakan oleh pihak swasta tersebut.

Lingkup kerjasama ini juga meliputi desain, bangun, keuangan, operasi, pemeliharaan dan infrastruktur pendukung.

PSEL ini dirancang untuk tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga mempercepat target pengurangan sampah nasional dan mendorong penggunaan energi terbarukan di daerah perkotaan.

“Kita semua berharap seluruh proses dalam pelaksanaan PSEL Cipeucang ini dapat berjalan sesuai target, dan ini merupakan investasi besar bagi masa depan Kota Tangsel dan generasi berikutnya,” ucapnya.(Red)

Berita Terbaru