Jumat, 26 Juni 2026
Beranda blog Halaman 21

Serah Terima Jabatan, Harison Mocodompis Resmi Menjadi Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten

PelitaTangerang.com, Tangsel – Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten menggelar acara Pisah Sambut Kepala Kanwil pada Jumat (07/11/2025). Acara yang berlangsung di aula Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tangerang Selatan ini, menandai serah terima jabatan dari Sudaryanto kepada Harison Mocodompis, yang resmi dilantik sebagai Kepala Kanwil BPN Banten pada 4 November lalu.

“Kalau hari ini saya dipercaya pimpinan untuk melanjutkan tugas dan pekerjaan Bapak Sudaryanto, bagi saya tidak ada yang kebetulan. Kita hanya berusaha menjalankannya dengan sebaik mungkin. Bapak akan selalu dikenang sebagai sosok yang hadir di masa penting dalam perjalanan BPN Banten,” ujar Harison Mocodompis dalam sambutannya.

Sebelum diamanahkan menjadi Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis menjabat sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, serta pernah memimpin Kantah Kota Tangerang Selatan. Perpindahan ini bukan sekadar rotasi jabatan, namun merupakan tanggung jawab besar yang menjadi suatu kehormatan baginya.

Di kesempatan ini, Harison Mocodompis mengungkapkan apresiasinya kepada Sudaryanto, sosok yang menurutnya sudah membuat Kanwil BPN Provinsi Banten jadi instansi yang solid, berprestasi, dan memiliki semangat kolaboratif yang tinggi. Dengan didampingi sang istri, Youla Harison, ia menyatakan kesiapannya melanjutkan estafet kepemimpinan dari Sudaryanto.

“Setiap tempat tugas memiliki tantangannya masing-masing. Namun, saya yakin pengalaman yang telah Bapak Sudaryanto tanamkan akan menjadi bekal berharga bagi kami untuk terus melangkah dan siap di mana pun bertugas. Kami semua mendoakan agar Bapak selalu diberi kelancaran, kesehatan, dan kekuatan dalam menjalankan amanah baru,” imbuh Harison Mocodompis dengan hangat.

Sudaryanto, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) di Kementerian ATR/BPN, juga menyampaikan rasa syukur dan mengungkapkan keyakinannya soal masa depan Kanwil BPN Provinsi Banten.

“Alhamdulillah, sekarang Pak Harison yang akan melanjutkan perjuangan. Saya yakin beliau mampu karena memiliki latar belakang kuat di bidang teknologi informasi dan komunikasi, serta dikenal visioner dan banyak membawa terobosan. Insyaallah, di tangan beliau BPN Banten bisa terus berkembang dan menanjak lebih tinggi,” tutur Sudaryanto.

Prosesi serah terima jabatan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan oleh Sudaryanto dan Harison Mocodompis. Di kesempatan ini, juga dilakukan serah terima jabatan Ketua Ikawati Banten oleh Sartika Sudaryanto dan Youla Harison.

Acara yang sarat makna kekeluargaan dan penuh kehangatan ini, dihadiri oleh pemimpin terdahulu Kanwil BPN Provinsi Banten. Perwakilan dari Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, serta perwakilan dari Direktorat Jenderal PHPT turut hadir memberikan dukungan atas pergantian kepemimpinan di Kanwil BPN Provinsi Banten. (Faisol)

Penataan Kawasan Kumuh Serua Rampung, Dinas Perkimta Tangsel Utamakan Kebutuhan Warga

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (TANGSEL) melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DISPERKIMTA) Kota Tangerang Selatan (TANGSEL) melakukan penyelesaian pekerjaan Penanganan Kawasan Kumuh di Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, dengan melakukan penyesuaian pekerjaan berdasarkan kesepakatan bersama antara warga penerima manfaat, penyedia jasa, konsultan, kewilayahan, dan pihak Dinas untuk memprioritaskan pembangunan drainase lingkungan dan jalan paving block.

Kepala Dinas Perkimta Kota Tangsel, Aries Kurniawan, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan karena kondisi lapangan menunjukkan perlunya peningkatan sistem saluran air (drainase) di wilayah tersebut. Lingkungan warga RT 07 / RW 04 kerap mengalami genangan ketika hujan, sehingga drainase menjadi kebutuhan mendesak yang harus diprioritaskan.

“Awalnya dalam perencanaan terdapat beberapa item seperti Gazebo, Vertical Garden, dan Gapura. Namun setelah dilakukan musyawarah dengan warga, disepakati bahwa ketiga item itu dialihkan untuk penambahan pekerjaan drainase lingkungan. Itu merupakan usulan dari warga,” ujar Aries, dalam keterangannya.

Kesepakatan pengalihan pekerjaan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Kesepakaran Bersama tanggal 20 Juni 2025, serta diperkuat melalui adendum kontrak tertanggal 25 Juni 2025. Penyelesaian dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Waktu pelaksanaan ditetapkan selama 120 hari kalender mulai 5 Juni hingga 2 Oktober 2025. Kegiatan dilaksanakan oleh CV. ADRISTA HUTAMA Putra selaku penyedia jasa, dengan CV. BALABEJA KENCANA sebagai konsultan pengawas.

Adapun perubahan teknis pekerjaan meliputi peningkatan pembangunan drainase lingkungan dari 422 meter menjadi 645,5 meter dengan menggunakan pracetak/u-ditch ukuran 30×40 cm, sedangkan untuk pembangunan jalan lingkungan terealisasi sepanjang 1.313 meter. Untuk lebih mengoptimalkan penyelesaian jalan lingkungan di kawasan tersebut, DISPERKIMTA mengalokasikan tambahan pekerjaan di anggaran perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2025, yang saat ini pekerjaannya telah selesai.

“Penyelesaian ini sepenuhnya hasil kesepakatan dengan masyarakat, karena mereka menganggap manfaat drainase dan jalan lebih terasa dibanding Gapura, Gazebo dan Vertical Garden. Prinsip kami, pembangunan harus memberikan manfaat langsung dan nyata,” kata Aries menambahkan.

Pihaknya juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan dilaksanakan secara transparan, terdokumentasi, dan melibatkan masyarakat sejak tahap awal hingga serah terima pekerjaan.

“Setiap perubahan atau keputusan di lapangan selalu kami dasarkan pada kebutuhan masyarakat dan dituangkan secara resmi dalam berita acara. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tandasnya.

Selain pekerjaan Drainase dan Jalan Lingkungan, DISPERKIMTA juga telah menyelesaikan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan tersebut. Sebanyak 20 unit lampu PJU telah terpasang dan tersebar di RT 02 dan RT 07 RW 04.

Sementara itu, untuk sumur resapan yang direncanakan di RT 02 / RW 04 tidak diprioritaskan

karena berdasarkan hasil penilaian teknis, pada kedalaman satu meter tanah sudah mengeluarkan air. Kondisi tersebut dinilai tidak memenuhi syarat untuk pembangunan sumur resapan.

Sedangkan untuk pengadaan tempat sampah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Aries menjelaskan bahwa item tersebut tidak dapat dimasukkan ke dalam paket pekerjaan. Hal ini mengacu pada rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan bahwa barang-barang yang akan diserahterimakan kepada masyarakat tidak diperkenankan masuk dalam paket pekerjaan fisik.

“Seluruh pekerjaan dilakukan sesuai aturan pengadaan barang dan jasa, serta disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan. Prinsip kami adalah pembangunan harus bermanfaat langsung bagi masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Aries.

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DISPERKIMTA) Kota Tangerang Selatan (TANGSEL) memastikan seluruh tahapan pelaksanaan kegiatan terdokumentasi secara transparan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan akhir. Program penataan kawasan kumuh di Serua ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mengurangi kawasan kumuh secara berkelanjutan.

Menanggapi pengalihan pekerjaan yang dilakukan Dinas Perkimta di lokasi, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Reza mengatakan sebelum dilakukan pengalihan pekerjaan, pihak Dinas Perkimta, Kelurahan, pengurus RW, pengurus RT 02 dan RT 07 serta pihak pelaksana melakukan pertemuan. Lewat pertemuan itu disepakati bahwa pekerjaan gazebo, vertical garden dan gapura dialihkan untuk pekerjaan drainase.

“Pengalihan pekerjaan memang sudah disepakati semua pihak, terutama warga. Alhamdulillah, warga mengapresiasi karena adanya pekerjaan drainase menjadikan genangan air sudah tidak ada dan, jalan lebih rapih dan bagus. Jadi pengalihan pekerjaan ini malah manfaatnya besar untuk masyarakat, warga senang,” tandasnya.

Senada dikatakan Ketua RT 07 RW 04, Edi Supriadi. Warga RT 07 diakuinya mengapresiasi pekerjaan yang dilakukan Dinas Perkimta Kota Tangsel di lokasi. Hingga hari ini (5/11), seluruh pekerjaan di lokasi sudah selesai. “Pekerjaan sudah selesai, dan warga sangat merasakan manfaatnya,” tandasnya.

Begitu juga Ketua RT 02 RW 04, Dede Sriharyati. Menurutnya, pekerjaan di lokasi sudah terealisasi semuanya dan warga sangat merasakan manfaat dari pembangunan jalan dan drainase di wilayahnya.

“Terima kasih kepada Pak Wali Kota yang sudah memperhatikan kawasan kumuh, sudah menjadikan kawasan ini lebih baik. Warga RT 02 juga mengapresiasi positif dengan perbaikan jalan serta drainase. Terutama jalan, karena jalan kami ini dilalui puluhan kendaraan setiap harinya. Jalan yang rusak, sekarang sudah normal dan nyaman dilalui kendaraan. Terima kasih!” tandasnya.(Red)

Pemkot Tangsel Siap Kolaborasi Lintas Daerah Atasi Sampah

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan siap untuk berkolaborasi lintas daerah dalam mengatasi persoalan sampah sebelum pembangunan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Jatiwaringin selesai.

Hal itu disampaikan Benyamin dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik yang digelar di BLKI Provinsi Banten, Jelupang, Serpong Utara, Kamis (5/11/2025).

“Makanya saya ingin membangun kerjasama dengan kota lain atau kabupaten lain, dan itu dimungkinkan secara peraturan perundang-undangan,” ujar Benyamin.

Menurut Benyamin, saat ini Pemkot Tangsel tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa daerah lain, di antaranya Kota dan Kabupaten Bogor, sebagai langkah sementara untuk pengelolaan sampah.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar, apalagi menjelang target pembangunan fasilitas PSEL Jatiwaringin yang menjadi proyek strategis nasional tersebut rampung dua tahun ke depan.

Oleh karena itu, Benyamin berharap akan ada dukungan dari pemerintah pusat agar percepatan kerja sama antar daerah ini bisa berjalan lebih lancar, tanpa mengandalkan APBD daerah.

“Saya sih berharap ada bantuan ya, tapi selama ini ya kita yang bekerja jalan sendiri, penganggaran APBD sendiri, cuma kalau PSEL ini kan kita juga sudah menganggarkan untuk pengangkutan sampahnya sesuai asumsi saya dengan Perpres yang lama saja,” jelasnya.

Bahkan, kata Benyamin, pihaknya juga menaruh perhatian serius dalam mengatasi persoalan air lindi atau cairan hasil timbunan sampah yang juga meresahkan masyarakat.

Pemkot Tangsel juga telah menyiapkan anggaran khusus dan berkolaborasi bersama BRIN dan Institut Teknologi Indonesia (ITI) untuk pengangkutan dan penanganan air lindi agar tidak mencemari lingkungan.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni yang memimpin rapat koordinasi menegaskan, pihaknya siap memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah di Tangerang Raya dan pemerintah pusat, termasuk dalam penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) lintas kabupaten/kota.

“Kita menyatakan kesiapannya atau menyampaikan progres-progres yang telah dilakukan, dan kemudian juga kita membahas beberapa permasalahan-permasalahan yang harus segera kita carikan solusinya,” jelas Andra.

Andra menyebut, selain Tangerang Raya, kawasan Serang Raya juga akan menjadi lokasi pengembangan Waste to Energy (WTE) tahap kedua, menyesuaikan kapasitas dan volume sampah di wilayah tersebut.

Melalui sinergi lintas daerah ini, diharapkan pengelolaan sampah di Tangerang Selatan dan sekitarnya dapat menjadi model kerja sama regional yang efektif sekaligus mendukung target nasional dalam pengurangan sampah dan peningkatan energi terbarukan.(Red)

Ganti Armada Pengangkut Sampah, Pemkot Tangsel Pesan Truk Khusus Bisa Tampung Lindi

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Lingkungan Hidup bakal melakukan peremajaan truk dan amrol pengangkut sampah. Hal ini dilakukan untuk mengganti angkutan sampah yang sudah tak layak pakai.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa peremajaan armada pengangkut sampah merupakan bagian dari komitmen Pemkot Tangsel dalam meningkatkan pelayanan kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Masalah sampah bukan hanya soal mengangkut dan membuang, tapi soal tanggung jawab kita menjaga kota ini tetap bersih dan sehat. Karena itu, kami pastikan armada pengangkut sampah yang digunakan harus layak, aman, dan ramah lingkungan,” ujar Benyamin dalam keterangannya pada Rabu (5/11/2025).

Ia juga menambahkan, peremajaan truk tersebut juga nanti akan dioptimalkan untuk pengangkutan sampah cairan atau lindi juga bisa terakomodir.

“Truk sampahnya nanti yang juga bisa menampung lindi, supaya tidak ada lagi limbah lindi yang tercecer di jalan, tidak ada bau yang mengganggu masyarakat nanti,” tambahnya.

Saat dihubungi terpisah, Kepala UPTD TPA Cipeucang DLH Kota Tangsel Desna Gera Andika mengatakan, rencana penggantian truk pengangkut sampah yang tak layak pakai sudah masuk dalam program prioritas dan akan direalisasikan pada anggaran perubahan APBD 2025.

“Untuk pengadaan truk sampah dari DLH Kota Tangsel sudah lakukan pemesanan dan insyaAllah sudah truk dan amrol yang baru diserahterimakan awal Desember,” kata Desna.

Desna menerangkan, pihaknya memesan 27 unit dan 54 amrol dengan anggaran Rp12 miliar. Unit yang dipesan pun dibuat khusus agar truk dan amrol dapat menampung air lindi dari sampah.

“Truk kami pesan secara khusus di-custom agar dapat menampung air lindi. Sehingga nanti tak ada lagi air yang berceceran saat pengangkutan sampah berlangsung. Hal ini demi kenyamanan masyarakat,” terang Desna.

Saat ini, kata Desna, pihaknya pun melakukan penyortiran terhadap armada pengangkut sampah yang beroperasi. Pihaknya memastikan, truk angkutan sampah yang tak layak pakai tak akan digunakan.

“Dengan kondisi dan keterbatasan armada pengangkutan sampah yang ada, kami memastikan agar yang beroperasi masih layak digunakan. Minimal tak ada yang bolong pada bagian amrol sehingga tak mengganggu kenyamanan masyarakat,” jelas Desna.

Desna mengapresiasi partisipasi masyarakat yang aktif menginformasikan adanya armada pengangkut sampah tak layak yang masih beroperasi. Hal itu menjadi catatan dan evaluasi pihaknya dalam operasional pengangkutan sampah.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut serta aktif mengurangi timbulan sampah dengan membiasakan diri untuk memilah sampah dari rumah,” harap Desna.(Red)

Aksi Damai, Bongkar Lapangan Wootball Jangan Tebang Pilih

PelitaTangerang.com, Tangsel – Acara Aksi damai ini sangat menyita perhatian masyarakat setempat dan khususnya para pengendara motor dan masyarakat yang berjalan kaki.

Menurut Mario Karawan selaku Kordinator Aksi mengatakan kepada para awak media bahwa Sebenarnya teman-teman di aliansi pemuda Pamulang permai ini bersama dengan warga masyarakat Pamulang permai mendukung program pemerintah melalui Pertamina. (06/11/25)

pada prinsipnya teman-teman mendukung, hanya saja kita meminta supaya tidak adanya tebang pilih, kita minta sterilisasi itu dilakukan dari belakang Pamulang permai sampai ke ujung depan termasuk lapangan wootball karena, kita sama-sama tahu bahwasanya lapangan wootball ini berdiri di atas lahan Pertamina untuk itu kita meminta kepada pihak Pertamina maupun pemerintah supaya tidak adanya tebang pilih.

Lantas segera ditindaklanjuti untuk lapangan wootball ini ditutup gitu serta disterilisasi.

Harapannya adalah tentunya kami selaku pemuda di sini bersama dengan masyarakat di sini menginginkan adanya lokasi yang tidak kumuh. Makanya kita juga membantu ikut mensosialisasikan kepada pedagang-pedagang UMKM yang berada di wilayah jalur gas itu kita bantu sosialisasi untuk membongkar warungnya secara mandiri, dan sudah dilakukan oleh beberapa pedagang warung-warungnya mereka bongkar. Tapi alangkah indahnya lagi kalau ini dilakukan secara adil dan merata sampai ke depan karena kita tahu ini akan dijadikan jogging track pedestrian. Harapan kami yang kedua adalah terciptanya Pamulang yang seperti dahulu hijau asri indah seperti itu.

Sampai hari ini juga kami mensosialisasian pembongkaran ini belum ada cara transparansi baik dari pihak RT maupun RW belum ada yang menyampaikan kembali kepada masyarakat, kira-kira batas waktunya seperti apa kita juga sudah sempat menanyakan kepada pihak kecamatan, sebenarnya prosedurnya seperti apa batas waktunya sampai kapan sehingga proses program pemerintah ini bisa sama-sama kita kawal seperti itu, dan *aksi tersebut di lanjutkan pada tanggal 14 November 2025.*

Kita belum tersampaikan informasi tersebut kalau memang mau dilakukan secara adil merata di lapangan, betul juga harus dibongkar karena berada di lahan Pertamina. (Faisol)

SDN Pondok Kacang Timur 3 Siap Harumkan Nama Tangerang Selatan di Rhythms of Asia Dance Festival 2026

PelitaTangerang.com, Tangsel – Empat siswa dari SDN Pondok Kacang Timur 3 siap mewakili Kota Tangerang Selatan dalam ajang Rhythms of Asia Dance Festival 2026, yang akan digelar pada 9–11 Januari 2026 di Singapura.

Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi tari, tetapi juga menjadi ajang perayaan besar dalam membangun nilai-nilai budaya, memperkuat keragaman, serta mempererat hubungan antarbangsa di kawasan Asia.

Adapun para siswa yang akan berangkat tersebut adalah Dian Asri Abdullah (kelas 3), Shafira Putri Juliandri (kelas 4), Queenisha Arsila Qaireen (kelas 4), dan Khanza Emily Azzahra (kelas 6).
Keempat siswa ini dibimbing oleh pelatih tari Nayara Ashavira Tivanka dan akan menampilkan tari Jaipong Bajidor Kahot, salah satu tarian khas Jawa Barat yang energik dan penuh makna.

Saat audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deni Deni, perwakilan orang tua siswa menyampaikan permohonan dukungan dan menegaskan kesiapan mereka untuk bertanding membawa nama SDN Pondok Kacang Timur 3, sekaligus mengharumkan nama Kota Tangerang Selatan di kancah internasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Deni Deni, menyatakan dukungan penuh terhadap keberangkatan tim tari tersebut.
“Kami sangat bangga atas prestasi para siswa SDN Pondok Kacang Timur 3 yang sebelumnya telah menjuarai lomba tari di tingkat nasional. Kini mereka menjadi satu-satunya kontingen yang mewakili Kota Tangerang Selatan dalam ajang bergengsi tingkat Asia ini,” ujarnya.

“Semoga ini menjadi contoh bagi sekolah sekolah lain yang ada di kota Tangerang selatan, mampu menggali dan meningkatkan potensi bakat dari para siswa siswinya”

Turut hadir dalam audiensi tersebut Anggota Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Eko Pranoto, yang juga menyampaikan rasa bangganya.
“Di tengah berbagai isu negatif yang melanda dunia pendidikan, muncul kabar membanggakan dari siswa-siswi berprestasi yang siap mewakili Tangerang Selatan dalam lomba tari tingkat Asia. Semoga mereka sukses dan mampu membawa nama harum Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh Eko, bahwa dunia pendidikan membutuhkan dukungan penuh dan partisipasi masyarakat terutama orang tua siswa, untuk meningkatkan prestasi anak dan sekolahnya. hari ini dibuktikan para orang tua yang menghadap kepada kepala Dinas.

Partisipasi siswa-siswi SDN Pondok Kacang Timur 3 dalam Rhythms of Asia Dance Festival 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Tangerang Selatan untuk terus mengembangkan potensi dan prestasi di bidang seni dan budaya.
Salam CIMOR.(Epp)

Kajari Tangsel Resmi Berganti, Benyamin: Terima Kasih Apsari Dewi, Selamat Datang Apreza Darul Putra

PelitaTangerang.com, Tangsel – Suasana haru dan hangat menyelimuti Aula Graha Satya Adhi Wicaksana, Selasa (4/11/2025) malam. Para tamu undangan, mulai dari unsur Forkopimda hingga jajaran Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, berkumpul dalam satu acara Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dedikasi Apsari Dewi yang telah berkolaborasi dengan baik untuk kemajuan Kota Tangerang Selatan.

Pergantian tersebut menandai berakhirnya masa tugas Apsari Dewi, yang kini mendapat amanah baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, sekaligus perkenalan Apreza Darul Putra sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangsel yang baru.

“Jadi miniaturnya Indonesia itu ada di Tangerang Selatan, semua cukup dan alhamdulillah semua berkat kolaborasi yang sudah kita bangun bersama selama ini dengan antara Pemkot dan Kejari Tangsel,” ujar Benyamin.

Benyamin pun bercerita, ia mengingat betul banyak momen bersama yang dipenuhi dengan agenda rapat, diskusi, koordinasi membahas banyak hal untuk yang bisa meningkatkan kualitas serta pelayanan terhadap masyarakat.

“Perjalanan waktu yang tidak terasa begitu pendek, setahun lima bulan bersama ibu (Apsari Dewi) dan forum komunikasi pimpinan daerah yang kita punya prinsipnya bekerja dengan hati tapi kami bekerja hati-hati untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Benyamin menambahkan, kehadiran sosok baru, Apreza Darul Putra, yang diharapkan dapat meneruskan tradisi kerja sama erat antara Kejaksaan dan Pemerintah Kota dalam mengawal pembangunan yang berpihak pada kepentingan publik.

“Selamat datang bapak Apreza Darul Putra di Keluarga Besar Tangerang Selatan, semoga bisa saling bahu-membahu bersama kami untuk kemajuan di Tangerang Selatan,” kata dia.

Benyamin menegaskan, kolaborasi yang sudah terbangun antara Pemkot Tangsel, Kejaksaan, Polres, dan Pengadilan Negeri harus terus dipertahankan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak lepas dari stabilitas dan keadilan hukum yang dijaga bersama.

Dalam kesempatan yang sama, Apreza memperkenalkan diri dengan penuh kehangatan, Ia menceritakan latar belakang singkat tentang dirinya dan mengungkapkan rasa antusiasnya bergabung di Tangerang Selatan.

“Kenapa saya tambah semangat? Karena kalau dari yang berkesan, saya merasakan bahwa pemerintahan kota Tangerang Selatan ini, kalau bahasa anak zaman sekarang itu asik, terlihat dari pimpinan-pimpinannya yang sangat akrab,” ujarnya.

Apreza juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kerja baik pendahulunya, sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga.

“Saya berharap apa yang sudah dibuat oleh Ibu Apsari Dewi selama ini, dapat kami lanjutkan ke depannya. Apa yang belum dilakukan dapat kita lakukan bersama. Kemudian, yang terpenting bagi kami, kehadiran kami di sini sebagai Kepala Kejaksanaan Negeri Tangerang Selatan dapat memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat kota Tangerang Selatan,” ucapnya.(Red)

Warga KKSS Meriahkan Car Free Day BSD City dengan Silaturahmi, Kuliner, dan Semangat Kebersamaan

PelitaTangerang.com, Tangsel – Minggu pagi di kawasan Car Free Day (CFD) BSD City terasa berbeda. Sejak pukul enam pagi, ruas jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan berubah menjadi lautan manusia. Warga Tangerang Selatan tampak antusias mengikuti berbagai aktivitas — mulai dari berolahraga, mencicipi kuliner, hingga sekadar menikmati udara segar tanpa polusi.(02/11/2025)

Di tengah keceriaan itu, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tangerang Selatan) tampil mencuri perhatian dengan menggelar silaturahmi akbar antar anggota. Acara ini dihadiri oleh seluruh Badan Pengurus Cabang (BPC) dari tujuh kecamatan serta jajaran Badan Pengurus Daerah (BPD) KKSS Tangsel, menjadikan CFD kali ini penuh nuansa kekeluargaan khas Bugis-Makassar.

Menurut Daeng Alkaf, Ketua BPC KKSS Serpong, kegiatan ini merupakan agenda rutin komunitasnya. “Setiap CFD, kami berusaha hadir dengan semangat positif. Tapi kali ini terasa lebih istimewa karena seluruh pengurus BPC yang ada di Tangsel ikut meramaikan. Ini bentuk dukungan yang luar biasa untuk kami di BPC Serpong,” ujarnya dengan semangat, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga KKSS.

Suasana sangat meriah terlihat di stand kuliner khas Sulawesi — dari barongko, putu cangkiri, jalangkote, sampai pisang epe — yang disajikan langsung oleh anggota KKSS. Stand-stand UMKM binaan KKSS Serpong juga ramai diserbu pengunjung yang penasaran ingin mencicipi cita rasa khas nusantara dari wilayah timur tersebut.

“Selain mempererat silaturahmi, kami ingin CFD ini jadi wadah memperkenalkan budaya dan kuliner Sulawesi kepada masyarakat Tangsel. Sekaligus mendukung anggota kami yang berwirausaha ,” tambah Daeng Alkaf.

Tak hanya berjualan, para pengurus juga memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan rapat singkat membahas kemajuan organisasi dan rencana pelantikan pengurus KKSS se-Tangerang Selatan.

Kegiatan Car Free Day sendiri telah menjadi ruang publik yang digemari warga Tangsel. Selain mendorong gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, CFD juga menjadi tempat interaksi sosial lintas komunitas, memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat perkotaan.

Antusiasme warga terlihat jelas — banyak yang berhenti sejenak untuk menikmati sajian khas Sulawesi, berfoto bersama, hingga berbincang santai dengan para anggota KKSS.

Suasana hangat itu menegaskan bahwa CFD bukan hanya soal menutup jalan dari kendaraan, tapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk saling mengenal, berbagi, dan membangun harmoni kota.

Dengan semangat itu, partisipasi KKSS di CFD BSD City hari ini menjadi contoh nyata bagaimana komunitas daerah bisa berkontribusi positif dalam memperkuat tali silaturahmi dan semangat kebersamaan di Kota Tangerang Selatan.(Epepe)

Lantik Pengurus Karang Taruna Tangsel 2025-2030, Benyamin Ajak Pemuda Jadi Motor Pembangunan

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyerukan agar generasi muda menjadi motor penggerak pembangunan daerah di berbagai sektor, terutama lingkungan hidup, sosial dan pendidikan.

Hal itu disampaikan Benyamin usai melantik dan mengukuhkan Keengurusan Karang Taruna Kota Tangsel masa bakti 2025-2030 di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel pada Rabu (29/10/2025).

“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan seluruh masyarakat, saya ucapkan selamat kepada ketua dan jajaran Karang Taruna Tangsel yang baru dilantik. Saya berharap kolaborasi antara generasi senior dan junior dapat memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah kota,” ujar Benyamin.

Benyamin menekankan, peran pemuda harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan, bukan hanya dalam kegiatan seremonial.

Ia mengajak seluruh pemuda untuk berperan aktif dalam penanganan isu-isu lingkungan hidup, seperti pengelolaan sampah, penghijauan, serta pencegahan banjir di wilayah Tangsel.

“Saya yakin dengan modernisasi saat ini, kiprah-kiprah kepemudaan di Tangerang Selatan bisa lebih banyak lagi. Kalau kita bekerja sama, penyelesaian persoalan lingkungan bisa lebih cepat,” kata dia.

Lebih lanjut, Benyamin juga mengapresiasi langkah Pilar yang berkomitmen untuk menjadikan Karang Taruna sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong partisipasi pemuda membangun kota.

Langkah utama yang dilakukan yakni dengan menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemuda pertama di Tangsel pada tahun 2026 mendatang.

Benyamin menilai, forum tersebut penting sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi dan ide kreatif dalam arah kebijakan pembangunan daerah.

“Saya sangat mendukung rencana Musrenbang Pemuda yang digagas Bung Pilar. Ini menjadi ruang bagi para pemuda untuk menyampaikan aspirasi dan ide-ide kreatifnya sebagai masukan dalam penyusunan program pembangunan kota,” jelasnya.

Dengan komposisi penduduk Tangsel yang 72 persen berada di usia produktif, peran pemuda menjadi sangat strategis. Benyamin menyebut, sumber daya manusia yang unggul menjadi kekuatan utama pembangunan kota.

“Tangerang Selatan memang tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi kita memiliki sumber daya manusia yang luar biasa, yakni para pemuda. Seperti kata Bung Karno, berikan aku satu pemuda, niscaya akan kuubah dunia,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Benyamin mengajak seluruh jajaran Karang Taruna, organisasi kepemudaan, dan perangkat daerah di lingkungan Pemkot Tangsel untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun kota.(Red)

Program Bedah Rumah Tangsel Makin Gencar, Pilar: Lingkungan Sehat Dimulai dari Rumah

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) akan menuntaskan perbaikan 388 rumah tidak layak huni melalui program Bedah Rumah sepanjang tahun 2025.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah kota untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak dan sehat dan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.

“Jadi total 388 unit rumah yang akan dibangun semua. Alhamdulillah, saya menanyakan langsung testimoni kepada para penerima manfaat, mereka sangat senang sekali,” ujar Pilar saat meninjau tiga lokasi bedah rumah di Kelurahan Serua Indah, Sawah, dan Ciputat pada Selasa (28/10/2025).

Dari total tersebut, 369 rumah telah selesai dibangun melalui APBD murni 2025, sementara 19 rumah lainnya akan dirampungkan pada anggaran perubahan hingga akhir tahun.

Pilar memastikan program bedah rumah akan terus dilanjutkan karena manfaatnya langsung dirasakan warga. Bahkan, Pemkot Tangsel terus membuka peluang penambahan jumlah penerima manfaat jika alokasi anggaran mencukupi.

“Ini menjadi prioritas untuk Pak Wali Kota (Benyamin Davnie) dan saya. Jadi efisiensi tidak dilakukan untuk infrastruktur khususnya untuk bedah rumah, karena ini benar-benar kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Setiap penerima bantuan merupakan warga berpenghasilan rendah yang telah diverifikasi.

Ia juga mengingatkan warga untuk menjaga dan merawat rumah yang sudah dibangun agar manfaatnya bisa bertahan lama.

“Ini salah satu upaya dalam penanganan kawasan kampung umum, atau kampung-kota yang ada di Tangerang Selatan. Jadi ekosistemnya seperti itu ya, saluran air yang kita bangun, aspalnya kita bangun, rumahnya kita bangun, seperti itu. Mudah-mudahan bisa terus ditingkatkan, ada sekitar seribu rumah lagi,” kata dia.

Program Bedah Rumah menjadi bagian dari penataan kawasan padat penduduk atau kampung kota di Tangsel. Pilar menyebut, lingkungan sehat harus dimulai dari rumah yang sehat.

Salah satu rumah yang dikunjungi Pilar sebelumnya benar-benar tidak punya tembok, jadi bangunannya hanya ada atapnya saja dan ditempelkan ke tembok tetangga.

“Kalau hujan deras, ya sampai banjir katanya. Jadi ini dengan adanya pembangunan rumah layak huni ini, alhamdulillah senang sekali, jadi sudah tidak ada banjir lagi, tidak khawatir lagi, rumahnya sehat, ada kamarnya, tadinya tidak ada kamarnya, seperti itu. Mudah-mudahan bermanfaat, penerima manfaat juga semakin sehat lagi,” kata dia.

Sejak pertama kali dijalankan pada masa Wali Kota Airin Rachmi Diany dan dilanjutkan pada periode kepemimpinan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan, program ini telah memperbaiki lebih dari 2.880 rumah di seluruh wilayah Tangsel.(Red)

Berita Terbaru