Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 26

Bupati Tangerang Luncurkan Kegiatan PKG Dan Aksi Bergizi GARASI Gemilang

PelitaTangerang.com, Tangerang – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah secara resmi meluncurkan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dan Aksi Bergizi GARASI (Gerakan Rabu Ceria Generasi) Gemilang. Acara yang dilaksanakan serentak di seluruh kecamatan se-Kabupaten Tangerang melalui daring tersebut dipusatkan di SMKN 4 Kabupaten Tangerang, Tigaraksa. Rabu, (30/7/25).

Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa kegiatan PKG dan GARASI Gemilang ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap program nasional “Quick Wins” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah dan remaja melalui kolaborasi lintas sektor.

“Atas nama masyarakat Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Hari ini kita lakukan pemeriksaan kesehatan secara serentak di seluruh sekolah, semua siswa kita periksa kesehatannya,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Dia menambahkan bahwa target kegiatan PKG dan GARASI Gemilang ini akan menyasar sekitar 1,2 juta warga Kabupaten Tangerang, yang tidak hanya meliputi pelajar dari semua jenjang pendidikan formal tetapi juga masyarakat umum sampai dengan lansia. Selain dilakukan di sekolah, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan melalui fasilitas kesehatan seperti Puskesmas bagi masyarakat umum.

“Gerakan Rabu Ceria Generasi Gemilang ini bukan hanya sekadar program kesehatan, tapi juga investasi kita untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, dan unggul di masa depan. Insyaallah, anak-anak kita hari ini adalah pemimpin masa depan di tahun 2045, baik di tingkat nasional maupun di daerah,” ujarnya.

Bupati berharap kedua program tersebut bisa menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya bersifat seremonial. Ia juga mengapresiasi SMKN 4 Kab. Tangerang yang telah menerapkan budaya bersih di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya hidup sehat.

“Saya apresiasi SMKN 4 Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah. Sekolah ini sudah memulai budaya bersih dan menjaga lingkungan. Kita dorong agar ini menjadi gerakan masif di seluruh sekolah dan bisa dilombakan ke depannya,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa kegiatan ini didorong oleh data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, yang mencatat prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 15,5%, sedangkan hasil pemeriksaan anemia pada remaja putri kelas 7 dan 10 tahun 2024 mencapai 22,9%.

“Melalui PKG dan Aksi Bergizi ‘Garasi Gemilang’, kita ingin menekan angka tersebut dan memperkuat ketahanan gizi pelajar sejak dini,” kata Hendra.

Lanjut dia, kegiatan PKG Dan Aksi Bergizi GARASI Gemilang tersebut menyasar anak sekolah di semua jenjang pendidikan formal, mulai dari 6 tahun sampai lansia. Kegiatan “GARASI GEMILANG” yang berupa pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri ini sudah berjalan 2 tahun, sebagai pencegahan stunting. Selain itu juga ada kegiatan olahraga dan sarapan bersama, makan buah bersama, Edukasi kesehatan dan gizi, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).

“Kegiatan ini menyasar sekolah-sekolah di 29 kecamatan, dengan satu perwakilan sekolah perkecamatan sebagai titik pelaksanaan utama, melibatkan para camat, kepala sekolah, tenaga kesehatan, serta dukungan dari masyarakat dan orang tua siswa,” jelasnya.(Red)

Wajib Tahu! Berikut Besaran Retribusi Sampah untuk Pelaku Usaha di Kota Tangerang

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tak hanya memberlakukan retribusi sampah rumah tangga. Namun, juga diberlakukan pada pelaku usaha, mulai dari restoran, hotel, gudang, hingga pusat perbelanjaan lainnya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi menjelaskan, retribusi ini ditujukan untuk mendukung operasional pengangkutan dan pengelolaan sampah secara profesional dan berkelanjutan.

“Retribusi yang dibayarkan akan dikembalikan dalam bentuk layanan yang lebih optimal, termasuk armada pengangkut, petugas lapangan, dan fasilitas pengolahan,” jelas Wawan, Rabu (30/7/25).

Sistem pembayaran retribusi dilakukan secara nontunai pelaku usaha atau wajib retribusi langsung ke petugas retribusi. Di mana, petugas akan memberikan nomor virtual account atau barcode pada invoice yang sebelumnya telah di download lebih dulu oleh petugas melalui aplikasi SIRITASE milik DLH Kota Tangerang.

Berikut adalah tarif retribusi sampah yang berlaku bagi pelaku usaha, tergantung dari jenis dan skala usaha:

1. Bangunan untuk usaha / niaga
a. Hotel Bintang
– Hotel Bintang 5 – Rp3.000.000 / bulan
– Hotel Bintang 4 – Rp2.500.000 / bulan
– Hotel Bintang 3 – Rp2.000.000 / bulan
– Hotel Bintang 1 dan 2 – Rp1.000.000 / bulan
b. Hotel Melati – Rp500.000 / bulan
c. Kos-kosan Rp10.000 / kamar / bulan
d. Restoran, rumah makan, catering – Rp175.000 / rit (6 m3)
e. Lapangan Golf – Rp500.000 / bulan
f. GOR dan fasilitas pendukungnya (Lapangan Olahraga) – Rp200.000 / bulan
g. Wedding Hall, gedung pertemuan – Rp300.000 / acara
h. Toko, tukang jahit, pemangkas rambut
– Toko besar – Rp175.000 / bulan
– Toko (yang tidak merangkap tempat tinggal) Salon dan usaha lainnya – Rp70.000 / bulan
– Toko yang merangkap tempat tinggal – Rp100.000 / bulan
i. Bank
– Bank Swasta besar (> 101 orang) – Rp750.000 / bulan
– Bank Swasta sedang (51 s/d 100 orang) – Rp350.000 / bulan
– Bank Swasta kecil (< 50 orang) – Rp150.000 / bulan
j. Bioskop
– Kelas I dengan jumlah studio lebih dari 4 buah – Rp250.000 / bulan
– Kelas II dengan jumlah studio 2 s/d 3 buah – Rp126.000 / bulan
– Kelas III dengan jumlah studio 1 buah – Rp65.000 / bulan
k. Gudang, Grosir, Kios
– Gudang – Rp300.000 / rit (6 m3)
– Grosir – Rp300.000 / rit (6 m3)
– Kios Besar – Rp150.000 / bulan
– Kios Kecil – Rp25.000 / bulan
– Jasa Ekspedisi – Rp300.000 / bulan
– Pedagang Kaki Lima Rp5.000 / bulan

2. Sampah Gedung Pusat Perbelanjaan atau Toko Modern
– Besar (Hypermart dan sejenisnya) – Rp800.000 / rit (6 m3)
– Sedang (Pusat perbelanjaan dan sejenisnya) – Rp600.000 / rit (6 m3)
– Kecil (Mini Market dan sejenisnya) – Rp500.000 / rit (6 m3)
– SPBU / SPBG / dan sejenisnya – Rp500.000 / bulan
– Pool Bus – Rp500.000 / bulan
– Penerbangan domestik bandar udara – Rp500.000 / rit (6 m3)
– Rest area atau pujasera – Rp500.000 / rit (6 m3)
– Event untuk kegiatan komersil – Rp375 / orang / hari
– Tebangan pohon dan bongkaran rumah – Rp273.000 / rit (6 m3)

3. Sampah Pasar Swasta – Rp500.000 / rit (6 m3)

4. Sampah Pedagang Tanaman Hias – Rp15.000 / bulan

 

Pilar Bersama Bulog Salurkan Bantuan Pangan Beras, Capai 18.024 Penerima Manfaat di Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Sebanyak 18.024 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di Tangerang Selatan menerima bantuan pangan berupa beras. Penyaluran dilakukan oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) ke KPM Kelurahan Ciater, Serpong, pada Rabu (30/07/2025).

“Hari ini simbolis untuk penyaluran bantuan beras. Dimana alokasi untuk bulan Juni-Juli di 2025 sebesar 18.024 KK se-Tangsel, dengan jumlah 360,480 ton. Masing-masing mendapatkan 20 kilogram,” ucap Pilar.

Secara rinci disampaikan Pilar, untuk Kelurahan Ciater mendapatkan bantuan pangan beras untuk 442 KPM, dan Kecamatan Serpong sebanyak 2.130 KPM.

Selain Serpong, penyaluran bantuan pangan beras juga diserahkan untuk KPM di kecamatan lainnya.

Untuk di Kecamatan Pamulang bantuan pangan beras diserahkan ke 4.604 KPM, Setu 2.514 KPM, Serpong Utara 1.241 KPM, Pondok Aren 2.674 KPM, Ciputat 2.941 KPM, dan Ciputat Timur 1.920.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bappanas, dan juga kerjasamanya dengan Bulog dalam penyaluran cadangan pangan pemerintah dan juga mendukung pensasaran penghapusan kemiskinan ekstrem,” katanya.

Masyarakat yang menerima tersebut berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang setiap bulannya diperbaharui.

“Jadi data semuanya kemiskinan itu terpadu satu pintu, tidak ada data-data lainnya. Semuanya data tunggal, jadi tiap 3 bulan sekali datanya diperbaharui oleh kecamatan, dinsos, dan kementerian sosial supaya tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara itu, disampaikan oleh Kepala Perum Bulog Cabang Tangerang, Omar Syarif, bahwa penyaluran ini kembali menandai pemberian bantuan kepada masyarakat yang sempat terhenti.

“Setelah 6 bulan berhenti, tidak hanya berhenti bantuan pangan, termasuk penyaluran beras lainnya berhenti. Karena saat itu Bulog sedang fokus membeli gabah dan membeli beras dari petani,” terangnya.

Disamping itu, penerima bantuan juga bisa mendapatkan program lainnya, berupa program beras SPHP yakni beras dengan harga yang terjangkau.

“Jadi bisa mendapatkan harga 11 ribu sampai 12.500 perkilo. Mungkin barangkali, kencenderungan harga semakin tinggi. Kami bisa sampaikan kalo beras dari Bulog bisa 11-12.500 harganya,” tutupnya.(Red)

Benyamin Bersama Menteri UMKM Temui Kemitraan Rantai Pasok Klaster Pangan MBG di Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie bersama Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia (RI) Maman Abdurrahman melakukan pengecekkan kemitraan rantai pasok klaster pangan untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Pamulang, Tangsel, pada Selasa (29/07/2025).

Kunjungan yang dilakukan ke CV. ST Jaya Mandiri meliputi peninjauan proses bisnis persortiran, pemotongan dan pengemasan bahan baku MBG, dialog bersama UMKM pemasok bahan baku MBG, hingga penyerahan fasilitasi pembiayaan mikro ke UMKM pemasok bahan baku MBG tersebut.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, secara keseluruhan Tangsel membutuhkan dapur yang lebih banyak untuk kebutuhan MBG. Saat ini, baru terdapat 14 dapur yang mengcover 157 SD, 24 SMP negeri dan swastanya yang hampir 2 kali lipat.

“Dari data yang kami hitung sebenarnya membutuhkan dapur sebanyak 71,” kata Benyamin.

Tentunya hal ini menjadi tantangan Pemkot Tangsel untuk terus mendirikan dapur untuk kebutuhan MBG.

“Saat ini sudah tercover itu, sebesar hampir 50 ribu siswa yang mendapat makan bergizi gratis,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa kunjungan ke supplier ini memastikan bahwa rantai pasok MBG berjalan baik.

“Bukan hanya di Pamulang Barat bahwa MBG telah membawa manfaat yang luar biasa. Pertama, anak-anak di seluruh Indonesia, mereka bisa merasakan sila kelima pancasila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Maman.

“Kedua, MBG telah terjadi perputaran ekonomi yang sangat luar biasa besar. Hampir di seluruh Indonesia, masyarakat kita merasakan perputaran ekonomi itu,” tambahnya.

Perputaran ekonomi itu tampak terasa, saat Maman bertanya dengan Seno pelaku supplier untuk kebutuhan MBG.

Seno mengaku, sebelum ada MBG, dirinya menyuplai untuk kebutuhan rumah makan Padang, dengan kapasitas sebanyak 1 ton.

Tetapi, setelah MBG, dirinya menyuplai untuk kebutuhan hal tersebut mencapai lebih dari 2 kali lipat.

Selain itu, MBG membuka peluang kerja untuk warga-warga sekitar. Seperti, memberdayakan masyarakat untuk membantu dalam proses supplai bahan baku MBG yang sangat besar.

“Saya minta tepuk tangan yang meriah untuk presiden kita. Artinya apa? MBG bukan hanya memberikan asupan bergizi ke anak-anak saja, melainkan bagaimana membangun ekonomi baru di bawah, di level rakyat Indonesia,” tutupnya.(Red)

Benyamin: Pemkot Tangsel Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyambut baik adanya program sekolah rakyat. Sekolah Rakyat tersebut dibangun di Jalan Kencana, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara.

Untuk tahap awal ini sekolah rakyat akan menyasar para peserta didik di tingkat menengah atas atau SMA. Penyelenggaranya merupakan Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Namun, Pemerintah Tangsel sebagai tuan rumah tentunya tidak hanya diam. Bantuan dan dukungan juga diberikan maksimal untuk mensukseskan pelayanan pendidikan yang berkualitas.

Benyamin Davnie Wali Kota Tangsel mengatakan dalam hal ini Gubernur Banten Andra Soni telah membangun gedung pelayanan pendidikan di wilayah Tangsel.

“Sekolah rakyat ini kan tingkat SMA yah, pak gubernur di Tangsel ini sudah menyiapkan di Balai Latihan Kerja (BLK),” kata Benyamin, Senin (28/07/2025).

Kata Benyamin pihaknya akan mendukung dan juga mengikuti arahan gubernur. Namun dirinya berharap jika peserta didiknya nanti bisa dari wilayah Kota Tangsel.

“Ya tentu nanti dukungannya, saya tidak mau melangkahi kebijakan gubernur tentunya. Tapi diharapkan nanti pesertanya atau muridnya yang ada di Tangerang Selatan bisa mengakses layanan tingkat sma tersebut,” kata dia.

Kata Benyamin untuk mensukseskan program tersebut pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Dalam pertemuan tersebut terdapat beberapa permintaan.

“Kunjungan kepala sekolah kemarin minta dibantu mengenai pemeriksaan kesehatan bagi anak anak yang baru masuk misalnya,” ujarnya.

Benyamin juga akan membantu pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk bidang keamanan.

“Kemudian juga kebersihan karena itu bangunan baru kita sudah siapkan di OSS terutama bagian umum kemudian juga untuk keamanan, saya minta beliau untuk bersurat ke Polsek nanti kita backup,” ujarnya.(Red)

Pemkot Tangsel dan Pemkab Pandeglang Resmi Tandatangani Kerja Sama Penanganan Sampah

PelitaTangerang.com, Tangsel  – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang resmi menandatangani perjanjian kerja sama penanganan sampah.

Penandatanganan dilakukan di Ruang Anggrek, Puspemkot Tangsel, Jumat (25/07/2025), dan dihadiri Wakil Bupati Pandeglang, Ling Andri Supriadi.

Usai penandatanganan, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, proses kerja sama dengan Pemkab Pandeglang itu telah didiskusikan sejak lama.

“Diskusi ini sudah cukup lama dilalui Pak Wali Kota dan juga oleh Bupati Pandeglang dan kami tindaklanjuti. Diskusi itu menghasilkan poin-poin kesepakatan yang tercantum dalam kontrak kerja sama,” katanya.

Pilar menuturkan, kerja sama tersebut bisa berjalan berkat dukungan dari DPRD Kota Tangsel, DPRD Kabupaten Pandeglang dan masyarakat.

“InsyaAllah setelah proses kontrak kerja sama ini nanti tindak lanjutnya adalah menunggu anggaran perubahan, lalu lelang transporternya. Ada beberapa tahap sampai akhir Agustus bisa mulai beroperasional 500 ton perhari ke TPA Bangkonol yang ada di Pandeglang,” tutur Pilar.

Pilar menerangkan, kerja sama penanganan sampah tersebut berjalan setelah Kementerian Lingkungan Hidup memperbolehkan TPA Bangkonol aktif menjadi tempat pengolahan sampah.

“Dari Kementerian Lingkungan Hidup diperbolehkan karena layak mengelola sampah. Sedangkan di TPA Cipeucang Tangsel kan saat ini overload, maka kita kerjasamakan pengolahan sampah selama 4 tahun sambil menunggu projek PSEL selesai,” terangnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengatakan, warganya mendukung adanya kerja sama penanganan sampah dari Kota Tangsel ke TPA Bangkonol itu.

Menurutnya, rute yang dilalui truk pengangkut sampah tak banyak melintasi pemukiman sehingga tak akan mengganggu masyarakat sekitar.

“Di Bangkonol alhamdulillah masyarakat kita sangat welcome, menyambut baik kerja sama ini dan kaitan hal-hal lain tentu ada evaluasi yang kami lakukan,” ujar Ling

“InsyaAllah kita berdoa kepada Allah karena memang kerjasama ini semata-mata untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Pandeglang dan masyarakat Kota Tangsel tentu kita akan berupaya semaksimal mungkin supaya kerjasama ini dapat sesuai yang diharapkan kita bersama,” tambahnya.(Red)

Pemkot Tangsel Bedah Jalan Griya Loka Raya: Dibetonisasi hingga 4,2 Kilometer

PelitaTangerang.com, Tangsel  – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di wilayahnya. Salah satunya dengan memperbaiki jalan sepanjang 4,2 kilometer di kawasan Griya Loka BSD, Kecamatan Serpong.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau langsung proses perbaikan tersebut pada Jumat (25/7/2025).

“Hari ini di Griya Loka, kami mengadakan kegiatan pembangunan jalan beton dan pengaspalan yang panjangnya 4,2 kilometer di lingkungan ini,” ujar Pilar.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar pemeliharaan, melainkan konstruksi ulang untuk meningkatkan standar jalan utama di kota satelit tersebut.

Hal ini dilakukan karena telah ditemukan beberapa keretakan pada fondasi jalan dan guna mengantisipasi kerusakan lebih lanjut akibat pergeseran tanah.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp12 miliar ini mencakup pembangunan jalan dengan struktur beton berkekuatan tinggi (K-350) setebal 25 sentimeter yang dilapisi aspal, guna memastikan ketahanan jangka panjang terhadap beban kendaraan dan perubahan cuaca.

“Kalau betonisasi bisa puluhan tahun ya, bisa sampai 20-30 tahun ya betonisasi. Apalagi dengan K350 ini cukup kuat ya, dengan kebebanan yang cukup kuat,” jelasnya.

Proyek ini ditargetkan rampung pada September 2025 dengan metode percepatan (fast track).

Proses pengecoran beton ditargetkan selesai dalam waktu tiga hingga empat hari di setiap segmen pengerjaan, memanfaatkan momentum musim kemarau untuk efisiensi waktu dan kualitas hasil.

Setelah proses pengecoran selesai dengan metode fast track, jalan akan dilapisi kembali menggunakan aspal agar hasilnya lebih baik dan tahan lama dengan kondisi jalan yang sering dilintasi kendaraan bertonase berat.

Metode ini juga diarahkan untuk diterapkan di seluruh jalan utama di wilayah Tangsel.

“Itu arahan saya kepada Dinas Bina Marga untuk ditindaklanjuti di jalan-jalan utama kita di seluruh wilayah Tangsel ini sudah mulai betonisasi,” jelasnya.

Pilar juga menambahkan, proyek dilakukan di wilayah yang sudah diserahterimakan aset jalannya dari pengembang kepada Pemkot Tangsel, termasuk kawasan BSD.

Pembangunan jalan Griya Loka menjadi bagian dari prioritas pembangunan infrastruktur Pemkot Tangsel tahun 2025 yang tersebar di seluruh kecamatan.(Red)

Alami Kerusakan, Pemkot Tangsel Gerak Cepat Perbaiki Jalan Lingkar Selatan Setu

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat infrastruktur jalan demi memperlancar konektivitas antarwilayah dan kenyamanan mobilitas warga.

Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK), sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan dibenahi secara menyeluruh, termasuk Jalan Lingkar Selatan (JLS), Setu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK, Ahmad Fatullah saat ditemui pada Jumat (25/07/2025).

Lebih lanjut, Fatul mengatakan, perbaikan jalan lingkar selatan di Kecamatan Setu merupakan empat segmen yang mengalami retakan dan penurunan badan jalan.

Perbaikan di jalan lingkar selatan dilakukan dengan mengganti beton lama menggunakan perkerasan beton baru yang lebih kuat. Proyek ini ditargetkan rampung 15 November 2025.

“Pekerjaan perbaikan beton di empat segmen ini sudah rampung pada 20 Juli 2025. Selanjutnya, kami akan masuk tahap pelapisan aspal (hotmix) mulai dari depan Kantor Kelurahan Muncul hingga ke Jembatan Cisadane, lengkap dengan pemasangan marka jalan,” ujar Fatul.

Fatul menegaskan, kegiatan preservasi jalan bukan hanya tambal sulam, melainkan langkah jangka panjang menjaga kualitas infrastruktur. Jalan yang mantap dinilai krusial untuk mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi kota.

“Kami berharap dukungan dari masyarakat selama masa konstruksi berlangsung. Semua yang kami kerjakan adalah bagian dari upaya menjadikan Tangsel sebagai kota yang nyaman dan modern,” kata dia.(Red)

Atasi Kemacetan, Pemkot Tangsel Bakal Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Stasiun Rawa Buntu

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai memetakan sistem dan skema untuk melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Stasiun Rawa Buntu, Kecamatan Serpong sebagai solusi atas kemacetan yang sering terjadi saat jam sibuk.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan meninjau langsung bakal lokasi rekayasa lalu lintas bersama Dishub dan perwakilan warga dari kawasan De Latinos, Kamis (24/7/2025).

“Dinas Perhubungan akan segera melakukan simulasi dan uji coba, agar ke depan lalu lintas depan stasiun tidak lagi macet dengan adanya angkutan umum dan kendaraan yang ngetem atau parkir sembarangan secara permanen,” ujarnya.

Rekayasa lalu lintas akan dilakukan pada saat peak hour atau jam sibuk dengan mensterilkan satu lajur agar tidak ada crossing kendaraan, parkir liar, pemberhentian penumpang angkutan umum maupun kendaraan yang berhenti sembarangan.

“Kemacetan di stasiun ini semakin hari semakin padat, terutama di saat “peak hour” dengan adanya crossing akibat mobil yang ngetem dan parkir juga dengan kendaraan yang mau masuk stasiun, ada juga yang menurunkan penumpangnya. Nah, ini yang kita lakukan rekayasa supaya semuanya lancar,” ujarnya.

Rekayasa dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan transit dan pengurangan titik macet. Satu lajur di depan stasiun akan disterilkan dengan cone, barrier, serta pengawasan petugas di titik rawan.

Langkah ini juga menjadi respons atas aspirasi warga sekitar yang selama ini terdampak kemacetan dan gangguan kenyamanan lingkungan. Dishub Tangsel telah diminta untuk membuat modeling yang efektif dan efisien mengenai sistem ini.

“Kita cek dulu ya, ini kan belum permanen, tapi kita cek efektivitasnya ya, trial and error. Kita coba dulu, nanti kalau misalkan ternyata ampuh, ya kita lanjutkan sambil kita mitigasi resiko yang lainnya seperti itu,” jelasnya.

Selain penataan jalur kendaraan pribadi, Pemkot Tangsel juga berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk pengaturan titik naik-turun penumpang transportasi umum seperti angkot, taksi, dan ojek online.

Seluruh moda ini rencananya akan diarahkan ke area Mahata Rawa Buntu untuk dapat digunakan juga sebagai area drop off penumpang, yang merupakan bagian dari kawasan transit terintegrasi.

“Juga dengan pihak KAI agar kebijakan tarif parkir, terhadap kendaraan yang keluar masuk hanya untuk antar jemput penumpang,” tambahnya.

Penataan kawasan Stasiun Rawa Buntu menjadi salah satu fokus Pemkot Tangsel dalam mewujudkan integrasi transportasi publik dan pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di wilayah kota.(Red)

Dindikbud Tangsel Dukung Sekolah Swasta Lewat Program Bantuan Beasiswa Bagi Sekolah, Pendamping Sekolah Bersubsidi

Oplus_16777216

PelitaTangerang.com, Tangsel –  SMP Falatehan Serpong menjadi lokasi pelaksanaan pembagian buku tabungan bagi siswa sekolah swasta dalam rangka program bantuan beasiswa dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Pada hari ini, pembagian dilakukan secara serentak kepada 90 sekolah swasta pendamping yang tersebar di wilayah Kota Tangerang Selatan.(24/07/25)

Penyaluran dilakukan oleh Bank BJB selaku bank mitra yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangerang Selatan.

Program ini bertujuan membantu meringankan beban biaya pendidikan siswa di sekolah swasta serta menekan angka putus sekolah. Bantuan disalurkan langsung melalui buku tabungan yang diterima masing-masing sekolah sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana.

Dedi, Kepala Bidang SMP yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap akses pendidikan yang merata. “Program bantuan beasiswa ini bertujuan untuk memastikan setiap siswa, terutama yang berasal dari keluarga tidak mampu, dapat tetap melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tanpa terkendala biaya. Ini adalah strategi kami untuk menurunkan angka putus sekolah dan mendukung pendidikan yang inklusif,” ujar Dedi.

Ia juga menambahkan bahwa pembagian dilakukan secara langsung, agar prosesnya tepat sasaran dan segera dimanfaatkan oleh pihak sekolah maupun siswa untuk pembayaran sekolahnya, karena memang sekolah swasta berbayar. “Dengan format buku tabungan, dana bisa digunakan sesuai kebutuhan pendidikan siswa, dan tercatat secara rapi melalui sistem perbankan,” lanjutnya.

Hadir dalam kegiatan ini Maman S, Ketua Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan; Muh Nur, Kasi Kesiswaan dan Kurikulum Dindikbud Kota Tangerang Selatan; serta sejumlah staf Dindikbud lainnya yang turut mendukung kelancaran program ini.

Eko Pranoto P, Ketua Perkumpulan Kepala Sekolah Swasta (PKSS) Kota Tangerang Selatan, menyambut baik bantuan ini. Ia menyampaikan bahwa sekolah swasta saat ini masih mengalami tantangan dalam hal kekurangan siswa, Menurutnya, program beasiswa ini bisa menjadi solusi nyata.

“Dengan adanya bantuan ini, sekolah swasta bisa menjadi pilihan alternatif orang tua menyekolahkan anaknya, karena selama ini orang tua selalu memaksakan diri agar anaknya masuk sekolah negeri, sementara sekolah negri memiliki kuota terbatas. Ini solusi cerdas agar mengurangi angka putus sekolah serta meringankan beban orang tua yang anaknya sekolah di swasta. Kami berharap program ini ke depan jumlah penerima manfaat bisa ditingkatkan, dan juga nilai nominal bantuan dari pemerintah daerah bisa ditambah agar dampaknya makin terasa,” ujar Eko Pranoto P,

Program ini juga memperkuat peran sekolah swasta sebagai “sekolah pendamping negeri”, yang artinya ikut menjalankan fungsi pelayanan pendidikan dengan dukungan subsidi dari pemerintah daerah.

Melalui pelaksanaan pembagian buku tabungan secara serentak ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menunjukkan komitmennya dalam mendorong pendidikan yang merata, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat—baik di sekolah negeri maupun swasta.(Red)

Berita Terbaru