Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 28

SMP Falatehan Serpong Gelar Deklarasi Anti Narkoba dan Anti Bullying dalam Rangkaian MPLS Ramah 2025/2026

PelitaTangerang.com, Tangsel – SMP Falatehan Lengkong Gudang Timur, Serpong, kembali menggelar kegiatan Deklarasi Anti Narkoba dan Anti Bullying dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tahun ajaran 2025/2026.

Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang konsisten diselenggarakan oleh sekolah sebagai bentuk komitmen terhadap pembentukan karakter peserta didik sejak awal mereka memasuki lingkungan sekolah.(17/07/25)

Sebelum deklarasi dilakukan, seluruh peserta MPLS terlebih dahulu mendapatkan materi edukatif terkait bahaya narkoba dan bullying.
Materi ini disampaikan langsung oleh Kepala SMP Falatehan, Eko Pranoto, yang juga merupakan pengurus aktif Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kota Tangerang Selatan.

Dalam pemaparannya kepada media, Eko Pranoto menegaskan pentingnya langkah preventif dalam menghadapi peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan.

“Kita ingin siswa sejak awal sadar akan bahaya narkoba yang saat ini sudah begitu masif di masyarakat. Edukasi dini adalah bentuk perlindungan yang paling utama,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada narkotika, pihak sekolah juga memberikan perhatian serius terhadap praktik perundungan (bullying).
“Kami membekali siswa dengan nilai-nilai humanis dan prinsip kesetaraan. Semua siswa adalah saudara dan bagian dari keluarga besar SMP Falatehan. Tidak boleh ada yang merasa lebih atau lebih rendah,” tambah Eko.

Kegiatan ini ditutup dengan prosesi penandatanganan deklarasi anti narkoba dan anti bullying oleh seluruh peserta MPLS secara bergiliran pada sebuah poster besar yang disiapkan khusus oleh panitia.

Melalui kegiatan ini, SMP Falatehan berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan penuh nilai kebersamaan, sekaligus memperkuat ketahanan moral dan karakter peserta didik sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah.(Epepe)

SMP Falatehan Serpong Sukses Gelar MPLS Ramah Tahun Ajaran 2025/2026

Oplus_16777216

PelitaTangerang.com, Tangsel – SMP Falatehan Serpong sukses menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, meski sebelumnya direncanakan berlangsung selama lima hari.(17/07/25)

Ketua panitia MPLS, Rohana, menjelaskan bahwa pemadatan waktu menjadi empat hari tidak mengurangi esensi maupun materi pokok MPLS yang telah ditetapkan oleh Kemdikdasmen, .
“Seluruh materi inti tetap tersampaikan sesuai pedoman MPLS Ramah dari Kemendikdasmen. Kami hanya melakukan penyesuaian jadwal agar lebih efisien tanpa mengurangi kualitas dan efektifitas kegiatan,” ujarnya.

Sebanyak 65 siswa baru mengikuti MPLS tahun ini dengan antusias tinggi. Selain penyampaian materi utama, pihak sekolah juga menekankan pentingnya pengenalan budaya sekolah dan nilai-nilai karakter yang menjadi ciri khas SMP Falatehan.
Kegiatan MPLS Ramah tahun ini mengusung tema: “Mewujudkan Siswa Berilmu, Berkarakter, dan Berlandaskan Al-Qur’an.” Seluruh rangkaian acara dirancang untuk mengenalkan lingkungan sekolah, membangun semangat belajar, serta menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

Salah satu siswa peserta MPLS, Muhammad Reza dari SDN Jombang 3 menyampaikan kesannya kepada tim media:
“Saya sangat senang ikut MPLS di SMP Falatehan. Bisa kenalan dengan banyak teman baru, gurunya baik-baik, dan kakak-kakak OSISnya ramah dan selalu membantu kami. Rasanya betah di sini, dan dapat makan siang gratis ” ujarnya sambil tersenyum.

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Risma yang berasal dari MI Tarbiyatul Athfal bahwa ternyata di SMP Falatehan kegiatan MPLS nya begitu menyenangkan dan seluruh dan kaka kelas yang ada demikian ramah, apalagi guru gurunya,sudah seperti orang tua sendiri, ujarnya, Sejumlah siswa lainnya yang juga terlihat antusias saat diwawancarai. Mereka mengaku senang dengan suasana kegiatan yang hangat dan menyenangkan.

Tak hanya internal sekolah, kegiatan ini juga mendapat perhatian dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan. Ketua panitia, Rohana, menyampaikan bahwa pengawas pembina dari Dindikbud Tangsel turut hadir dan memantau jalannya kegiatan.
“Alhamdulillah, pengawas pembina hadir hampir setengah hari ikut menyaksikan langsung dan berinteraksi dengan siswa baru,” jelasnya.

Dengan berakhirnya MPLS Ramah 2025 di SMP Falatehan Serpong, pihak sekolah berharap seluruh siswa baru dapat beradaptasi dengan baik dan siap menempuh proses pendidikan yang berlandaskan ilmu, akhlak, dan nilai-nilai Al-Qur’an.(Epepe)

Pemkot Tangsel Bangun Long Storage 300 Meter, Atasi Banjir di Paku Jaya Permai

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meninjau langsung progres pembangunan sistem penampungan air di bawah jalan (long storage) di Perumahan Paku Jaya Permai, Serpong Utara pada Selasa (15/7/2025).

Pilar mengatakan, pembangunan long storage ini merupakan upaya konkret Pemkot Tangsel dalam mengatasi persoalan banjir di permukiman warga, khususnya di kawasan rawan genangan seperti Perumahan Paku Jaya Permai.

“Alhamdulillah hari ini alat berat sudah turun. Ini bentuk respons cepat terhadap banjir yang sempat mencapai selutut kemarin. Kami pasang long storage di bawah jalan sepanjang 300 meter,” ujar Pilar saat berbicara dengan RW dan warga sekitar.

Menurut Pilar, banjir di wilayah ini terjadi karena ketidakseimbangan antara kapasitas drainase dengan curah hujan yang tinggi.

Oleh karena itu, dibutuhkan sistem penyimpanan air tambahan agar aliran air bisa tertampung dan dialirkan dengan lebih baik.

Konstruksi long storage adalah pembangunan struktur atau bangunan untuk menampung air dalam jumlah besar, biasanya di lahan yang relatif datar, seperti kanal atau parit.

Tujuannya adalah untuk menyimpan air hujan atau air dari sumber lain, sehingga ketersediaan air dapat terjaga, terutama untuk irigasi atau kebutuhan lainnya.

Konstruksi long storage yang akan dibangun oleh Pemkot Tangsel di kawasan Perumahan Paku Jaya Permai tersebut memiliki dimensi besar, yakni 160 cm lebar dan 120 cm tinggi, dengan sistem pengecoran langsung di lokasi (on site).

Selain itu, setiap 5–10 meter akan dipasang lubang perawatan (mainhole) untuk memudahkan pembersihan dari sampah dan lumpur.

“Itu (long storage) untuk penyimpanan air, jadi nanti kalau misalkan hujan sudah surut lalu airnya dipompa masuk ke situ,” jelasnya.

Pembangunan long storage ini diharapkan mampu meredam genangan air di wilayah Paku Jaya Permai sekaligus menjadi model pengelolaan air hujan di kawasan pemukiman padat.

“Semangat terus untuk semua pihak. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dari banjir,” tutup Pilar.(Red)

Program Berlanjut, 7 Ruas Jalan di Tangsel Bakal Bebas Kabel Udara

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) kembali melanjutkan program penataan kabel udara di sejumlah ruas jalan protokol.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyampaikan, penataan kabel udara merupakan salah satu langkah penting untuk mewujudkan kota yang modern, rapi dan nyaman bagi seluruh warga.

“Ini kita lanjutkan lagi untuk menata utilitas dan kabel udara di tujuh ruas jalan di Tangsel, supaya kota kita menjadi kota yang rapi juga modern tapi tetap aman dan nyaman untuk warganya,” ujar Pilar dalam keterangannya pada Selasa (15/7/2025).

Penataan ini tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kabel menjuntai yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Kepala Dinas SDABMBK Tangsel, Robbi Cahyadi mengungkapkan, Pemkot Tangsel dan APJATEL telah melakukan survei bersama di tujuh titik prioritas tahun 2025.

Ketujuh ruas jalan tersebut meliputi, Jalan Kertamukti, Jalan Pondok Betung, Jalan Villa Melati Mas, Jalan Pahlawan, Jalan Surya Kencana – batas Depok, Jalan Raya Jelupang, dan Jalan Rawa Buntu Utara.

Survey ini dilakukan untuk memvalidasi progres lapangan sebelum pelaksanaan penuh. Sebelumnya, Dinas SDABMBK juga telah mengadakan sosialisasi bersama yang dihadiri lebih dari 20 provider jaringan, PLN, serta kontraktor yang ditunjuk APJATEL sebagai pelaksana pemasangan sub-duct jaringan bawah tanah.

“Setiap tahun kita tambah jumlah ruas untuk kabel bawah tanah. Tujuannya jelas, ya kita ciptakan kota yang lebih rapi, kabel lebih aman, dan masyarakat bisa menikmati jalan protokol dengan nyaman tanpa kabel-kabel menjuntai,” ujar Robbi.

Sejak tahun 2022 hingga 2024, sudah ada 10 ruas jalan yang tertata kabelnya, antara lain Jalan Ciater Raya, Jalan Parakan –Benda, Jalan Maruga Raya, Jalan Serua Raya, Jalan Tarumanegara, Jalan Pisangan, Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Bhayangkara. Jalan Menjangan raya, dan Jalan Wr. Supratman.

Sementara, Koordinator Daerah (Korda) Apjatel Wilayah Tangerang Hery yang turut hadir dalam survey menjelaskan bahwa tantangan teknis di lapangan cukup besar, salah satunya adalah ketersediaan lahan untuk menempatkan mainhole.

Proses penataan melibatkan pemasangan main hole di badan jalan dengan ukuran standar dan spesifikasi teknis yang presisi. Satu mainhole bisa menampung hingga empat kabel jaringan.

“Mainhole yang berada di badan jalan harus memiliki spesifikasi kuat dan presisi, ukuran standar 80×80 cm atau 80×120 cm dengan kedalaman yang cukup luas supaya penyambungan kabel lebih leluasa. Minimal satu mainhole bisa memuat hingga empat kabel,” jelasnya.

Tiga vendor pelaksana telah ditunjuk untuk menjamin kualitas pekerjaan yang rapi dan sesuai standar.

Proyek ini juga melibatkan lebih dari 20 provider jaringan, PLN dan kontraktor sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.

“Masyarakat kadang menyangka ini pekerjaan drainase karena sama-sama galian, padahal tujuannya adalah merapikan jaringan kabel kota. Tahun 2025 kita ingin spesifikasi dikerjakan maksimal supaya kota kita benar-benar terlihat tertata,” imbuhnya.

Melalui program ini, Pemkot Tangsel berharap masyarakat dapat mendukung proses pembangunan dan ikut menjaga hasil penataan demi terwujudnya kota yang lebih tertib, aman dan membanggakan bagi warganya.(Red)

Pemkab Tangerang Jadi Lokus Studi Lapangan PKP Provinsi Banten

PelitaTangerang.com, Tangerang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menerima kunjungan peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (15/7/25).

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid yang menerima langsung rombongan peserta PKP mengucapkan selamat datang kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan peserta pelatihan PKP. Ia menegaskan bahwa kehadiran para peserta merupakan kehormatan bagi Kabupaten Tangerang serta menjadi momentum penting untuk berbagai praktik baik dalam tata kelola pemerintahan dan kepemimpinan.

“Pelatihan Kepemimpinan Pengawas bukan hanya sekadar program pengembangan kompetensi, tetapi juga bagian dari upaya strategis dalam membentuk pemimpin perubahan di tingkat operasional birokrasi,” ungkap Bupati Maesyal.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pengawas tidak hanya dituntut bekerja secara administratif, namun juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi, penjaga integritas, dan pelayan publik yang profesional.

Untuk itu Pemkab Tangerang terus berkomitmen mewujudkan visi “Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing”, yang diwujudkan melalui reformasi birokrasi, penguatan layanan publik, digitalisasi pemerintahan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur.

Pihaknya juga menyambut baik kegiatan observasi dan diskusi yang dilakukan oleh peserta PKP. Dia berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antar pemerintah daerah serta menambah wawasan dalam pengelolaan pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika perubahan.

“Semoga kegiatan studi lapangan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat, baik bagi peserta, bagi instansi masing-masing, maupun dalam mendukung kemajuan pembangunan di Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang,” tutupnya

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan menyampaikan apresiasinya atas penunjukan lokus studi PKP tersebut. Menurutnya, kehadiran para peserta PKP ini menjadi kesempatan penting bagi perangkat daerah, kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Tangerang untuk menampilkan keunggulan serta menerima masukan terkait tantangan-tantangan yang dihadapi.

“Tahun ini model studi lapangan difokuskan pada problem solving, yaitu mengidentifikasi berbagai permasalahan di lokasi kegiatan. Ini sangat membantu kami sebagai objek studi, karena masalah-masalah yang ada bisa terindentifikasi dengan lebih baik,” jelasnya.

Adapun titik lokus studi lapangan dalam kunjungan ini meliputi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), kecamatan dan juga kelurahan.

“Keenam perangkat daerah tersebut dinilai memiliki kinerja, pelayanan serta inovasi yang baik sehingga relevan untuk dijadikan rujukan pembelajaran dan peningkatan kompetensi dalam penyelesaian masalah,” ujarnya

Ia menambahkan, selain kemampuan mengidentifikasi masalah, peserta PKP juga diarahkan untuk menyusun solusi. Proses ini memberi nilai tambah bagi Kabupaten Tangerang karena mendapat masukan langsung dari perspektif peserta pelatihan.

“Yang lebih penting lagi, kalau bicara soal kepemimpinan, bukan hanya soal bisa melihat masalah, tapi bagaimana mencari solusinya. Kami merasa terbantu karena teman-teman peserta PKP juga memberikan masukan strategis, terutama dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.(Red)

Gubernur Banten Andra Soni: Koperasi Merah Putih Bangun Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

PelitaTangerang.com, Banten – Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan pendirian Koperasi Merah Putih untuk membangun optimisme masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat desa/kelurahan.

Serta mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen seperti yang diharapkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Saya optimis ini (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih;-red) akan berjalan, dan harus kita pastikan. Kita memiliki rasa optimis bahwa ini berjalan dengan baik,” ungkap Andra Soni usai mengikuti Rapat bersama Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan secara virtual di Ruang Kerja Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin (7/7/2025).

Andra Soni mengatakan, rapat juga membahas terkait dengan rencana Peluncuran Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih secara nasional yang direncanakan akan berlangsung pada 19 Juli 2025, nanti.

“Tadi kita juga berkoordinasi untuk menentukan koperasi mock up dari Provinsi Banten,” katanya.

Dikatakan Gubernur Andra, salah satu tujuan pembentukan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih tersebut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di desa dan kelurahaan.

“Contohnya kita ada operasi pasar, kita lakukan itu dengan sasaran masyarakat. Dengan adanya 1552 koperasi di Provinsi Banten itu salah satu fasilitas yang dapat digunakan, kemudian terkait dengan kebutuhan bahan pokok, obat-obatan dan lainnya,” imbuhnya.

“Ini misi besar Pak Prabowo, harus kita sukseskan,” sambungnya.

Andra Soni menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Banten untuk bersama-sama memberikan pembinaan dan monitoring dalam upaya pengembangan koperasi desa/ kelurahan merah putih.

“Kita akan berikan pelatihan (bagi pengurus koperasi, red), bagaimana mengelola koperasi. Karena kita memiliki dinas yang membidangi koperasi dan lainnya,” pungkasnya.(Red)

Pemkot Tangsel Bangun Turap dan Bronjong di Kali Angke Serpong Utara untuk Atasi Banjir

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengintensifkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir melalui pembangunan turap beton dan bronjong di sepanjang Kali Angke, Serpong Utara.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur tersebut di kawasan Villa Mutiara Serpong Utara pada Selasa (15/7/2025).

“Insya Allah dalam beberapa waktu ke depan, proyek ini akan selesai ya, untuk bisa menangani masalah banjir secara permanen,” ujarnya.

Pilar menjelaskan, pembangunan turap beton dan pemasangan bronjong dilakukan sebagai penguatan struktur bahu sungai dan pengendali luapan air.

Pembangunan tersebut merupakan pengganti turap lama yang dinilai sudah tidak memadai karena masih menggunakan pasangan batu kali dan terlalu rendah.

Panjang pembangunan infrastruktur pengendali banjir tersebut mencapai 700 meter untuk turap dan 200 meter untuk bronjong.

Pilar berharap, setelah seluruh pekerjaan selesai, banjir yang selama ini terjadi di kawasan tersebut bisa tertangani secara permanen.

Sebab, pada saat hujan besar beberapa waktu lalu, air masih sempat masuk ke lingkungan warga karena pekerjaan masih berjalan. Namun, kondisi sudah jauh membaik dibanding sebelumnya.

“Kalau dulu bisa sampai sedada (banjirnya). Alhamdulillah kalau sekarang sangat berkurang sekali dan mudah-mudahan besok setelah pemasangan turap ini ya bisa 100 persen, supaya air dari sungai tidak masuk ke wilayah lingkungan warga,” ucapnya.

Pembangunan turap di Serpong Utara merupakan bagian dari 30 titik penanganan banjir yang dikerjakan Dinas SDABMBK Tangsel sepanjang tahun 2025.

Selain membangun infrastruktur fisik, Pemkot Tangsel juga menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk normalisasi sungai.

Pilar menegaskan pentingnya kerja sama lintas wilayah mengingat sebagian besar aliran air yang menyebabkan banjir di Tangsel berasal dari wilayah sekitar seperti Bogor, Depok, maupun Kota Tangerang.

“Nah ini perlu ada harmonisasi antara pemerintah pusat, provinsi dengan kota dan kabupaten, gimana caranya untuk bersama-sama menangani masalah banjir ini dari hulu ke hilir. Tapi kalau Pemkot Tangsel, secara infrakstruktur, bukaan lahan hijau dan lain sebagainya terus kita lakukan,” jelasnya.(Red)

Pemkot Tangsel Bersama Baznas Salurkan Beasiswa Bagi Penghafal Al-Qur’an

PelitaTangerang.com, Tangsel – Program beasiswa bagi para penghafal Al-Qur’an terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Kali ini bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangsel lewat program satu keluarga satu sarjana (skss), beasiswa disalurkan ke 35 orang terpilih.

Program beasiswa ini merupakan hasil seleksi dari 80 orang yang mendaftar dengan persyaratan diantaranya mampu hafal Al-Quran minimal lima juz.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan yang hadir dalam kegiatan, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh penerima beasiswa, yang telah lolos seleksi dengan kemampuan penghafal Al-Qur’an.

“Ini merupakan apresiasi dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Baznas untuk memberikan penghargaan kepada para penghafal Al-Qur’an di Tangsel,” ucap Pilar di acara penyaluran beasiswa skss di Kantor Baznas, Serpong, Sabtu (12/07/2025).

Beasiswa tersebut kata Pilar, harus dimanfaatkan untuk menunjang pendidikan. Bukan dimanfaatkan untuk hal-hal yang justru bersifat konsumtif.

“Jadi ini dimanfaatkan untuk yang menunjang pendidikan kalian. Dimana dibutuhkan untuk kalian menyelesaikan sekolah kalian,” ujarnya.

Secara keseluruhan para penerima beasiswa tersebut melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang berada di Tangsel.

Lebih lanjut, kata Pilar, sesuai arah pembangunan kota Tangsel dibutuhkan nilai-nilai moral, sesuai dengan motto Tangsel yakni cerdas, modern, dan religius.

“Ada religius disana, jadi pendidikan agamanya harus kuat. Saya yakin orang penghafal Al-Qur’an itu, insyaallah anak-anaknya soleh soleha,” katanya.

Sementara itu, disampaikan Wakil Ketua 2 Baznas Tangsel, Ahmad Rifai, beasiswa yang disalurkan melalui tahapan maupun proses seleksi yang ketat.

“Jadi dari bulan lalu terdaftar 80 orang untuk mahasiswa, dan penerimanya atau yang berhak menerimanya hanya 35 orang. Jadi selamat kepada penerima satu keluarga satu sarjana,” ucapnya.

Bahkan penerima beasiswa ada yang penghafal Al-Qur’an hingga 30 juz.

Tidak hanya program satu keluarga satu sarjana, program beasiswa juga sudah disalurkan untuk hafidz Qur’an tingkat sekolah menengah atas (SMA) kurang lebih sebanyak 70 penerima.(Red)

Benyamin Tegaskan Komitmen Antikorupsi di Rakor KPK: Tangsel Siap Bersinergi

PelitaTangerang.com, Jakarta – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel saat menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Pemberantasan Korupsi Pemerintahan Daerah yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Acara tersebut menjadi forum penting dalam menyatukan langkah antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga penegak hukum dalam mencegah, serta memberantas praktik korupsi di lingkungan pemerintahan.

“Pencegahan korupsi ini tidak bida dilakukan sendiri. Butuh sinergi yang kuat antar-instansi dan pengawasan yang aktif dari masyarakat,” ujar Benyamin.

Benyamin menilai pertemuan ini sangat relevan untuk memperkuat integritas dan akuntabilitas di pemerintahan daerah.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen menegakkan prinsip transparansi dalam pengelolaan anggaran dan pelayanan publik.

“Kita selalu mengupayakan untuk melakukan yang terbaik demi masyarakat di Tangerang Selatan, baik dari sisi layanan publik, hingga terkait anggaran yang kita buat sangat transparan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPK Johanes Tanak menegaskan, pentingnya pengelolaan anggaran publik secara cepat bertanggung jawab.

“Anggaran yang diperoleh dari rakyat harus dipergunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan publik, serta dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” jelasnya.

Johanis juga menyampaikan keprihatinan terhadap masih maraknya praktik korupsi di Indonesia, meski berbagai langkah penindakan dan pencegahan telah dilakukan.

Ia menyoroti Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang masih rendah, yakni 34 pada tahun 2022 dan 2023 hanya naik menjadi 37 pada tahun 2024.

“Tetapi sayang masih terlalu banyak yang kurang menyadari tentang hal ini, sehingga masih banyak yang melakukan korupsi dalam menjalankan tugasnya. Ini memberikan gambaran bahwa korupsi di Republik Indonesia ini sangat tinggi,” ujarnya.(Red)

Camat Panongan Hadiri Sosialisasi Pelatihan Tukang untuk Program Sanitasi di Desa Rancaiyuh

PelitaTangerang.com, Tangerang – Camat Panongan menghadiri langsung kegiatan sosialisasi pelatihan tukang dalam rangka mendukung program peningkatan sanitasi di Desa Rancaiyuh, Kecamatan Panongan, Selasa (9/7/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas pelaksana teknis di lapangan dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan layak huni.

Sosialisasi yang berlangsung di balai desa tersebut diikuti oleh para tukang bangunan lokal yang akan terlibat dalam pengerjaan pembangunan sarana sanitasi. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh perangkat desa, pendamping teknis, dan perwakilan masyarakat.

Camat Panongan, Heru Ultari, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kualitas pekerjaan sanitasi sebagai bagian dari pembangunan yang berdampak langsung pada kesehatan warga.

“Sanitasi adalah kebutuhan dasar masyarakat. Maka, tukang bukan hanya bekerja membangun, tetapi ikut menjaga standar kualitas dan keselamatan lingkungan. Pelatihan ini menjadi bekal penting agar pembangunan tidak hanya cepat, tapi juga tepat,” ujar Camat Heru.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta dan berharap program ini dapat menjadi awal dari pola kerja teknis yang lebih profesional di tingkat desa, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan penuh semangat kolaboratif. Pelatihan lanjutan direncanakan akan dilakukan secara bertahap seiring dengan pelaksanaan proyek sanitasi yang ada di Desa Rancaiyuh.(D.s)

Berita Terbaru