Rabu, 24 Juni 2026
Beranda blog Halaman 60

Pilar Ajak Warga Dukung Produk Lokal Tangsel di Ajang INACRAFT 2025

PelitaTangerang.com, Jakarta – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan menunjukkan dukungannya terhadap produk lokal dengan mengunjungi booth Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kota Tangsel di pameran The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2025.

Acara yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada 5-9 Februari 2025 ini menjadi ajang penting bagi pelaku UMKM untuk memamerkan kreativitas mereka dan merupakan pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara.

Saat berkeliling di booth Dekranasda Tangsel, Pilar mengapresiasi kualitas produk kerajinan yang ditampilkan.

“Kami ingin produk UMKM Tangsel semakin dikenal luas dan bisa bersaing, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Melalui event seperti INACRAFT ini, kita membuka peluang lebih besar bagi para pengrajin untuk berkembang,” ujar Pilar pada Jumat (07/02/2025).

Tak hanya sekadar melihat-lihat, Pilar juga berdialog dengan para pelaku UMKM, mendengar langsung tantangan yang mereka hadapi serta harapan mereka terhadap dukungan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus membantu pemasaran dan pengembangan produk lokal agar bisa bersaing dalam skala nasional maupun internasional.

Di akhir kunjungannya, Pilar mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan menggunakan produk lokal.

“Dengan membeli produk buatan anak bangsa, kita tidak hanya membantu UMKM berkembang, tapi juga turut melestarikan budaya dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.(Red)

Walsh ke Klub ASIA Pemain Timnas DILIRIK Agen Dybala

Pilar di Musrenbang Ciputat: Pemkot Tangsel Siap Bantu UMKM, Asal Serius Berkembang!

PelitaTangerang.com, – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menegaskan, pemkot siap memberikan dukungan, namun pelaku usaha juga harus memiliki tekad kuat untuk berkembang.

“Kami dari Pemkot mendorong dan mendukung berbagai usulan terkait, tapi pelaku UMKM sendiri yang harus punya tekad untuk mengembangkan usahanya,” ujar Pilar dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Ciputat, Kamis (06/02/2025).

Ia menambahkan, meskipun dengan anggaran yang tidak cukup besar, tetapi usulan-usulan terkait UMKM dan ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu prioritas dari Pemkot Tangsel.

Untuk menunjang hal itu, Pemkot Tangsel siap memberikan berbagai bentuk bantuan, baik pelatihan keterampilan maupun peralatan usaha, namun semuanya harus berdampak nyata.

“Kalau minta pelatihan, kita kasih. Kalau butuh alat, kita bantu. Tapi jangan sampai hasilnya nihil. Harus ada perkembangan dan ukurannya jelas,” tegasnya.

Pilar juga menyoroti pentingnya regulasi dalam pengembangan UMKM, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Ia memastikan Pemkot siap membantu proses ini agar usaha kecil bisa naik kelas.

Tak hanya sektor perdagangan, Pilar juga menyoroti peluang di bidang digital dan kreatif.

Ia mencontohkan bagaimana Karang Taruna bisa mendapatkan pelatihan konten kreator untuk menjual jasa desain grafis atau pemasaran digital melalui TikTok dan e-commerce. Begitu juga dengan bidang sablon, yang menurutnya memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik.

Namun, Pilar menegaskan bahwa semua bantuan harus dijalankan dengan komitmen. Sebab, kekuatan ekonomi daerah ada di tangan masyarakat.

“Basis ekonomi itu kan ada di bawah, di masyarakat menengah ke bawah, ini harus kuat. Daya belinya harus kuat, supaya sekali lagi bisa berputar ekonomi kita,” jelasnya.

Dengan pendekatan dua arah antara pemerintah dan masyarakat, Pilar berharap UMKM di Tangsel bisa semakin kuat, membuka lapangan pekerjaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.(Red)

Presiden Prabowo Bahas Strategi Penguatan Investasi Mobil Listrik di Istana Merdeka

PelitaTangerang.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (06/02/2025). Pertemuan tersebut membahas strategi untuk memperkuat investasi dalam pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Dalam keterangan persnya kepada awak media usai pertemuan, Rosan menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengambil peran lebih aktif dalam industri kendaraan listrik, mengingat sumber daya nikel yang melimpah serta ekosistem baterai yang sudah berkembang. Namun, ia juga menyoroti bahwa hingga saat ini produksi mobil listrik nasional masih terbatas.

“Kita kan potensi dari nikelnya segala macem, baterainya sampe baterai itu sudah ada, recycle baterainya sudah ada. Nah, tapi mobilnya kan kita belum ada nih, mobil listriknya, sedangkan kita kan sudah committed untuk net zero emission di 2060, malah keinginannya Bapak Presiden bisa lebih cepat,” ujar Rosan.

Lebih lanjut, Rosan turut menyinggung bahwa saat ini Indonesia masih bergantung pada investasi dari perusahaan luar seperti Hyundai, BYD, dan Wuling yang sudah membangun manufaktur di dalam negeri. Namun, ia menekankan perlunya peran lebih besar bagi Indonesia dalam industri ini.

“Produksi mobil kita kan sekitar 1,2 juta per tahun, dan berkembang, dan diharapkan di tahun 2030 tadi disampaikan sampai 2,5 juta. Ya, intinya masa kita hanya tidak bisa berperan lebih besar dari itu?” ungkap Rosan.

Menanggapi pertanyaan mengenai merek-merek yang sudah masuk ke pasar Indonesia, Rosan menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada investasi dari luar, tetapi juga mengkaji kemungkinan pengembangan kendaraan listrik nasional. “Kita kan sudah ada Maung, ini mungkin ada pengembangan berikutnya, nanti kita akan bicara, akan kerjakan lebih lanjut lagi lah,” ucap Rosan.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap dapat mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional dan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok global.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Direktur Utama PT Pindad (Persero) Prof. Sigit Puji Santoso, Guru Besar Institut Teknologi Bandung Prof. Brian Yuliarto, serta Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Tbk Pandu Patria Sjahrir.(***)

Camat Tigaraksa Usulkan Revitalisasi Simpang Tiga Polsek

PelitaTangerang.com, Tangsel – Kepadatan kendaraan pribadi dan umum yang melintas di simpang tiga Polsek Tigaraksa membutuhkan perhatian dan penanganan khususn. Salah satunya, Camat Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Cucu Abdurrosyied mengusulkan revitalisasi. Apalagi, simpang tiga tersebut berada di dekat polsek dan kantor kecamatan.

“Selama ini kerap menjadi titik kemacetan terutama pada pagi hari pengendara roda dua dan empat yang melintas untuk berangkat kerja dan pada sore hari ketika pulang kerja,” pungkasnya saat diwawancari usai Musrenbang, Rabu (05/02/ 2025).

Berdasarka hal tersebut, maka simpang tiga harus segera di revitalisasi. Jika ruas jalan simpang tiga polsek tersebut direvitalisasi maka banyak kemudahan dan kenyamanan yang bisa dirasakan.

“Mobilitas masyarakat menjadi nyaman dan aman dalam berkendara serta terdapat aktifitas anak sekolah yang berada di sekitar situ, seperti SMPN 1 Tigaraksa nantinya,” ucapnya.

Selain itu, Cucu menegaskan, area tersebut terdapat lahan milik Pemerintah Kabupaten Tangerang yang berada dekat simpang tiga tersebut yang bisa digunakan untuk merevitalisasi tersebut. nantinya juga akan di bangun gapura dan ruang terbuka hijau.

“Sebagai ibukota pemerintahan menjadi identitas Kecamatan Tigaraksa untuk terlihat estetik dan tertib, berharap revitalisasi jalan simpang tiga polsek tersebut akan terelasisasikan segera,” Tutup Dia.(Red)

Hibah di Tangsel Tak Bisa Sembarangan! Benyamin: Harus Berdampak Nyata

Pelita Tangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap hibah yang diberikan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Hibah dan Bantuan Sosial di wilayah Serpong, pada Rabu (05/02/2025).

“Kami ingin memastikan bahwa setiap hibah yang diberikan memiliki dampak nyata dan sesuai kebutuhan masyarakat. Tapi sebesar apapun kebutuhan masyarakat, tentu ada batasnya kemampuan keuangan pemerintah daerah untuk memberikan hibah,” ujarnya.

Benyamin mengatakan, hibah itu bersifat stimulan, artinya tidak boleh sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah, tetapi juga harus didukung dengan swadaya masyarakat.

Oleh karena itu, Pemkot Tangsel mendorong pemohon hibah untuk tetap mengedepankan semangat gotong royong dalam setiap pengajuan.

Tak hanya itu, Benyamin juga mengingatkan pentingnya kesesuaian antara proposal pengajuan penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban dana hibah serta bantuan sosial.

Jika terjadi perbedaan antara proposal dan realisasi penggunaan dana, maka akan menjadi temuan yang dapat dipermasalahkan oleh lembaga pengawas, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami tidak bisa main-main dalam urusan hibah. Proposal harus jelas, pelaksanaan harus sesuai, dan pertanggungjawabannya juga harus benar. Ini penting untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan dana hibah,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan hibah yang lebih baik, Pemkot Tangsel telah memiliki regulasi ketat, termasuk Peraturan Wali Kota Nomor 2 Tahun 2021 yang mengatur tata cara penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan dana hibah dan bantuan sosial.

Di akhir acara, Benyamin juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun kota. Ia menekankan konsep multi-helix, yaitu kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, perguruan tinggi, dan media sebagai pilar utama pembangunan daerah.

Dengan adanya evaluasi ini, Pemkot Tangsel berharap dana hibah yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(Red)

Pilar: Penuntasan Masalah Banjir Fokus Utama Musrenbang Serpong Utara

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, menyebut masalah penuntasan penanganan banjir di wilayah Serpong Utara menjadi prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

Hal tersebut ia sampaikan usai menghadiri Musrenbang Kecamatan Serpong Utara, pada Rabu (05/02/2025).

“Dalam Musrenbang kali ini, Kecamatan Serpong Utara menyoroti penuntasan masalah banjir sebagai fokus utama pembangunan. Beberapa proyek infrastruktur yang sedang berjalan mencakup kawasan Serpong Park, Laverde, Jelupang, dan Pondok Jagung Timur,” ujar Pilar.

“Saya ingin di Serpong Utara ini minimal titik rawan banjir bisa selesai. Kalau bisa, secepatnya juga dilakukan di kecamatan lainnya,” tambahnya.

Selain itu, program Tangsel Terang masih terus berjalan. Di beberapa wilayah perkampungan, masih dilakukan penataan jalan yang saat ini sudah hampir selesai. Efisiensi anggaran juga menjadi perhatian utama, dengan mengalihkan dana ke program yang lebih strategis dan sesuai dengan RPJMD.

Dijelaskan lebih lanjut, pola Musrenbang dilakukan mulai dari tingkat kelurahan. Hal ini untuk memastikan setiap usulan yang masuk benar-benar berasal dari kebutuhan krusial masyarakat serta sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Musrenbang dilaksanakan di tiap-tiap kelurahan dalam kecamatan. Setiap usulan dititipkan di kelurahan, mudah-mudahan dengan pola seperti ini, ajuan-ajuan yang masuk benar-benar krusial dan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Jika sesuai, kita bisa menjadikannya prioritas untuk pembangunan,” ujar Pilar.

Menurut Pilar, Musrenbang ini menjadi momentum penting dalam merumuskan program pembangunan di Tangerang Selatan, khususnya di Serpong Utara, dengan fokus pada kebutuhan masyarakat dan efisiensi anggaran.(Red)

Ini Tanggapan DPRD Kota Tangerang: Gas 3 Kg Langka, Wajar Rakyat Kesel Dan Protes Menteri Bahlil

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Gas Langka. Seorang warga di Kota Tangerang meluapkan kekesalannya atas kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di warung-warung saat bertemu Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Pria yang mengaku bernama Efendi itu menyampaikan protesnya secara langsung kepada Bahlil dalam kunjungan ke agen gas di kawasan Cibodas, Tangerang, pada Selasa lalu (4/2/2025).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang Andri S Permana mengatakan, bahwa reaksi Efendi mewakili seluruh keresahan rakyat atas kebijakan distribusi gas 3 kg.

“Itu adalah reaksi yang mewakili seluruh masyarakat yang terdampak dari penerapan kebijakan yang serampangan,” jelasnya saat ditemui di Jalan Kalipasir, Kota Tangerang.

Andri juga menyoroti bahwa penerapan kebijakan redistribusi gas elpiji bersubsidi tanpa disertai perencanaan yang matang menjadi bencana 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Ini harus menjadi catatan bagi pemerintah pusat, karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat yang berdampak munculnya potensi konflik,” ungkapnya.

Andri menambahkan, pihaknya melalui DPRD Kota Tangerang mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo melalui Sufmi Dasco Ahmad yang telah mengumumkan pembatalan kebijakan tersebut.

“Harapan kami menjalang bulan suci Ramadan tidak ada lagi kegaduhan yang ditimbulkan dari kebijakan yang prematur,” pungkasnya. (Agus)

Gelar Penguatan dan Reviu LAKIP, Benyamin Tekankan Manajemen Kinerja Perangkat Daerah Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menekankan ke berbagai perangkat daerah dalam hal pengoptimalan manajemen kinerja di tahun 2025 yang harus dijalankan dengan baik. Termasuk mengevaluasi kinerja di tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan olehnya saat menghadiri penguatan dan reviu Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang digelar di wilayah Serpong, pada Rabu (05/02/2025).

“Karena tidak sekadar dilaksanakan tapi juga dilaporkan kinerja itu. Setelah dilaporkan itu dievaluasi, itulah jadinya sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah,” ucap Benyamin.

“Jadi kita itu bekerja untuk diukur kinerjanya, kinerja kita. Kerja, kinerja, udah itu aja,” tambahnya.

Menurut Benyamin, ada 3 fungsi yang harus dijalankan oleh para birokrat di perangkat daerah, yakni memberikan pelayanan publik, meningkatkan daya saing dan mensejahterakan masyarakat.

“Penuhi aturan dalam bekerja, jangan nabrak aturan, kalau ditabrak kalian yang ditabrak sama aturan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tangsel, Aplahunajat mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya untuk menghasilkan dan meningkatkan nilai SAKIP di Tangsel.

“Nilai SAKIP di Tangsel 2024 itu 69,04 berakuntabilitas B, capaian ini telah meningkat 1,73 poin dari tahun sebelumnya. Meskipun demikian, angka ini belum sesuai target di angka 70,” jelasnya.

Oleh karenanya, untuk mencapai target tersebut diperlukan kerja sama seluruh perangkat daerah dalam upaya meningkatkan nilai SAKIP.

“Walaupun dengan target tinggal 1 poin, tapi kenaikan itu tidak mudah, karena dua pertiga dari SAKIP perangkat daerah itu harus bernilai baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan rekomendasi dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) khususnya Laporan Hasil Evaluasi (LHE) yang harus ditindaklanjuti untuk meningkatkan efektivitas akuntabilitas kinerja.

“Salah satunya adalah peningkatan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah atau LKjIP di tingkat kota maupun di perangkat daerah agar lebih struktur, relevan dan akurat,” katanya.(Red)

Pilar Sampaikan Duka Mendalam dan Jelaskan Kronologis Meninggalnya Warga Tangsel yang Diduga Kelelahan Antre Elpiji 3 Kg

PelitaTangerang.com, Tangsel – Yonih, warga Pamulang yang dikabarkan meninggal usai antre gas elpiji 3 kg mendapatkan sorotan publik dan perhatian dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Terkait hal tersebut, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan turut prihatin dan langsung melakukan takziah ke rumah duka.

“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kami menyampaikan langsung arahan dari Pak Wali Kota menyampaikan turut berduka cita, dan ini menjadi perhatian kita semua,” ucap Pilar saat melakukan takziah, pada Selasa (04/02/2025).

Terkait kronologis, pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan, termasuk yang didapat bahwa tidak ada antrean saat almarhumah membeli gas elpiji 3 kg.

“Jadi pangkalan ini langganan almarhumah, pada saat kejadian kemarin itu almarhumah ditawarkan bagaimana gas elpiji ini diantarkan. Tetapi almarhumah mungkin masih merasa sehat begitu ya, jadi mau diambil saja, tapi pas di tengah jalan gitu ya beliau pingsan lalu dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia,” jelasnya.

Pilar meyakini kebijakan dari pemerintah pusat bertujuan baik dalam hal menata agar distribusi elpiji 3 kg dapat tepat sasaran, sehingga tidak ada perbedaan harga yang mencolok.

“Kami mendapat informasi sementara pengecer boleh menjual kembali. Kami senang sekali supaya distribusi bisa lebih merata. Tujuan pemerintah pusat baik sekali, bagaimana bisa mengendalikan dan menata distribusi gas elpiji,” katanya.(Red)

Berita Terbaru