Selasa, 21 April 2026
Beranda blog Halaman 19

Pemkot Tangerang Dukung Penguatan Keselamatan Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Provinsi Banten, PT Angkasa Pura II, dan Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Gangguan Keselamatan Operasional Penerbangan, Rabu (17/09/2025), di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan otoritas bandara dalam mencegah potensi gangguan yang dapat membahayakan pesawat maupun penumpang.

“Kita memiliki satu kesepahaman, keselamatan penumpang pesawat menjadi tanggung jawab bersama. Memang otoritas bandara memiliki mandat utama, tetapi dukungan pemerintah daerah, baik kota maupun Kabupaten Tangerang, sangat diperlukan, terutama dalam pencegahan gangguan seperti balon udara, layang-layang, dan penggunaan drone tanpa izin,” tegas Andra Soni.

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, di antaranya sosialisasi masif kepada masyarakat, penetapan wilayah rawan gangguan, serta pembentukan forum khusus penanganan keselamatan penerbangan.

“Nantinya akan ada pembahasan lanjutan antara Pemerintah Kota/Kabupaten Tangerang dan pihak bandara secara lebih rinci terkait langkah yang akan dilakukan, seperti sosialisasi dan pembentukan forum,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menyampaikan bahwa Pemkot Tangerang telah melakukan langkah antisipasi melalui dukungan regulasi dan pengawasan di lapangan. Salah satunya melalui dua Peraturan Daerah yang terkait langsung dengan upaya menjaga keselamatan penerbangan.

“Ini persoalan yang harus kita selesaikan bersama, terutama larangan bermain layang-layang di sekitar bandara yang jelas membahayakan penerbangan. Pemkot Tangerang mendukung penuh langkah antisipasi ini. Kami juga sudah memiliki Perda No. 7 Tahun 2004 tentang larangan menaikkan layang-layang yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan, serta Perda tentang ketenteraman, ketertiban umum dan Perlindungan Masyarakat, No. 8 Tahun 2018,” jelas Sachrudin.

Wali kota, juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif dan kontribusi nyata dari pihak bandara kepada masyarakat sekitar Bandara Soekarno-Hatta.

“Komunikasi, kolaborasi, dan kontribusi semua pihak menjadi kunci. Pemerintah, bandara, dan masyarakat harus bersama-sama menjaga keamanan penerbangan demi keselamatan kita semua,” pungkasnya.(Red)

Siskamling di Kecamatan Setu Tangsel Akan Digalakkan, Cegah Tawuran hingga Peredaran Narkoba

PelitaTangerang.com, Tangsel – Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan akan digalakkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah kerawanan sosial.

Camat Setu Erwin Gemala Putra mengatakan, pengaktifan Siskamling penting dilakukan untuk menjaga keamanan di lingkungan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Kami sedang menggalakkan untuk mengaktifkan kembali Siskamling. Lurah dan RT RW diminta untuk di siskamling ini alat kelengkapannya dilengkapin,” kata Erwin dari keterangan yang didapat pada Kamis (18/09/2025).

Erwin menuturkan, ada berbagai peralatan Siskamling yang perlu dilengkapi, mulai dari nomor telpon lurah, babinsa, binamas, BPBD, Damkar, serta perlengkapan pendukung seperti senter dan lainnya.

Selain itu, pengaturan jam siskamling di Pos Ronda juga akan disesuaikan dengan jam potensi kerawanan sosial yang kerap terjadi.

“Saya akan coba pendekatan persuasif kalau bisa pos ronda dimulai jam 00.00 – 04.00 WIB supaya bisa mendeteksi potensi kerawana di wilayah Kecamatan Setu. Karena antara jam itu biasanya ada kerawanan sosial seperti tawuran anak, geng motor, perderadan narkoba, minuman keras dan kerawanan lainnya,” tutur Erwin.

Di Kecamatan Setu, berdasarkan dari laporan warga, Erwin menyebut ada dua titik kerawanan sosial. Yakni di sepanjang Jalan Puspiptek Serpong menuju Pasar Serpong dan Jalan Momonggor Kelurahan Kranggan.

“Saya minta temen-teman trantib untuk patroli lebih diintensifkan ke daerah sana karena sering ada laporan kerawanan sosial di daerah situ dan di daerah lain juga saya pantau. Di kecamatan kita punya tim cepat tanggap itu melibatkan trantib, personel koramil dan polsek. Kita lakukan patroli malam,” beber Erwin.

Dia berharap, partisipasi masyarakat untuk mengaktifkan kembali Siskamling di lingkungan masing-masing untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat.(Red)

Sekda Bambang Dampingi Komisi V DPR RI Tinjau Terminal Pondok Cabe

PelitaTangerang.com, Tangsel – Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang Noerjatjho mendampingi Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Terminal Pondok Cabe, Pamulang pada Rabu (17/09/2025).

Kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ini dilakukan untuk melihat sarana dan prasarana Terminal Tipe A Pondok Cabe dan dilanjutkan dengan pertemuan dengan Ditjen Integrasi Transportasi dan Multimoda dan Ditjen Perhubungan Darat terkait pengelolaan operasional terminal tipe A.

Usai mendampingi kunker spesifik tersebut, Sekda Bambang menyampaikan harapan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terhadap sistem pengelolaan Terminal Pondok Cabe.

“Kalau kami pemerintah daerah ingin ya Terminal Pondok Cabe ini kan bagian fasilitas layanan masyarakat. Kita gak berharap hanya sebagai pelengkap, meskipun betul kita tidak punya kewenangan maupun menset-up sesuai apa yang kita inginkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda Bambang berharap Kementerian Perhubungan bisa berkolaborasi untuk bersama-sama mengaktivasi masal Terminal Pondok Cabe.

“Seharusnya kita bisa lakukan lebih baik lagi. Apa yang bisa kita lakukan sama-sama, kita kerjakan dan kroyok sama-sama, manfaat yang bisa kita capai tadi,” katanya.(Red)

Benyamin Dampingi Komisi VIII DPR RI Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Kehadiran Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 di Jelupang, Serpong Utara membawa harapan baru bagi masa depan pendidikan di Kota Tangerang Selatan.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, sekolah ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan layak bagi semua, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI pada Rabu (17/9/2025), Benyamin juga menyampaikan, sekolah rakyat merupakan solusi strategis untuk memastikan tidak ada anak Tangsel yang tertinggal dari bangku pendidikan.

“Kemudian pemerintah Provinsi Banten pun memberikan perhatian penuh kepada pembangunan sekolah rakyat, termasuk di Kota Tangerang Selatan ini. Tentu kami menyambut baik kehadiran sekolah rakyat di Tangerang Selatan, kami juga sudah mengusulkan dua lokasi lagi untuk pembangunan sekolah rakyat lainnya,” ujar Benyamin di SRMA 33 Tangsel.

Sekolah rakyat menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan layak bagi semua, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Berdasarkan data sementara, tercatat ada sebanyak 141 siswa dan 16 di antaranya merupakan siswa asal Tangsel yang belajar di sekolah ini.

Mereka merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang masuk kategori rentan dan membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menilai kehadiran sekolah rakyat merupakan langkah nyata pemerintah untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi keluarga miskin ekstrem.

Ia juga menegaskan bahwa DPR RI bersama pemerintah pusat sudah menyiapkan alokasi anggaran hingga Rp27 triliun secara nasional untuk pembangunan sekolah rakyat.

“Tapi intinya sebenarnya ini salah satu untuk memutus rantai kemiskinan. Karena memang gitu dari pemerintah kemiskin ini memang beringinan untuk memutus rantai pemiskinan. Salah satunya untuk menyeselolahkan, mensejahterakan masyarakat yang desil 1, desil 2 untuk kita memberikan pendidikan yang layak,” jelasnya.

Dengan sinergi antara Pemkot Tangsel, DPR RI, dan pemerintah pusat, program sekolah rakyat ini diharapkan tidak hanya menghadirkan pendidikan berkualitas, tetapi juga menjadi jalan keluar nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kita nanti ke depannya, nanti ini benar-benar kita harus berjalan dengan baik, karena memang kemarin masih terbatasan memang tadi banyak masalah yang terutama masih ya kita sorotin dari teman-teman adalah dari 150 siswa kenapa masih ada yang mengundurkan diri. Jadi ini soal adaptasi,” jelasnya.(Red)

DPRD Tangsel Serahkan Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren ke Wali Kota

PelitaTangerang.com, Tangsel – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren kepada Wali Kota Tangsel dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Tangsel, Kamis (11/9/2025).

Raperda yang digagas sejak 2023 ini lahir dari inisiatif DPRD, khususnya Fraksi PKB, dan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh fraksi DPRD, Kementerian Agama Kota Tangsel, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), hingga Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Tujuannya, memberikan landasan hukum yang jelas bagi pemerintah daerah dalam memfasilitasi dan memberdayakan pesantren di Kota Tangsel.

*Pesantren sebagai Penopang Peradaban*

Dalam penjelasannya, DPRD menegaskan bahwa keberadaan pesantren tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang bangsa Indonesia. Sejak sebelum kemerdekaan, pesantren bersama kiai dan santrinya menjadi motor perjuangan rakyat melawan penjajah, sekaligus menjadi basis pendidikan agama, moral, dan sosial kemasyarakatan.

“Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, penggerak sosial, bahkan pemberdayaan ekonomi umat. Dengan Raperda ini, kami ingin memastikan ada regulasi yang berpihak, jelas, dan berkelanjutan untuk penguatan pesantren di Tangsel,” ujar Muthmainnah, salah satu pengusul Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.

*Kondisi Pesantren di Kota Tangsel*

Berdasarkan data Kementerian Agama Kota Tangsel tahun 2023, terdapat lebih dari 99 pesantren yang terdaftar resmi, ditambah sejumlah pesantren salafiyah yang fokus pada pengajaran kitab kuning dengan metode tradisional. Namun, masih banyak persoalan yang dihadapi pesantren, mulai dari keterbatasan sarana prasarana, akses pendanaan, hingga keterlibatan dalam pembangunan daerah.

Selama ini, bantuan dari pemerintah daerah dinilai masih bersifat stimulan dan belum menyentuh kebutuhan mendasar pesantren secara menyeluruh. Karena itu, DPRD menilai perlu adanya regulasi yang mengatur secara komprehensif agar fasilitasi pesantren bisa berjalan optimal, terstruktur, dan berkelanjutan.

*Tujuan Raperda*

Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren yang diserahkan DPRD Tangsel ini memuat sejumlah tujuan utama, antara lain:

Mewujudkan tata kelola fasilitasi pesantren yang baik, profesional, dan berdaya saing.

Mendorong pesantren menjadi pusat pendidikan berkualitas, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Memperkuat peran pesantren dalam menjaga stabilitas sosial, membina kerukunan umat, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mengoptimalkan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat dan pelestarian budaya lokal.

Memberikan perlindungan, pembinaan, serta pemberdayaan kepada santri, tenaga pendidik, dan masyarakat sekitar.

Membuka peluang kerja sama pesantren dengan perguruan tinggi, dunia industri, serta program CSR perusahaan.

Dengan tujuan tersebut, DPRD berharap pesantren di Tangsel dapat bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kota yang mengusung moto Cerdas, Modern, dan Religius.

*Dukungan dan Tahapan*

Sejak awal pengusulannya, Raperda ini telah melalui tahapan pembahasan bersama Sekretariat DPRD, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Kementerian Hukum Provinsi Banten, Biro Hukum Pemprov Banten, hingga Kementerian Agama Tangsel. Selain itu, stakeholder lokal seperti FSPP dan RMI juga turut dilibatkan dalam proses perumusan.

Landasan hukum dari Raperda ini antara lain adalah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren serta Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pondok Pesantren.

“Dengan regulasi ini, kami ingin memastikan pesantren memiliki peran strategis dalam membangun peradaban, membentuk generasi unggul, dan ikut serta dalam memperkuat identitas Kota Tangsel sebagai kota modern sekaligus religius,” tambah Muthmainnah.

*Harapan untuk Pemerintah Daerah*

Selanjutnya, DPRD Tangsel berharap agar Wali Kota memberikan perhatian dan keberpihakan penuh terhadap Raperda tersebut sehingga dapat segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Dengan begitu, pemerintah daerah memiliki instrumen hukum yang jelas untuk mengimplementasikan program-program fasilitasi pesantren dalam rencana strategis maupun RKPD.

“Raperda ini bukan hanya soal regulasi, tetapi juga komitmen bersama agar pesantren di Tangsel bisa menjadi bagian penting dalam pembangunan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,” pungkas Muthmainnah.

Dengan penyerahan Raperda ini, Tangsel selangkah lebih maju dalam upaya menghadirkan regulasi yang mendukung penguatan lembaga pesantren, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan agama yang kokoh, sejalan dengan nilai-nilai modernitas dan keberagaman kota.

Caption 1 : Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid menyerahkan draf Raperda Pesantren kepada Wali Kota Benyamin Davnie, disaksikan para wakil ketua DPRD, M Yusuf, Wanto Sugito dan Maria Teresa Suhardja.

2. Ketua Fraksi PKB Muthmainnah menyerahkan draf Raperda Pesantren kepada pimpinan DPRD Tangsel.

3. Anggota DPRD Tangsel mengikuti paripurna pemaparan Raperda Pesantren yang disampaikan oleh Muthmainnah.(Adv)

Besok Momen Hari Perhubungan Nasional, Naik Angkot Si Benteng & Bus Tayo Gratis

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Ada kabar gembira untuk seluruh masyarakat, dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harbunas), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memberikan layanan gratis bagi seluruh masyarakat yang ingin beraktivitas dengan menggunakan angkot Si Benteng maupun Bus Tayo pada Rabu, 17 September 2025.

Dalam kesempatannya, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, mengatakan layanan gratis ini diberikan sebagai apresiasi sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk lebih akrab dengan transportasi publik.

“Kami ingin di momen Hari Perhubungan Nasional ini, warga bisa merasakan langsung manfaat transportasi publik yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan. Jadi, ayo manfaatkan kesempatan ini,” ujar wali kota, di sela-sela kegiatannya, Selasa (16/09/2025).

Dengan adanya program ini, lanjut Sachrudin, Pemkot Tangerang berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan transportasi umum sehingga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas dan mendukung kota yang lebih hijau.

“Kami ingin transportasi publik menjadi pilihan utama masyarakat. Selain lebih efisien, juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan menjaga kualitas lingkungan di Kota Tangerang,” tambahnya.

Sachrudin mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum dan merasakan transportasi publik ini secara gratis.

“Besok silahkan gunakan Si Benteng dan Bus Tayo secara gratis pada tanggal 17 September. Mari bersama-sama kita dukung budaya tertib berlalu lintas dan transportasi publik yang berkelanjutan,” tutupnya.(Red)

Pantau Pergerakan Bus Sekolah Gratis Lewat Aplikasi Sioptimus Kota Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus melakukan inovasi pelayanan. Salah satunya, dengan penggunaan aplikasi Sioptimus Kota Tangsel, sebagai sistem informasi operasional, tracking dan monitoring bus.

Hal tersebut dijelaskan Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang pada Dishub Tangsel, Galang Andhika, pada Selasa (16/09/2025).

“Aplikasi ini berbasis android yang sesuai dengan akronimnya berfungsi untuk operasional, tracking, dan monitoring bus sekolah. Dan ini tentunya lebih meyakinkan dan optimalisasi siswa agar naik bus sekolah,” ujarnya.

Sistem kerja Sioptimus sangatlah mudah. Masyarakat bisa mengunduh aplikasi Sioptimus Kota Tangsel dengan gambar robot kuning, lalu register.

Nantinya, setelah diverifikasi, pendaftar akan mendapat username dan password untuk login. Sedangkan orang tua siswa bisa memantau perjalanan bus sekolah gratis.

“Menu di dalam aplikasi ini ada jadwal dan rute untuk mengetahui trayek dan estimasi jadwal tiap halte, lacak bus untuk mengetahui posisi real life bus via GPS bus, kilometer untuk jarak tempuh, penumpang hingga pusat bantuan dan menu kepuasan pelanggan,” jelasnya.

Saat ini kata Galang, jumlah bus sekolah ada 10 dan yang terkoneksi sementara baru 5 bus dan terus dikembangkan.

Secara data, jumlah penumpang bus sekolah gratis telah mengalami peningkatan sekitar 60 persen dibanding tahun 2024.

Bahkan terobosan lainnya, kendaraan jemputan milik sekolah-sekolah yang bersedia diintegrasikan dengan aplikasi Sioptimus juga bisa.

“Tinggal menyiapkan mdvr, cctv dan GPS di kendaraan tersebut. Sehingga orang tua siswa juga dapat memantau anaknya di dalam mobil jemputan sekolah tersebut,” tutupnya.(Red)

Pemkab Tangerang Luncurkan Logo HUT ke-393

Dalam amanatnya, Sekda Soma Atmaja meminta kepada seluruh pegawai dan perangkat daerah untuk menjaga ritme kerja yang meliputi kedisiplinan, percepatan penyerapan realisasi kinerja, peningkatan pelayanan publik dan sinergitas dalam pembangunan.

“Terima kasih kepada seluruh peserta apel yang telah mengawali tugas salah satunya apel pagi. Mari kita jadikan apel pagi ini sebagai inspirasi untuk bekerja lebih baik, berinovasi lebih giat, dan mengabdi dengan sepenuh hati. Terus semangat, dan percepat realisasi kinerja kita di sisa tahun ini, demi kemajuan Kabupaten Tangerang tercinta,” ujar Soma.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Soma secara resmi juga meluncurkan Logo Hari Jadi Ke-393 Kabupaten Tangerang. Logo Hari Jadi ke-393 Kabupaten tersebut merupakan hasil pemenang Lomba Cipta Karya Logo HUT ke-393 Kabupaten Tangerang, yang dilaksanakan tanggal 1-10 September 2025.

“Dengan peserta sebanyak 118 orang. Setelah melalui tahapan seleksi desain, teknis, hingga administratif, akhirnya terpilih 11 finalis, dan dewan juri menetapkan karya terbaik yaitu milik Saudari Fathiya Rahma, yang hari ini secara resmi kita launching sebagai logo Hari Jadi ke-393 Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Menurut dia, logo Hari Jadi Kab. Tangerang tersebut bukan sekadar gambar, melainkan simbol kebanggaan, identitas, serta semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Logo ini bukan sekadar gambar, melainkan simbol kebanggaan, identitas, serta semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tangerang dalam melangkah menuju daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” jelasnya.

Di akhir amanatnya, dia juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian para pegawai yang telah menyisihkan rejekinya untuk membantu rakyat Palestina.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada seluruh donatur atas kepeduliannya. Besok Pak Bupati akan menyerahkan langsung bantuan sebesar kurang lebih Rp1,5 M untuk rakyat Palestina,” pungkasnya.(Red)

Semarak Setu Fest 2025: Festival UMKM, Jalan Sehat, Pentas Seni hingga Launching Koperasi Merah Putih

PelitaTangerang.com, Tangsel – Gelaran Setu Fest 2025 begitu semarak dan meriah. Terlihat antusiasme masyarakat yang meramaikan ragam kegiatan Setu Fest di tahun ini yang berlangsung selama dua hari, 13 dan 14 September 2025.

Mulai dari Festival Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pentas seni, jalan sehat, senam bersama, launching koperasi merah putih hingga perayaan maulid nabi.

Ketua DPRD Tangsel, Abdul Rasyid yang hadir dalam jalan sehat pada Setu Fest 2025, Minggu (14/09/2025) memberikan apresiasi atas kekompakan dan kebersamaan masyarakat Setu.

Terlebih, dia menyoroti hadirnya koperasi merah putih di Kelurahan Setu. Dirinya berharap hal ini dapat mendorong aktivitas perekonomian yang berada di Kelurahan Setu.

“Hari ini bahagia sekali tentunya, mencerminkan kondisi Tangerang Selatan yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Camat Setu, Erwin Gemala Putra. Ia menyampaikan apresiasinya atas kekompakan masyarakat Setu.

Bahkan dirinya memuji konsep pelaksanaan Setu Fest 2025 yang melibatkan para pelaku usaha hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

“Ini harus terus diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian kita akan potensi lokal di Kelurahan Setu,” ujarnya.

Tentunya, dia berharap kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Di kesempatan ini, Camat Setu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Masyarakat diimbau untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu ke perangkat RT maupun RW agar tidak termakan berita bohong.

“Kita ada perangkat RT, RW, lurah, camat. Cek dulu ya bapak-ibu ada berita yang belum tentu kebenarannya,” pesannya.(Red)

Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan, Sediakan Rumah Sewa hingga Trauma Healing untuk Korban Ledakan di Pamulang

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat memberikan bantuan bagi korban ledakan rumah akibat ledakan gas di Pondok Cabe Ilir, Pamulang pada Jumat (12/9/2025).

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah melalui BPJS dan mekanisme pembiayaan yang tersedia.

Saat ini tercatat tujuh korban masih menjalani perawatan intensif di RS Hermina Ciputat, termasuk satu korban luka bakar 100 persen yang dirujuk ke RS Tarakan.

“InsyaAllah, kita dahulukan semua kebutuhan yang penting bisa dipakai para pengungsi, yang layak tentunya, misal makanan, kebutuhan anak, bayi, semuanya juga disiapkan,” kata Pilar saat berkunjung ke tiga lokasi yakni RS Hermina, rumah meledak dan tempat pengungsian pada Sabtu (13/9/2025).

Selain bantuan medis, dukungan logistik darurat juga disalurkan untuk 16 kepala keluarga yang kini mengungsi di berbagai tempat baik di musala terdekat, rumah tetangga dan keluarga mereka.

Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, perlengkapan bayi seperti susu dan popok, serta kebutuhan dasar lainnya.

Pemkot juga menyiapkan opsi sewa rumah sementara agar para pengungsi tidak terlalu lama tinggal di musala.

Untuk anak-anak sekolah, Pilar meminta Dinas Pendidikan menyalurkan perlengkapan sekolah dan seragam agar mereka tetap bisa bersekolah tanpa kendala.

“Anak-anak tetap harus sekolah, karena pendidikan tidak boleh terhenti akibat musibah ini,” tegasnya.

Dari pendataan awal, tercatat ada rumah warga yang rusak dengan kategori berat, sedang, hingga ringan. Pemkot Tangsel telah mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2025 untuk membantu perbaikan rumah-rumah tersebut.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ditugaskan segera menginventarisasi kerusakan agar proses rehabilitasi bisa dilakukan sesegera mungkin.

Tak hanya itu, Pemkot Tangsel juga menyiapkan program trauma healing khusus untuk anak-anak dan keluarga terdampak melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama psikolog serta perguruan tinggi.

“Kami juga dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, itu ada program dengan psikolog ya, psikolog anak. Untuk pemulihan trauma pasca kejadian. Jadi memang itu standar kami. Setiap ada kejadian, bencana, kebakaran, dan lain sebagainya ya, itu pasti kami turunkan psikolog untuk melakukan trauma healing,” kata dia.

Pilar menegaskan, Pemkot Tangsel pemerintah akan terus hadir mendampingi warga hingga pulih dari musibah.(Red)

Berita Terbaru