Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 18

Laga Seru Liga Futsal Pamulang : Sekolah Swasta Bersinar, Tunjukkan Semangat Sportifitas dan Bakat Gemilang

PelitaTangerang.com, Tangsel – Gemasnya bola mini dalam lapangan futsal kembali menggema di Kecamatan Pamulang! Liga Futsal Pamulang, yang digelar oleh Korwil 4 PKSS Kota Tangerang Selatan, sukses mempersatukan 36 sekolah swasta dalam kompetisi penuh semangat sejak 6 September lalu. Lomba yang bertempat di SMP Pelita Bangsa ini menjadi panggung bagi para pelajar menunjukkan skill, kerja sama, dan sportivitas di dunia olahraga mini soccer yang tengah naik daun.(20/09/25)

Selama dua minggu penuh, suasana di lapangan futsal tak pernah sepi. Sorak sorai penonton, teriakan dukungan dari para guru, hingga strategi jitu para pelatih, semua berpadu menciptakan momen seru yang bikin semua terpaku di pinggir lapangan. Tak hanya soal kemenangan, Liga Futsal Pamulang juga menjadi ajang belajar bagi para peserta tentang arti kerjasama tim, sportifitas, dan semangat pantang menyerah.

Puncak acara menampilkan drama kompetisi pertandingan yang seru dengan hasil akhir SMP Islam Al Fajar tampil sebagai juara pertama, diikuti oleh SMP Islam At-Taqwa, SMP Islam Mujahiddin, dan SMP Muhammadiyah Parakan yang masing-masing menempati posisi dua, tiga, dan empat. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi sekolah dan peserta didik lainnya.

Acara ini juga dihadiri oleh para kepala sekolah swasta wilayah Pamulang dan tentunya dengan para suporternya, Muhammad Nur, Kasie peserta didik Dinas Pendidikan kota Tangerang Selatan, Ketua Dewan Pendidikan Maman Syaifurahman, serta Ketua PKSS Eko Pranoto P.

Dalam sambutannya, Mardhani, Ketua Panitia sekaligus Ketua Korwil Pamulang, menyampaikan bahwa lomba ini lebih dari sekadar pertandingan. “Ini adalah wadah positif untuk mengasah bakat sekaligus menumbuhkan jiwa sportif yang menjadi modal utama dalam kehidupan”.

Menurut Kasie Kesiswaan, Muhammad Nur, keberhasilan acara ini harus menjadi batu loncatan untuk membuat Liga Futsal Pamulang menjadi agenda rutin, bahkan bisa dikembangkan ke tingkat kota Tangerang Selatan. “Kami berharap event ini terus berlanjut dan menginspirasi wilayah lain untuk mengadakan kegiatan serupa. Karena futsal bukan cuma soal menang dan kalah, tapi bagaimana kita belajar dari setiap pertandingan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Berbicara soal futsal, olahraga ini memang sedang naik daun di kalangan pelajar. Dengan lapangan yang kecil dan permainan yang cepat, futsal mengasah kemampuan teknik dan strategi dalam waktu singkat. Selain melatih ketangkasan dan refleks, futsal juga mendorong kerja sama tim yang solid dan komunikasi yang efektif antar pemain. Makanya, tidak heran kalau futsal saat ini jadi favorit karena seru dan menantang!

Liga Futsal Pamulang membuktikan bahwa olahraga tidak hanya soal fisik, tapi juga cara menyatukan semangat, persahabatan, dan karakter positif. Di balik tendangan bola dan teriakan dukungan, lahir pula pelajar yang tangguh, sportif, dan penuh rasa percaya diri. Jadi, siap-siap saja siapa tahu dari liga ini muncul bintang futsal masa depan yang bakal mengharumkan nama Indonesia.(EPP)

Sapa Hangat Warga Kelurahan Medang, Polsek Pagedangan Monitoring Langsung Kegiatan Siskamling Terpadu

PelitaTangerang.com, Tangerang – Jajaran Polsek Pagedangan terus meningkatkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui monitoring Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) Terpadu.

Kegiatan ini dilaksanakan di Poskamling Terpadu Kelurahan Medang, RT/03 RW/04 Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (18/09/2025) malam.

Monitoring ini dinahkodai langsung oleh Kanit Binmas Polsek Pagedangan yakni Ipda Nasrul bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Medang Aipda Arief Budiman.

Dalam kesempatannya, petugas bertemu dengan pengurus Poskamling, Linmas serta warga setempat untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Adapun pesan yang disampaikan antara lain pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Dengan keterlibatan aktif warga, diharapkan dengan adanya kegiatan ini situasi menjadi aman dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polsek Pagedangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ketua RT/03 RW/04 Kelurahan Medang, Bapak Arifin, perwakilan Linmas Bapak Juki, serta sejumlah warga masyarakat yang ikut andil dalam menjaga keamanan dalam kegiatan poskamling terpadu.

Kegiatan ini disambut hangat oleh warga masyarakat dengan suasana kekeluargaan, sekaligus sebagai ajang silaturahmi untuk memperkuat sinergitas antara Kepolisian, Aparat Kelurahan serta Masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman kondusif.

Kapolsek Pagedangan AKP Galan Adid Dharmawan, S.T.K., S.I.K., saat melakukan monitoring Siskamling Terpadu ia menyampaikan bahwa kegiatan ini ialah bagian dari upaya Aparat Kepolisian dalam memperkuat keamanan berbasis masyarakat.

“Dengan adanya poskamling yang aktif dan partisipasi warga, maka potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini. Polsek Pagedangan akan terus mendukung dan hadir bersama masyarakat demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah kami,” ucap Kapolsek kepada Wartawan.(D.s)

PWI Kota Tangsel Potong Tumpeng Sekaligus Tasyakuran

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar syukuran atas hasil pleno PWI Banten yang menetapkan struktur kepengurusan PWI Tangsel periode terbaru.

Acara ini digelar di Sekretariat PWI Kota Tangerang Selatan, Jalan Graha Raya Bintaro, Parigi Baru, Pondok Aren, pada Jumat (18/9/2025).

Syukuran berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri langsung oleh Ketua PWI Kota Tangerang Selatan Edi Riyadi, Wakil Ketua Sugito, Sekretaris Jenderal Daru Virgo, jajaran pengurus bidang, serta puluhan anggota PWI Kota Tangerang Selatan.

Agenda kegiatan diawali dengan pemotongan tumpeng syukuran oleh Ketua PWI Kota Tangerang Selatan, Edi Riyadi, sebagai simbol rasa syukur atas diterbitkannya SK Kepengurusan PWI Kota Tangerang Selatan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi membahas program kerja jangka pendek dan jangka panjang organisasi.

Dalam sambutannya, Edi Riyadi menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh pengurus anggota PWI Kota Tangerang Selatan atas dukungannya yang telah diberikan.

Ia juga menegaskan bahwa momen syukuran ini menjadi semangat baru bagi PWI Kota Tangerang Selatan dalam memperkuat sinergi dan peran strategis organisasi.

“Terima kasih atas kehadirannya pada syukuran ini, yang juga merupakan bentuk rasa syukur atas kehadiran Ketum PWI di Sekretariat PWI Provinsi Banten yang diketuai Rian Nopandra, serta Gubernur Banten yang telah menetapkan HPN 2026 di Banten. Kehadiran tersebut memberikan makna kemenangan dan pengakuan secara politis untuk PWI Kota Tangerang Selatan,” ungkap Edi Riyadi.

Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa PWI Tangerang Selatan akan terus menjaga kekompakan dan soliditas dalam memajukan Kota Tangerang Selatan, sekaligus memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Syukuran ini tidak hanya menjadi wujud rasa syukur atas legitimasi kepengurusan baru, tetapi juga momentum konsolidasi seluruh pengurus dan anggota untuk menatap program kerja ke depan dengan optimisme dan kebersamaan. (Faisol)

Banten Di Percaya Menjadi Tuan Rumah Hari Pers Nasional Pada Februari 2026

PelitaTangerang.com, Banten – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendampingi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir dan PWI Provinsi Banten bersama jajaran PWI se-Banten melakukan tatap muka dengan Gubernur Banten Andra Soni.

Dalam pertemuan tersebut Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir dan jajaran serta para pengurus PWI se-Banten disambut hangat oleh Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara, Kota Serang, Kamis (18/9/2025).

Dalam sambutannya Gubernur Banten Andra Soni mengucapkan, Alhamdulillah, hari ini saya mendapat tamu kehormatan dari kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Setelah beberapa tahun, akhirnya PWI bisa kembali bersatu,” kata Andra Soni usai pertemuan.

Ia mengapresiasi soliditas PWI yang kini kembali satu. “Ke depan saya tidak lagi bingung menerima audiensi karena PWI sudah bersatu. Kami siap berdiskusi dan berkolaborasi untuk mendukung aktivitas masing-masing,” ujarnya.

Gubernur juga menyampaikan selamat kepada pengurus PWI Pusat yang baru terpilih. “Kami bersyukur Provinsi Banten dipercaya menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional pada Februari 2026. Semoga pelaksanaannya berjalan baik dan lancar,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PWI Pusat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten. “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan Gubernur Banten. Kami juga membawa keputusan pengurus pusat yang menetapkan Banten sebagai tuan rumah HPN 9 Februari 2026,” paparFairu

Ia berharap kerja sama antara PWI dan Pemprov Banten terus terjalin harmonis demi kemajuan daerah. Menyinggung isu dualisme di tubuh PWI, ia memastikan persoalan itu akan segera selesai.

“Insyaallah tidak ada lagi dualisme. Kita akan menyelesaikan dengan baik demi PWI yang kita cintai,” tegasnya.

Kunjungan ini turut dihadiri Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang, Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari, Ketua PWI Banten Rian Nopandra, Sekretaris Fadil Khalid, Ketua Bidang Organisasi Teguh Idham Akbar, Ketua Penasehat Lesman Bangun, Ketua PWI Kota Tangsel Edy Riyadi, Ketua PWI Lebak RA Sudrajat, Ketua PWI Kabupaten Tangerang Sely Loamena, Ketua PWI Cilegon, Ahmad Fauzi Chan, Ketua PWI Kota Serang Esa Firmansyah, Ketua PWI Kota Tangerang Rahmat Herwanto yang diwakili Sekretaris Fairus, Ketua PWI Kabupaten Serang Andrea Nanda Saputra, serta jajaran pengurus PWI kabupaten/kota se-Banten

Ia berharap kerja sama antara PWI dan Pemprov Banten terus terjalin harmonis demi kemajuan daerah. Menyinggung isu dualisme di tubuh PWI, ia memastikan persoalan itu akan segera selesai.

“Insyaallah tidak ada lagi dualisme. Kita akan menyelesaikan dengan baik demi PWI yang kita cintai,” tegasnya.

Kunjungan ini turut dihadiri Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang, Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari, Ketua PWI Banten Rian Nopandra, Sekretaris Fadil Khalid, Ketua Bidang Organisasi Teguh Idham Akbar, Ketua Penasehat Lesman Bangun, Ketua PWI Kota Tangsel Edy Riyadi, Ketua PWI Lebak RA Sudrajat, Ketua PWI Kabupaten Tangerang Sely Loamena, Ketua PWI Cilegon, Ahmad Fauzi Chan, Ketua PWI Kota Serang Esa Firmansyah, Ketua PWI Kota Tangerang Rahmat Herwanto yang diwakili Sekretaris Fairus, Ketua PWI Kabupaten Serang Andrea Nanda Saputra, serta jajaran pengurus PWI kabupaten/kota se-Banten. (Faisol)

Pemkot Tangerang Dukung Penguatan Keselamatan Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Provinsi Banten, PT Angkasa Pura II, dan Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Gangguan Keselamatan Operasional Penerbangan, Rabu (17/09/2025), di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan otoritas bandara dalam mencegah potensi gangguan yang dapat membahayakan pesawat maupun penumpang.

“Kita memiliki satu kesepahaman, keselamatan penumpang pesawat menjadi tanggung jawab bersama. Memang otoritas bandara memiliki mandat utama, tetapi dukungan pemerintah daerah, baik kota maupun Kabupaten Tangerang, sangat diperlukan, terutama dalam pencegahan gangguan seperti balon udara, layang-layang, dan penggunaan drone tanpa izin,” tegas Andra Soni.

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, di antaranya sosialisasi masif kepada masyarakat, penetapan wilayah rawan gangguan, serta pembentukan forum khusus penanganan keselamatan penerbangan.

“Nantinya akan ada pembahasan lanjutan antara Pemerintah Kota/Kabupaten Tangerang dan pihak bandara secara lebih rinci terkait langkah yang akan dilakukan, seperti sosialisasi dan pembentukan forum,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menyampaikan bahwa Pemkot Tangerang telah melakukan langkah antisipasi melalui dukungan regulasi dan pengawasan di lapangan. Salah satunya melalui dua Peraturan Daerah yang terkait langsung dengan upaya menjaga keselamatan penerbangan.

“Ini persoalan yang harus kita selesaikan bersama, terutama larangan bermain layang-layang di sekitar bandara yang jelas membahayakan penerbangan. Pemkot Tangerang mendukung penuh langkah antisipasi ini. Kami juga sudah memiliki Perda No. 7 Tahun 2004 tentang larangan menaikkan layang-layang yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan, serta Perda tentang ketenteraman, ketertiban umum dan Perlindungan Masyarakat, No. 8 Tahun 2018,” jelas Sachrudin.

Wali kota, juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif dan kontribusi nyata dari pihak bandara kepada masyarakat sekitar Bandara Soekarno-Hatta.

“Komunikasi, kolaborasi, dan kontribusi semua pihak menjadi kunci. Pemerintah, bandara, dan masyarakat harus bersama-sama menjaga keamanan penerbangan demi keselamatan kita semua,” pungkasnya.(Red)

Siskamling di Kecamatan Setu Tangsel Akan Digalakkan, Cegah Tawuran hingga Peredaran Narkoba

PelitaTangerang.com, Tangsel – Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan akan digalakkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah kerawanan sosial.

Camat Setu Erwin Gemala Putra mengatakan, pengaktifan Siskamling penting dilakukan untuk menjaga keamanan di lingkungan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Kami sedang menggalakkan untuk mengaktifkan kembali Siskamling. Lurah dan RT RW diminta untuk di siskamling ini alat kelengkapannya dilengkapin,” kata Erwin dari keterangan yang didapat pada Kamis (18/09/2025).

Erwin menuturkan, ada berbagai peralatan Siskamling yang perlu dilengkapi, mulai dari nomor telpon lurah, babinsa, binamas, BPBD, Damkar, serta perlengkapan pendukung seperti senter dan lainnya.

Selain itu, pengaturan jam siskamling di Pos Ronda juga akan disesuaikan dengan jam potensi kerawanan sosial yang kerap terjadi.

“Saya akan coba pendekatan persuasif kalau bisa pos ronda dimulai jam 00.00 – 04.00 WIB supaya bisa mendeteksi potensi kerawana di wilayah Kecamatan Setu. Karena antara jam itu biasanya ada kerawanan sosial seperti tawuran anak, geng motor, perderadan narkoba, minuman keras dan kerawanan lainnya,” tutur Erwin.

Di Kecamatan Setu, berdasarkan dari laporan warga, Erwin menyebut ada dua titik kerawanan sosial. Yakni di sepanjang Jalan Puspiptek Serpong menuju Pasar Serpong dan Jalan Momonggor Kelurahan Kranggan.

“Saya minta temen-teman trantib untuk patroli lebih diintensifkan ke daerah sana karena sering ada laporan kerawanan sosial di daerah situ dan di daerah lain juga saya pantau. Di kecamatan kita punya tim cepat tanggap itu melibatkan trantib, personel koramil dan polsek. Kita lakukan patroli malam,” beber Erwin.

Dia berharap, partisipasi masyarakat untuk mengaktifkan kembali Siskamling di lingkungan masing-masing untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat.(Red)

Sekda Bambang Dampingi Komisi V DPR RI Tinjau Terminal Pondok Cabe

PelitaTangerang.com, Tangsel – Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang Noerjatjho mendampingi Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Terminal Pondok Cabe, Pamulang pada Rabu (17/09/2025).

Kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ini dilakukan untuk melihat sarana dan prasarana Terminal Tipe A Pondok Cabe dan dilanjutkan dengan pertemuan dengan Ditjen Integrasi Transportasi dan Multimoda dan Ditjen Perhubungan Darat terkait pengelolaan operasional terminal tipe A.

Usai mendampingi kunker spesifik tersebut, Sekda Bambang menyampaikan harapan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terhadap sistem pengelolaan Terminal Pondok Cabe.

“Kalau kami pemerintah daerah ingin ya Terminal Pondok Cabe ini kan bagian fasilitas layanan masyarakat. Kita gak berharap hanya sebagai pelengkap, meskipun betul kita tidak punya kewenangan maupun menset-up sesuai apa yang kita inginkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda Bambang berharap Kementerian Perhubungan bisa berkolaborasi untuk bersama-sama mengaktivasi masal Terminal Pondok Cabe.

“Seharusnya kita bisa lakukan lebih baik lagi. Apa yang bisa kita lakukan sama-sama, kita kerjakan dan kroyok sama-sama, manfaat yang bisa kita capai tadi,” katanya.(Red)

Benyamin Dampingi Komisi VIII DPR RI Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Kehadiran Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 di Jelupang, Serpong Utara membawa harapan baru bagi masa depan pendidikan di Kota Tangerang Selatan.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, sekolah ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan layak bagi semua, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI pada Rabu (17/9/2025), Benyamin juga menyampaikan, sekolah rakyat merupakan solusi strategis untuk memastikan tidak ada anak Tangsel yang tertinggal dari bangku pendidikan.

“Kemudian pemerintah Provinsi Banten pun memberikan perhatian penuh kepada pembangunan sekolah rakyat, termasuk di Kota Tangerang Selatan ini. Tentu kami menyambut baik kehadiran sekolah rakyat di Tangerang Selatan, kami juga sudah mengusulkan dua lokasi lagi untuk pembangunan sekolah rakyat lainnya,” ujar Benyamin di SRMA 33 Tangsel.

Sekolah rakyat menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan layak bagi semua, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Berdasarkan data sementara, tercatat ada sebanyak 141 siswa dan 16 di antaranya merupakan siswa asal Tangsel yang belajar di sekolah ini.

Mereka merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang masuk kategori rentan dan membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menilai kehadiran sekolah rakyat merupakan langkah nyata pemerintah untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi keluarga miskin ekstrem.

Ia juga menegaskan bahwa DPR RI bersama pemerintah pusat sudah menyiapkan alokasi anggaran hingga Rp27 triliun secara nasional untuk pembangunan sekolah rakyat.

“Tapi intinya sebenarnya ini salah satu untuk memutus rantai kemiskinan. Karena memang gitu dari pemerintah kemiskin ini memang beringinan untuk memutus rantai pemiskinan. Salah satunya untuk menyeselolahkan, mensejahterakan masyarakat yang desil 1, desil 2 untuk kita memberikan pendidikan yang layak,” jelasnya.

Dengan sinergi antara Pemkot Tangsel, DPR RI, dan pemerintah pusat, program sekolah rakyat ini diharapkan tidak hanya menghadirkan pendidikan berkualitas, tetapi juga menjadi jalan keluar nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kita nanti ke depannya, nanti ini benar-benar kita harus berjalan dengan baik, karena memang kemarin masih terbatasan memang tadi banyak masalah yang terutama masih ya kita sorotin dari teman-teman adalah dari 150 siswa kenapa masih ada yang mengundurkan diri. Jadi ini soal adaptasi,” jelasnya.(Red)

DPRD Tangsel Serahkan Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren ke Wali Kota

PelitaTangerang.com, Tangsel – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren kepada Wali Kota Tangsel dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Tangsel, Kamis (11/9/2025).

Raperda yang digagas sejak 2023 ini lahir dari inisiatif DPRD, khususnya Fraksi PKB, dan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh fraksi DPRD, Kementerian Agama Kota Tangsel, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), hingga Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Tujuannya, memberikan landasan hukum yang jelas bagi pemerintah daerah dalam memfasilitasi dan memberdayakan pesantren di Kota Tangsel.

*Pesantren sebagai Penopang Peradaban*

Dalam penjelasannya, DPRD menegaskan bahwa keberadaan pesantren tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang bangsa Indonesia. Sejak sebelum kemerdekaan, pesantren bersama kiai dan santrinya menjadi motor perjuangan rakyat melawan penjajah, sekaligus menjadi basis pendidikan agama, moral, dan sosial kemasyarakatan.

“Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, penggerak sosial, bahkan pemberdayaan ekonomi umat. Dengan Raperda ini, kami ingin memastikan ada regulasi yang berpihak, jelas, dan berkelanjutan untuk penguatan pesantren di Tangsel,” ujar Muthmainnah, salah satu pengusul Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.

*Kondisi Pesantren di Kota Tangsel*

Berdasarkan data Kementerian Agama Kota Tangsel tahun 2023, terdapat lebih dari 99 pesantren yang terdaftar resmi, ditambah sejumlah pesantren salafiyah yang fokus pada pengajaran kitab kuning dengan metode tradisional. Namun, masih banyak persoalan yang dihadapi pesantren, mulai dari keterbatasan sarana prasarana, akses pendanaan, hingga keterlibatan dalam pembangunan daerah.

Selama ini, bantuan dari pemerintah daerah dinilai masih bersifat stimulan dan belum menyentuh kebutuhan mendasar pesantren secara menyeluruh. Karena itu, DPRD menilai perlu adanya regulasi yang mengatur secara komprehensif agar fasilitasi pesantren bisa berjalan optimal, terstruktur, dan berkelanjutan.

*Tujuan Raperda*

Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren yang diserahkan DPRD Tangsel ini memuat sejumlah tujuan utama, antara lain:

Mewujudkan tata kelola fasilitasi pesantren yang baik, profesional, dan berdaya saing.

Mendorong pesantren menjadi pusat pendidikan berkualitas, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Memperkuat peran pesantren dalam menjaga stabilitas sosial, membina kerukunan umat, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mengoptimalkan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat dan pelestarian budaya lokal.

Memberikan perlindungan, pembinaan, serta pemberdayaan kepada santri, tenaga pendidik, dan masyarakat sekitar.

Membuka peluang kerja sama pesantren dengan perguruan tinggi, dunia industri, serta program CSR perusahaan.

Dengan tujuan tersebut, DPRD berharap pesantren di Tangsel dapat bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kota yang mengusung moto Cerdas, Modern, dan Religius.

*Dukungan dan Tahapan*

Sejak awal pengusulannya, Raperda ini telah melalui tahapan pembahasan bersama Sekretariat DPRD, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Kementerian Hukum Provinsi Banten, Biro Hukum Pemprov Banten, hingga Kementerian Agama Tangsel. Selain itu, stakeholder lokal seperti FSPP dan RMI juga turut dilibatkan dalam proses perumusan.

Landasan hukum dari Raperda ini antara lain adalah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren serta Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pondok Pesantren.

“Dengan regulasi ini, kami ingin memastikan pesantren memiliki peran strategis dalam membangun peradaban, membentuk generasi unggul, dan ikut serta dalam memperkuat identitas Kota Tangsel sebagai kota modern sekaligus religius,” tambah Muthmainnah.

*Harapan untuk Pemerintah Daerah*

Selanjutnya, DPRD Tangsel berharap agar Wali Kota memberikan perhatian dan keberpihakan penuh terhadap Raperda tersebut sehingga dapat segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Dengan begitu, pemerintah daerah memiliki instrumen hukum yang jelas untuk mengimplementasikan program-program fasilitasi pesantren dalam rencana strategis maupun RKPD.

“Raperda ini bukan hanya soal regulasi, tetapi juga komitmen bersama agar pesantren di Tangsel bisa menjadi bagian penting dalam pembangunan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,” pungkas Muthmainnah.

Dengan penyerahan Raperda ini, Tangsel selangkah lebih maju dalam upaya menghadirkan regulasi yang mendukung penguatan lembaga pesantren, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan agama yang kokoh, sejalan dengan nilai-nilai modernitas dan keberagaman kota.

Caption 1 : Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid menyerahkan draf Raperda Pesantren kepada Wali Kota Benyamin Davnie, disaksikan para wakil ketua DPRD, M Yusuf, Wanto Sugito dan Maria Teresa Suhardja.

2. Ketua Fraksi PKB Muthmainnah menyerahkan draf Raperda Pesantren kepada pimpinan DPRD Tangsel.

3. Anggota DPRD Tangsel mengikuti paripurna pemaparan Raperda Pesantren yang disampaikan oleh Muthmainnah.(Adv)

Besok Momen Hari Perhubungan Nasional, Naik Angkot Si Benteng & Bus Tayo Gratis

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Ada kabar gembira untuk seluruh masyarakat, dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harbunas), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memberikan layanan gratis bagi seluruh masyarakat yang ingin beraktivitas dengan menggunakan angkot Si Benteng maupun Bus Tayo pada Rabu, 17 September 2025.

Dalam kesempatannya, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, mengatakan layanan gratis ini diberikan sebagai apresiasi sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk lebih akrab dengan transportasi publik.

“Kami ingin di momen Hari Perhubungan Nasional ini, warga bisa merasakan langsung manfaat transportasi publik yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan. Jadi, ayo manfaatkan kesempatan ini,” ujar wali kota, di sela-sela kegiatannya, Selasa (16/09/2025).

Dengan adanya program ini, lanjut Sachrudin, Pemkot Tangerang berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan transportasi umum sehingga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas dan mendukung kota yang lebih hijau.

“Kami ingin transportasi publik menjadi pilihan utama masyarakat. Selain lebih efisien, juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan menjaga kualitas lingkungan di Kota Tangerang,” tambahnya.

Sachrudin mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum dan merasakan transportasi publik ini secara gratis.

“Besok silahkan gunakan Si Benteng dan Bus Tayo secara gratis pada tanggal 17 September. Mari bersama-sama kita dukung budaya tertib berlalu lintas dan transportasi publik yang berkelanjutan,” tutupnya.(Red)

Berita Terbaru