Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 5

Inflasi Tangsel Terkendali Jelang Ramadan, Pemkot Siapkan Bazar Hingga Operasi Pasar

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan kondisi inflasi daerah masih terkendali menjelang bulan Ramadan 2026. Sejumlah langkah strategis pun disiapkan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok masyarakat.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Tangsel, Ucok Siagian menjelaskan, berdasarkan data pemantauan, kondisi harga bahan pokok sempat mengalami deflasi cukup tajam pada Januari 2026.

Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat turun bertahap dari minus 1,88 persen hingga minus 3,51 persen dalam empat pekan.

“Komoditas yang menjadi andil deflasi adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras,” ujar Ucok dalam keterangannya pada Rabu (18/2/2026).

Peningkatan pasokan itu berasal dari daerah sentra produksi yang memasuki masa panen, serta peningkatan produksi peternak.

Namun memasuki Februari, tren harga mulai berbalik naik. Pada pekan pertama Februari 2026, inflasi tercatat sebesar 1,27 persen yang didorong kenaikan harga cabai rawit.

Berdasarkan pemantauan harga di pasar pantau hingga pertengahan Februari, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya cabai rawit, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, serta minyak goreng curah.

Oleh karena itu, kata Ucok, Pemkot Tangsel menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

“Pemerintah melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok, menggelar bazar Ramadan di tujuh kecamatan, serta melaksanakan Gerakan Pangan Murah yang direncanakan mulai awal Maret 2026 bersama Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Tangerang Selatan,” jelasnya.

Selain itu, pengawasan distribusi bahan pokok terus diperketat untuk mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga. Pemerintah juga akan melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional dan pasar modern menjelang Idulfitri nanti.

“Ya semua langkah ini kita lakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga selama ramadan hingga lebaran nanti,” ucapnya.(Red)

Pemkot Tangsel Prioritaskan Sekolah Berkualitas, SMPN 20 Alami Perubahan Signifikan

PelitaTangerang.com, Tangsel – Sorak tawa anak-anak terdengar riuh di halaman SMP Negeri 20 Tangerang Selatan. Bola yang memantul, langkah kecil yang berlari mengejar teman, hingga wajah-wajah ceria yang tak tersembunyi menjadi pemandangan yang kini terasa indah di sekolah itu.

Di tempat yang kini menjadi lapangan olahraga multifungsi, dulunya hanya terdapat halaman sempit yang dipenuhi tanaman dan lumut. Bahkan, untuk melaksanakan upacara bendera saja, ruang yang tersedia sangat terbatas.

Kepala SMPN 20 Tangsel, Frida Tesalonika, masih mengingat jelas bagaimana kondisi sekolah tersebut sebelum pembangunan dilakukan.

“Dulu kami bahkan tidak memiliki lapangan untuk anak-anak berolahraga. Halaman sekolah penuh tanaman, banyak lumut, dan ruangnya sangat terbatas. Untuk upacara saja sering kesulitan,” ujar Frida saat dijumpai di sekolah pada Jumat (13/2/2026).

Keterbatasan fasilitas juga dirasakan pada ruang belajar. Saat itu sekolah hanya memiliki sekitar 10 ruang kelas. Bahkan satu ruang harus dialihkan menjadi laboratorium komputer demi memenuhi kebutuhan pembelajaran.

Perubahan mulai terasa ketika pembangunan sarana prasarana dilakukan. Kini SMPN 20 Tangsel memiliki fasilitas yang jauh lebih lengkap, termasuk lapangan olahraga yang meskipun berukuran setengah lapangan basket, namun dirancang sebagai area multifungsi.

Lapangan tersebut dapat digunakan untuk berbagai aktivitas olahraga seperti basket, voli, hingga futsal. Bagi siswa, lapangan ini bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan ruang bermain dan berkumpul yang selama ini mereka impikan.

“Alhamdulillah, puji Tuhan, pembangunan ini akhirnya terealisasi. Walaupun lapangannya tidak terlalu besar, tapi kebahagiaan anak-anak benar-benar terasa,” kata Frida.

Ia mengaku, perubahan fasilitas sekolah memberikan dampak yang langsung dirasakan siswa. Antusiasme mereka untuk datang ke sekolah meningkat drastis.

Frida bahkan mengungkapkan pengalaman yang menurutnya menjadi bukti nyata perubahan tersebut. Pada suatu hari saat hujan turun, tidak ada satu pun siswa yang absen.

“Orang tua banyak menyampaikan anak-anak mereka sangat senang dengan perubahan ini. Bahkan saat hujan, semua tetap datang ke sekolah. Mereka begitu antusias,” tuturnya.

Kini SMPN 20 Tangsel telah berkembang dengan total puluhan ruang yang mendukung kegiatan sekolah, serta menampung 24 rombongan belajar siswa.

Perubahan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Dinas Pendidikan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), dan berbagai instansi terkait, hingga masyarakat serta orang tua siswa.

Bagi Frida, pembangunan sekolah bukan sekadar mempercantik fasilitas, melainkan membangun semangat baru bagi seluruh warga sekolah.

Ia pun mengajak siswa dan guru untuk menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami ingin sekolah ini menjadi sekolah pilihan masyarakat. Kami juga terus menanamkan kebiasaan baik kepada anak-anak, salah satunya menjaga kebersihan dan peduli terhadap lingkungan sejak hal-hal kecil,” ujarnya.

Kini SMPN 20 Tangsel bukan lagi sekadar tempat belajar. Sekolah ini telah menjadi ruang kebahagiaan, tempat anak-anak bertumbuh, bermain, dan membangun mimpi mereka dengan lebih percaya diri.(Red)

Benyamin Pimpin Aksi Bersih-Bersih, Dorong Gerakan Indonesia ASRI Jadi Budaya Warga Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Semangat menjaga kebersihan lingkungan terus digaungkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui aksi bersih-bersih bersama dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI.

Kegiatan tersebut digelar di Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, pada Jumat (13/2/2026).

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie turun langsung memimpin kegiatan tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur kelurahan, RT/RW, sekolah kader, hingga masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Benyamin menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan di satu wilayah, melainkan digelar serentak di sejumlah titik di Tangerang Selatan.

“Forkopimda saya sebar ke 10 titik di Tangerang Selatan. Kita didukung oleh RT, RW, sekolah, kader, dan masyarakat untuk melakukan aksi bersih-bersih bersama,” ujarnya.

Aksi bersih-bersih ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Menurut Benyamin, gerakan tersebut tidak sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi upaya membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

“Gerakan ini akan terus kita lakukan. Gerakan ini akan terus kita lakukan karena ini soal pemudayaan juga, selain bukan saja persoalan pemudayaan apa, tapi membudayakan kebersihan Indonesia Asri. Aman, sehat, bersih, indah,” kata dia.

Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih rencananya akan dilakukan secara rutin setiap pekan. Untuk sementara, aksi tersebut dilaksanakan setiap Jumat pagi, sembari menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat. Dalam setiap kegiatan, peserta turut mengajak pedagang, warga, hingga pelajar untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

“Tapi kita bukan saja memungut sampah, memilih sampah, tetapi juga mengedukasi. Siapa saja yang ketemu dalam kegiatan ini diedukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Ia juga memastikan gerakan ini tetap akan berjalan selama bulan Ramadan. Bahkan, menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari nilai ibadah yang perlu terus ditanamkan, terlebih lagi nanti selama bulan ramadan.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Rasio Ridho Sani selaku Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) di Kementerian Lingkungan Hidup memberikan apresiasi terhadap langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menangani persoalan sampah.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemkot Tangsel sejalan dengan upaya nasional dalam pengendalian pencemaran lingkungan, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

“Langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah membersihkan sampah dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu dari rumah, kantor, dan tempat kita beraktivitas. Kegiatan bersih-bersih seperti ini menjadi bentuk nyata membangun kedisiplinan dan budaya peduli lingkungan,” ujar Rasio.

Ia menegaskan bahwa penanganan sampah akan jauh lebih efektif jika dimulai dari hulu melalui pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.

Rasio juga menekankan pentingnya penguatan edukasi dan penegakan kedisiplinan masyarakat melalui pendekatan budaya dan pendidikan hukum. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat melibatkan lebih banyak elemen masyarakat agar gerakan kebersihan menjadi kebiasaan bersama.

“Kalau kita lihat bagaimana langkah-langkahnya, kalau seandainya kita bisa tanganan sejak awal di rumah, sekitar 60 persen sampah organik sudah ditangani. Kemudian, kita lakukan juga memilah sampah untuk dikirim ke bank sampah itu bisa menurunkan 30 persen, jadi tinggal 10 persenan yang kita kirim ke TPS,” jelasnya.

Ia bahkan menilai Tangerang Selatan memiliki potensi besar menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

“Tapi saya bangga Pak Wali Kota Tangsel (Benyamin Davnie) tadi begitu pasih bicara tentang sampah, nanti orang akan datang ke Kota Tangerang Selatan untuk belajar pengelolaan sampah, karena krisis sampah ini akan menjadikan kita untuk menjadi lebih baik lagi,” jelas Rasio.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap gerakan bersih-bersih ini dapat menjadi kebiasaan positif masyarakat, sekaligus memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Gerakan Indonesia ASRI dapat terus berkembang dan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari warga.(Red)

Pilar Pimpin Aksi Bersih-Bersih di Jombang Ciputat, Ajak Warga Tingkatkan Kesadaran Kebersihan

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, memimpin langsung aksi bersih-bersih di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Aksi bersih-bersih ini melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat kelurahan, serta partisipasi masyarakat setempat. Dengan membawa peralatan kebersihan seperti sapu, pengki, dan kantong sampah, Pilar bersama warga menyisir sejumlah titik yang kerap dipenuhi sampah, khususnya di pinggir jalan dan saluran air.

Dalam kesempatan itu, Pilar menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengaku prihatin melihat banyaknya puntung rokok dan sampah plastik yang berserakan di sepanjang jalan.

“Kita lihat tuh, banyak sekali puntung rokok. Orang lewat naik angkot lempar, bawa motor lempar sampah ke pinggir jalan. Ini kebiasaan buruk yang harus dihilangkan,” ujar Pilar di sela kegiatan, pada Jumat (13/02/2026).

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Tanpa adanya kesadaran kolektif, upaya menjaga kebersihan kota tidak akan berjalan maksimal.

Pilar menegaskan bahwa aksi bersih-bersih ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh sekaligus pengingat bagi warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama pada malam hingga dini hari yang kerap menjadi waktu terjadinya pembuangan sampah liar.

“Jadi kita gerakkan aksi bersih-bersih ini supaya mengajak masyarakat sama-sama menjaga kebersihan kota ini. Jangan buang sampah di pinggiran jalan, tiap malam, tiap subuh. Mau sampai kapan?” tegasnya.

Gerakan ASRI sendiri diharapkan menjadi momentum membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan adalah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat. Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun berkomitmen untuk terus menggencarkan edukasi dan aksi nyata demi mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah.(Red)

Program Unggulan Sekolah Gratis Gubernur Andra Soni Hapus Budaya Titip-menitip Siswa di Sekolah

PelitaTangerang.com, Serang – Gubernur Banten Andra Soni dinilai menguasai persoalan yang selama ini terjadi pada dunia pendidikan di Provinsi Banten.

Dari mulai persoalan PPDB, ketersediaan infrastruktur penunjang sampai tata kelola sumber daya manusia di lingkungan sekolah.

Selama setahun menjabat, Andra Soni menghilangkan budaya titip-menitip di lingkungan SMA dan SMK Negeri.

Kepala Sekolah diminta untuk fokus menjalankan aturan dan prosedur yang berlaku dan menjalankannya sesuai aturan. Bahkan, Gubernur juga langsung pasang badan berada di belakang pihak sekolah.

“Jadi kami juga merasa enak menjalankannya. Tidak ada beban dan hanya fokus pada aturan yang ada. Apalagi Pak Gubernur Andra Soni langsung yang melindungi, yang berada di belakang kita,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Ciruas Mulyadi, Kamis (12/2/2026).

Program unggulan Sekolah Gratis SMA, SMK dan SKh swasta menjadi solusi atas persoalan daya tampung di sekolah negeri.

Selama ini, persoalan daya tampung menjadi persoalan dasar yang membuat PPDB kurang berjalan baik. Setiap orang tua saling berlomba ingin memasukkan anaknya di sekolah negeri karena gratis.

“Bahkan, tidak sedikit juga yang memanfaatkan kedekatan dengan orang-orang di lingkaran kekuasaan untuk bisa diterima di sekolah negeri,” ujarnya.

Namun, sejak diberlakukannya kebijakan program sekolah gratis bagi SMA, SMK dan SKh swasta, persoalan itu langsung terurai.

Calon siswa yang mendaftar bisa memilih sekolah alternatifnya dengan fasilitas yang setara sekolah negeri.

“Program Sekolah Gratis SMA, SMK dan SKh swasta ini memberikan pemerataan pendidikan yang berkeadilan. Para orang tua tidak lagi perlu khawatir anaknya tidak diterima di sekolah negeri, karena mereka bisa sekolah di swasta dengan mendapatkan fasilitas yang setara dengan sekolah negeri,” jelasnya.

Selanjutnya, kebijakan Gubernur Andra Soni yang akan menempatkan kepala sekolah dan dewan guru sesuai dengan domisilinya masing-masing juga menjadi angin segar dalam tata kelola SDM di lingkungan sekolah.

Saat ini, menurut Mulyadi, banyak Kepala Sekolah yang bertugas di tempat yang jauh dari tempat tinggalnya.

Hal itu selain memakan waktu jarak tempuh, juga menyebabkan kurang efektif dalam menjalankan tugasnya.

“Kebijakan ini mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat terutama para pendidik dan tenaga kependidikan di Provinsi Banten,” ujarnya.

Dalam bidang infrastruktur penunjang, Gubernur Andra Soni juga selalu memperhatikan ketersediaan dan kebersihan toilet sekolah.

Hal itu menjadi penting dilakukan karena toilet menjadi salah satu sarana penunjang yang penting untuk diperhatikan.

“Termasuk juga kondisi ruang belajar yang harus representatif. Tidak boleh lebih dari 36 siswa dalam satu kelas, karena itu akan membuat proses belajar mengajar tidak efektif,” paparnya.(Red)

Pemkot Tangerang Targetkan Pembangunan 8 Ruas Jalan Kota Baru di Tahun 2026

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggencarkan pembangunan infrastruktur terutama di sektor pembangunan ruas jalan. Pemkot Tangerang menargetkan dapat merealisasikan pembangunan delapan ruas jalan kota di sepanjang tahun 2026.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Iwan Setiawan menuturkan, Pemkot Tangerang memproyeksikan pembangunan delapan ruas jalan kota untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mengurangi kemacetan di Kota Tangerang.

Beberapa ruas jalan kota baru yang akan dibangun pada tahun ini meliputi Jalan Saluran Pembuangan Semanan Green Lake arah DKI Jakarta melanjutkan proyek yang sudah berjalan pada tahun sebelumnya, Jalan Pembuangan Semanan Poris Gondrong, Jalan Sisi Saluran Cisadane Barat Bayur, Jalan Sisi Saluran Cisadane Timur-Selatan, Jalan Sisi Saluran Cisadane Timur-Utara, Jalan Sisi Saluran Semanan Hasyim Ashari Cipondoh, Jalan Looping Tanah Gocap Karawaci, dan Jalan Akses Graha Raya-Raden Fatah via Puri Kartika Ciledug.

”Kami sedang dalam proses perencanaan lebih lanjut termasuk survei lapangan dan sebagainya, adapun proses realisasi pembangunan ditargetkan akan dimulai pada awal bulan April atau agar tidak menganggu akses mobilitas bagi aktivitas masyarakat di musim lebaran Idulfitri mendatang,” ujar Iwan, Rabu (11/2/26).

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang juga menargetkan rencana rekonstruksi jalan lingkungan di 320 titik yang tersebar di semua kecamatan. Pemkot Tangerang menilai target rekonstruksi jalan lingkungan pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

”Selain jalan kota, ada juga jalan lingkungan yang akan kita tangani secara serius pada tahun ini. Ada juga rencana pembangunan jembatan yang ditargetkan di 32 titik lokasi sekaligus pembangunan trotoar yang menjadi prioritas pada tahun ini,” tambah Iwan.

Selain itu, Pemkot Tangerang berharap rencana pembangunan infrastruktur yang ditargetkan dapat direalisasikan secara lancar sekaligus berkontribusi besar terhadap kemajuan pembangunan di Kota Tangerang.(Red)

Seskab: Presiden Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatra, Dua Bulan Tunjukkan Lompatan Sangat Cepat

PelitaTangerang.com, Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus memantau secara langsung perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Bencana Sumatra di Jakarta pada Rabu, 11 Februari 2026.

Dalam keterangannya, Seskab Teddy menyampaikan tiga poin utama. Pertama, Presiden meminta seluruh jajaran satgas, kementerian, dan pejabat terkait untuk menyampaikan informasi dan pembaruan secara berkala kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Kedua, memasuki dua bulan pascabencana, pemerintah mencatat sejumlah capaian konkret di lapangan. Seskab menyebut hasil pemulihan berjalan sangat cepat berkat kerja sama seluruh elemen, termasuk TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.

Ketiga, menjelang bulan Ramadan yang tinggal satu minggu lagi, Presiden meminta agar jajarannya memastikan ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pokok, khususnya di wilayah terdampak bencana. Presiden, lanjut Seskab, ingin memastikan bahwa masyarakat yang sedang dalam masa pemulihan tetap dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pangan.

Menutup keterangannya, Seskab menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pemerintah, aparat, relawan, dan insan pers yang telah berkontribusi dalam percepatan pemulihan. “Ini semua bisa dengan cepat tercapai berkat semua elemen bekerja sama, saling mendukung, saling melengkapi,” pungkasnya.(***)

Tangani Pencemaran, Wakil Wali Kota Tangsel Susuri Kali Jaletreng hingga Tabur Karbon Aktif

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan langkah cepat dan tepat dalam menangani cemaran residu zat-zat kimia yang mencemari Kali Jaletreng hingga Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida di kawasan industri Taman Tekno, Kecamatan Setu.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menegaskan, penanganan evakuasi residu zat-zat kimia pestisida sisa kebakaran harus segera ditangani.

Hal itu diungkapkan Pilar usai meninjau langsung gudang pestisida yang alami kebakaran hingga menyusuri aliran Kali Jaletreng bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis (12/02/2026).

“Dari kesimpulan tadi, bahwa ini harus segera dilakukan langkah bagaimana sisa-sisa residu kebakaran itu harus segera diangkut dan diolah di tempat pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3),” kata Pilar.

Pilar menuturkan, Pemkot juga berkoordinasi dengan Polres Tangsel untuk segera mengevakuasi residu yang saat ini dalam penyelidikan aparat hukum.

“Jangan sampai residu ini yang tadinya dari pestisida cair lalu terbakar lalu menguap. Serta partikel-partikel kecilnya ini, mikronya ini jangan sampai kehirup oleh masyarakat ataupun di kawasan Taman Tekno itu sendiri,” tuturnya.

“Jadi ini yang langkah cepat, segera mungkin kita lakukan pembersihan dulu. Itu yang paling penting, khawatir hujan turun, dan airnya takut masuk ke sungai,” sambung Pilar.

Langkah berikutnya, kata Pilar, Pemkot Tangsel bersama instansi terkait melakukan penanganan untuk netralisir kandungan zat kimia pada aliran Kali Jaletreng yang mengalir ke Sungai Cisadane menggunakan bubuk karbon aktif.

“Mudah-mudahan karbon aktif ini bisa mengikat senyawa kimia. Untuk langkah awal, langkah cepat. Sambil kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup mudah-mudahan ada chemical atau alat seperti apa untuk bantu menetralisir,” papar Pilar.

Pilar menegaskan, penanganan tersebut dilakukan secara bertahap untuk memastikan tak ada lagi pencemaran baik pada udara maupun aliran Kali Jaletreng yang bermuara ke Sungai Cisadane.

“Jadi ini bukan pertama dan terakhir. Ini akan kita lakukan secara bertahap supaya kualitas air, kualitas lingkungan hidup, kita juga semakin baik lagi seperti itu,” pungkas Pilar.(Red)

Pemkot Tangsel Cetak SDM Konstruksi Berkualitas, 150 Tenaga Terampil Ikuti Sertifikasi Nasional

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor konstruksi. Sebanyak 150 tenaga kerja terampil konstruksi mengikuti Pelatihan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Jabatan Kerja Tukang Pasang Rangka Baja Ringan tahun 2026 yang digelar di Gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong pada Kamis (12/2/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, yang secara simbolis memasangkan rompi peserta kepada perwakilan tenaga kerja konstruksi.

Pemasangan rompi ini menjadi simbol pengakuan sekaligus perlindungan pemerintah terhadap profesi tukang sebagai garda terdepan pembangunan infrastruktur daerah.

“Tenaga kerja konstruksi memilik peran yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan yang aman, berkualitas dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kita sebagai PemerintahlKota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi seperti ini,” ujar Benyamin.

Benyamin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh kompetensi tenaga kerja yang mengerjakannya.

Ia juga menambahkan bahwa sertifikasi menjadi bentuk perlindungan profesi sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja konstruksi di tengah perkembangan pembangunan yang semakin pesat.

“Kami ingin memastikan para pekerja konstruksi di Tangerang Selatan memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional. Dengan sertifikasi ini, para tenaga kerja memiliki nilai tambah, peluang kerja lebih luas, sekaligus meningkatkan kualitas hasil pembangunan,” lanjutnya.

Program pelatihan dan uji kompetensi ini diselenggarakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) melalui Bidang Jasa Konstruksi. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai 12 hingga 13 Februari 2026.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Dinas SDABMBK dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta (BJKW III Jakarta). Dukungan juga diberikan BPJS Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan serta PT Kencana Baja Ringan sebagai penyedia material pelatihan.

Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh dua sertifikat, yaitu Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diterbitkan BJKW III Jakarta serta Sertifikat Pendamping dari Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI).

Penyelenggaraan sertifikasi gratis ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian Pekerjaan Umum atas kinerja Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam pembinaan jasa konstruksi. Dinas SDABMBK berhasil meraih peringkat kedua tingkat kota untuk kategori Sub-Urusan Jasa Konstruksi selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025.

Atas capaian tersebut, Kota Tangerang Selatan kembali memperoleh kuota sertifikasi gratis sebanyak 150 peserta pada tahun 2026. Sebelumnya, kuota sebanyak 300 peserta diberikan pada 2024 dan 200 peserta pada 2025.

Secara keseluruhan, selama periode 2022 hingga 2025, Dinas SDABMBK telah memfasilitasi sertifikasi bagi 564 tenaga kerja konstruksi dari berbagai bidang keahlian.

Benyamin menekankan bahwa program sertifikasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang mewajibkan setiap tenaga kerja konstruksi memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).

“Melalui program ini, kami ingin memastikan tenaga kerja konstruksi di Tangerang Selatan bekerja sesuai standar nasional. Dengan tenaga kerja yang kompeten, maka kualitas pembangunan akan semakin terjamin dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.

Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan langsung oleh asesor dari BJKW III Jakarta dan tim penguji dari HAKI guna memastikan proses penilaian berjalan sesuai standar nasional.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur, termasuk peserta dari Barisan Karya Madani (BKM) Tangsel, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tangsel, Universitas Terbuka, serta HAKI.

Dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja konstruksi yang tersertifikasi setiap tahun, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap pembangunan infrastruktur ke depan tidak hanya semakin kokoh secara fisik, tetapi juga didukung sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing.(Red)

Transformasi Infrastruktur Pendidikan di Tangsel, SDN Babakan 01 Kini Lebih Layak, Nyaman dan Modern

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan terus melakukan perbaikan hingga pembangunan ulang gedung sekolah di berbagai wilayah yang ada di Tangsel.

Salah satunya, SDN Babakan 01 Setu Tangsel yang saat ini memiliki infrastruktur pendidikan megah, dengan berbagai fasilitas penunjang untuk tingkat sekolah dasar.

Ade, Guru SDN Babakan 01 menjelaskan, kondisi dulu di lahan tersebut terdapat dua sekolah. Lalu dilakukan penggabungan sehingga jumlah siswa menjadi banyak dan keterbatasan ruang kelas.

“Jadi disatukan dengan kondisi gedung yang waktu pada saat itu hanya 12 kelas. Sedangkan untuk siswanya ada banyak sekitar 800an. Makanya ada kelas siang. Itu kondisi belum dibangun,” terangnya saat dijumpai Rabu (11/02/2026).

Saat ini, infrastruktur di SDN Babakan 01 telah mengalami peningkatan yang luar biasa. Termasuk, salah satunya penambahan ruang kelas.

“Alhamdulillah ya dari Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya sekarang jadi 24 kelas. Dan tidak ada lagi yang masuk siang, sudah pagi semua karena rombel kelasnya memenuhi,” ucapnya.

Ditambah dengan fasilitas lainnya, seperti ruang laboratorium, perpustakaan, kantor guru dan kepala sekolah termasuk revitalisasi lapangan.

“Dulu lapangan kecil, posisinya tidak jelas juga, gak rata. Jadi sekarang untuk ukuran lapangannya luas. Bisa dimanfaatkan futsal, voli, basket, lebih besar lagi luasnya,” ucapnya.

Dirinya juga mengapresiasi komitmen Pemkot Tangsel soal infrastruktur pendidikan yang menjadi prioritas penting. Bahkan, ia juga mendoakan agar seluruh sekolah di Tangsel bisa seperti SDN Babakan 01 yang sudah mengalami perubahan.

“Dinas Pendidikan, Dinas Cipta Karya, Pemkot Tangsel semoga makin banyak sekolah-sekolah yang terus dibangun seperti SDN Babakan 01. Pendidikan itu jadi prioritas di setiap kota, dengan kelas yang nyaman, bangunan yang nyaman itu anak-anak jadi senang ke sekolah. Tidak ada lagi masuk siang, karena itu kasian, anak-anak lebih ekstra sebab waktunya istirahat jadi harus belajar,” tutupnya.(Red)

Berita Terbaru