Rabu, 24 Juni 2026
Beranda blog Halaman 5

Benyamin Serahkan Banmas Presiden Berupa Sapi Kurban di Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyerahkan bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berupa sapi kurban kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Penyerahan dilakukan di Masjid Darul Hikmah, Pamulang, pada Rabu (27/05/2026).

Benyamin menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat Tangerang Selatan melalui bantuan hewan kurban tersebut. Menurutnya, bantuan itu menjadi simbol kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat di momentum Iduladha.

“Alhamdulillah hari ini bantuan kemasyarakatan Presiden berupa sapi kurban telah kami serahkan kepada masyarakat di Tangerang Selatan. Ini menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” ujar Benyamin.

Ia menjelaskan, sapi kurban bantuan Presiden tersebut akan disalurkan kepada masyarakat melalui pengelolaan panitia kurban agar distribusi daging dapat berjalan tertib dan tepat sasaran.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi setelah melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tangsel.

“Seluruh hewan kurban dipastikan sehat dan memenuhi syarat untuk dikurbankan, sehingga masyarakat dapat menerima dan mengonsumsinya dengan aman,” katanya.

Benyamin menuturkan, momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah semata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial, kepedulian, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Semangat kurban mengajarkan kita tentang keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang terus kita perkuat di Kota Tangerang Selatan,” tuturnya.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mempererat hubungan sosial antarwarga di lingkungan masing-masing.

“Semoga membawa keberkahan dan semakin memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” pungkasnya.(Red)

Ketepatan Penyajian Laporan RAT (KKMP) Jadi Indikator Koperasi Sehat dan Aktif.

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pendampingan Penyusunan Laporan RAT bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Rabu, 22 April 2026 di Gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan.

Mengawal pelaksanaan UU No. 25 Tahun 1992 dan Surat Edaran Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop RI No. 1 Tahun 2026 tertanggal 12 Januari 2026 tentang Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025.

Narasumber & Pendamping
1. Bapak Andi Wijaya, S.Sos dari LSP Dekopin
2. Bapak Suharno, S.E, M.M dari LSP Jakarta beserta tim

Target keseluruhan
100% dari 54 KKMP Kota Tangerang Selatan dapat menyusun Laporan RAT dan meng-upload ke Simkopdes tepat waktu. Ketepatan penyajian Laporan RAT jadi indikator koperasi sehat dan aktif.

Catatan penting,
RAT ini untuk Tahun Buku 2025, dan upload ke Simkopdes dijadikan tolak ukur utama penilaian kesehatan koperasi.

Kegiatan ini nunjukin kalau Pemkot Tangsel serius dorong KKMP tertib administrasi biar bisa naik kelas.(Adv)

Hujan Tak Surutkan Antusiasme Warga Sambut Presiden Prabowo di Bandung

PelitaTangerang.com, Bandung – Presiden Prabowo Subianto tiba di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 25 Mei 2026, untuk melakukan kunjungan kerja. Ketibaan Presiden disambut oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan.

Lebih dari itu, sambutan meriah dari masyarakat diterima oleh Presiden saat melewati ruas jalan menuju lokasi acara. Antusiasme warga tampak begitu tinggi sejak iring-iringan kendaraan Presiden memasuki jalanan kota.

Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari warga umum hingga para pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA, tampak berdiri di tepi jalan sambil melambaikan tangan. Sorak sorai dan teriakan penuh antusias terdengar ketika mobil Presiden melintas di hadapan mereka. Mereka juga turut melambaikan bendera tangan Merah Putih yang dibawa.

Suasana makin semarak saat Presiden Prabowo keluar dari atap kendaraan untuk menyapa langsung masyarakat. Presiden membalas sapaan warga dengan lambaian tangan sambil tersenyum kepada masyarakat yang terus menyambut kehadirannya dengan penuh semangat.

Antusiasme warga membuat rangkaian kendaraan Presiden berjalan perlahan. Banyak masyarakat yang terus mengikuti iring-iringan kendaraan sambil mengabadikan momen kedatangan Presiden menggunakan ponsel mereka.

Kehadiran Presiden Prabowo menjadi momen yang disambut hangat dan penuh sukacita oleh masyarakat Kota Bandung. Meski hujan rintik-rintik, hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap berdiri dan menyapa Presiden. Suasana hangat dan meriah tetap terasa sepanjang perjalanan rombongan Presiden di Kota Bandung.(***)

Pemkot Tangsel Raih 2 Penghargaan Digitalisasi Keuangan Daerah Terbaik dari BI

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, menyampaikan apresiasi atas dua penghargaan yang diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan dalam bidang digitalisasi keuangan daerah.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten dan diumumkan dalam acara Shafara dan Digiwara Festival 2026 di Pondok Aren, pada Jumat lalu (22/5). Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Banten, Andra Soni.

Adapun dua penghargaan yang diraih meliputi kategori Pemerintah Daerah dengan Rasio Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Non Tunai Tertinggi serta kategori Pemerintah Daerah dengan Utilisasi Pembayaran Digital Tertinggi se-Provinsi Banten.

Pilar menyebut capaian ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat pelayanan publik berbasis digital dan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari BI dan tentu ini menjadi semangat kami ke depan untuk pelayanan. Perluasan akses digitalisasi daerah ini juga bisa terus diperkuat oleh Bapenda dan seluruh jajaran OPD Kota Tangerang Selatan,” ujar Pilar dari keterangan yang didapat pada Senin (25/05/2026).

Ia menambahkan, capaian tersebut juga diperkuat dengan pengakuan bahwa Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tangerang Selatan menjadi yang terbaik di tingkat nasional.

Pilar juga mengungkapkan pesan dari Gubernur Banten agar Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus meningkatkan inovasi, mengingat persaingan antar daerah semakin ketat.

Oleh karena itu, menurutnya, prestasi ini harus dipertahankan melalui inovasi yang berkelanjutan.

“Kita juga dalam berinovasi harus jauh di depan yang lain, termasuk sekarang sudah ada QRIS untuk pembayaran PBB. Itu menjadi salah satu poin penilaiannya,” jelas Pilar.

“Mungkin nanti bukan hanya PBB, pembayaran lainnya juga bisa dilakukan secara digital. Jadi semakin cepat, semakin mudah, akuntabel, transparan, dan penerimaan pajak daerah juga semakin meningkat,” tambahnya.

Selain itu, Pilar juga menyoroti potensi pengembangan ekonomi syariah di Tangerang Selatan, khususnya pada sektor produk halal yang dinilai memiliki peluang besar.

Menurut Pilar, dengan karakter masyarakat yang religius serta dukungan berbagai sektor seperti dunia usaha, pendidikan, dan kesehatan, Tangerang Selatan memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi syariah.

“Karena ekonomi syariah itu luas ya, bukan hanya bicara UMKM atau industri kecil semata, tetapi juga terkait sektor ekonomi menengah ke atas. Sebenarnya sistem ekonomi syariah sudah berjalan, tetapi memang ini yang harus terus kita dorong ke depannya,” kata dia.

Ia menambahkan, sejumlah inisiatif ekonomi syariah di tingkat UMKM telah berjalan dengan dukungan komunitas dan masjid-masjid besar di Tangerang Selatan. Ke depan, sinergi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di daerah tersebut.

“Saya yakin kalau di tingkat UMKM kita dibantu oleh MRBJ (Masjid Raya Bintaro Jaya) dan beberapa masjid besar di Tangsel yang sudah menggerakkan program ekonomi syariah,” ucapnya.(Red)

Pemilihan LPMK Bojong Nangka Berlangsung Damai, Tato Supriyanto Resmi Pimpin Periode 2026–2029

PelitaTangerang.com, Tangerang – Proses pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Bojong Nangka periode 2026–2029 berlangsung lancar dan penuh nuansa kebersamaan di Aula Kelurahan Bojong Nangka, Minggu (24/5).

Kegiatan yang dihadiri para perwakilan RW tersebut menghasilkan Bapak Tato Supriyanto sebagai ketua terpilih setelah meraih 25 suara dari total 35 hak suara yang digunakan. Sementara kandidat lainnya, Bapak Abdulah Ahmad Bawazier, memperoleh 10 suara.

Meski berlangsung kompetitif, suasana setelah pemungutan suara tetap hangat dan harmonis. Bapak Abdulah Ahmad Bawazier secara terbuka memberikan ucapan selamat kepada ketua terpilih dan mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan.

> “Pemilihan sudah selesai, sekarang saatnya kembali bersatu untuk membangun lingkungan bersama-sama,” ujarnya di hadapan peserta musyawarah.

Lurah Bojong Nangka, Elvine Palestine, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga jalannya proses pemilihan tetap kondusif. Menurutnya, LPMK memiliki peran strategis sebagai mitra kelurahan dalam menampung aspirasi dan mendukung pembangunan masyarakat.

> “LPMK harus menjadi wadah pengabdian yang mampu memperkuat kerja sama antara masyarakat dan pemerintah kelurahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LPMK terpilih Tato Supriyanto menyampaikan komitmennya untuk merangkul seluruh unsur masyarakat tanpa membedakan pilihan sebelumnya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dengan tokoh masyarakat serta pengurus lingkungan.

> “Kami ingin melanjutkan semangat gotong royong dan memperkuat kebersamaan demi kemajuan Bojong Nangka,” kata Tato.

Pemilihan ini dinilai menjadi contoh demokrasi lingkungan yang dewasa, di mana seluruh proses berjalan tertib, transparan, dan tetap mengedepankan persaudaraan antarwarga.

Rekap Hasil Pemilihan

Total pemilih: 35 suara

Tato Supriyanto: 25 suara

Abdulah Ahmad Bawazier: 10 suara

Pemilihan berlangsung aman, tertib, dan disepakati bersama.

Dadang Sudrajat.S.Sos,.MM,M.Si Camat Kelapa Dua Sambut Rombongan Bupati Tangerang

PelitaTangerang.com, Tangerang – Kelapa Dua, pelita tangerang– Kegiatan rutinas Bupati Tangerang H.Moch.Maesyal Rasyid laksanakan jumat keliling di Mesjid AR Ridwan Becongan Perumnas 3 jalan goa,Kecamatan Kelapa Dua,22
05.2026.

Bupati Tangerang di dampingi Iwan Firmasyah,Tb Luay anggota DPRD Propinsi Banten,H.Moch.Bahri,Baznas Kabupaten Tangerang,Lurah Bencongan dan Lurah Kelapa Dua.

Camat kelapa dua,Dadang sudrajat.S.Sos,.MM,
M.Si sambut rombongan Bupati Tangerang dengan sukahati,”Ini adalah tugas rutin yang harus di laksanakan,dan ini adalah menepati janji Bupati”,Ucap bupati.

Kesempatan tersebut hamba allah memberi bantuan sapi korban ke KOK kecamatan kelapa dua,ketua KOK soleh SP. M.Si,.SE menerima langsung sapi tersebut.(Red/Rul)

Inflasi Tangsel Tetap Terkendali Jelang Iduladha, Pemkot Waspadai Kenaikan Harga Daging dan Cabai

PelitaTangerang.com, Tangsel — Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan kondisi inflasi daerah masih terkendali menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Stabilitas pasokan hingga kelancaran distribusi bahan pokok menjadi fokus utama Pemkot Tangsel dalam menjaga harga tetap stabil di pasaran.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang Noertjahjo usai mengikuti kegiatan Rapat Sinergitas dan Strategi Pengendalian Inflasi Kota Tangerang Selatan menghadapi Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pada Kamis (21/5/2026).

“Alhamdulillah inflasi di Kota Tangerang Selatan masih sangat terjaga di angka 1,47 persen. Namun seperti yang kita ketahui, biasanya menjelang hari-hari besar akan terjadi peningkatan permintaan pada beberapa jenis kebutuhan tertentu. Kondisi ini biasanya turut memengaruhi angka inflasi dan hal tersebut yang terus kita jaga,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, tingkat inflasi Kota Tangerang Selatan saat ini masih berada dalam kondisi aman. Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan karena biasanya terjadi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.

Ia menjelaskan, terdapat empat fokus utama yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga kestabilan harga di masyarakat.

Pertama, menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok. Kedua, memastikan harga tidak mengalami fluktuasi ekstrem. Ketiga, menjamin kelancaran distribusi barang agar tidak terganggu faktor infrastruktur maupun hambatan lainnya. Keempat, menjaga rantai distribusi mulai dari produsen, penyalur, hingga konsumen.

“Yang kita jaga adalah rantai distribusinya. Alhamdulillah selama menjalankan fungsi TPID ini, sampai saat ini persoalan yang muncul masih dapat dikendalikan dan tidak terlalu signifikan, kecuali yang dipengaruhi faktor-faktor regional,” jelasnya.

Bambang menyoroti pentingnya kerja sama antardaerah untuk menjaga ketersediaan sejumlah komoditas, terutama yang produksinya tidak berasal dari Tangerang Selatan.

Ia mencontohkan kebutuhan daging sapi yang kerap mengalami lonjakan permintaan menjelang Iduladha. Karena Tangsel bukan daerah produsen, maka diperlukan penguatan kerja sama dengan daerah penghasil.

“Makanya tadi juga kita berharap adanya kerja sama dengan daerah-daerah produsen dalam skala yang lebih luas, bahkan hingga tingkat provinsi, agar pasokan tetap aman dan harga dapat terkendali,” kata dia.

Selain itu, Bambang mengakui sejumlah komoditas masih menjadi perhatian pemerintah menjelang hari raya, terutama bahan pokok seperti minyak goreng, bawang merah, cabai, daging sapi, ayam, dan telur.

Menurutnya, harga cabai saat ini masih mengalami kenaikan secara fluktuatif. Namun kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum mengarah pada lonjakan ekstrem.

“Ada kenaikan harga, seperti cabai. Tapi ini sifatnya fluktuatif dan yang terus kita jaga agar tidak menjadi ekstrem,” tuturnya.(Red)

Diduga Pundi Pundi Kekayaan Telah Mewabah, Pelepasan dan Pentas Seni SMPN 18 Tangsel, Wali Murid Keluhkan Biaya Hampir Rp1 Juta

PelitaTangerang.com, Tangsel –  Dugaan aroma pungli dalam kegiatan pelepasan dan pentas seni di SMPN 18 Tangerang Selatan menjadi sorotan para wali murid. Kegiatan pelepasan dan pentas seni yang digelar pada 21 Mei 2026 di halaman sekolah tersebut diikuti siswa kelas IX, para guru, kepala sekolah, serta tamu undangan dari lingkungan sekitar sekolah.

Dugaan pungli kegiatan pelepasan dan pentas seni SMPN 18 Tangsel mencuat setelah salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

membeberkan adanya biaya yang harus dilunasi siswa kelas IX dengan total mencapai Rp990 ribu. Rincian biaya tersebut terdiri dari BTS (Buku Tahunan Sekolah) sebesar Rp300 ribu, kegiatan akhir kelas Rp200 ribu, serta biaya pelepasan dan pentas seni sebesar Rp490 ribu.

“Biaya pelepasan dan pentas seni ini saya anggap pungli, sebab tidak ada tanda terima secara resmi dari sekolah berupa kuitansi misalnya, pihak sekolahpun enggan memberikan bukti pembayarannya” terang wali murid yang enggan di sebut namanya.

Persoalan tersebut kemudian disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan guna meminta tindak lanjut atas dugaan pungutan di lingkungan sekolah negeri tersebut. Pihak dinas disebut berjanji akan memberikan teguran kepada sekolah yang terbukti melakukan pungutan di luar ketentuan dan menindak tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran aturan pendidikan.

Pernyataan dari pihak dinas itu menjadi perhatian para wali murid yang berharap adanya transparansi serta evaluasi terhadap berbagai biaya kegiatan sekolah yang dianggap memberatkan peserta didik dan orang tua.

Namun, setelah persoalan tersebut mencuat, orang tua siswa yang sebelumnya mengeluhkan pungutan biaya dan belum melunasi pembayaran mengaku dipanggil ke sekolah untuk melakukan klarifikasi pembayaran dengan menemui wakil kepala sekolah.

Menurut pengakuan wali murid, dirinya berharap pemanggilan tersebut menjadi ruang klarifikasi terkait keberatan orang tua terhadap besarnya biaya kegiatan sekolah. Akan tetapi, ia mengaku terkejut lantaran dalam pertemuan tersebut dirinya kembali diminta untuk membayar uang BTS sebesar Rp300 ribu yang sebelumnya dipersoalkan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah wali murid merasa kecewa karena aspirasi yang disampaikan terkait keberatan biaya sekolah dinilai belum mendapatkan solusi yang meringankan. Sejumlah orang tua berharap pihak sekolah lebih mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat sebelum menentukan besaran biaya kegiatan sekolah.

Secara aturan, pungutan di sekolah negeri memiliki ketentuan yang diatur dalam berbagai regulasi pendidikan. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah dijelaskan bahwa komite sekolah diperbolehkan melakukan penggalangan dana berupa sumbangan, namun tidak boleh melakukan pungutan yang bersifat wajib, mengikat, serta menentukan nominal tertentu kepada peserta didik maupun orang tua siswa.

Selain itu, praktik pungutan liar juga dapat dikaitkan dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Saber Pungli yang bertujuan memberantas pungutan ilegal di berbagai sektor pelayanan publik, termasuk pendidikan. Apabila terbukti terdapat unsur pelanggaran, pihak sekolah dapat dikenakan sanksi administratif sesuai aturan kepegawaian dan regulasi pendidikan yang berlaku.

Sanksi yang dapat diberikan kepada pihak sekolah atau oknum penyelenggara kegiatan antara lain berupa teguran tertulis, pembinaan, pencopotan jabatan, hingga pemeriksaan lebih lanjut apabila ditemukan unsur penyalahgunaan kewenangan atau pelanggaran hukum lainnya. Penindakan tersebut biasanya dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dari inspektorat, dinas pendidikan, maupun aparat penegak hukum.

Fenomena biaya pelepasan dan pentas seni yang dibebankan kepada siswa kelas IX disebut bukan hanya terjadi di satu sekolah saja.

Berdasarkan informasi yang berkembang di kalangan wali murid, hampir seluruh sekolah tingkat SMP di Kota Tangerang Selatan disebut telah maupun akan melaksanakan kegiatan pelepasan dan pentas seni dengan pembiayaan yang dibebankan kepada siswa. Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait keluhan para wali murid tersebut. (Faisol)

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspada Hantavirus dan Jaga Kebersihan Lingkungan

PelitaTangerang.com, Tangsel – Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus. Bahkan, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: SR.03.02/C/2572/2026 tentang Kewaspadaan Penyakit Virus Hanta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, hingga saat ini belum ada temuan maupun laporan kasus Hantavirus di Kota Tangsel.

“Berdasarkan data pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans penyakit infeksi emerging, hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Tangsel,” katanya pada Jumat (15/05/2025).

Allin menerangkan, penyakit Hantavirus merupakan penyakit zoonotik yang disebabkan oleh Orthohantavirus yang ditularkan dari tikus dan celurut. Virus tersebut dapat menular melalui cairan tubuh, mulai dari urine, feses, saliva, hingga debu yang terkontaminasi.

“Secara klinis, penyakit ini dapat menimbulkan dua bentuk utama, yaitu *Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome* (HFRS) dan *Hantavirus Pulmonary Syndrome* (HPS), dengan gejala mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat,” terangnya.

Allin meminta warga Kota Tangsel meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Hantavirus. Pasalnya, berdasarkan laporan global terbaru, terdapat temuan klaster kasus Hantavirus tipe HPS di kapal pesiar internasional yang berpotensi menyebabkan penyebaran lintas negara.

Di Indonesia, kasus Hantavirus tipe HFRS telah dilaporkan di beberapa provinsi sejak tahun 2024 hingga 2026. Sementara itu, untuk tipe HPS belum pernah dilaporkan, namun tetap berpotensi terjadi sebagai kasus importasi.

Oleh karena itu, Allin menuturkan, pihaknya memperkuat kewaspadaan melalui penguatan surveilans berbasis indikator maupun Surveilans Berbasis Kejadian melalui SKDR untuk memantau tren kasus ISPA, pneumonia, *Severe Acute Respiratory Infection* (SARI), serta sindrom demam dengan gejala tidak spesifik.

“Kami juga meningkatkan deteksi dini di puskesmas dan rumah sakit melalui pendekatan surveilans penyakit infeksi emerging, serta koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam kesiapsiagaan penanggulangan penyakit,” tuturnya.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Kota Tangsel juga menyiagakan fasilitas layanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas, untuk melakukan deteksi dini, penanganan awal, dan stabilisasi pasien.

Selain itu, dilakukan penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan.

Dinkes Tangsel juga menyiapkan ruang isolasi sementara di fasilitas pelayanan kesehatan, penguatan sistem rujukan ke rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, serta koordinasi dengan laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen sesuai standar biosafety.

Allin mengimbau masyarakat Kota Tangsel untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun atau *hand sanitizer*, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga daya tahan tubuh, mengontrol penyakit penyerta, serta menggunakan masker saat mengalami gejala sakit.

“Masyarakat juga diminta menghindari kontak dengan tikus atau celurut beserta kotorannya, menutup akses masuk hewan pengerat ke dalam rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pembersihan menggunakan metode pel basah apabila ditemukan jejak keberadaan tikus,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan bagi pelaku perjalanan luar negeri agar mematuhi imbauan kesehatan di negara tujuan dan mengikuti informasi resmi melalui kanal Kementerian Kesehatan.(Red)

Closing Ceremony Kolaborasi SMP Falatehan dan BINUS SCHOOL BSD Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

PelitaTangerang.com, Tangsel –  SMP FALATEHAN bersama BINUS SCHOOL BSD sukses menggelar Closing Ceremony, program kolaborasi antar sekolah yang telah berjalan dengan baik dan memberikan banyak pengalaman positif bagi para siswa maupun guru. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian program school collaboration yang telah terjalin selama tiga tahun terakhir antara kedua sekolah.(11/05/26)

Dalam sambutannya, Kepala BINUS SCHOOL BSD, Corey David Allison menyampaikan rasa terima kasih atas suksesnya kegiatan kolaborasi antar sekolah tersebut. Ia menegaskan bahwa program kolaborasi seperti ini perlu terus dikembangkan agar semakin maksimal dan berkelanjutan di masa mendatang.

“Terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Ke depan, program kolaborasi ini tentunya perlu terus ditingkatkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP FALATEHAN, Eko Pranoto P juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BINUS SCHOOL BSD atas kolaborasi yang telah terbangun selama tiga tahun terakhir.

“Tidak mudah membangun komitmen dan meluangkan waktu siswa BINUS untuk terjun dan berkolaborasi dengan sekolah SMP Falatehan.

Saya sangat mengapresiasi terutama kepada para pengurus OSIS BINUS SCHOOL serta dewan guru yang terlibat, dengan aktif dalam kegiatan ini. Tentunya rasa lelah, pengorbanan waktu, dan tenaga yang telah dilakukan selama ini, pastilah akan membawa manfaat serta berdampak positif bagi seluruh peserta kolaborasi,” ungkap Eko Pranoto

Acara Closing Ceremony berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dari kedua sekolah, mulai dari pertunjukan band hingga tari modern dan tradisional yang dibawakan oleh para siswa. Selain hiburan, kegiatan juga diisi dengan workshop guru serta berbagai permainan interaktif antar siswa yang tergabung dalam program school collaboration.

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antar sekolah sekaligus menjadi wadah pengembangan karakter, kreativitas, dan kepemimpinan siswa melalui semangat kolaborasi dan kebersamaan.(Epepe)

Berita Terbaru