Rabu, 24 Juni 2026
Beranda blog Halaman 4

Hasil Identifikasi Jasad Pedagang Cilok, Polresta Tangerang Sebut Ada 8 Luka Diduga Sabetan Sajam

PelitaTangerang.com, Tangsel – Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Tangerang dan Unit Reskrim Polsek Cikupa mendampingi pemeriksaan luar terhadap jasad P (sebelumnya disebut R), pria pedagang cilok yang ditemukan tak bernyawa di kontrakan Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Selasa (2/6/2026).

Pemeriksaan yang dilakukan Tim Forensik RSUD Balaraja itu menemukan 8 luka pad tubuh korban. Diduga luka dengan ukuran bervariasi tersebut disebabkan sabetan senjata tajam (sajam).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban berusia 33 tahun, asal Bangkalan, Jawa Timur.

“Selain luka diduga akibat sabetan sajam, pada tubuh korban juga ditemukan beberapa memar,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Kamis (4/6/2026).

Selain telah melakukan identifikasi, penyidik juga sudah memeriksa beberapa saksi terkait peristiwa tersebut. Saat ini, kata Indra Waspada, petugas terus menggali keterangan saksi maupun mencari bukti-bukti lain.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus ini bisa terungkap,” ujarnya.(Bud)

25 Inovator Unjuk Karya, Pilar Resmi Buka Lomba TTG ke-14 Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel –  Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, membuka Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-14 Tingkat Kota Tangerang Selatan yang digelar di Plaza Puspemkot Tangsel, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para inovator untuk menampilkan karya terbaik yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang efektif, mudah diterapkan, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomis.

Pilar mengapresiasi antusiasme para peserta yang mengikuti kompetisi tersebut. Dari 30 proposal yang masuk, sebanyak 25 peserta berhasil lolos seleksi dan berhak mengikuti tahapan unjuk karya di hadapan dewan juri.

Pilar menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital, inovasi menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan daya saing daerah.

“Kemajuan teknologi bukan hanya soal alat yang semakin canggih, tetapi bagaimana inovasi tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mudah digunakan, ramah lingkungan, memiliki nilai ekonomis, serta memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pilar.

Menurutnya, teknologi tepat guna hadir sebagai solusi yang dapat menjawab berbagai tantangan di masyarakat karena mampu diterapkan secara efektif dan memberikan kemudahan bagi penggunanya.

“Teknologi tepat guna dihadirkan sebagai salah satu solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena tidak hanya berfungsi secara efektif, tetapi juga memudahkan,” katanya.

Pilar juga menyampaikan bahwa lomba ini selalu menjadi ajang yang dinantikan para inovator untuk memperkenalkan hasil karya terbaik mereka. Lebih lanjut, dia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam membangun ekosistem inovasi yang inklusif, terbuka, dan kolaboratif.

“Insyaallah pemenang dari sini bisa mewakili Tangerang Selatan di tingkat provinsi hingga nasional. Saya berharap adik-adik semua dapat menampilkan yang terbaik,” ucap Pilar.

“Kita harus terus bekerja sama dan berkolaborasi sesuai visi Tangerang Selatan, yaitu unggul, inklusif, inovatif, kolaboratif menuju kota lestari,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tangerang Selatan, Fuad, menjelaskan bahwa proses seleksi diawali dengan penilaian terhadap 30 proposal yang masuk ke Bappelitbangda.

Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 25 peserta terpilih untuk mempresentasikan karya inovasinya di hadapan dewan juri dan masyarakat.

Fuad menambahkan, lomba tersebut dibagi ke dalam dua kategori, yakni kategori umum dan mahasiswa serta kategori pelajar.

“Nantinya akan dipilih juara 1, 2, dan 3 untuk masing-masing kategori. Pemenang pertama akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta dan berkesempatan mewakili Tangerang Selatan pada lomba tingkat Provinsi Banten,” pungkasnya.(Red)

Transformasi Pelayanan Polresta Tangerang, Layanan SIM dan SKCK Keliling di Hari Libur

PelitaTangerang.com, Tangerang – Polresta Tangerang terus menunjukkan komitmen memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Menyadari kesibukan masyarakat karena beragam aktivitas, Polresta Tangerang rutin melaks pelayanan SIM dan SKCK keliling pada hari libur.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, layanan SIM dan SKCK keliling tersebut dibuka di titik-titik tertentu yang ramai masyarakat. Seperti pada ketinggian car free day atau event tertentu.

“Kami membuka layanan tersebut di acara car free day dan kegiatan lainnya. Selain mendekatkan pelayanan sekaligus menjaga keamanan,” kata Indra Waspada, Senin (1/6/2026).

Selain itu, layanan SIM dan SKCK keliling juga bisa diakses di pusat perbelanjaan seperti mall atau kawasan yang ramai masyarakat seperti di kawasan Citra dan Talaga Bestari. Di lokasi ini, layanan dibuka tidak hanya pada hari libur.

Indra Waspada menerangkan, jadwal pelaksanaan dan lokasi dapat diketahui masyarakat dengan mengakses akun media sosial resmi Polresta Tangerang.

Dengan keberadaan petugas di lokasi dan waktu tertentu tersebut, masyarakat bisa mengakses pelayanan dengan mudah. Sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang beraktivitas.

“Transformasi layanan ini agar memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan tanpa terbentur kegiatan bekerja atau jarak,” pungkasnya.

Pemprov Banten dan Pemkot Tangsel Perkuat Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Gratis

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mendukung penuh Program Sekolah Gratis yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat mendampingi Gubernur Banten Andra Soni dalam kegiatan monitoring Program Sekolah Gratis di SMA PGRI 56 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (2/6/2026).

Benyamin menilai program tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah masyarakat di Kota Tangerang Selatan. Menurutnya, kehadiran Program Sekolah Gratis membuka kesempatan lebih luas bagi siswa untuk tetap melanjutkan pendidikan, khususnya bagi mereka yang belum tertampung di sekolah negeri.

“Program yang diinisiasi Pak Gubernur (Andra Soni) ini tentunya akan sangat mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Program ini mencakup sejumlah sekolah swasta di Tangerang Selatan sehingga siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dapat memilih sekolah swasta terdekat dari lingkungan tempat tinggalnya dan memperoleh bantuan biaya pendidikan dari APBD Provinsi Banten,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Program Sekolah Gratis menjadi salah satu solusi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Dengan adanya dukungan pembiayaan dari pemerintah, siswa tetap memiliki kesempatan memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa terbebani biaya sekolah.

Menurut Benyamin, konsep Program Sekolah Gratis juga sejalan dengan kebijakan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Tangerang Selatan sejak tahun 2022 melalui bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak diterima di SMP Negeri.

Melalui program tersebut, siswa yang tidak diterima di SMP Negeri dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta dengan dukungan bantuan biaya pendidikan yang bersumber dari APBD Kota Tangerang Selatan.

“Kita (Pemkot Tangsel) sudah sejak tahun 2022 menyiapkan bantuan pendidikan bagi siswa yang tidak diterima di SMP Negeri untuk bersekolah di SMP swasta, dan itu kita alokasikan untuk 5.000 murid,” jelasnya.

Benyamin berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam sektor pendidikan dapat terus diperkuat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara dan berkualitas.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Program Sekolah Gratis merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah swasta.

Pada tahun ajaran 2025/2026, tercatat sebanyak 70 siswa kelas X di SMA PGRI 56 Ciputat mengikuti program tersebut. Selain membantu siswa, program ini juga memberikan kepastian pembiayaan bagi sekolah yang sebelumnya menghadapi kendala jumlah peserta didik maupun pembayaran biaya pendidikan.

“Untuk seluruh peserta program sekolah gratis ini harus membuat komitmen, komitmen sekolah kepada murid, komitmen murid kepada sekolah, dan komitmen orang tua kepada anak dan kepada sekolah, agar program ini di masa depan akan menghasilkan anak-anak yang berkualitas dan berpendidikan,” ujar Andra Soni.

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah peserta didik melalui Program Sekolah Gratis juga berdampak pada peningkatan dukungan operasional sekolah. Dengan demikian, sekolah memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sarana pembelajaran, serta kesejahteraan tenaga pendidik.

“Kita harapkan supaya proses belajar-mengajarnya bisa semakin maksimal, sehingga kualitas pendidikan di Banten terus meningkat,” katanya.

Pemerintah Provinsi Banten optimistis Program Sekolah Gratis dapat menjadi salah satu solusi dalam pemerataan akses pendidikan sekaligus mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah di berbagai daerah, termasuk Kota Tangerang Selatan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berdaya saing, berpendidikan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Presiden Prabowo Tegaskan Pancasila Sebagai Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional Yang Adil dan Sejahtera

PelitaTangerang.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi landasan utama pembangunan ekonomi nasional yang berorientasi kepada kesejahteraan, pemerataan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden dalam amanatnya pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (01/06/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menjelaskan bahwa ekonomi berlandaskan Pancasila merupakan ekonomi yang religius, berkemanusiaan, dan memperkuat persatuan nasional. Menurut Presiden, hal tersebut salah satunya diwujudkan dari upaya pengelolaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.

“Kita percaya bahwa kekayaan alam bukan sekadar komoditas ekonomi, kekayaan alam adalah amanah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan juga untuk anak dan cucu kita. Untuk masa depan, untuk generasi-generasi yang akan datang,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Negara menuturkan bahwa ekonomi berdasarkan Pancasila tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. Presiden menyebut di antaranya adalah dalam pemenuhan gizi masyarakat hingga perlindungan pekerja.

“Anak-anak kita, anak-anak, saudara-saudara yang paling lemah, paling miskin, paling tidak berdaya, harus memperoleh gizi yang cukup. Petani kita harus memperoleh pupuk yang tepat waktu dan harga yang benar. Nelayan kita harus memperoleh akses pasar yang adil dan harus dibantu dan harus diberdayakan,” tegasnya.

“Pekerja-pekerja kita harus memperoleh kesempatan penghidupan dan penghasilan yang layak. Nasib pekerja kita harus dilindungi, harus dibantu,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menuturkan bahwa ekonomi berlandaskan Pancasila juga mengedepankan kepentingan nasional dan kepentingan rakyat. “Ekonomi kita tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja. Sudah terlalu lama harga berbagai kekayaan alam kita ditentukan oleh pihak lain, ditentukan di negara lain. Sudah terlalu lama sebagian keuntungan dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi,” tegasnya.

Untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi nasional tersebut, pemerintah terus memperkuat tata kelola sumber daya alam melalui kebijakan ekspor satu pintu, hilirisasi, serta penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor.

“Karena itu, pemerintah menentukan ekspor sumber daya alam satu pintu. Kita juga harus melakukan investasi besar di bidang industrialisasi berdasarkan hilirisasi. Kita harus memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor dan memastikan bahwa kekayaan Indonesia memberi manfaat sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Di hari lahir Pancasila, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus kembali pada cita-cita para pendiri bangsa, yakni menghadirkan kemakmuran yang adil dan merata bagi seluruh rakyat. Ekonomi Pancasila merupakan jalan untuk mewujudkan Indonesia yang semakin kuat, mandiri, dan sejahtera.(***)

Pemkot Tangsel Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

PelitaTangerang.com, Tangsel  – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel), Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan Benyamin saat memimpin upacara sekaligus membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Menurutnya, Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, melainkan ideologi yang hidup dan terus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di tengah ketidakpastian global, disrupsi teknologi, serta dinamika geopolitik yang terus berkembang, Pancasila dinilai mampu menjadi jangkar moral yang menjaga Indonesia tetap kokoh. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi landasan dalam menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bahwa keberagaman yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnis dapat disatukan dalam ikatan satu kebangsaan,” ujar Benyamin.

Ia menambahkan, keberhasilan Indonesia menjaga persatuan dalam keberagaman menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila harus terus dilakukan secara konsisten di seluruh lapisan masyarakat.

Selain menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa, Pancasila juga menjadi pijakan Indonesia dalam menjalankan perannya di tingkat global. Sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Nilai musyawarah mufakat yang menjadi ruh Pancasila dinilai sangat relevan dalam membangun dialog dan menjembatani berbagai perbedaan. Pendekatan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai di berbagai kawasan dunia.

Kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam berbagai upaya mediasi konflik regional, hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi penindasan disebut sebagai wujud nyata pengamalan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

“Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” katanya.

Lebih lanjut, Benyamin mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai *living ideology* atau ideologi yang hidup dalam setiap tindakan dan keputusan sehari-hari. Menurutnya, pengamalan Pancasila harus diwujudkan melalui sikap toleran, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.

Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan senantiasa berlandaskan nilai-nilai keadilan sosial. Pelayanan publik harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.

Pada saat yang sama, upaya memperkuat toleransi, menjaga kerukunan, serta menangkal berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme harus terus dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Benyamin berharap semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan atau hafalan semata, melainkan harus hadir dalam setiap tindakan, kebijakan, dan kehidupan sehari-hari.

“Demi mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan bermartabat.” tutupnya.

Hari Lahir Pancasila, Kapolresta Tangerang Ajak Masyarakat Jadikan Pedoman Bernegara

PelitaTangerang.com, Tangerang – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengajak masyarakat untuk menjadikannya Pancasila sebagai pedoman dalam bernegara.

Hal tersebut dia sampaikan usai Upacara Hari Lahir Pancasila Forkopimda Kabupaten Tangerang di Lapangan Aria Yudhanegara, Senin (1/6/2026).

“Pancasila adalah rumusan para pendiri bangsa, sehingga layak untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Indra Waspada.

Dia menambahkan, tema Hari Lahir Pancasila tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut relevan di tengah dinamika dalam negeri dan situasi global saat ini.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat merekatkan seluruh elemen bangsa. Tak sekadar itu, Pancasila yang sarat akan makna filosofis juga dapat menjadi dasar mewujudkan perdamaian dunia.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai luhur dalam Pancasila,” ujarnya.(Bud)

Moch.Maesyal Rasyid Bupati Tangerang Mengajak Masyarakat Perkuat Nilai Pancasila.

PelitaTangerang.com, Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Senin (01/06/26).

Upacara tersebut diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI, Polri, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen daerah lainnya.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, semangat kebangsaan harus terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Tangerang.

Semangat Hari Lahir Pancasila harus menjadi energi bersama dalam memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Tangerang,” tegas Bupati

Lanjut dia, kehadiran jajaran Forkopimda, ASN, TNI, dan Polri dalam upacara tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama untuk menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap sendi kehidupan.
Menurutnya, kebersamaan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa Pancasila masih menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat tersebut harus terus dikumandangkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita semua menjalankan amanah dari Pemerintah Pusat dengan memastikan nilai-nilai dan norma-norma Pancasila terus dikumandangkan di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

la menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman dalam menjalankan tugas dan kehidupan bermasyarakat. Karena itu, menanamkan nilai-nilai Pancasila harus terus dilakukan secara berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.

“Sebagaimana kita tahu bahwa Pancasila adalah dasar negara dan pegangan hidup kita dalam menjalankan tugas sehari-hari. Upaya yang terus menerus dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, khususnya di Kabupaten Tangerang, sangat diperlukan,” ungkapnya.

la menambahkan, keberagaman yang ada di Kabupaten Tangerang harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan. Nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghormati perlu terus dijaga agar kehidupan masyarakat tetap harmonis dan kondusif.

“Dengan Pancasila, kita hidup, duduk, berdiri dan juga menjalankan tugas bersama-sama. Dengan nilai-nilai Pancasila, kita pelihara, kita abadikan. Nilai-nilai Pancasila untuk toleransi juga terus kita kedepankan,” tegasnya.

Bupati tangerang juga menekankan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam pelayanan publik yang semakin baik. Dia juga tidak menutup mata bahwa Pemerintahan Kabupaten Tangerang masih memiliki berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menjawab harapan masyarakat.

“Pastinya, banyak PR yang harus kita kerjakan sebagai implementasi atau penjabaran dari nilai-nilai Pancasila terhadap kepentingan harapan masyarakat Kabupaten Tangerang. Untuk itu, kita jalankan dan kita tingkatkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, serta kapasitas kita sebagai pelayanan masyarakat,” pungkasnya.(Bud)

Soal Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Polsek Panongan Pastikan Dalami

PelitaTangerang.com, Tangerang – Aparat Polsek Panongan Polresta Tangerang memastikan mendalami setiap informasi yang diberikan masyarakat, termasuk dugaan adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi di salah satu lokasi usaha di Desa Rancaiyuh, Kecamatan Panongan.

Kapolsek Panongan Iptu Irruandy Aritonang mengatakan, informasi tersebut sejatinya sudah diterima beberapa waktu lalu. Petugas pun, kata dia, sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan. Bahkan mendatangi langsung lokasi tersebut untuk melakukan pemeriksaan secara langsung, termasuk pada Minggu (31/5/2026).

“Hasilnya tidak ditemukan adanya dugaan praktik tersebut,” kata Aritonang.

Dia menjelaskan, lokasi usaha tersebut hanya dijadikan semacam pool kendaraan. Hal itu karena perusahaan tersebut bergerak di bidang transportir BBM. Selain itu, perusahaan tersebut juga telah mengantungi izin-izin yang disyaratkan.

“Petugas juga tidak menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan. Namun kami tetap apresiasi informasi yang disampaikan,” ujarnya.

Aritonang juga mengimbau, agar masyarakat tidak mudah berspekulasi atau menyimpulkan informasi yang belum tervalidasi. Hal tersebut agar menjaga kenyamanan semua pihak.(Bud)

Idul Adha di Mako DPP PJBN: Dua Sapi Limousin 1,2 Ton Dibagikan untuk Seribu Warga, Perkuat Semangat Berbagi dan Kepedulian Sosial

PelitaTangerang.com, Banten – Hari Raya Idul Adha tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan ibadah qurban, tetapi juga pengingat pentingnya nilai keikhlasan, kepedulian,dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan penyembelihan dan pembagian hewan qurban yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Paguron Jalak Banten Nusantara (DPP PJBN) di Markas Komando (Mako) DPP PJBN, Jumat (29/5/2026).

Sejak pagi hari, suasana Mako DPP PJBN tampak lebih ramai dari biasanya. Pengurus,anggota organisasi,panitia, hingga warga sekitar bergotong royong mengikuti rangkaian kegiatan qurban yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Mulai dari persiapan lokasi, proses penyembelihan, hingga pengemasan daging qurban dilakukan bersama-sama dengan mengedepankan nilai kebersamaan yang menjadi salah satu esensi Idul Adha.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana Harian DPP PJBN, Hj.Ratu Ageng Rekawati KD, SE., ME., yang akrab disapa Umi Ratu.Ia memastikan seluruh tahapan pelaksanaan berjalan sesuai syariat Islam, sekaligus mengedepankan prinsip pemerataan manfaat bagi masyarakat.

Pada pelaksanaan qurban tahun ini, DPP PJBN menyembelih dua ekor sapi jenis Limousin dengan kualitas unggul. Masing-masing sapi memiliki bobot mencapai sekitar 1,2 ton. Hewan kurban tersebut telah dipersiapkan secara matang dan memenuhi syarat sebagai hewan qurban yang layak sesuai ketentuan agama.

Dalam ajaran Islam, ibadah qurban memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar penyembelihan hewan qurban merupakan simbol ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah SWT, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya demi menjalankan perintah Tuhan. Nilai pengorbanan tersebut kemudian menjadi pelajaran penting bagi umat Islam untuk menumbuhkan keikhlasan, empati, dan kepedulian terhadap sesama.

Semangat itulah yang menjadi landasan DPP PJBN dalam melaksanakan kegiatan qurban setiap tahunnya. Setelah proses penyembelihan selesai, daging qurban langsung diproses dan dikemas oleh panitia untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

Tahun ini, sekitar 1.000 warga dari tujuh desa dan kampung di sekitar lingkungan Mako DPP PJBN menerima pembagian daging qurban. sebagian masyarakat, bantuan tersebut tidak hanya menjadi tambahan kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepedulian sosial yang nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.

Distribusi yang menjangkau ribuan warga tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan kurban dapat menjadi sarana memperkuat hubungan antara organisasi kemasyarakatan dengan lingkungan sekitarnya. Ketika manfaat qurban dirasakan secara luas, maka nilai persaudaraan dan solidaritas sosial pun akan semakin tumbuh.

Dalam sambutannya,Umi Ratu mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum introspeksi diri sekaligus memperkuat semangat berbagi.

“Semoga di hari Idul Adha ini kita bisa mengambil hikmahnya, dan dengan semangat pengorbanan menjadi jalan menuju ridha Allah serta membawa keberkahan di setiap langkah kita,” ujar Umi Ratu.

Menurutnya, makna qurban tidak berhenti pada pembagian daging semata. Lebih dari itu, Idul Adha mengajarkan pentingnya mengorbankan ego, kepentingan pribadi, dan sifat individualisme demi kepentingan yang lebih besar, yaitu kemaslahatan bersama.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang membutuhkan semakin banyak ruang untuk memperkuat rasa persatuan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Adha dapat menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.

Kegiatan qurban di Mako DPP PJBN berlangsung lancar hingga selesai. Keberhasilan pelaksanaan acara tidak lepas dari kerja keras panitia, dukungan para pengurus dan anggota organisasi, serta partisipasi masyarakat yang turut menjaga suasana tetap aman dan kondusif.

Melalui momentum Idul Adha 1447 Hijriah ini, DPP PJBN kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Tidak hanya menjaga tradisi berbagi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, kuat, dan sejahtera.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Harapannya, seluruh amal ibadah qurban yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT serta membawa keberkahan bagi para berkurban, panitia,dan masyarakat yang menerima manfaatnya.(Bud)

Berita Terbaru