Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 6

Tercemar Zat Kimia, Wali Kota Tangsel Minta Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta masyarakat tak mengkonsumsi ikan-ikan yang mati di Kali Jaletreng dan Sungai Cisadane setelah terjadinya pencemaran akibat kebakaran gudang pestisida di Taman Tekno, Setu, Senin, 9 Februari 2026.

Imbauan itu diungkapkan Benyamin, lantaran mengantisipasi dampak buruk pasca masyarakat mengkonsumsi ikan yang diduga sudah tercemar zat-zat kimia akibat kebakaran gudang pestisida.

“Sejak awal kita sudah informasikan, jangan dikonsumsi ikan-ikan itu karena sudah tercemar,” kata Benyamin usai rapat forum komunikasi pimpinan daerah di Serpong, Selasa, 10 Februari 2026.

Benyamin menuturkan, pihaknya meminta Dinas Kesehatan Kota Tangsel untuk lakukan pendataan dan lakukan screaning terhadap dampak yang timbul setelah masyarakat konsumsi ikan yang tercemar zat kimia.

“Saya minta Dinas Kesehatan untuk pendataan dan deteksi dini serta siagakan puskesmas. Kalau ada warga yang mual muntah setelah konsumsi itu, segera berobat ke puskesmas kita,” tuturnya.

Benyamin mengaku, telah koordinasi dengan pihak terkait terutama Pemerintah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang terkait dampak dari pencemaran zat kimia usai kebakaran gudang pestisida.

Dirinya juga meminta dinas teknis untuk melakukan pendataan dan inventarisir terkait industri yang mengolah zat-zat kimia di Kota Tangsel.

Bahkan, Benyamin bakal bentuk gerakan bersama dengan aparat penegak hukum untuk lakukan pemeriksaan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) hingga analisis dampak lingkungan (Amdal) di Kawasan Taman Tekno.

Pasalnya, kata Benyamin, Pemkot Tangsel melalui Satpol-PP alami kesulitan ketika akan lakukan pemeriksaan ke Kawasan Taman Tekno itu.

“Tadi sudah dibahas dengan Polres Tangsel, Kejaksaan Negeri dan instansi terkait, kita akan lakukan gerakan bersama untuk lakukan pemeriksaan SLF. Seharusnya setahun itu dilakukan 2 kali pemeriksaan. Kita akan review soal pelanggaran terhadap Amdal. Sulit kita masuk ke mereka untuk lakukan pemeriksaan, itu yang dialami oleh Satpol-PP,” papar Benyamin.(Red)

Pilar Hadiri HPN 2026 di Banten: Perkuat Peran Pers Hadapi Tantangan Era Digital dan AI

PelitaTangerang.com, Serang – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 di Provinsi Banten menjadi momentum strategis memperkuat peran pers sebagai penjaga kualitas informasi publik di tengah derasnya arus transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence (AI).

Rangkaian kegiatan nasional tersebut menghadirkan insan pers dari berbagai daerah di Indonesia, kepala daerah, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran berbagai elemen bangsa ini menegaskan bahwa pers tetap menjadi pilar penting dalam menjaga demokrasi dan membangun komunikasi publik yang sehat.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan turut menghadiri puncak peringatan HPN 2026 di Kota Serang pada Senin (9/2/2026). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terhadap penguatan peran pers dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

“Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, apalagi di era digital saat ini, keberadaan pers yang profesional menjadi kunci dalam menjaga kualitas informasi publik,” ujar Pilar.

Menurut Pilar, Pemerintah Kota Tangerang Selatan selama ini terus berkomitmen membangun sinergi dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat secara transparan dan akuntabel.

“Kolaborasi antara pemerintah dan pers sangat dibutuhkan agar informasi yang diterima masyarakat benar, berimbang, dan mampu meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Banten sebagai tuan rumah HPN 2026.

Ia menilai peringatan HPN menjadi momentum memperkuat optimisme nasional melalui peran pers yang sehat dan independen.

“Pers yang sehat akan mendukung ekonomi yang berdaulat, dan ekonomi yang berdaulat akan menguatkan negara kita,” tuturnya.

Menurut Andra, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola produksi, distribusi, hingga konsumsi informasi. Oleh karena itu, pers memiliki posisi strategis dalam menjaga kebenaran informasi serta mengurai kompleksitas arus informasi global.

“Pers menjadi penjaga kepentingan publik di tengah perkembangan teknologi informasi. Pers yang kuat akan mendukung demokrasi yang sehat dan pembangunan nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.

Peringatan HPN 2026 juga diisi dengan berbagai forum diskusi dan kolaborasi yang membahas masa depan dunia pers di era transformasi digital, termasuk tantangan penyebaran informasi yang semakin cepat dan dinamis.

Selain menjadi ajang silaturahmi nasional insan pers, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kepala daerah yang dinilai berkontribusi dalam mendukung kemajuan dunia pers.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menerima penghargaan Atas Jasa-jasanya Mendukung Program PWI di Daerah dan Dukungan Menyukseskan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 Banten.(Adv)

DBMSDA Kabupaten Tangerang Fokus Penanganan Banjir dan Infrastruktur Jalan

H. Iwan Firmansyah, S.Sos, S.T, M.Si
Kadis DBMSDA Kabupaten Tangerang

PelitaTangerang.com, Tangerang – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang fokus dalam penanganan infrastruktur jalan dan banjir di awal tahun 2026.

Dengan memprioritaskan dalam hal penanganan cepat serta jangka panjang, DBMSDA Kabupaten Tangerang terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat diwilayah kabupaten Tangerang.

H. Iwan Firmansyah selaku Kadis DBMSDA mengatakan bahwa Kami akan terus bekerja keras untuk meningkatkan infrastruktur jalan serta penanganan banjir di wilayah Kabupaten Tangerang.

Beberapa program telah dicanangkan oleh DBMSDA Kabupaten Tangerang diantara program tersebut adalah:

Penanganan Cepat Banjir : Peninjauan langsung ke titik banjir di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, dan koordinasi intensif dengan BBWS C3 untuk percepatan perbaikan infrastruktur.

Normalisasi Saluran : Normalisasi saluran termasuk pembuang di beberapa wilayah, seperti di Perumahan Nuansa Mekarsari, Kecamatan Rajeg.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 telah disusun, di mana sektor infrastruktur tetap menjadi salah satu skala prioritas utama.

Masyarakat Kabupaten Tangerang juga mengapresiasi kinerja DBMSDA Kabupaten Tangerang.

Salah seorang warga yang bernama Budi mengucapkan “Kami sangat berterima kasih atas upaya DBMSDA dalam meningkatkan infrastruktur jalan dan penanganan banjir di Kabupaten Tangerang.

Semoga program-program ini dapat terus berjalan lancar dan kamipun berharap untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Andra Soni, S.M., M.A.P, selaku gubernur Banten juga memberikan apresiasi dan dukungan nya atas kinerja DBMSDA Kabupaten Tangerang.

Karena Kabupaten Tangerang telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam penanganan banjir dan infrastruktur jalan.

Saya berharap ini dapat terus ditingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedepannya. Tutur Andra Soni

Terkait Program Kerja DBMSDA Kabupaten Tangerang Awal Tahun 2026 ini diantaranya :
Pengerukan dan normalisasi saluran pembuangan, Pembangunan pompa air tambahan di beberapa titik rawan banjir.

Perbaikan jalan rusak di berbagai wilayah, Pemeliharaan jalan untuk menjaga konektivitas antar wilayah, Pengawasan proyek infrastruktur strategis.

Terkait Anggaran DBMSDA Kabupaten Tangerang beroperasi di bawah APBD Kabupaten Tangerang tahun 2026 dan telah disetujui, di mana infrastruktur jalan dan jembatan tetap menjadi salah satu skala prioritas utama dalam anggaran tersebut.

Dengan demikian, DBMSDA Kabupaten Tangerang terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penanganan banjir dan infrastruktur jalan yang lebih baik.(Adv)

Warga Buaran Tangsel Apresiasi Perbaikan Jalan Kodiklat Serpong, Mulus dan Bikin Nyaman Berkendara

PelitaTangerang.com, Tangsel – Warga Buaran Serpong mengapresiasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) atas peningkatan Jalan Kodiklat TNI Ampera yang telah dilakukan pada tahun anggaran 2025.

Rahmadi salah satu warga sekitar mengatakan, kondisi jalan tersebut sebelumnya cukup memprihatinkan lantaran banyak jalan yang berlubang dan cukup besar.

“Sepanjang jalan ini dari depan Jalan Puspiptek ke arah Kodiklat itu banyak jalan yang rusak, bolongnya juga pada gede. Kondisi begitu jadi ganggu aktivitas warga yang melintas,” katanya, Jumat (06/02/2026).

Pekerja swasta itu menuturkan, saat ini kondisi jalan sudah sangat bagus dan nyaman dilalui sejak perbaikan yang dilakukan akhir 2025.

“Kondisi sekarang seperti yang dilihat ya jalannya udah mulus sih, bagus. Warga pengguna jalan juga nyaman, nggak terhambat sama jalan berlubang,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Amelia. Menurutnya, kondisi lalu lintas di Jalan Kodiklat TNI Serpong itu lebih lancar dibandingkan sebelum diperbaiki.

“Sekarang arus lalu lintas jadi lebih lancar, jalannya udah mulus jadi nyaman dilintasi kendaraan,” ungkapnya.

Diketahui, peningkatkan dan perbaikan Jalan Kodiklat Ampera Serpong itu diakukan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel yang dilaksanakan pada akhir 2025.(Red)

Transformasi Pendidikan di Tangsel, SDN Sawah 01 Kini Miliki Gedung dan Fasilitas Pembelajaran Modern

PelitaTangerang.com, Tangsel – Transformasi pendidikan terus dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui pembangunan sarana dan prasarana sekolah.

Salah satunya terlihat di UPTD SDN Sawah 01, Kecamatan Ciputat yang kini dibangun di lahan baru, dengan fasilitas baru yang lebih representatif guna mendukung proses belajar mengajar.

Guru kelas 1 UPTD SDN Sawah 01, Mulyani, mengungkapkan dirinya telah mengabdikan diri mengajar di sekolah tersebut selama lebih dari 30 tahun.

Ia menyampaikan, perkembangan fasilitas pendidikan yang kini dimiliki sekolah menjadi langkah besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Dengan adanya gedung baru, tentunya menjadi semangat baru bagi guru dan siswa untuk menjalankan proses pembelajaran yang lebih maksimal,” ujar Mulyani saat dijumpai pada Jumat (6/2/2026).

Mulyani menyaksikan langsung perjalanan SDN Sawah 01 dari masa ke masa, hingga akhirnya sekolah tersebut hadir dengan fasilitas yang jauh lebih memadai.

Sebelumnya SDN Sawah 01 telah bertahan dengan gedung lama selama kurang lebih dari 50 tahun. Dinding yang retak, plafon yang roboh, tembok yang berjamur dan lembab, pintu yang patah, ruangan yang roboh, serta fasilitas pendukung yang terbatas adalah pemandangan sehari-hari siswa dan guru-guru di sana.

Bangunan sekolah yang lama itu memiliki tujuh ruang kelas serta ruang guru yang digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Jika hujan turun, mereka mulai khawatir karena banjir akan menggenangi ruangan, para siswa harus menghentikan kegiatan belajar, dan para guru juga harus sibuk membersihkan genangan banjir agar tidak membahayakan anak-anak.

Selama ini, bangunan sekolah lama hanya direnovasi sedikit-sedikit, dan baru kali ini dibangun dari awal di lokasi lahan baru. Dengan pembangunan fasilitas baru, sekolah kini memiliki ruang belajar dan sarana prasaran lainnya yang jauh lebih memadai dan nyaman.

Hal senada disampaikan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Sawah 01, Arief. Ia menilai fasilitas baru memberikan banyak kemudahan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Ia menjelaskan, setiap ruang kelas kini telah dilengkapi perangkat pendukung pembelajaran berbasis teknologi seperti infokus. Hal ini mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.

“Dengan fasilitas teknologi seperti proyektor yang sudah tersedia di setiap kelas, kegiatan pembelajaran berbasis digital nanti bisa menjadi lebih efektif dan variatif,” jelasnya.

Selain ruang kelas yang lebih memadai, SDN Sawah 01 juga memiliki fasilitas penunjang lainnya seperti ruang guru yang lebih nyaman, toilet yang lebih layak, serta ruang laboratorium komputer yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan asesmen berbasis digital.

Arief menambahkan, pembangunan fasilitas baru ini juga membuka peluang penyelenggaraan kegiatan sekolah yang lebih beragam. Sekolah kini memiliki ruang serbaguna yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan akademik maupun nonakademik siswa.

Dengan adanya pembangunan ini, kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif. Seluruh siswa berkesempatan mengikuti pembelajaran pada pagi hari sehingga suasana belajar menjadi lebih kondusif dan optimal.

Para guru pun optimistis kehadiran gedung baru akan meningkatkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di SDN Sawah 01, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah sekitar.

“Harapan kami, dengan adanya gedung baru ini murid-murid akan bertambah di tahun pembelajaran selanjutnya, terus juga semoga hasil pembelajaran siswa-siswa sekolah semakin baik, semakin meningkat,” tuturnya.

Mereka pun turut menyampaikan apresiasi atas pembangunan sekolah yang dinilai memberikan dampak positif.(Red)

GRANAT Tangsel Goes to School, Edukasi Bahaya Narkoba di Ajang IKOSIS PKSS Serpong

PelitaTangerang.com, Tangsel – Maraknya peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di wilayah Kota Tangerang Selatan, menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Merespons kondisi tersebut, DPC Gerakan Anti Narkotika Nasional (GRANAT) Kota Tangerang Selatan berkolaborasi dengan BNN Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi bagi pelajar melalui program GRANAT Goes to School.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian IKOSIS PKSS Wilayah Kecamatan Serpong, bertempat di SMP Islam Al Fath BSD, dengan mengusung tema “Safe School Start With Us”.

IKOSIS PKSS Wilayah Serpong kali ini melibatkan sekolah-sekolah swasta di wilayah Kecamatan Serpong, dengan peserta yang merupakan para pengurus OSIS dari masing-masing sekolah. Kegiatan ini menjadi wadah edukatif sekaligus silaturahmi antar pelajar lintas sekolah.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi isu bullying yang disampaikan oleh DP3AP2KB, serta materi terkait bahaya narkoba yang disampaikan oleh BNN Kota Tangerang Selatan dan GRANAT Kota Tangerang Selatan.

Ketua Koordinator Wilayah PKSS Serpong, Hendra Septiawan, menyampaikan bahwa kegiatan IKOSIS merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan para pelajar.

“Kegiatan IKOSIS ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Tujuannya untuk membangun silaturahmi antar siswa dari berbagai sekolah di wilayah Serpong, sekaligus memberikan dampak positif bagi pelajar di Kota Tangerang Selatan,” ujar Hendra.

Lebih lanjut, Hendra menjelaskan bahwa IKOSIS dibentuk sebagai wadah agar para pelajar dapat saling mengenal, berkolaborasi, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan positif.

Sementara itu, Ketua DPC GRANAT Kota Tangerang Selatan, Eko Pranoto P, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai sangat tepat melibatkan GRANAT dalam memberikan materi tentang bahaya narkoba.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Beberapa wilayah di Tangerang Selatan saat ini masuk dalam zona merah peredaran narkotika.
Karena itu, para pelajar harus benar-benar memahami bahaya narkoba, baik dampaknya bagi kesehatan maupun konsekuensi hukumnya,” tegas Eko.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi narkoba demi masa depan yang sehat dan sukses. “Kalau mau punya tubuh yang sehat, pikiran cerdas, dan sukses dalam belajar, maka jauhi narkoba,” tambahnya.

Eko menegaskan bahwa GRANAT Tangsel akan terus melakukan road show ke sekolah sebagai program utamanya dan siap hadir di sekolah-sekolah di Kota Tangerang Selatan sebagai bagian dari upaya preventif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Kami concern pada upaya pencegahan. GRANAT siap turun langsung ke sekolah-sekolah dalam rangka membentengi generasi muda dari ancaman narkoba,” pungkasnya.

Menariknya, di akhir sesi kegiatan, Eko Pranoto P juga memberikan “pekerjaan rumah” kepada para pengurus OSIS peserta IKOSIS agar di masing-masing sekolah dapat membentuk Satuan Pelajar Anti Bullying dan Anti Narkoba, sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat.(Epp)

Deden Deni Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Pokja Sekolah Aman dan Nyaman

PelitaTangerang.com, Tangsel – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Sekolah Aman dan Nyaman sebagai langkah strategis pencegahan berbagai persoalan negatif di dunia pendidikan.

Rakor ini digelar merespons maraknya kasus viral di wilayah Kota Tangerang Selatan, mulai dari bullying, pelecehan, kekerasan seksual, hingga kriminalisasi terhadap guru yang belakangan menjadi perhatian publik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas berbagai peristiwa yang terjadi di dunia pendidikan, khususnya di wilayah Tangerang Selatan.

“Ini menjadi keprihatinan luar biasa bagi kami. Apa yang terjadi saat ini di dunia pendidikan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua untuk terlibat aktif menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan nyaman di lingkungan pendidikan,” ujar Deden Deni.

Ia menegaskan bahwa meskipun secara regulator Dindikbud memiliki peran utama, namun keterlibatan lintas sektor sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan dapat berjalan optimal.

“Walaupun regulatornya adalah Dindikbud, kami berharap Pokja yang dirumuskan hari ini ke depan mampu melakukan deteksi dini sekaligus mengantisipasi berbagai potensi permasalahan yang bisa terjadi di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Pembentukan Pokja ini juga merupakan tindak lanjut atas terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang sekaligus mencabut Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang TPPK yang sudah tidak berlaku lagi.

Salah satu poin penting dalam Permendikdasmen tersebut adalah kewajiban pemerintah daerah untuk membentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman yang bertanggung jawab langsung di bawah kepala daerah.

Menindaklanjuti regulasi tersebut, Dindikbud Kota Tangerang Selatan bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dan diskusi lintas pemangku kepentingan guna segera membentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman.

Rakor yang digelar di lingkungan Dindikbud Tangsel ini dihadiri oleh Aria Ahmad Mangunwibawa Kepala BMPS Banten sebagai perwakilan langsung Kemendikdasmen sekaligus narasumber, Ricky Yuanda Bastian Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan, Kepala Dinas DP3AP2KB, LBH Keadilan, Dewan Pendidikan Maman Syaifurahman, Ketua Perkumpulan Kepala Sekolah Swasta PKSS Eko Pranoto P, Ketua PGRI Hamdani, perwakilan Dinas Kesehatan, serta perwakilan Polres Tangerang Selatan yang dihadiri oleh Kasat Binmas Warno.

Dari internal Dindikbud sebagai inisiator, turut hadir Sekretaris Dinas Billy Sukarsana, Rudi Darmawan selaku Kabid PTK, serta Dedi selaku Kabid SMP, sementara Kabid SD Didin berhalangan Hadir.

Melalui pembentukan Pokja Sekolah Aman dan Nyaman ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap terciptanya sistem pencegahan yang terintegrasi serta budaya sekolah yang menjunjung tinggi keamanan, kenyamanan, dan perlindungan bagi seluruh warga sekolah.
(EPP)

Perkuat Infrastruktur Pendidikan, Pemkot Tangsel Revitalisasi Belasan Sekolah Sepanjang 2025

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui percepatan revitalisasi dan pembangunan infrastruktur sekolah di berbagai wilayah sepanjang tahun 2025.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, peningkatan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

“Kami ingin memastikan anak-anak Tangerang Selatan belajar di sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran. Infrastruktur pendidikan yang baik adalah investasi jangka panjang untuk masa depan kota ini,” ujar Benyamin dalam keterangannya pada Senin (2/2/2026).

Sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah rampung direvitalisasi, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap pembangunan sarana dan prasarana pendukung guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.

Pada jenjang sekolah dasar, revitalisasi telah diselesaikan di SDN Sawah, SDN Jombang 03, SDN Ciater 01, SDN Ciputat 01, dan SDN Babakan 1.

Sementara itu, SDN Keranggan mendapat penambahan pos jaga dan perpustakaan, serta pembangunan sarana prasarana dilakukan di SDN Kademangan 2, SDN Pondok Pucung 2, dan SDN Benda Baru 2.

Di tingkat sekolah menengah pertama, Pemkot Tangsel telah merampungkan revitalisasi di SMPN 6, SMPN 8, SMPN 18, SMPN 20, SMPN 21, SMPN 24.

Selain itu, SMPN 12 tengah menjalani perkuatan struktur bangunan, SMPN 17 dilakukan perbaikan atap, serta SMPN 16 telah direvitalisasi pada tahun anggaran 2024 dan dilanjutkan dengan pembangunan sarana prasarana pada tahun 2025.

Benyamin menyampaikan, pembangunan infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan riil di lapangan, dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, serta keberlanjutan fasilitas.

“Sekolah bukan hanya bangunannya saja, tapi ruang tumbuh karakter dan masa depan anak-anak kita. Karena itu, kami pastikan pembangunannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemkot Tangerang Selatan berkomitmen melanjutkan penguatan infrastruktur pendidikan secara merata di seluruh wilayah, sejalan dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan generasi muda yang unggul, sehat, dan berdaya saing.(Red)

Pemkot Tangsel Bangun Ulang SDN Jombang 03: Dari Rawan Banjir dan Bangunan Runtuh, Kini Hadir dengan Fasilitas Lebih Aman dan Nyaman

PelitaTangerang.com, Tangsel – Setiap hujan deras turun, kekhawatiran selalu menyelimuti Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jombang 03. Air kerap menggenang di lingkungan sekolah, sementara di dalam gedung, struktur bangunan yang menua perlahan menunjukkan tanda-tanda bahaya.

Plafon pernah runtuh, cor lantai dua mulai rapuh, bahkan tulangan besi terlihat jelas menjadi pengingat bahwa keselamatan anak-anak sekolah tidak lagi bisa ditawar.

Kepala UPTD SDN Jombang 03 Widiastuti mengatakan bahwa kegiatan belajar dengan fasilitas terbatas ini sudah puluhan tahun terjadi, dan semakin memprihatinkan.

Saat itu, bangunan sekolah masih didominasi gedung satu lantai yang berdiri sejak tahun 1975, dengan sejumlah bagian yang sudah mengalami penurunan kualitas struktur.

“Beberapa titik bangunan harus ditopang dengan besi besar karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Bahkan saat kursi dibawa ke lantai dua, sering muncul puing-puing yang berjatuhan,” cerita Widi saat dijumpai di lokasi, Rabu (4/2/2026).

Widi menceritakan, sebelumnya posisi lapangan yang sejajar dengan jalan serta sistem drainase yang kurang baik kerap menyebabkan genangan air saat hujan deras.

Bahkan, pernah terjadi insiden plafon runtuh dan struktur bangunan lantai dua yang mulai rapuh, hingga tulangan besi terlihat jelas.

Beberapa bagian bangunan harus ditopang dengan besi besar karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Saat kursi dibawa ke lantai dua, puing-puing sering berjatuhan.

“Jadi meski ada 10 ruang kelas, tapi cuma sembilan yang bisa digunakan untuk belajar, karena satu ruangan udah rapuh sampai harus ditopang tulangan besi dan sudah sering puing-puingnya jatuh,” tuturnya.

Di tengah kondisi fisik gedung yang memprihatinkan, sekolah ini juga menghadapi keterbatasan ruang belajar.

Dengan 21 rombongan belajar, SDN Jombang 03 hanya memiliki sembilan ruang kelas yang layak digunakan. Situasi itu memaksa kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam tiga sesi setiap hari, dari pagi hingga sore.

Pertimbangan keselamatan dan kebutuhan ruang itulah yang akhirnya mendorong Dinas Pendidikan bersama Dinas Cipta Karya Kota Tangerang Selatan menetapkan SDN Jombang 03 sebagai salah satu sekolah prioritas untuk dibangun ulang.

Bangunan lama pun dirobohkan, dan proses pembangunan gedung baru dimulai sejak akhir Agustus 2025.

Selama pembangunan berlangsung, seluruh siswa dan guru harus berpindah sementara ke SDN Jombang 05. Meski harus menumpang dan menyesuaikan jadwal belajar, semangat belajar tetap dijaga agar proses pendidikan tidak terhenti.

Kini, perubahan besar mulai dirasakan. SDN Jombang 03 hadir dengan wajah baru, ada 21 ruang kelas yang memadai, ruang guru yang lebih luas, laboratorium, lapangan olahraga, kamar mandi, perpustakaan, dan sarana prasarana lainnya.

Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan dalam satu sesi, memberi ruang yang lebih manusiawi bagi siswa dan guru.

Ia mengaku kebahagiaan dan antusiasme terlihat jelas dari wajah para guru, siswa, hingga orang tua.

“Kita pengen mempunyai lingkungan belajar yang aman-nyaman, kemudian dengan sarana, prasarana dan fasilitas yang tentunya lebih memadai daripada sebelumnya. Insya Allah antusiasme anak-anak, orang tua, kemudian bapak ibu guru luar biasa dengan dibangunnya gedung baru UPTD SDN Jombang 03 ini,” tuturnya.

Atas terwujudnya pembangunan tersebut, keluarga besar UPTD SDN Jombang 03 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, serta seluruh dinas terkait yang telah berperan dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi generasi masa depan.

“Insya Allah dengan dibangunnya gedung baru ini, semangat kami lebih semangat lagi luar biasa,” ucapnya.(Red)

Menteri LH Bersama Benyamin-Pilar Bersihkan Sampah di Jalan Raya Serpong Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan turun langsung melakukan penyisiran dan pembersihan sampah di sepanjang Jalan Raya Serpong, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini sebagai bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Asri yang diinstruksikan Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam kegiatan tersebut, Hanif bersama jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyusuri ruas jalanan tersebut hingga kawasan Alam Sutera sejauh kurang lebih 1,5 kilometer sambil memungut sampah di sepanjang jalur.

Hanif mengatakan, kegiatan pembersihan sampah akan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah di daerah. Ia menyebut Tangerang Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan sampah.

“Kita seminggu sekali melakukan semacam survey untuk melakukan pembersihan sampah. Terkhusus Tangerang Selatan memang spesial ya, karena sudah kita pahami penanganan sampahnya yang demikian dinamis, memerlukan upaya kerja keras kita semua,” kata Hanif.

Ia menegaskan, pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah sesuai ketentuan yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Hanif juga memastikan pemerintah akan mengambil langkah tegas apabila pengelolaan sampah tidak dilaksanakan sesuai regulasi.

Namun, ia menekankan bahwa penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan masyarakat.

“Jadi dukungan semua pihak di dalam rangka pengelolaan sampah menjadi penting. Untuk itu kepada Bapak Wali Kota selain mengimbau, mengedukasi juga wajib untuk melakukan penguatan-penguatan penegakan hukumnya. Melalui tipiring maupun sejenisnya itu wajib dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini bukan sekedar kebersihan saja, tetapi membangun budaya bersih. Yang kami harapkan dari masyarakat adalah kesadaran individu dan kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan, untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Jika nantinya ditemukan warga atau masyarakat yang membuang sampah sembarangan, Benyamin memastikan akan ada sanksi khusus.

“Kami sekarang ini memberikan contoh bersama Bapak Menteri, nanti ke depan apabila masih terjadi pelanggaran terhadap peraturan daerah tentang penanganan kebersihan di Tangerang Selatan, akan kita lakukan penertiban, penegakan hukum, sekaligus juga pemberian sanksi tindak pidana kepada masyarakat,” tuturnya.(Red)

Berita Terbaru