Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 16

Dari Nyaris Roboh Jadi Layak Huni, Warga Rasakan Manfaat Program Bedah Rumah Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Raut bahagia terpancar dari wajah para penerima manfaat program Bedah Rumah di Kota Tangerang Selatan. Mereka kini bisa menikmati hunian yang lebih layak setelah puluhan tahun tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.

Salah satunya dialami Asia, warga RT 011, Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren. Sebelum mendapatkan bantuan, rumahnya terbuat dari bambu dan nyaris roboh.

“Rumah saya dulu panggung dari bambu, bocor, rapuh, dan tidak layak huni. Sangat parah ya kalau hujan sedikit saja, dan ada angin itu basah semua masuk rumah, takut rubuh, memang jujur hampir rubuh kalau gak ditunjang (bambu) mungkin udah rubuh,” ujar Asia di kediamannya pada Rabu (22/10/2025).

Perempuan paruh baya itu tak menyangka rumah panggung yang ia tempati selama kurang lebih 36 tahun, kini telah berumah menjadi hunian permanen yang kokoh dan nyaman berkat program Bedah Rumah dari Pemkot Tangsel.

“Dengan adanya program bedah rumah ini, saya bersyukur akhirnya saya mendapatkan dan alhamdulillah sekarang rumah saya sudah bagus, ada kamarnya, ada dapur semuanya ada, dan terasa sangat layak untuk dihuni,” ujarnya penuh haru.

Kondisi serupa juga dirasakan Robiani, warga Kampung Kebantenan RT 02 RW 08, Kecamatan Pondok Aren. Selama bertahun-tahun ia harus bertahan di rumah yang bocor dan temboknya retak. Kini, setelah dibedah oleh Pemkot Tangsel, rumahnya menjadi nyaman untuk ditinggali.

“Dulu atapnya bocor dari depan sampai belakang, temboknya pada gempur, kamar cuma satu, kalau huja bocor,” cerita Robiani.

Setelah dibedah, Robiani sangat bersyukur karena rumahnya telah berubah total dan menjadi tempat berteduh yang sangat nyaman baginya beserta keluarga.

“Alhamdulillah sudah dibedah rumahnya, dari atapnya dan sampai bawah bangunannya baru, udah nyaman dari sebelumnya, udah layak huni, kamarnya jadi bertambah, terus ada kamar mandinya, dapurnya,” tuturnya.

Ia berharap program ini terus berlanjut karena masih banyak warga lain yang membutuhkan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan rumah saya sudah jadi layak huni untuk tempat tinggal, dan saya mengharapkan agar terus berlangsung (Program Bedah Rumah) karena saudara-saudara kita masih banyak yang membutuhkan,” ucapnya.

Sementara Maria, warga di lokasi yang sama, mengaku tak menyangka rumahnya akan berubah sedemikian layak. Rumah yang dulunya sempit, bocor, dan tak memiliki kamar mandi kini berdiri kokoh dan bersih.

“Dulu rumah saya bocor, gak punya kamar, juga masih nyampur sama orang tua untuk airnya dan kamar mandinya. Sekarang sudah dibedah, sudah ada kamar, kamar mandi, semuanya rapi. Saya berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Bapak Benyamin, Pak Camat, Pak Lurah, RT, dan RW yang sudah bantu saya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus menjalankan komitmen menyediakan hunian layak bagi warganya melalui program bedah rumah. Tahun ini, Pemkot Tangsel menargetkan sebanyak 386 unit rumah tidak layak huni (RTLH) untuk diperbaiki melalui anggaran APBD.

Program yang dijalankan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) ini terdiri dari 369 unit yang dibiayai melalui APBD reguler dan tambahan 17 unit dari APBD perubahan.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangsel untuk menekan angka kemiskinan ekstrem dan memperkuat kualitas hidup warga.

Dengan terus berjalannya program ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni, dan seluruh warga dapat menikmati kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat.(Red)

Ribuan Santri Ramaikan Pemkot Tangsel, Pilar: Mereka Aset dan Pondasi untuk Membangun Bangsa

PelitaTangerang.com, Tangsel –  Ribuan santri berseragam putih dan bersarung memadati lapangan upacara Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan sejak pagi. Lantunan selawat dan doa menggema mengiringi udara sejuk, menandai dimulainya peringatan Hari Santri Nasional 2025 tingkat Kota Tangerang Selatan, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan diawali dengan istigasah bersama para ulama dan santri pada pukul 06.00 WIB pagi, lalu dilanjutkan dengan apel yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan.

Dalam suasana khidmat namun penuh semangat itu, Pilar mengatakan, santri bukan hanya sekadar pelajar agama, melainkan pondasi moral untuk pembangunan bangsa.

“Ini penting sekali karena santri adalah salah satu pondasi dasar membangun bangsa ini, dari pondok pesantren,” ujar Pilar.

Menurut Pilar, pandangan bahwa santri hanya bisa menjadi ustaz atau ulama kini sudah tidak relevan. Banyak lulusan pesantren yang telah menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang dari ekonomi, sains, teknologi, hingga pemerintahan.

Bahkan, kata Pilar, banyak sekali orang-orang hebat atau tokoh-tokoh ternama di Indonesia yang merupakan santri dari berbagai pondok pesantren di tanah air.

“Maka dari itu kita mengangkat semangat kepada para santri bahwa Anda itu adalah modal bangsa. Anda itu adalah aset penting bangsa. Dimulai pendidikan karakter, pendidikan ahlak, pendidikan iman Islam dari pondok pesantren. Tapi Anda akan menjadi orang-orang hebat di masa depan,” ucap Pilar.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus menggulirkan berbagai program yang berpihak kepada santri dan pesantren.

Mulai dari beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an, bantuan hibah untuk pembangunan pesantren, hingga pelatihan dan sertifikasi guru agama agar semakin profesional dan sejahtera.

Pilar juga menyinggung keberhasilan acara Santri Land, kolaborasi berbagai lembaga santri di Tangsel yang menampilkan kreativitas dan bakat para santri.

Menurutnya, kegiatan seperti itu adalah bukti nyata bahwa santri juga mampu berinovasi dan bersaing di era modern.

“Pada momen hari santri ini, kita dorong santri-santri kita, kita beri semangat, kita beri motivasi supaya mereka menjadi orang-orang hebat di masa depan,” kata dia.

Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini tak hanya menjadi momen refleksi spiritual, tapi juga panggilan untuk bergerak bersama.

Dengan sinergi antara Pemkot Tangsel, PCNU, MUI, FSPP, dan para pengasuh pesantren, Pilar berharap lahir lebih banyak generasi santri yang cerdas, berkarakter, dan membawa perubahan positif bagi bangsa.(Red)

Jalan Mulus, Warga Pasar Bukit Pamulang Bahagia: Sekarang Enak, Lancar, Gak Ada Lubang Lagi!

PelitaTangerang.com, Tangsel – Warga sekitar Pasar Bukit, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyambut dengan penuh sukacita selesainya perbaikan jalan utama di kawasan tersebut.

Setelah bertahun-tahun menunggu, kini jalan yang dulu rusak dan berlubang telah berubah menjadi mulus dan nyaman dilalui.

Perbaikan jalan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan ini membawa dampak besar bagi aktivitas warga dan pelaku usaha di sekitar pasar.

Jalan yang semula sering dikeluhkan karena rusak, kini menjadi akses yang lancar dan aman bagi pengendara maupun pejalan kaki.

Ahmad Sukardi, warga setempat yang sangat mengikuti perkembangan proses perbaikan Jalan Pasar Bukit ini mengaku bahagia karena harapan warga akhirnya terwujud.

“Wah bahagia, udah berapa tahun ngusulin perbaikan jalan ini dan bisa tercapai tahun ini. Tiga tahun kita ngusulin ini jalan. Tadi kan mau diaspal-aspal warga gak mau, soalnya rusak-rusak terus kan. Sekarang udah begini, yang enak kan kita-kita juga, warga juga yang ke pasar aksesnya jadi enak,” ujar Sukardi saat dijumpai di lokasi pada Selasa (21/10/2025).

Dengan adanya perbaikan jalan ini, kata Sukardi, warga yang hilir-mudik melewati dan mau ke Pasar Bukit tidak perlu khawatir lagi dengan lubang-lubang yang membahayakan.

“Sekarang udah enak, tinggal jalan ngebut-ngebutvaja dan lancar jalannya,” ucap dia.

Rasa bahagia juga dirasakan oleh warga lain Yuni, karena jalan yang sudah diperbaiki itu kini membuat nyaman para pembeli, pedagang di pasar maupun warga sekitar yang sering melintasi jalan tersebut.

“Senang, senang banget pokoknya (Jalan Pasar Bukit sudah diperbaiki). Mudah-mudahan Pemkot Tangsel tambah maju aja, biar rakyatnya juga senang kan kalau jalan-jalannya bagus semua, kan kitanya enak gitu loh, biar gak macet juga,” kata Yuni.

Sementara itu, Mulyadi, warga yang sudah 15 tahun berdagang di sekitar lokasi, merasa lega karena kini tidak ada lagi jalan rusak yang mengganggu kelancaran kegiatan ekonomi warga.

“Alhamdulillah sekarang sudah bagus, alhamdulillah lancar, juga gak ada jalan rusak lagi, insyaallah awet lah dan tahan lama,” kata Mulyadi.

Perbaikan jalan di kawasan Pasar Bukit ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan warga, memperlancar mobilitas pedagang dan pembeli, serta mendukung aktivitas ekonomi lokal di Kecamatan Pamulang.

Dengan kondisi jalan yang kini lebih tertata dan layak, warga berharap Pemkot Tangsel terus memperhatikan infrastruktur di wilayah-wilayah lainnya agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata.(Red)

Pemkab Tangerang Tambah Empat Zona Baru Layanan Angkutan Sekolah Gratis

PelitaTangerang.com, Tangerang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi menambah empat zona baru dalam program Layanan Angkutan Sekolah Gratis, sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan gratis bagi para pelajar di wilayah Kabupaten Tangerang.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

“Bus antar sekolah ini, semuanya gratis ya. Sebelumnya kita sudah siapkan tiga bus yang sudah beroperasi di zona Cikupa–Tigaraksa. Sekarang kita tambah lagi sebanyak 12 bus dari Dishub dan 1 dari Kemenhub, jadi total ada 16 bus antar sekolah gratis yang disiapkan oleh pemerintah daerah,” ujar Bupati.

Ia menegaskan, keberadaan bus sekolah gratis tersebut diharapkan dapat membantu para siswa terutama siswa SD dan SMP untuk berangkat serta pulang sekolah bersama-sama dengan lebih aman dan terkontrol.

“Ini semua dalam rangka berjuang terus melayani masyarakat, terutama anak didik kita supaya mereka bisa sekolah bareng, aman, dan nyaman. Mereka berangkat dari titik yang ditentukan dan pulangnya pun diantar ke titik yang sudah disiapkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati Maesyal menyebut bahwa Pemkab Tangerang terus berupaya memperluas cakupan program hingga seluruh kecamatan nantinya

“Ke depannya semua kecamatan akan kita upayakan punya bus sekolah. Pengadaannya bisa dari APBD, CSR pengembang, maupun bantuan pihak ketiga karena pihak swasta juga punya tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar,” jelasnya.

Selain penambahan armada, Pemkab Tangerang juga menyiapkan sistem pengawasan berbasis teknologi demi menjamin keselamatan pengguna.

“Di dalam bus sudah ada CCTV dan alat pengontrol kecepatan supaya tidak ugal-ugalan. Kita ingin anak-anak merasa aman, nyaman, dan tidak perlu lagi memikirkan biaya transportasi untuk ke sekolah,” ungkapnya.

Bupati menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan pelayanan publik di sektor pendidikan. Menurut dia, tantangan yang dihadapi bukanlah sebuah halangan untuk terus bergerak maju dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Masih banyak PR yang harus kita selesaikan, tapi kami akan terus bergerak memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan memastikan anak-anak Kabupaten Tangerang dapat menempuh pendidikan dengan aman dan terjangkau,” tandasnya.

Salah satu siswi dari SDN Kaduagung 1 Kecamatan Tigaraksa, Quindara Arsila mengaku sangat senang bisa menaiki bus sekolah gratis yang disediakan oleh Pemkab Tangerang.

“Setiap hari, saya diantar menggunakan motor oleh orang tua. Seru banget, soalnya rame bareng teman-teman. Terima kasih sudah disediakan bus sekolah gratis,” ucap Quindara.

Adapun empat zona baru yang resmi diluncurkan meliputi Zona II Cikupa (Kantor Kades Cibadak Barat–SMK Maha Karya PP), Zona III Jambe (SDN Kutruk III–SDN Daru 1 Jambe PP), Zona IV Curug (Jl. Raya Curug Parigi–Jl. Raya Curug Parigi PP), dan Zona V Mauk (Kantor Kepala Desa Tanjung Anom–Kantor Kecamatan Rajeg PP). Dengan tambahan tersebut, kini terdapat lima zona layanan bus sekolah gratis yang telah beroperasi di Kabupaten Tangerang.(Red)

Di Bawah Arahan Presiden Prabowo, Rp13,25 Triliun Kerugian Negara Berhasil Dikembalikan

PelitaTangerang.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp13.255.244.538.149,00 dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya, dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan. Acara tersebut digelar di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, pada Senin, 20 Oktober 2025.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada seluruh jajaran Kejaksaan Agung atas kerja keras dan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi. Kepala Negara menyebut, penyerahan uang pengganti tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat integritas dan menegakkan keadilan ekonomi di Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua jajaran, terutama Kejaksaan Agung yang telah dengan gigih bekerja keras untuk bertindak melawan korupsi, manipulasi, penyelewengan,” ujar Presiden Prabowo.

Sementara itu dalam laporannya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan terkait hasil penegakan hukum dan pemulihan kerugian negara dalam perkara korupsi di sektor ekspor CPO. Ia menegaskan bahwa perkara ini melibatkan sejumlah korporasi besar, yaitu Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group, dengan total kerugian perekonomian negara mencapai Rp17 triliun.

“Bahwa kejaksaan telah melakukan satu penuntutan kepada grup korporasi yaitu Wilmar Group dan Musim Mas Group, serta Permata Hijau Group. Total kerugian perekonomian negara itu Rp17 triliun. Dan hari ini kami akan serahkan sebesar 13,255 (triliun),” jelas Jaksa Agung.

Lebih lanjut, Jaksa Agung memaparkan bahwa masih terdapat selisih sekitar Rp4,4 triliun yang akan dibayarkan melalui mekanisme penundaan dengan jaminan aset perusahaan. Jaksa Agung pun menegaskan bahwa langkah Kejaksaan Agung dalam memulihkan kerugian negara merupakan bagian dari upaya menegakkan keadilan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.

“Kejaksaan dalam mengungkap pemulihan kerugian negara merupakan suatu wujud upaya kejaksaan dalam menegakkan keadilan ekonomi yang semuanya ditujukan hanya untuk kemakmuran rakyat,” ujar Jaksa Agung.

Acara penyerahan ini menjadi momentum penting yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menegakkan hukum dan memulihkan keuangan negara dari tindak pidana korupsi.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.(***)

Gubernur Andra Soni: Masyarakat Banten Telah Rasakan Manfaat Program Presiden Prabowo

Program tersebut mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, hingga pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi anggaran.

Hal itu disampaikan Andra Soni usai mengikuti talkshow Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka yang disiarkan langsung oleh B Universe (BTV) dari Kompleks Superblok Tokyo HUB PIK 2, Jalan Otto Iskandardinata, Tangerang, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, selama delapan bulan pelaksanaan, lebih dari satu juta anak sekolah di Banten telah menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Bulan depan diperkirakan sudah mencapai 2,5 juta penerima manfaat dari target 3,5 juta pada tahun ini,” ujarnya

Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program tersebut. Namun pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan.

“Kami akan terus mengawal program ini agar berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak,” imbuhnya.

Program Cek Kesehatan Gratis juga dinilai berjalan efektif. Untuk memperluas jangkauan layanan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggagas inovasi telemedicine mobile sebagai sistem layanan kesehatan jarak jauh yang lebih mudah diakses masyarakat.

“Program Sekolah Rakyat juga sudah berjalan di Kabupaten Lebak, di Kota Serang  dan Kota Tangerang Selatan. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama yang kurang mampu. Mereka mendapatkan fasilitas pendidikan gratis dari negara, termasuk orang tuanya juga diberikan pembekalan agar berdaya,” jelasnya.

Menurut Andra Soni, model Sekolah Rakyat yang berbasis boarding school terbukti efektif dalam pemerataan akses pendidikan. Ia menyebutkan, konsep tersebut sangat mungkin diadopsi untuk diterapkan di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kami siap mendukung dan berkontribusi menyukseskan program Indonesia Emas 2045,” paparnya.

Ia menambahkan, turunan dari program Sekolah Rakyat sudah dijalankan melalui kebijakan sekolah gratis bagi satuan pendidikan swasta jenjang SMA sederajat di Banten.

Pada tahun pertama, sebanyak 813 sekolah swasta ikut berpartisipasi dengan total penerima manfaat sekitar 65 ribu siswa.

“Dan itu akan terus berlanjut sampai kelas 12,” katanya.

Andra Soni menyebut, semua capaian tersebut dapat terlaksana berkat dukungan kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran. Karena ada aturan tersebut ia mengaku bisa melakukan realokasi anggaran yang sudah ditetapkan untuk mendukung program pemerintah.

“Terakhir, dalam rangka mendukung Asta Cita presiden membangun ekonomi dari desa, kami sudah melakukan program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra,” pungkasnya.(***)

Raih Capaian Investasi Tertinggi di Banten Gold 2025, Maryono: Wujud Sinergi dan Inovasi Berkelanjutan

PelitaTangerang.com, Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali menorehkan  prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Banten. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kota Tangerang berhasil meraih Penghargaan Kategori Inovatif 1 dalam Kompetisi Konsep Pengembangan Brand Investasi “Banten Gold”, yang diumumkan dalam ajang Banten Investment Forum (BIF) 2025 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Selasa (21/10/2025).

Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas inovasi, kreativitas, dan strategi promosi investasi yang terus dikembangkan oleh Pemkot Tangerang dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, transparan, dan berdaya saing tinggi.

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, yang hadir langsung dan memaparkan potensi investasi Kota Tangerang di hadapan para investor, menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, investasi di Kota Tangerang tahun 2025 ini berada di atas rata-rata. Kami ucapkan terima kasih kepada jajaran DPMPTSP Kota Tangerang yang telah bekerja keras memberikan kemudahan perizinan dan kepastian bagi para investor,”ujar Maryono.

Lebih lanjut, Maryono, juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten melalui DPMPTSP Provinsi Banten atas penyelenggaraan Banten Investment Forum 2025 yang menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antar daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur Andra Soni dan jajaran DPMPTSP Provinsi Banten yang telah mengajak delapan kabupaten/kota berpartisipasi dalam forum ini. BIF menjadi ajang penting bagi kita semua untuk saling belajar, saling melihat, dan saling memacu berinovasi agar daerah kita semakin maju,” tambahnya.

Berdasarkan data DPMPTSP Kota Tangerang, hingga Semester I Tahun 2025, realisasi investasi di Kota Tangerang telah mencapai Rp12,58 triliun, atau sekitar 83,25 persen dari target tahunan sebesar Rp15,11 triliun. Capaian tersebut menegaskan posisi Kota Tangerang sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan investasi paling konsisten dan progresif di Provinsi Banten.

Menutup sambutannya, Maryono, menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah sebagai kunci kemajuan bersama di Banten.

“Tadi kami juga bergandeng tangan dengan delapan kepala daerah. Pesannya jelas bahwa seluruh daerah di Banten harus tumbuh bersama. Delapan kabupaten dan kota bersatu untuk menjadikan Banten sebagai provinsi yang berdaya saing, maju, dan sejahtera,”tutupnya.(Red)

Sekda Tangsel Dampingi Seskab dan Mensos Tinjau Sekolah Rakyat Menengah Atas di Serpong Utara

PelitaTangerang.com, Tangsel – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan Bambang Noertjahjo mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan, Minggu (19/10/2025).

Kunjungan berlangsung di Gedung Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Jalan Raya Serpong KM 12, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara. Suasana meriah mewarnai penyambutan rombongan, yang turut disuguhkan pentas seni dari para siswa SRMA 33 Tangsel.

Dalam kesempatan itu, Sekda Bambang menyampaikan kebanggaannya atas keberadaan Sekolah Rakyat di Kota Tangerang Selatan.

Menurutnya, kehadiran program pendidikan tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat tidak mampu.

“Yang pasti hari ini kita masyarakat Tangsel harus berbangga hati karena sementara ini ada sekolah rakyat. Meskipun dia pengaturan dan segala macamnya ada di provinsi tapi kebetulan berada di wilayah Tangsel,” kata Bambang.

Dari data yang ada, kata Bambang, saat ini terdapat beberapa murid yang berdomisili di Tangsel. Dirinya pun mengapresiasi program tersebut.

“Dari data kebetulan ada berasal dari Tangsel. Terus terang saya apresiasi program pemerintah terutama Presiden Prabowo,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah peserta didik di SRMA 33 merupakan warga Tangsel yang sebelumnya sempat putus sekolah. Dengan adanya program ini, mereka kini kembali bisa mengenyam pendidikan menengah dengan fasilitas yang layak.

“Karena disini kan tidak hanya diberikan pengajaran dan juga diberikan tempat tinggal, diberikan makan teratur. Ini memang satu hal yang mungkin anak anak tidak bisa menikmati sebelum mereka masuk sekolah ini. Sekali lgi kami apresiasi,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa kunjungan kali ini juga bertujuan memperlihatkan perkembangan operasional sekolah rakyat kepada Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya.

“Salah satunya di Tangerang Selatan ini. Ya kita bersyukur pak Teddy bisa sampai disini. Karena sejak awal pak Teddy salah satu juga yang diminta untuk mengawal penyelenggaraan sekolah rakyat ini,” kata Saifullah.

Saifullah mengatakan, sekolah rakyat yang beroperasi pada bulan Agustus ini beroperasi mulai bulan Juli di 63 titik, Agustus 37 titik, dan di September terdapat 65 titik.

“Sehingga secara keseluruhan 165 titik penyelenggaraan sekolah Rintisan tahun ini. Nah tentu kita melihat setiap hari perkembangan-perkembangan pembelajaran di sekolah rakyat yang secara umum telah berjalan dengan baik,” kata dia.(Red)

Kasus SMAN 1 Cimarga Dinilai Reaktif, Abaikan Fakta Hukum Rokok Sebagai Zat Adiktif

PelitaTangerang.com, Banten – Keputusan penonaktifan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, mendapat sorotan luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai langkah tersebut terlalu reaktif dan mengabaikan konteks sebenarnya: pelanggaran siswa terhadap aturan kawasan bebas rokok serta mandat hukum kepala sekolah dalam menjaga lingkungan pendidikan.(16/1/25)

Kasus ini bermula dari seorang siswa yang kedapatan merokok di area sekolah. Kepala sekolah melakukan pembinaan, yang kemudian dilaporkan sebagai tindakan fisik. Namun, proses hukum dan klarifikasi belum selesai, pemerintah provinsi langsung mengambil langkah penonaktifan.

“Ini bukan semata soal guru dan siswa, tapi soal penegakan aturan yang memiliki dasar hukum jelas. Kepala sekolah menjalankan tanggung jawabnya untuk melindungi lingkungan sekolah dari zat adiktif,” ujar salah satu pemerhati pendidikan Banten.

Rokok Diakui sebagai Zat Adiktif dalam UU
Berdasarkan Pasal 113 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, rokok dan produk tembakau dikategorikan sebagai zat adiktif yang dapat menyebabkan ketergantungan dan merusak kesehatan.

Sekolah — sebagai institusi pendidikan — secara hukum wajib menjadi kawasan bebas dari zat adiktif.
Hal ini diperkuat dengan Permendikbud Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah, yang mewajibkan:
• Pelarangan penggunaan dan promosi rokok di area sekolah,
• Pembinaan terhadap siswa yang melanggar,
• Penegakan tata tertib yang konsisten.
Penegakan aturan ini bukan hanya kewajiban moral, tapi juga perintah hukum yang harus dijalankan oleh setiap kepala sekolah.
Rokok Sebagai “Gerbang” Penyalahgunaan Narkoba

Data dari BNN dan Kementerian Kesehatan menunjukkan, lebih dari 80% pengguna narkoba pertama kali mengenal zat adiktif melalui rokok dan alkohol. Rokok disebut sebagai gateway drug — pintu masuk menuju penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.

Dengan demikian, tindakan pembinaan terhadap siswa yang merokok di sekolah adalah bagian dari strategi pencegahan dini penyalahgunaan narkoba, bukan semata pelanggaran disiplin kecil.

Perlindungan Anak Harus Dipahami Secara Utuh
Kasus ini kerap dikaitkan dengan UU Perlindungan Anak. Namun, perlu diingat bahwa Pasal 19 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 jo. UU Nomor 35 Tahun 2014 menyebutkan:
“Setiap anak berkewajiban untuk menghormati orang tua, wali, dan guru; mencintai keluarga dan masyarakat; serta melaksanakan etika dan akhlak yang mulia.”
Artinya, anak juga wajib menghormati guru dan menaati aturan sekolah, bukan hanya dilindungi hak-haknya. Perlindungan anak tidak boleh ditafsirkan sepihak sehingga menutup mata terhadap pelanggaran serius yang dilakukan siswa.

Kritik terhadap Respons Pemerintah Daerah

Langkah cepat pemerintah menonaktifkan kepala sekolah dinilai terlalu terburu-buru dan melemahkan wibawa tenaga pendidik.
“Guru dan kepala sekolah bisa kehilangan keberanian menegakkan aturan jika setiap tindakan disiplin langsung direspons dengan sanksi atau pemberhentian,” ujar pengamat pendidikan lainnya.
Langkah reaktif seperti ini dapat menimbulkan efek domino: siswa merasa kebal aturan, sementara guru berada dalam posisi serba salah.

Seruan Publik

Sejumlah pihak mendesak Pemerintah Provinsi Banten dan Dinas Pendidikan untuk:
1. Melakukan investigasi objektif dan menyeluruh, bukan berdasarkan tekanan opini semata.
2. Menegaskan kembali kawasan sekolah sebagai zona bebas rokok dan zat adiktif.
3. Memberikan dukungan moral dan hukum kepada tenaga pendidik dalam menegakkan tata tertib.
4. Mengedepankan prinsip perlindungan anak yang berimbang antara hak dan kewajiban.

Kasus SMAN 1 Cimarga seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, bukan melemahkannya. Rokok bukan sekadar pelanggaran kecil, tapi pintu masuk terhadap bahaya kesehatan dan narkoba. Kepala sekolah dan guru adalah garda depan dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan bebas dari zat adiktif. Langkah pembinaan semestinya mendapat dukungan, bukan sanksi sepihak.(Red)

KPK Apresiasi Skor Pencegahan Korupsi Tangsel Tertinggi, Benyamin: Pengawasan Harus Melekat di Setiap Perangkat Daerah

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui peningkatan sistem tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Hal itu ditegaskan oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam kegiatan Rapat Koordinasi Tata Kelola Pemerintah Daerah Kota TANGSEL- Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IKPD) dan Monitoring Center for Prevention (MCP) 2025 di Puspemkot Tangsel, Selasa (14/10/2025).

Benyamin menjelaskan, ada delapan area utama yang menjadi fokus penguatan pencegahan korupsi. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, hingga pengawasan di setiap tahapan manajemen pemerintahan.

“Ini akan menjadi catatan dan perhatian kita untuk meningkatkan kualitas-kualitas, penanganan pelayanan publik dan sebagainya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Pemkot Tangsel juga diminta untuk melakukan peningkatan peran inspektorat agar lebih proaktif, bukan hanya memeriksa tapi juga mengawasi sejak tahap perencanaan sampai evaluasi.

Namun, Benyamin menegaskan, pengawasan bukan hanya tanggung jawab inspektorat, tetapi juga melekat di setiap Perangkat Daerah secara berjenjang, mulai dari pengguna anggaran hingga pelaksana di lapangan.

“Pengawasan itu bukan hal yang terpisah dari pemeriksaan. Itu harus melekat di setiap perangkat daerah sejak awal. Saya berharap peran itu bisa ditingkatkan dan ada pemahaman yang lebih baik daripada teman-teman terkait peningkatan pencegahan korupsi,” tambahnya.

Benyamin juga menyoroti pentingnya peningkatan skor indeks pencegahan korupsi seperti MCP dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), namun tidak hanya berfokus pada nilai angka semata.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Wilayah III Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK, Brigjen Pol Bahtiar Ujang Purnama, memberikan apresiasi terhadap capaian Pemkot Tangsel dalam pelaksanaan delapan area pencegahan korupsi yang dinilai cukup baik dari tahun sebelumnya.

“Kalau tidak salah, di Tangsel ini kemarin skornya paling tinggi, makanya saya berikan apresiasi kepada Pak Wali Kota Benyamin ini, yang tidak hentinya mengerjakan kebajikan untuk Kota Tangerang Selatan,” kata Bahtiar.

Ia berharap Pemkot Tangsel terus melakukan mempertahankan penilaian yang positif, dan menekankan pentingnya integritas dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan KPK dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Tapi sekali lagi, saya berharap atas pencapaian ini jangan hanya sekedar mengejar kuantiti skor, tapi betul-betul nyata kebermanfaatan masyarakat,” tambahnya.(Red)

Berita Terbaru