Sabtu, 18 April 2026
Beranda blog Halaman 7

Milad ke-3 Lentera Indonesia Net Berjalan dengan Khidmat

LenteraIndonesia.net,  Bogor – Platform media online yang berfokus pada pemberitaan dan informasi, baru saja merayakan milad ke-3 dengan acara yang khidmat dan penuh makna. Acara yang diadakan pada 2 Febuari di Villa Warna Warni Taman Safari Bogor. (02/02/26)

Dalam sambutannya, Pimpinan Lentera Indonesia Net. Andri Rinandi , menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak. “Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat, dan kami sangat berterima kasih atas kepercayaan Anda semua. Kami akan terus berkomitmen untuk memberikan konten yang berkualitas dan relevan bagi pembacanya,” ujarnya.

Sementara itu, Ramah Budiman selaku Pimpinan Perusahaan Lenteraindonesia.net menegaskan bahwa momentum HUT ini menjadi penguat komitmen media untuk terus berkembang serta menjaga profesionalitas dalam dunia jurnalistik.

“Di HUT yang ke-3 ini menjadi momentum untuk kita dalam meningkatkan profesionalisme dalam bekerja, berkembang, dan berkomitmen untuk terus berkarya dalam dunia jurnalistik,” katanya.

Acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pemotongan torte, sambutan, dan diskusi tentang masa depan Lentera Indonesia Net. Para tamu undangan juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan harapan mereka untuk Lentera Indonesia Net.

Lentera Indonesia Net berkomitmen untuk terus menjadi sumber informasi yang terpercaya dan inspiratif bagi masyarakat. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Lentera Indonesia Net siap menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan di masa depan.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan serta keluarga besar Lenteraindonesia.net, mulai dari Pimpinan Umum, Pimpinan Perusahaan, Pimpinan Redaksi, staf redaksi, hingga para Kepala Biro dari berbagai wilayah, seperti Bogor dan Tangerang.

Turut hadir pula sejumlah tamu undangan, di antaranya Ketua BPPKB Kemang David, penasihat hukum, Manager PLN Cabang Cibinong, serta perwakilan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

‎Hujan, Gotong Royong, dan Wakil Rakyat yangTurun Tangan: Potret Kebersamaan Warga Binon

PelitaTangerang.com, Tangerang – Minggu pagi itu, langit Binong tampak kelabu. Hujan turun tanpa jeda, membasahi Jalan Raya Binong dan sekitarnya. Namun, di balik cuaca yang tak bersahabat, tersaji pemandangan yang justru menghangatkan hati: warga Perumahan Binong tetap berkumpul, bekerja, dan bergotong royong demi lingkungan mereka. Minggu 01/02/2026

‎Tanpa keluhan, warga turun membawa alat kebersihan seadanya. Air hujan tak menghentikan langkah mereka membersihkan saluran air, mengangkat sampah, dan menata area jalan. Di tengah guyuran hujan, nilai kebersamaan dan kepedulian sosial tampak hidup dan nyata.

‎Kegiatan gotong royong ini dipimpin langsung oleh Lurah Binong, sukri, yang sejak awal terlihat menyatu bersama warga. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Hugo, serta Ketua RW Binong, Heru, yang mengoordinasikan jalannya kegiatan dengan penuh semangat.

‎Suasana kebersamaan semakin terasa ketika sebuah mobil tiba-tiba mogok di tengah aktivitas gotong royong. Tanpa aba-aba dan tanpa ragu, Hugo langsung turun tangan. Bersama warga, ia mendorong mobil tersebut hingga ke lokasi yang lebih aman. Tidak ada jarak antara wakil rakyat dan masyarakat—semua menyatu dalam satu gerak, satu tujuan.

‎Aksi sederhana namun tulus itu menjadi simbol kuat kepemimpinan yang merakyat. Bukan sekadar hadir untuk seremonial, melainkan benar-benar ada di tengah masyarakat, merasakan langsung apa yang dirasakan warga.

‎Di sela kegiatan, Lurah Binong sukri menyampaikan rasa bangga atas kekompakan warganya yang tetap solid meski hujan terus mengguyur.

‎“Gotong royong ini adalah cermin kepedulian warga terhadap lingkungannya. Inilah kekuatan Binong—kebersamaan yang tidak mudah luntur oleh cuaca atau keadaan,” ujarnya.

‎Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
‎Sementara itu, Hugo menyampaikan bahwa gotong royong adalah jantung kehidupan sosial yang harus terus dijaga dan diwariskan.

‎“Kalau masyarakat dan pemimpinnya bisa berjalan bersama seperti ini, persoalan lingkungan dan sosial bisa diselesaikan dengan cara yang lebih manusiawi,” ungkapnya.

‎Ketua RW Binong Heru pun mengaku terharu melihat antusiasme warga serta kehadiran langsung lurah dan anggota DPRD di tengah hujan.

‎“Ini bukan sekadar kerja bakti. Ini tentang rasa memiliki, tentang kepedulian, dan tentang pemimpin yang hadir bersama warganya,” kata Heru.

‎Gotong royong di Binong hari itu bukan hanya meninggalkan jalan yang lebih bersih dan saluran air yang lebih lancar. Ia meninggalkan pesan kuat: bahwa di tengah tantangan apa pun, kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat.

‎Hujan mungkin membasahi tubuh, tetapi kebersamaan menghangatkan hati. Dari Binong, nilai gotong royong kembali berbicara—nyata, sederhana, dan penuh makna.(D.s)

Kolaborasi Pemkot, TNI, dan Unsur Masyarakat Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Wilayah Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendukung penuh kolaborasi bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan PT Agrinas Pangan Nusantara menggelar aksi bersih lingkungan Kota Tangsel.

Aksi bersih diawali dengan apel bersama di Lapangan Sunburst BSD, dan dipimpin oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 052/Wkr, Brigjen TNI Faisal Rizal dan melibatkan personel TNI, Kepolisian, Pemkot Tangsel hingga organisasi masyarakat, Sabtu (31/01/2026).

Dalam keterangannya, Danrem 052/Wkr Brigjen TNI Faisal Rizal menjelaskan, kegiatan aksi bersih ini bertujuan mengedukasi ke masyarakat persoalan sampah ini menjadi tanggung jawab bersama.

“Sebelumnya kita sudah melaksanakan aksi bersih sampah selama 3 minggu. Kita tempatkan terlebih dahulu di TPS. Nah, sekarang kita angkut dan bersihkan untuk dibawa ke TPA,” ujarnya.

Sementara itu, apresiasi disampaikan oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, atas inisiatif Korem 052/Wkr bersama PT Agrinas Pangan Nusantara terkait persoalan sampah.

Dalam kegiatan ini, Pemkot menyiapkan 30 truk untuk mengangkut sampah hasil aksi bersih yang dilakukan. Selain itu, dipasang berbagai spanduk imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah di tempat pembuangan sampah ilegal.

Pasca apel, seluruh personel langsung diterjunkan ke lima lokasi strategis yang menjadi sasaran utama pembersihan, yaitu Pasar BSD Serpong, Jalan Raya Serpong, Pasar Ciputat, Pasar Jombang, dan Pasar Cimanggis.

“Kami berharap bahwa masyarakat bisa berpartisipasi mengelola sampah. Sampah-sampah organik bisa dimusnahkan melalui lubang biopori. Saya sudah menggerakkan mudah-mudahan bisa 10 sampai 20 ribu lubang biopori se Tangsel,” kata Benyamin.

“Mesin untuk lubang biopori nanti sudah kita siapkan di masing-masing kelurahan. Jadi bisa dibuat di rumah-rumah warga yang tersedia lahan. Kemudian sampah anorganik, bank sampah maupun TPS3R bisa mengambil peran disana,” tambahnya.

Terkait sanksi kepada pelaku pembuangan sampah secara ilegal, Benyamin sudah menginstruksikan Satpol PP untuk melakukan tindak pidana ringan (tipiring).

“Saya sudah mulai persiapan, koordinasi dengan jajaran penegak hukum yang lain untuk dibuat tindak pidana ringan. Tapi sepanjang kami belum maksimal terkait pengolahan sampahnya, saya mau ngomong apa ke warga masyarakat. Nah, sekarang kerja sama pengelolaan sampah itu sudah maksimal, saya bisa jatuhkan sanksi, retribusi juga bisa kenakan,” terangnya.(Red)

Pemkot Tangsel Dorong Budidaya Maggot, Sampah Rumah Tangga Diolah Jadi Sumber Ekonomi

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendorong budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang dinilai efektif, murah, dan berkelanjutan, terutama di tingkat rumah tangga dan lingkungan permukiman.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menegaskan, maggot mampu mengurai sampah organik secara cepat sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, dengan memberikan pelatihan budidaya maggot kepada masyarakat ini menjadi bagian penting dalam strategi pengurangan sampah dari sumbernya.

“Pakan maggot itu gratis, dari sampah kita sendiri. Tinggal bagaimana kita kelola dan pastikan ada pasar yang menyerap hasilnya,” ujar Pilar dalam Forum Komunikasi Bank Sampah di Kelurahan Pamulang Timur, Tangerang Selatan pada Rabu (28/01/2026).

Ia menjelaskan, sisa makanan dan sampah organik rumah tangga yang selama ini berakhir di tempat pembuangan dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot.

Selain mengurangi volume sampah, hasil budidaya maggot dapat dijual atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ikan, hingga bahan baku pertanian.

Pilar menekankan, pengelolaan sampah berbasis maggot harus berjalan seiring dengan penguatan bank sampah di setiap lingkungan.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun mendorong agar setiap RW memiliki dan mengaktifkan bank sampah sebagai simpul pengelolaan sampah warga.

“Kalau bank sampah sudah ada, harus disukseskan. Kalau belum ada, harus dibentuk. Ini harus jadi perhatian serius RW dan warga, karena pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” ujar Pilar.

Menurut Pilar, keberhasilan pengelolaan sampah tidak ditentukan oleh teknologi semata, melainkan perubahan kebiasaan masyarakat.

Ia berharap budidaya maggot menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran warga dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

“Pendekatan berbasis masyarakat seperti bank sampah dan budidaya maggot perlu diperluas agar menjadi kebiasaan kolektif, bukan sekadar program sesaat. Dengan keterlibatan warga, saya yakin, pengelolaan sampah ini dapat berjalan lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi,” tuturnya.(Red)

Ironi Dunia Pendidikan: Guru SD Dilaporkan Polisi Usai Menasihati Murid

PelitaTangerang.com, Tangsel — Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ironi yang memprihatinkan. Seorang guru yang menjalankan tugas mendidik dan menanamkan nilai-nilai kebaikan justru harus berhadapan dengan laporan hukum yang dinilai sebagai bentuk kriminalisasi terhadap profesi pendidik.

Sejumlah guru dan praktisi pendidikan menyayangkan terjadinya laporan tersebut. Mereka menilai tindakan Bu Budi guru SD yang mengajar di Mater Dei, merupakan bagian dari tugas pendidik dalam menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kepada siswa sejak dini. Menurut mereka, teguran yang bersifat mendidik seharusnya tidak langsung dipersepsikan sebagai kekerasan atau tindakan negatif tanpa klarifikasi yang utuh.

Di sisi lain, kasus ini memunculkan kekhawatiran di kalangan tenaga pendidik. Banyak guru merasa berada dalam posisi serba salah ketika harus menegur atau mendisiplinkan siswa. Niat untuk mendidik dan membentuk karakter anak sering kali berbenturan dengan sensitivitas orang tua, yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

Pihak sekolah SDS Mater Dei Pamulang dikabarkan telah berupaya melakukan komunikasi dengan orang tua siswa untuk meluruskan duduk perkara. Sekolah menegaskan bahwa apa yang dilakukan Bu Budi murni merupakan bagian dari proses pembelajaran karakter dan tidak mengandung unsur kekerasan fisik maupun verbal.

Kasus ini kembali membuka diskusi publik mengenai pentingnya sinergi antara orang tua dan sekolah dalam dunia pendidikan. Pendidikan karakter tidak dapat berjalan optimal tanpa kepercayaan dan komunikasi yang baik antara kedua belah pihak. Guru diharapkan dapat menjalankan perannya dengan aman dan nyaman, sementara orang tua juga diharapkan memahami metode pendidikan yang diterapkan di sekolah.

Hingga saat ini, proses hukum terhadap laporan tersebut masih berjalan. Banyak pihak berharap kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan menjadi pembelajaran bersama, agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan dunia pendidikan tetap menjadi ruang yang aman bagi guru maupun siswa.

Menanggapi kasus tersebut, Eko Pranoto, Ketua Perkumpulan Sekolah Swasta Tangerang Selatan, menyampaikan rasa sangat miris dan prihatin atas kejadian yang terjadi.

“Ini akan menjadi preseden yang akan berulang kalau dilakukan pembiaran, Ketika guru mendidik dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan, justru dianggap sebagai kekerasan verbal. Saat guru menanamkan sikap taat, disiplin terhadap aturan, serta norma-norma kebaikan, malah dipersepsikan secara keliru,” ujar Eko.

Menurutnya, kondisi ini sangat berbahaya bagi masa depan pendidikan. Jika guru terus berada dalam bayang-bayang kriminalisasi, maka akan muncul sikap apatis, pesimis, dan enggan peduli dalam menjalankan tugas mendidik.

“Ke depan, guru bisa menjadi malas tahu. Dan ini fatal. Ironisnya, ketika guru bersikap pasif pun, berpotensi laporan ke pihak polisi bahwa karena guru tidak peduli, simalakama bagi seorang guru” tegasnya.

Eko menambahkan bahwa guru seharusnya mendapat perlindungan hukum yang jelas dan tegas agar dapat menjalankan peran pendidikan secara maksimal tanpa rasa takut.

“Oleh karena itu, kami berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui dindikbud dapat memfasilitasi perlindungan guru melalui Peraturan Daerah (Perda) ataupun perwal terkait dengan Perlindungan Guru saat melaksankan tugas, kami dari PKSS akan melakukan aspirasi ini agar perda dperlindungan guru dapat terwujud sehingga para pendidik merasa aman, terlindungi, dan jauh dari praktik kriminalisasi saat mengajar dan mendidik.

Saya berharap para tokoh yang peduli pendidikan, Dewan Pendidikan, PGRI maupun Forum Komite Sekolah dan organ profesi guru bisa duduk bersama untuk peduli terhadap kriminalisasi guru, tidak harus memandang guru negeri ataupun guru swasta, kami PKSS siap memfasilitasi ” pungkasnya.(Epp)

Pangdam Jaya Saksikan Langsung Implementasi Program Makan Bergizi Gratis di SMP Falatehan

PelitaTangerang.com, Tangsel – Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., Pangdam Jaya, baru-baru ini bikin kejutan dengan “blusukan” ke SMP Falatehan di Lengkong Gudang Timur, Serpong. Kedatangannya bukan tanpa alasan, Ternyata, beliau mau memastikan sendiri program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo, agar berjalan lancar di sekolah.(22/01/26)

Didampingi para petinggi TNI seperti Komandan Korem 052 Wijayakrama, Brigjen TNI Faisal Rizal, S.I.P., Dandim 0506, Kolonel Infanteri Ari Sutrisno, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, Pangdam Jaya langsung menuju lokasi untuk “menginspeksi langsung berjalannya program MBG..

Kunjungan ini merupakan bagian dari program rutin TNI dalam memantau dan evaluasi program-program yang langsung menyentuh masyarakat, terutama pelayanan gizi dan penguatan ekonomi masyarakat

Sampai di SMP Falatehan, Pangdam Jaya langsung disambut dengan antusias oleh guru-guru dan murid-murid yang sudah siap menyambut kedatangannya. Kepala SMP Falatehan, Eko Pranoto, menyampaikan rasa terima kasih “kami segenap civitas sekolah Falatehan sangat senang Bapak Pangdam mau datang dan melihat langsung kondisi sekolah kami. Beliau juga sangat familiar dan respon saat diskusi terkait soal program MBG dan masalah pendidikan di Tangsel,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Beliau langsung turun tangan melihat anak-anak makan siang bergizi yang sudah disiapkan. beliau juga masuk kelas dan tegur sapa dengan santai kepada murid-murid sambil melihat mereka makan. Sangat terlihat kepeduliannya terhadap generasi penerus bangsa.

“Saya senang banget lihat anak-anak semangat makan dan belajar. Program Makan Bergizi Gratis ini sangat penting bagi masa depan mereka. Gizi yang baik itu modal utama buat jadi anak pintar dan sehat,” kata Pangdam Jaya sambil tersenyum.

Dengan kunjungan ini, diharapkan SMP Falatehan semakin semangat buat memberikan yang terbaik buat murid-muridnya. Program MBG juga diharapkan bisa berjalan makin lancar dan memberikan manfaat yang maksimal buat anak-anak Indonesia.(Epp)

Musyawarah Besar PKSS SMP Kota Tangerang Selatan Sukses Digelar, Eko Pranoto P Terpilih Kembali Sebagai Ketua

PelitaTangerang.com, Tangsel – Musyawarah Besar (Mubes) PKSS SMP Kota Tangerang Selatan yang diadakan untuk memilih kepemimpinan baru periode 2026-2030 telah berjalan lancar dan sukses. Kegiatan yang merupakan agenda 4 tahunan organisasi Persatuan Kepala Sekolah Swasta (PKSS) ini diselenggarakan oleh panitia Mubes II.

Udin Syarifudin, Ketua Panitia Mubes II, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh peserta yang hadir. “Awalnya, kami sempat ragu dengan kehadiran peserta karena cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi sejak pagi. Namun, ternyata para kepala sekolah swasta di Kota Tangerang Selatan tetap antusias hadir dan mengikuti kegiatan Mubes II ini,” ujarnya.

Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 ini berlangsung secara demokratis dengan memunculkan empat calon ketua dari berbagai wilayah. Keempat calon tersebut berasal dari Korwil Pamulang, Pondok Aren, Ciputat Timur, serta Serpong dan Ciputat. Sementara itu, wilayah kecamatan Setu dan Serut tidak mencalonkan anggotanya.

Melalui mekanisme voting, Eko Pranoto P dari SMP Falatehan berhasil terpilih kembali sebagai ketua dengan perolehan 48 suara. Sementara itu, Dede dari SMP Darma Karya UT memperoleh 9 suara, Erfi dari SMP Matahari meraih 10 suara, dan Ida Farida dari YMJ mendapatkan 12 suara.

Dengan terpilihnya kembali Eko Pranoto P, diharapkan PKSS SMP Kota Tangerang Selatan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme kepala sekolah serta memperjuangkan aspirasi pendidikan swasta di kota Tangerang Selatan.(Epp)

Benyamin Geram dan Tegaskan Hukuman Berat Bagi Pelaku Pelecehan di SD Negeri Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyampaikan kegeramannya atas kejadian pelecehan seksual yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri di Tangsel.

“Saya hadir ke sini untuk menguatkan dan memberikan pengarahan kepada sekolah dan jajaran guru. Saya sudah koordinasi juga dengan Kapolres, semuanya lagi ditempuh proses hukum. Tapi kalo ada hukuman yang terberat, saya minta itu yang dilakukan,” kata Benyamin usai mengunjungi SDN Rawabuntu 01 pada Kamis (22/01/2026).

Terkait korban, kata Benyamin, Pemkot Tangsel terus melakukan pendampingan psikologis secara mendalam. Termasuk ke depan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bekerja sama dengan himpunan psikologi dari perguruan tinggi yang ada di Tangerang Selatan.

“Langkah-langkah juga sudah dilakukan, Dinas Pendidikan sudah mengumpulkan pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya,” kata Benyamin.

Selain itu, dari sisi pengawasan Benyamin juga menegaskan setiap sekolah bakal diperkuat dengan dipasang CCTV, dari jenjang PAUD, SD hingga SMP.

“Saya sudah mintakan ke Kominfo dan itu dilakukan sesegera mungkin. Jadi nanti satu sekolah berapa tergantung kebutuhan,” ungkapnya.

Benyamin menekankan, pemerintah daerah tidak akan mentoleransi pelanggaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Ia memastikan sanksi tegas diberikan sesuai kewenangan pemerintah daerah, sambil proses hukum tetap berjalan.

“Pelakunya dihukum itu pasti. Dan untuk gurunya, saya berikan sanksi yang berat termasuk penonaktifan,” tutupnya.(Red)

Pilar Tegaskan Pendampingan Korban dan Hukuman Tegas Pelaku atas Kasus Pelecehan di SD Negeri Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan turun langsung ke SD Negeri Rawabuntu 01, Kecamatan Serpong untuk memastikan penanganan kasus pelecehan seksual yang melibatkan salah satu tenaga pengajar berjalan secara serius, menyeluruh, dan berpihak pada korban.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta jajaran Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.

Pilar menyebutkan, kehadiran pemerintah bertujuan memperoleh informasi lengkap sekaligus memastikan kondisi para siswa yang menjadi korban mendapatkan perhatian maksimal.

“Hari ini saya datang langsung ke sekolah, berdiskusi dan berbicara dengan kepala sekolah untuk mendapatkan informasi utuh terkait apa yang terjadi. Kasus ini sudah ditindaklanjuti oleh kepolisian dan pelaku saat ini telah diamankan,” ujar Pilar dalam keterangannya pada Rabu (21/1/2026).

Ia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 25 siswa yang telah melaporkan dan sedang menjalani proses pendalaman oleh pihak berwenang.

Pemerintah Kota Tangsel, kata Pilar, terus memberikan pendampingan psikologis, konseling, dan dukungan mental kepada para korban dengan melibatkan orang tua.

“Anak-anak sekarang sedang diistirahatkan dulu, untuk mereka melalui proses pemulihan bersama para orang tuanya,” tuturnya.

Terkait status tenaga pengajar yang bersangkutan, Pilar menegaskan bahwa Pemkot Tangsel akan bersikap tegas, termasuk memecatnya Apabila kepolisian telah menetapkan status hukum secara resmi sebagai tersangka.

Pilar juga mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran awal, terduga pelaku pernah terlibat kasus serupa pada tahun 2011. Oleh karena itu, Pemkot Tangsel saat ini tengah melakukan screening dan assessment menyeluruh terhadap latar belakang seluruh tenaga pendidik di bawah naungan Dinas Pendidikan.

“Kasus pelecehan seksual ini sangat berbahaya. Dampaknya bukan hanya trauma, tapi juga bisa merusak mental dan moral anak-anak kita di masa depan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual,” tegas Pilar.

Ia menambahkan, seluruh proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum tanpa intervensi. Menurutnya, kasus ini harus menjadi pembelajaran serius bagi seluruh ASN, khususnya tenaga pendidik.

Sebagai langkah pencegahan, Pilar menekankan pentingnya pengawasan ketat di lingkungan sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler. Ia meminta agar aktivitas tambahan tidak lagi dilakukan di ruang tertutup dan harus berada dalam pengawasan terbuka.

Selain itu, Pemkot Tangsel menargetkan 100 persen pemasangan dan pengaktifan CCTV di seluruh ruang kelas, lorong, dan ruang guru pada tahun ini. Pilar menegaskan, kepala sekolah bertanggung jawab memastikan seluruh CCTV berfungsi aktif baik di lorong, ruang tertutup, ruang guru dan lainnya.

“Saya minta nanti semua CCTV itu aktif, jangan ada CCTV yang tidak aktif. Supaya pengawasan itu bisa dilakukan, dan tidak ada orang yang berani untuk melakukan itu

Ia berharap kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, agar meningkatkan pengawasan dan membangun sistem perlindungan anak yang kuat.(Red)

Musrenbang Kecamatan Solear Dorong Sinergi Desa Menuju Pembangunan Berkelanjutan

PelitaTangeeang.com, Tangerang – Pemerintah Kecamatan Solear menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan sebagai bagian dari rangkaian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Rabu 21/01/2026

Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan dan Ketahanan Pangan Berbasis Keberlanjutan.”
Musrenbang Kecamatan Solear dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tangerang, para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan lembaga kemasyarakatan.

Rizkia Nurul Fajar, S.STP, M.Si. selaku Camat Solear dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan arah pembangunan desa dengan kebijakan pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, usulan-usulan pembangunan telah kami terima dari setiap desa, yaitu Desa Cikasungka, Cikuya, Cirendeu, Cikareo, Solear, Munjul, dan Pasangrahan. Seluruh usulan tersebut akan kami himpun dan diprioritaskan sesuai kebutuhan serta arah pembangunan berkelanjutan,” ujar Camat Solear.

Ia menambahkan, fokus pembangunan Kecamatan Solear ke depan diarahkan pada optimalisasi sektor industri dan perdagangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus penguatan ketahanan pangan sebagai upaya menjaga ketersediaan dan keberlanjutan sumber daya pangan di tengah berbagai tantangan ekonomi dan lingkungan.

Berbagai usulan yang disampaikan desa mencakup peningkatan infrastruktur penunjang kawasan industri dan perdagangan, pemberdayaan UMKM, pengembangan potensi lokal, serta dukungan terhadap sektor pertanian dan pangan agar lebih produktif dan berkelanjutan.

Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kecamatan Solear berharap terwujud sinergi yang kuat antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten dalam menciptakan pembangunan yang merata, berdaya saing, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.(D.s)

Berita Terbaru