Sabtu, 18 April 2026
Beranda blog Halaman 8

Musrenbang Kecamatan Panongan Dorong Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan Berbasis Keberlanjutan

PelitalTangerang.com, Tangeran – Pemerintah Kecamatan Panongan kabupaten Tangerang provinsi Banten menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan sebagai bagian dari tahapan penyusunan rencana pembangunan daerah Kabupaten Tangerang tahun mendatang.

Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan dan Ketahanan Pangan Berbasis Keberlanjutan”, yang sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Banten.

Musrenbang yang berlangsung di gedung GSG Kecamatan Panongan ini dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tangerang, para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelaku UMKM, serta perwakilan sektor industri dan pertanian.

H.Chaidir, S. Sos., M.Si.. selaku(PLT ) Camat Panongan dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan merumuskan program prioritas pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kecamatan Panongan memiliki potensi besar di sektor industri, perdagangan, dan pertanian. Oleh karena itu, pembangunan ke depan harus diarahkan pada optimalisasi potensi tersebut dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta ketahanan pangan,” ujarnya.

Dalam pembahasan Musrenbang, sejumlah usulan prioritas mencuat, di antaranya penguatan infrastruktur penunjang kawasan industri dan perdagangan, pemberdayaan UMKM lokal agar mampu bersaing, peningkatan akses pasar bagi produk masyarakat, serta dukungan terhadap sektor pertanian dan pangan melalui penyediaan sarana produksi, irigasi, dan teknologi pertanian ramah lingkungan.

Selain itu, isu ketahanan pangan menjadi perhatian serius, mengingat tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global. Pemerintah kecamatan mendorong kolaborasi lintas sektor guna menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memastikan keberlanjutan sumber daya alam di wilayah Panongan.

Perwakilan OPD Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa seluruh usulan yang masuk akan dikaji dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah serta visi pembangunan Provinsi Banten, sehingga program yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Kecamatan Panongan yang maju, mandiri, berdaya saing, serta berkelanjutan di sektor industri, perdagangan, dan ketahanan pangan.(D.s)

Dari Mimbar Isra Mikraj, Benyamin Ajak Ubah Perilaku Kelola Sampah dari Rumah

PelitaTangerang.com, Tangsel – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dimanfaatkan sebagai momentum penguatan nilai keagamaan sekaligus ajakan nyata untuk perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam menjaga kesehatan lingkungan melalui pengelolaan sampah rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat menghadiri Peringatan Isra Mikraj yang digelar di Masjid Al I’tishom, Pusat Pemerintahan Kota Tangsel pada Selasa (20/1/2026).

“Ini memang peringatan Isra Mikraj di tingkat Kota Tangerang Selatan, tadi saya sampaikan temanya terakit dengan perubahan perilaku kita dalam menghargai kesehatan, khususnya pengelolaan sampah rumah tangga,” ujarnya.

Benyamin menjelaskan, peringatan Isra Mikraj tingkat Kota Tangerang Selatan ini diselenggarakan dengan leading sector Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Tangsel, berkolaborasi BKMM-DMI, serta Majelis Taklim.

Dalam tausiyah yang dihadiri ribuan jemaah tersebut, Benyamin menekankan pentingnya perubahan perilaku dalam menghargai kesehatan, salah satunya melalui pengelolaan sampah rumah tangga dari sumbernya.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah, pembuatan lubang biopori, serta langkah-langkah sederhana lainnya yang dapat dilakukan dari rumah.

“Saya berharap, dan saya yakin melalui anggota majelis pengajian ini, majelis taklim ini, perubahan perilaku bisa kita terus tanamkan seperti itu,” ucapnya.

Menurut Benyamin, peran majelis taklim dan kelompok pengajian sangat strategis dalam menyebarkan perubahan perilaku di tengah masyarakat, apalagi peringatan Isra Mikraj tersebut diikuti jemaah dari berbagai wilayah. Benyamin menyebutkan, jumlah jemaah yang hadir mencapai lebih dari seribu orang.

“Alhamdulillah jemaahnya penuh. Kapasitas masjid ini sekitar dua ribu, dan hari ini kurang lebih seribu seratus sampai seribu dua ratus jemaah hadir, berasal dari DKM seluruh kecamatan di Tangsel,” tuturnya.

Ia berharap, momentum keagamaan seperti Isra Mikraj tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu mendorong kesadaran kolektif untuk memperbaiki kualitas hidup, menjaga lingkungan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di Kota Tangerang Selatan.(Red)

Dewan Pendidikan Dukung Sanksi Tegas Bagi Terduga Pelaku Kasus Pelecehan Seksual di SDN Rawabuntu 1

PelitaTangerang.com, Tangsel – Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan angkat bicara merespons pemberitaan yang tengah viral terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum guru terhadap sejumlah siswa di SDN Rawabuntu 1, Kota Tangerang Selatan.(21/01/26)

Kasus tersebut menuai perhatian luas masyarakat lantaran jumlah korban yang disebut tidak hanya satu orang. Peristiwa ini dinilai sebagai pelanggaran serius yang mencederai nilai-nilai pendidikan serta mengancam rasa aman peserta didik di lingkungan sekolah.

Anggota Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Eko Pranoto P, menyatakan dukungan penuh kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan serta Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk bertindak tegas dan tidak ragu dalam menangani kasus tersebut.

“Kami mendukung sepenuhnya langkah Dindikbud dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memberikan tindakan dan sanksi tegas kepada oknum guru yang bersangkutan. Jika terbukti bersalah, pelaku harus dihukum sesuai dengan perbuatannya, termasuk apabila perlu diberhentikan dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara,” tegas Eko Pranoto P.

Menurutnya, penanganan kasus harus dilakukan secara transparan, profesional, dan berpihak pada perlindungan korban, sekaligus memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Selain penindakan, Dindikbud Kota Tangerang Selatan untuk memperkuat langkah pencegahan melalui pembinaan yang rutin dan berkesinambungan terhadap para guru dan kepala sekolah. Pembinaan tidak hanya menyangkut aspek profesionalisme dan pengajaran, tetapi juga integritas, etika, serta pemahaman tentang perlindungan anak.

Lebih lanjut, Eko Pranoto P menegaskan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan harus memiliki kepekaan dan tanggung jawab moral terhadap perilaku seluruh pendidik di lingkungan sekolah.

Pengawasan tidak boleh terbatas pada aspek administrasi dan proses belajar-mengajar semata, tetapi juga mencakup sikap, perilaku, serta interaksi guru dengan peserta didik dalam keseharian.

“Kepala sekolah adalah leader di lingkungan sekolahnya. Ia harus peka terhadap dinamika dan perilaku guru di sekolah. Pengawasan tidak cukup hanya pada pengajaran, tetapi juga bagaimana etika, sikap, dan relasi guru dengan siswa dijalankan. Ini bagian penting dari upaya pencegahan,” ujarnya.

Eko Pranoto P juga menekankan pentingnya optimalisasi peran komite sekolah sebagai mitra pengawasan dan kontrol sosial di lingkungan pendidikan. Hal ini sejalan dengan Permendikdasmen no 6 tahun 2026  tentang Sekolah Aman dan Nyaman, yang menegaskan kewajiban seluruh satuan pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan.

Ia berharap dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan ke depan agar benar-benar menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.(Epp)

Hadiri Musrenbang Cireundeu Ciptim, Pilar Tekankan Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menekankan kolaborasi dan sinergi dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Cireundeu, Ciputat Timur (Ciptim) pada Senin (19/01/2026).

“Penanganan sampah ini memang harus secara bersama. Karena selama kita hidup, kita terus menghasilkan sampah. Ini yang terus kita dorong secara bersama bagaimana pengolahan sampah sejak dari sumbernya,” kata Pilar.

Selain itu, Pilar menerangkan Pemkot Tangsel tengah membangun Material Recovery Facility (MRF) di TPA Cipeucang dan proses penyiapan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Namun, proses tersebut membutuhkan waktu. Sedangkan produksi sampah setiap hari terus berjalan. Oleh karenanya, jangka pendek dan menengah Pemkot Tangsel menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengolahan sampah.

“Saat ini fokus kita bagaimana menyelesaikan persoalan sampah. Ini membutuhkan dukungan dari bapak, ibu semua. Jadi mohon terkait sampah ini kita serius dikurangi dari tingkat hulu,” ujarnya.

Dimulai dari langkah-langkah di rumah dengan pilah sampah. Untuk sampah organik bisa ditangani dengan lubang biopori atau menggunakan maggot. Sedangkan sampah anorganik bisa dibawa ke bank sampah.

“Kita juga maksimalkan untuk tidak menggunakan plastik, kita kurangi,” katanya.

Selanjutnya kata Pilar, Pemkot Tangsel dengan tegas untuk mewajibkan bahwa 1 Rukun Warga (RW) memiliki bank sampah.

“Karena kalau tidak bergerak bersama-sama ini susah. Tugas pak Camat dan Lurah pastikan itu, biopori sudah mulai masif dan bank sampah juga ada,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Ciputat Timur, Rastra Yudhatama, terkait musrenbang, usulan itu 60 persen infrastruktur dan 40 persen pemberdayaan masyarakat.

“Tapi kita menitikberatkan persoalan sampah ya. Bukan hanya soal membeli alat, tapi juga edukasi dan sosialisasi terus menerus dari tingkat RW sampai RT terkait pengolahan sampah,” jelasnya.

Termasuk program sejuta biopori yang sudah dicanangkan oleh Wali Kota Tangsel dalam penanganan sampah.

“Di Ciptim juga terus kita galakkan. Bahkan kalau bisa 1 rumah itu bioporinya ada 1 sampai dengan 3,” katanya.(Red)

BPBD Kabupaten Tangerang Salurkan Bantuan Logistik ke Wilayah Terdampak Banjir

PelitaTangerang.com, Tangerang –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang kembali menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan yang melanda Kabupaten Tangerang dalam beberapa hari terakhir.

Pada Sabtu (17/01/2026), BPBD Kabupaten Tangerang secara serentak mendistribusikan bantuan logistik ke beberapa wilayah terdampak, di antaranya Desa Carenang dan Desa Kandawati Kecamatan Gunung Kaler, Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluknaga, Desa Patrasana Kecamatan Kresek, serta Desa Rawaboni Kecamatan Pakuhaji.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“BPBD Kabupaten Tangerang terus berupaya merespons cepat kondisi di lapangan. Bantuan logistik ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir serta memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat,” ujar Ahmad Taufik.

Adapun bantuan logistik yang disalurkan kali ini meliputi gula pasir 60 Kg, beras ukuran 3.5 Kg sebanyak 350 karung, mie instan 200 Dus, minyak goreng 200 litrr, air mineral 200 dus, sarden 280 kaleng, Teh 120 pack, 25 paket family kids serta 25 paket kids wear.

BPBD Kabupaten Tangerang juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan kecamatan dan desa setempat guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman serta kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik.(Red)

Buang Sampah Sembarangan, 48 Warga Tangerang Selatan Terjaring Operasi Gakkumdu

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperketat pengawasan terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan. Dalam operasi terbaru yang dilakukan tim gabungan, sebanyak 48 pelanggar terjaring oleh petugas Posko Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di empat lokasi berbeda.

Penertiban ini dilakukan secara terpadu oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur kewilayahan. Para pelanggar tersebut diamankan saat petugas melaksanakan piket Shift 3 di titik-titik rawan pembuangan sampah liar.

Plt Kepala Satpol PP Kota Tangerang Selatan, Adam Dohiri, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang kompromi bagi siapa pun yang kedapatan mengotori kota. Menurutnya, tindakan membuang sampah sembarangan saat ini bukan lagi dianggap sebagai pelanggaran kecil, melainkan tindakan yang merugikan masyarakat luas dan memperparah kondisi darurat sampah di wilayah Tangsel.

Adam menjelaskan bahwa seluruh pelanggar yang terjaring langsung diberikan tindakan di lokasi dengan pendekatan yang tegas namun tetap edukatif.

“Para pelanggar diwajibkan menjalani pendataan, membuat surat pernyataan, serta menerima teguran langsung dari petugas. Selain itu, mereka juga dikenakan sanksi kerja sosial berupa kewajiban membersihkan area di sekitar lokasi pelanggaran,” jelas Adam pada Sabtu (17/01/2026).

Sebagai bentuk efek jera, para pelanggar juga dipaksa untuk mengambil kembali sampah yang telah mereka buang. Mereka diminta untuk memilah sampah tersebut dan membawanya pulang kembali agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

“Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya edukasi langsung kepada warga mengenai tanggung jawab terhadap limbah domestik masing-masing,” ujarnya.

Adam memastikan bahwa pengawasan akan terus diperketat dan Posko Gakkumdu akan beroperasi secara konsisten selama masa penanganan darurat sampah masih berlangsung. Ia mengimbau agar masyarakat patuh terhadap aturan yang berlaku dan tidak mencoba untuk menguji ketegasan petugas di lapangan demi menjaga kebersihan kota yang menjadi tanggung jawab bersama.(Red)

Bupati Tangerang Kunjungi Rumah Roboh Warga Akibat Hujan dan Angin di Kresek

PelitaTangerang.com, Tangerang—Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi rumah Ibu Sati (63), seorang janda warga Desa Talok, Kecamatan Kresek, yang roboh akibat hujan deras disertai angin kencang, beberapa hari yang lalu. Rabu, (14/1/26).

Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi anggota DPRD, Camat Kresek, Kades beserta perangkat Desa Talok meninjau langsung kondisi rumah Ibu Sati  dan memberikan bantuan pembangunan ulang rumah yang mengalami kerusakan parah akibat hujan yang terus-menerus dan terpaan angin.

Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa rumah Ibu Sati yang roboh perlu segera diperbaiki secara gotong royong seluruh pihak agar dapat kembali layak huni.

“Ini rumah Bu Sati yang pada hari Senin terkena hujan dan angin hingga roboh. Alhamdulillah hari ini kami datang bersama dewan, Pak Camat, Pak Lurah, dan warga untuk bergotong royong agar rumah ini bisa segera dibangun kembali, sehingga ibu tidak kehujanan lagi dan nyaman ditinggali,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menekankan bahwa perbaikan rumah Bu Sati tidak hanya difokuskan pada bangunan fisik semata, tetapi juga perlunya panataan agar rumahnya bisa lebih sehat dan layak serta nyaman.

“Nanti rumahnya akan ditata supaya lebih sehat, ada ventilasi, kamar mandi, dan kamar tidur, sehingga bersih dan sehat. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi Bu Sati, keluarganya, dan juga masyarakat sekitar,” tambahnya.

Pihaknya mengimbau seluruh jajaran kecamatan dan desa untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana. Ia juga meminta Camat, Kades, RW dan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan serta mengaktifkan kembali kerja bakti pembersihan saluran air agar tetap berfungsi dengan baik.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir membantu warga yang terdampak bencana, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini. Saya mohon kepada camat, kades, RT, RW dan warga tetap waspada dan siap sedia. Aktifkan kembali kerja bakti membersihkan saluran air” tandasnya

Sementara itu, Ibu Sati menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang yang sudah membantu dan memberikan bantuan untuk membangun kembali rumah saya yang roboh,” ucapnya haru.(Red)

Dinkes Tangsel Imbau Masyarakat Waspadai Super Flu

PelitaTangerang.com, Tangsel – Masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap potensi penyebaran penyakit Influenza A (H3N2) subclade K atau disebut super flu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, hingga saat ini tidak ditemukan kasus super flu di Kota Tangsel.

“Saat ini di Kota Tangsel kami belum menerima laporan terkait kasus tersebut,” kata Allin, Selasa (13/01/2026).

Allin menerangkan, upaya skrining sudah dilakukan sejak awal 2025 di Puskesmas Serpong 1 yang telah ditetapkan sebagai pelayanan kesehatan Influenza Like Illness (ILI) oleh Kementerian Kesehatan.

“Selalu dilakukan pemeriksaan terhadap kasus-kasus yang terduga dan mengirimkannya ke Lab Kemenkes dan hasil itu kami terima dari Kemenkes,” terangnya.

Soal gejala, Allin menyebut, gejala super flu hampir sama dengan gejala flu biasa mulai dari demam hingga sakit tenggorokkan.

“Kalau menurut WHO dan Kemenkes, bahwa gejalanya tak separah covid, terutama tidak menyebabkan kematian,” paparnya.

Meski belum ada kasus Super Flu, Pemkot Tangsel lakukan antisipasi agar tak terjad ledakan kasus super flu seperti wabah Covid-19.

Mulai dari penyiapan sarana prasarana pelayanan kesehatan hingga edukasi untuk pencegahan kasus influenza tipe A serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.

“Selain pencegahan edukasi dan sosialisasi, fasilitas kesehatan juga dipersiapkan untuk mengantisipasi adanya ledakan kasus,” pungkasnya.(Red)

Tok,! Ama Dery; Kader Fokusmaker Nahkodai PK KNPI Jasinga

PelitaTangerang.com, Bogor Jasinga – Deli Hanapi atau yang akrab disapa Ama Dery resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, periode 2026–2029.

Ia ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Jasinga yang digelar, pada Rabu, 7 Januari 2026.

Muscam tersebut dihadiri Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor Wahyudi Ceniago, jajaran Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), senior KNPI, tokoh masyarakat, serta perwakilan 54 OKP yang memiliki hak pilih. Kegiatan berlangsung tertib, sukses, dan kondusif.

“Dalam keterangannya, Ama Dery menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan seluruh elemen kepemudaan dan tokoh masyarakat Jasinga. Ia mengajak pemuda dan OKP untuk bersatu membangun kemajuan wilayah secara solid dan kolaboratif bersama pemerintah desa dan kecamatan.”ujar pria yang akrab disapa Ama Dery

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor Wahyudi Ceniago menegaskan bahwa Muscam di Kecamatan Jasinga dan Rumpin berjalan lancar dengan calon tunggal yang terpilih secara mufakat.”ujarnya

Ia menekankan agar pelaksanaan Muscam di kecamatan lain tetap menjunjung aturan dan kondusivitas. Jika terjadi pelanggaran, DPD KNPI Kabupaten Bogor tidak segan mengambil langkah tegas sesuai mekanisme organisasi.

Wahyudi juga berpesan kepada ketua terpilih agar segera menyusun kepengurusan yang kreatif, inovatif, solid, dan siap bekerja untuk kemajuan pemuda di wilayah masing-masing.”tungkasnya.(Red)

Pemkot Tangsel Angkut Sampah Jalanan Secara Bertahap, Prioritaskan Titik Kritis

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan pengangkutan sampah secara bertahap di sejumlah ruas jalan dan titik-titik yang sempat mengalami penumpukan. Langkah ini merupakan bagian dari penanganan darurat untuk memulihkan kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin, menyampaikan bahwa Pemkot saat ini memprioritaskan pengangkutan sampah di lokasi-lokasi yang berdampak langsung terhadap aktivitas warga dan lalu lintas.

“Saat ini Pemkot Tangerang Selatan secara bertahap melakukan pengangkutan sampah yang sempat menumpuk di sejumlah ruas jalan. Kami fokus pada titik-titik krusial agar kondisi kota bisa kembali terkendali dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujarnya pada Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, proses pengangkutan dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan kapasitas armada dan kondisi operasional tempat pembuangan sementara. Pemkot memastikan langkah yang diambil tidak bersifat reaktif, tetapi melalui pemetaan agar penanganan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Pengangkutan ini tidak dilakukan secara sporadis. Kami atur secara bertahap dan terukur, sekaligus dibarengi dengan pengendalian bau dan sanitasi, agar dampaknya terhadap kesehatan masyarakat bisa diminimalkan,” lanjutnya.

Pemkot Tangerang Selatan menyadari bahwa kondisi penumpukan sampah menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah terkait terus bekerja di lapangan untuk mengendalikan situasi, sembari menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang dalam sistem pengelolaan sampah kota.

Pemerintah Kota juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif, terutama melalui pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya, agar upaya penanganan yang dilakukan dapat berjalan lebih optimal.

Pengangkutan sampah akan terus dilakukan secara bertahap hingga kondisi kembali normal. Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk tetap hadir dan bekerja memastikan layanan kebersihan kota tetap berjalan di tengah masa transisi penanganan persampahan.(Red)

Berita Terbaru