Sabtu, 18 April 2026
Beranda blog Halaman 9

Ajak Warga Masyarakat Untuk Edukasi Menjaga Lingkungan

PelitaTangerang.com, Tangsel — Peringatan Hari Jadi Rempoa kembali digelar di Lapangan Sepak Bola sebagai agenda rutin tahunan yang tidak hanya sarat hiburan, tetapi juga membawa pesan kepedulian lingkungan dan kemanusiaan, Minggu (28/12/2025).

Rastra Yudhatama, selaku Camat Ciputat Timur menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat Rempoa menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Serta memberikan edukasi betapa pentingnya menjaga ketertiban lingkungan.

Ia menekankan peran aktif warga dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Jadi Rempoa, Mahrudin Suparman, yang mewakili Lurah Rempoa Hendra, mengatakan acara ini menjadi wadah silaturahmi warga sekaligus mendorong partisipasi pelaku UMKM lintas generasi.

“Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga bertujuan menggalang donasi untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujarnya.

Tak hanya itu, peringatan Hari Jadi Rempoa juga mengusung tema Bermartabat, Sinergi, dan Harmoni, dengan fokus pada isu persampahan.

Mahrudin mengungkapkan, saat ini Rempoa telah memiliki lima bank sampah aktif, namun ke depan diharapkan setiap RW dapat memiliki dan mengelola bank sampah sendiri.

“Kami ingin sampah rumah tangga, baik organik maupun non-organik, bisa dikelola secara mandiri. Apalagi persoalan sampah di Tangsel masih menjadi tantangan bersama,” jelasnya.

Program bersih-bersih lingkungan pun terus digalakkan, mulai dari pemotongan rumput hingga pembersihan jalan dan halaman rumah, sebagai upaya menciptakan wilayah yang bersih dan bebas dari jentik nyamuk. (Faisol)

Media Portal Group Gelar Refleksi akhir Tahun 2025 ke Suku Baduy

PelitaTangerang.com, Banten – Media Portal Group lakukan Kunjungan Budaya ke Suku Baduy Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Jumat dan Sabtu 26-27 Desember 2025

M. Nurofik Pimpinan Umum Media Portal Group menyampaikan agenda kunjungan budaya ke suku baduy ini dalam rangka refleksi akhir tahun bersama dengan redaksi dan wartawan Portal Group.

“Kita lakukan refleksi akhir tahun 2025 kali ini dengan tema dan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” ucap Nurofik.

Lanjut Nurofik, dengan kunjungan ke suku Baduy, kita banyak dapat pengetahuan budaya suku pendalaman, dari adat istiadat tata cara kehidupan, sosial, kearifan lokal hingga kehidupan sehari-hari mereka.

“Kunjungan budaya atau telusur Budaya Baduy ini memberikan pengalaman dan ilmu baru untuk team redaksi Portal Group dan wartawan lainnya yang ikut dalam agenda refleksi akhir tahun ini,” jelas Nurofik.

Nurofik mengatakan, dengan agenda refleksi akhir tahun ini, menjadi evaluasi untuk team redaksi Portal Group di tahun 2025 dan rencana serta target di 2026 mendatang.

“Mudah-mudahan semua yang kita lakukan di tahun 2025 ini menjadikan kita lebih dewasa dan sebagai evaluasi bersama untuk menyambut tahun 2026 nanti lebih baik lagi,” katanya.

Nurofik berharap, di tahun 2026 pembangunan di Kabupaten Bogor semakin maju dan terarah, seirama dengan tagline Bogor Kota Udaya Wangsa atau Kota Kebangkitan Peradaban.

“Yang telah berlalu di 2025 menjadi evaluasi bersama dan menjadi catatan untuk kegiatan di 2026, sehingga pembangunan di Kabupaten Bogor semakin terarah dengan baik, seirama dengan tagline Bogor Kuta Udaya Wangsa atau Bogor menjadi Kota Kebangkitan Peradaban,” harapnya. (***)

Benyamin Resmikan Gedung Ibadah GKI Serpong PK Nusa Loka, Tegaskan Toleransi dan Kebersamaan di Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Perayaan Natal 2025 di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Serpong Pos Kebaktian (PK) Nusa Loka berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.

Kehadiran Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam peresmian gedung ibadah tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam merawat kerukunan, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam sambutannya, Benyamin mengucapkan selamat Natal kepada seluruh jemaat serta menyampaikan harapan agar nilai-nilai damai dan kasih Natal terus menguatkan kehidupan sosial di Tangerang Selatan.

“Semoga Natal membawa keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi kita semua, serta semakin mempererat persaudaraan di Kota Tangerang Selatan,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).

Benyamin menilai kehadiran GKI Nusa Loka memiliki arti penting sebagai bagian dari ruang-ruang ibadah yang hidup berdampingan secara harmonis.

Ia menyoroti kawasan Nusa Loka sebagai contoh nyata toleransi, di mana gereja berdiri berdekatan dengan Pura Parahyangan Jagadguru dan tidak jauh dari Masjid Baitul Isma.

“Kehidupan beragama yang rukun di Nusa Loka menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila benar-benar kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Benyamin.

Selain itu, Benyamin mendorong agar gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Ia mengajak jemaat GKI Serpong berperan aktif dalam berbagai isu bersama, termasuk kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Pada kesempatan yang sama, Benyamin juga mengajak masyarakat untuk menumbuhkan solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Sumatera.

Melalui penggalangan dana yang difasilitasi Baznas Kota Tangerang Selatan, telah terkumpul donasi ratusan juta rupiah sebagai wujud empati dan kebersamaan warga Tangsel.

Peresmian Gedung Ibadah GKI Serpong Nusa Loka ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan tumpeng, disaksikan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kementerian Agama, tokoh lintas agama, FKUB, FKDM, serta jemaat.

Mengakhiri sambutannya, Benyamin berharap GKI Serpong Nusa Loka menjadi ruang yang membawa manfaat luas, tidak hanya bagi jemaat, tetapi juga bagi masyarakat sekitar melalui kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi kreatif.

“Mari kita jaga keharmonisan Kota Tangerang Selatan dengan semangat saling menghormati, saling peduli, dan saling menguatkan,” tuturnya.(Red)

Pilar Dampingi KLH Tinjau TPA Cipeucang, Penataan dan Pengelolaan Sampah Tangsel Sesuai Aturan Pusat

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan mendampingi kunjungan supervisi dan peninjauan lapangan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Kecamatan Serpong pada Sabtu (20/12/2025).

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung progres penataan kawasan TPA sekaligus memastikan langkah percepatan penanganan sampah di Kota Tangerang Selatan berjalan sesuai arahan pemerintah pusat.

Dalam peninjauan tersebut, Pilar menjelaskan bahwa Pemkot Tangsel tengah menjalankan sejumlah langkah strategis, mulai dari penerapan terasering, pembangunan akses jalan baru, hingga pemasangan beronjong sebagai pengamanan kawasan TPA.

“Tadi ada arahan langsung dari Pak Dirjen dan Ibu Deputi Kementerian Lingkungan Hidup. Kami diminta untuk mempercepat penataan TPA Cipeucang, kami berupaya secara maksimal dan sebagian besar progresnya sudah berjalan,” ujar Pilar.

Pilar juga mengungkapkan rencana pembangunan Material Recovery Facility (MRF) di kawasan TPA Cipeucang.

Pada 2025, Pemkot Tangsel telah menyiapkan pembebasan lahan seluas 4.000 meter persegi untuk pembangunan hanggar dan fasilitas MRF.

Sementara pada 2026, direncanakan pembebasan tambahan lahan seluas satu hektare sebagai bagian dari persiapan sistem pengolahan lanjutan.

“Jadi (lahan-lahan) yang sudah dibebaskan ini juga untuk kebutuhan mesin-mesin. Sambil kita melihat beberapa peluang, kerjasama dengan daerah lain untuk sementara. Untuk kerjasama pengolahan sampah sementara, sambil penataan TPA Cipeucang kita jalankan seperti itu. Mohon doanya mudah-mudahan lancar,” jelasnya.

Selain penanganan di hilir, Pilar menekankan pentingnya penguatan pengelolaan sampah dari hulu, yakni keterlibatan aktif masyarakat.

Hal ini sejalan dengan arahan pihak kementerian yang meminta Pemkot Tangsel mendorong kembali pemilahan sampah dari rumah tangga.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkot Tangsel telah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) terbaru pada Desember 2025 yang mengatur peran serta masyarakat dalam bank sampah.

Dalam regulasi tersebut, Ketua RW ditetapkan sebagai Koordinator Bank Sampah di lingkungan masing-masing, dengan lurah dan camat sebagai pembina wilayah.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya di hilir. Pemilahan dari rumah tangga, pengurangan sampah, dan penguatan bank sampah harus berjalan beriringan,” tegas Pilar.

Terkait akses jalan menuju TPA Cipeucang, Pilar memastikan pembukaan jalan baru ditargetkan selesai pada Desember 2025.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun KLH, Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan bahwa kunjungan ke TPA Cipeucang dilakukan untuk memastikan Pemkot Tangsel telah melaksanakan tahapan awal penanganan sesuai sanksi yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup.

Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat juga memiliki tanggung jawab untuk membantu daerah dalam situasi darurat pengelolaan sampah.

“Kami ingin memastikan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan ini sudah melaksanakan tahapan dari penerapan sanksi yang telah ditetapkan oleh Bapak Menteri tentu melihat situasi yang ada, kami sebagai pemerintah juga wajib untuk bisa membantu mengurai persoalan penanganan sampah di Tangerang Selatan,” ujarnya.

Hanifah menyampaikan agar penanganan di hilir dioptimalkan, seperti Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), dan ratusan bank sampah yang ada dimaksimalkan, serta fondasi pemilahan sampah di hulu benar-benar dibangun dengan melibatkan masyarakat.

“Hari ini kami juga akan ketemu dengan Dirjen Cipta Karya kemudian Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk bagaimana ini diharapkan bisa juga membantu untuk menyelesaikan persoalan sampah yang ada di Tangerang Selatan,” ucapnya.

Pemkot Tangsel berharap, dengan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, penanganan sampah di TPA Cipeucang dapat segera tertata secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan kota.(Red)

Pemkot Tangsel Lakukan Pengangkutan Sampah Secara Bertahap, Pastikan Penanganan Berjalan Terkendali

PelitaTangerang.com, Tangsel  – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melakukan pengangkutan sampah secara bertahap di sejumlah titik yang sempat mengalami penumpukan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan berkelanjutan terkait persoalan sampah.

Pengangkutan dilakukan dengan memaksimalkan 27 armada baru pengangkut sampah dan 54 amrol yang disebar di 7 kecamatan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, Tb. Asep Nurdin menjelaskan penanganan sampah dilakukan secara bertahap. Setiap harinya dilakukan pengangkutan di simpul-simpul penumpukan sampah.

“Pengangkutan sampah kami lakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas armada dan lokasi tempat pembuangan sementara. Yang terpenting, prosesnya terus berjalan dan kami pastikan tidak berhenti sampai kondisi kembali normal,” ujarnya pada Rabu (17/12/2025).

Lebih lanjut, langkah ini bersamaan dengan upaya penataan yang tengah dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Mulai dari pembangunan terasering agar tidak longsor ke anak kali Cirompang, beronjong di landfill 3, pembukaan akses jalan menuju landfill 4 dan pembebasan lahan untuk pembangunan hanggar Material Recovery Facility (MRF).

Kedepan kata Asep, Pemkot Tangsel akan memindahkan paradigma dengan mengutamakan pengelolaan sampah sejak dari hulu. Mulai dari peningkatan edukasi dan sosialisasi pilah sampah, TPS3R, hingga Bank Sampah.

Setelah itu, pengelolaan sampah di hilir harus menggunakan teknologi, salah satunya Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Asep juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama dan mendukung upaya pemerintah dengan mengelola sampah sejak dari rumah, termasuk memilah sampah organik dan anorganik.

Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan lingkungan secara jangka panjang.

Dengan langkah pengangkutan bertahap yang terus dilakukan, Pemkot Tangsel optimistis kondisi kebersihan kota akan segera kembali normal, sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata ke depannya.(Red)

Pemkot Tangsel Bangun Infrastruktur SMPN 20, Wujudkan Sekolah Nyaman dan Representatif

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan pembangunan infrastruktur SMP Negeri 20 hampir sepenuhnya rampung dan siap digunakan dalam waktu dekat.

Hingga saat ini, progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai 96 persen, menyisakan tahap akhir berupa finishing dan perapihan.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa percepatan penyelesaian pembangunan SMPN 20 menjadi prioritas agar proses belajar mengajar dapat segera kembali dilakukan di sekolah asal.

Pembangunan ini juga menegaskan bahwa komitmen Pemkot Tangsel dalam memastikan infrastruktur pendidikan yang nyaman dan representatif.

“Anak-anak siswa kan selama ini dialihkan ke sekolah lain dan tentu mereka kurang nyaman. Jadi harapannya di awal tahun nanti bisa segera dilakukan pemindahan kembali ke sekolah asalnya,” ujarnya saat meninjau langsung lokasi pembangunan, pada Senin (15/12/2025).

Dari hasil peninjauan bersama dinas terkait, seluruh infrastruktur utama SMPN 20 dinilai sudah siap.

Fasilitas yang tersedia meliputi 33 ruang kelas yang lengkap, laboratorium, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang guru, serta ruang pendukung lainnya yang dirancang untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.

“Mudah-mudahan tidak ada keterlambatan karena progresnya sudah sangat tinggi, 96 persen, dan saya rasa sangat mungkin diselesaikan tepat waktu sebelum akhir tahun,” ujarnya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga memastikan bahwa setelah pembangunan fisik selesai, SMPN 20 dapat langsung dimanfaatkan.

Berdasarkan laporan teknis, sekolah ini ditargetkan mulai digunakan pada Januari atau Februari 2026, tanpa kendala berarti.

Selain bangunan utama, perhatian juga diberikan pada penataan lingkungan sekolah, termasuk penyediaan ruang terbuka hijau. Area taman dan lahan resapan air disiapkan untuk mendukung kenyamanan sekaligus memenuhi ketentuan tata ruang dan lingkungan.

“Sesuai ketentuan, kita memang harus menyediakan ruang terbuka hijau. Tadi sudah diatur dan diskemakan, mudah-mudahan lahan-lahan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai area resapan air,” jelasnya.

Dari sisi aksesibilitas, SMPN 20 dirancang agar ramah bagi seluruh peserta didik. Untuk saat ini, aktivitas siswa dengan kebutuhan khusus akan difokuskan di lantai satu guna memudahkan mobilitas dan keamanan.

Pembangunan SMPN 20 ini merupakan pembangunan total dari nol, bukan revitalisasi bangunan lama. Seluruh struktur lama dibongkar dan diganti dengan gedung baru yang dirancang untuk menampung kebutuhan pendidikan jangka panjang.

“Ini pembangunan bukan revitalisasi, tetapi bangun total. Jadi hampir tidak ada bangunan lama yang direvitalisasi lalu ditambah-tambahkan. Dibongkar total dan dibangun dari nol, makanya anak-anak sekolah dipindahkan sementara ke sekolah lain,” jelasnya.

Ke depan, setelah sekolah mulai beroperasi, akan diberlakukan masa pemeliharaan selama enam bulan sebagai bagian dari tanggung jawab penyedia jasa konstruksi, guna memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.

Dengan rampungnya infrastruktur SMPN 20, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap kebutuhan pendidikan tingkat SMP di wilayah tersebut dapat semakin terpenuhi, seiring dengan meningkatnya jumlah peserta didik setiap tahunnya.(Red)

Pilar Tinjau Pembangunan SMPN 18 Tangsel, Pastikan Infrastruktur Pendidikan Meningkat

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus meningkatkan pembangunan terkait infrastruktur pendidikan. Salah satu yang dilakukan dengan pembangunan total Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 18 Tangsel yang terletak di Pondok Benda, Pamulang.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan turun langsung meninjau proses pembangunan yang dilakukan pada Senin (15/12/2025).

“Hari ini saya meninjau perbaikan SMPN 18 di wilayah Pamulang. Kita mengejar di tahun 2026 ini harus segera digunakan karena siswa ini kan dialihkan ke sekolah lain, jadi bisa dimanfaatkan awal tahun untuk kembali ke sekolah asalnya,” kata Pilar.

Secara teknis, pembangunan di SMPN 18 sebanyak 18 ruang kelas, sehingga total 33 kelas, diluar ruang guru, perpustakaan, laboratorium dan fungsi-fungsi lainnya.

“Secara infrastruktur ini sudah masuk 90 persen. Artinya tinggal finishing dan perapihan saja. Saya kasih masukan minor saja agar penggunaan bangunan ini lebih awet lagi dan melihat fungsi-fungsi laboratorium, ruang guru dan sebagainya alhamdulilah sudah lengkap. Insyaalloh Januari sudah bisa digunakan,” tambahnya.

Perbaikan ini nantinya juga disiapkan ruang terbuka hijau (RTH), ditambah fasilitas yang ramah disabilitas.

“Pada RPJMD 2025-2030 ini ada 7 SMP Negeri yang akan dibangun, dengan skema ada yang 3 sampai 4 lantai. Mudah-mudahan ini bisa memaksimalkan infrastruktur pendidikan,” katanya.(Red)

Pemkot Tangsel Lakukan Perapihan Sementara Tumpukan Sampah dan Penyemprotan Anti Bau

Kadis LH: Kami Mohon Dukungan dari Warga

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan langkah cepat dan terukur dalam menangani tumpukan sampah yang terjadi di sejumlah titik. Diantaranya, di bawah flyover Ciputat dan Puskesmas Serpong. Upaya yang dilakukan adalah menutup tumpukan sampah menggunakan terpal serta melakukan penyemprotan rutin guna meminimalisir bau tidak sedap dan menjaga kenyamanan masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Bani Khosyatullah menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan penanganan sementara sambil memastikan proses pengangkutan dan pengelolaan sampah berjalan optimal.

“Penutupan dengan terpal dan penyemprotan ini kami lakukan agar dampak bau dapat ditekan, khususnya bagi warga di sekitar lokasi. Ini adalah bagian dari penanganan cepat agar situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya pada Minggu (14/12/2025).

Ia menambahkan, penyemprotan dilakukan menggunakan cairan ramah lingkungan yang berfungsi menekan aroma tidak sedap sekaligus menjaga kebersihan area sekitar tumpukan sampah. Petugas juga terus disiagakan untuk memantau kondisi lapangan secara berkala.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Oleh karena itu, langkah-langkah teknis di lapangan terus kami perkuat, baik dari sisi pengangkutan, pengendalian bau, hingga penataan lokasi agar lebih tertib dan aman,” jelasnya.

Pemkot Tangsel juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung upaya pemerintah dalam menata Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Berbagai upaya sedang dilakukan di TPA Cipeucang. Diantaranya, penataan Landfill 3 dengan metode terasering di anak kali Cirompang agar tidak terjadi longsor, serta pembangunan beronjong di landfill 3.

Lalu, pembukaan akses jalan menuju landfill 4, pembebasan lahan untuk digunakan Material Recovery Facility (MRF).

“Kami mohon dukungan masyarakat. Dengan kolaborasi bersama, persoalan sampah ini bisa kita atasi secara bertahap dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengelolaan sampah, tidak hanya dalam penanganan jangka pendek, tetapi juga melalui pembenahan sistem dan penguatan kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.(Red)

DPRD Tangsel Paripurna Hasil Reses, Aspirasi Infrastruktur dan Lingkungan Masih Mendominasi

PelitaTangerang.com, Tangsel — DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses masa sidang II tahun 2025–2026 pada Senin (8/12/2025). Laporan ini memuat berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun para anggota dewan saat turun langsung ke daerah pemilihannya.

Kegiatan reses merupakan agenda resmi anggota DPRD untuk kembali ke wilayah pemilihannya guna menjaring masukan, keluhan, dan kebutuhan masyarakat. Reses menjadi sarana komunikasi politik antara wakil rakyat dan konstituen, sekaligus jalur penyampaian aspirasi yang tidak tersampaikan melalui mekanisme perencanaan pembangunan lainnya.

Dalam laporan yang dibacakan pada paripurna tersebut, mayoritas aspirasi warga masih didominasi oleh persoalan infrastruktur. Wakil Ketua DPRD Tangsel, M. Yusuf, menyebut kebutuhan yang paling banyak disampaikan mencakup perbaikan drainase, rehabilitasi jalan lingkungan, serta penambahan sarana penerangan jalan umum (PJU).

“Rata-rata yang disampaikan masyarakat melalui reses kemarin adalah infrastruktur. Baik itu drainase, perbaikan jalan, hingga sarana penerangan jalan umum. Mayoritas itu,” ungkap Yusuf.

Ia menjelaskan, banyaknya usulan infrastruktur muncul karena masyarakat sering terbentur keterbatasan dalam penyampaian kebutuhan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Oleh sebab itu, reses menjadi ruang alternatif yang efektif untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat.

“Infrastruktur ini juga sudah jadi program. Dalam pembahasan RAPBD kemarin, belanja infrastruktur mencapai hampir 47 persen dari total APBD Tangsel. Jadi sudah terprogram, dan kami di DPRD akan terus mendorong serta menjembatani,” jelasnya.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Tangsel, Rizki Jonis, menambahkan bahwa selain infrastruktur, persoalan pengelolaan sampah harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, keluhan masyarakat terkait TPA Cipeucang semakin meningkat.

“Masalah sampah juga harus jadi prioritas utama. Aroma tak sedapnya sudah ke mana-mana. Keluhan warga di media sosial sudah banyak, dan ini harus segera ditindaklanjuti,” tegas Rizki.

Di sisi pemerintah, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dewan yang telah menjalankan tugas reses dan menghimpun aspirasi warga. Ia memastikan seluruh hasil reses akan dikaji secara mendalam.

“Semua dokumen reses akan ditindaklanjuti dan menjadi bahan pemerintah untuk dilakukan kajian internal. Selanjutnya juga akan diproses untuk dijadikan program pada tahun mendatang,” ujarnya.

Pilar menegaskan bahwa masukan masyarakat, terutama terkait pembangunan infrastruktur, sangat penting dalam memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran. Ia juga menekankan bahwa anggaran daerah akan diarahkan pada program prioritas yang mencerminkan kebutuhan warga.

“Anggaran yang dimiliki juga akan diarahkan menjadi program prioritas ke depan,” pungkasnya.(ADV)

 

Pengerjaan Hotmix di Makam Binong, Desa Caringin Diduga Tak Sesuai Prosedur, Camat Legok Harus Tindak Tegas

Oplus_16908288

PelitaTangerang.com, Tangerang – Pekerjaan pengaspalan (hotmix) di area makam Binong, Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, menjadi perhatian setelah ditemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian dengan prosedur dan standar teknis pelaksanaan proyek infrastruktur. Senin 09/12/2025

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa proyek tersebut tidak dilengkapi papan informasi, sehingga tidak terdapat keterangan terkait sumber anggaran, masa pelaksanaan, volume pekerjaan, maupun identitas kontraktor pelaksana. Ketiadaan papan informasi merupakan pelanggaran terhadap prinsip transparansi yang wajib diterapkan dalam setiap pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Saat kegiatan berlangsung, pelaksanaan pekerjaan juga terpantau tidak menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) beberapa pekerja tidak memakai helm,rompi keselamatan, dan sepatu pelindung. Area kerjapun tidak dipasangi tanda pembatas atau rambu keselamatan.

Selain itu, terlihat bahwa ketebalan lapisan hotmix tidak memenuhi standar ketebalan ideal, dan material agregat yang digunakan diduga bukan kualitas yang seharusnya, sehingga berpotensi menurunkan mutu konstruksi. Dugaan penggunaan material di bawah spesifikasi tersebut dapat berimplikasi pada berkurangnya volume pekerjaan serta membuka peluang terjadinya mark-up anggaran.

Temuan tersebut memperlihatkan perlunya peningkatan pengawasan dalam proses pelaksanaan pekerjaan, terutama mengingat proyek infrastruktur di fasilitas umum harus dibangun dengan kualitas terbaik agar tidak cepat rusak atau menimbulkan kerugian keuangan negara.

Sehubungan dengan hal tersebut, Camat Legok diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil tindakan tegas terhadap pihak pelaksana jika terbukti terjadi penyimpangan atau ketidaksesuaian dengan standar teknis dan administrasi.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pelaksana maupun pemerintah kecamatan/dinas terkait mengenai kondisi proyek tersebut.(D.s)

Berita Terbaru