Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11

BPBD Tangsel Catat 8 Wilayah Tergenang, Tersisa Dua Titik Hingga Siang Ini

PelitaTangerang.com, Tangsel – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mencatat terdapat delapan lokasi titik banjir. Mereka langsung melakukan evakuasi sejak pukul 02.00 dini hari.

Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak kemarin membuat beberapa wilayah tergenang banjir. Hal ini membuat Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui BPBD sigap melakukan penanganan.

Komandan Regu Satuan Tugas BPBD Kota Tangerang Selatan Dian Wiryawan mengatakan pihaknya telah terjun ke beberapa titik lokasi banjir sejak pagi dini hari.

“Kami sudah melakukan penanganan sejak pagi dini hari. Setelah mendapat laporan kami langsung menerjunkan beberapa regu ke delapan titik,” ujarnya saat dijumpai di Kampung Bulak, Pondok Aren, Minggu (08/03/2026).

Kata Dian, tim BPBD Tangsel juga melakukan evakuasi terhadap beberapa warga terdampak. Dian menyebut mereka dibawa ke tempat yang lebih aman.

“Ada di musala sama di beberapa tempat,” kata dia.

Meski demikian Dian mengaku saat ini dari delapan banjir yang menggenang hanya tersisa 2 titik yang masih terendam.

“Alhamdulillah sekarang tinggal di Maharta sama Kampung Bulak ini. Kami masih menyiagakan tim,” tukasnya.

Berikut wilayah Tangsel yang terdampak banjir :

Hari : Minggu, 8 Maret 2026
Waktu : Pk. 11.35 WiB

1. Lokasi : Perumahan Pd Safari RW 15 Kelurahan Jurangmangu barat, Kec. Pd Aren
TMA : ± 25 – 90 Cm
Terdampak : 280 KK
Kondisi saat ini: *Surut*

2. Lokasi : Jl. Ceger Raya – Taman Mangu, Kelurahan Jurangmangu barat, Kec Pd Aren
TMA : 20-90 Cm
Terdampak : Akses jalan raya utama
Kondisi saat ini : *25 Cm*

3. Perumahan Pd Maharta RW 09, RW 10 & RW 11 Kelurahan Pd kacang Timur
TMA : 25 – 110 Cm
Terdampak : 600 KK
Kondisi saat ini : *50 – 70 Cm*

4. Perumahan Pondok kacang Prima RW 17 Kelurahan Pd kacang Timur – Pd Aren
TMA : 10 – 40 Cm
Terdampak : 90 KK
Kondisi saat ini : *Surut*

5. Kavling bulak Pd kacang Timur.
TMA : ± 30 – 80 Cm
Terdampak: 58 KK
Kondisi saat ini: *35 Cm*

6. Perumahan Taman Mangu 1 RW 06 Kel Jurangmangu Barat – Pd Aren
TMA : ± 25 Cm
Terdampak : ± 90 KK
Kondisi saat ini : *surut*

7. Jl.Oscar Raya RW 02 Kel Bambu Apus kecamatan Pamulang
TMA : 10 Cm
Terdampak: Akses jalan utama warga
Kondisi saat ini : *Surut*

8. Lokasi: Kp. Tembok bolong RW 12 Rempoa Ciputat Timur
TMA : 45 CM
Terdampak: 55 KK
Kondisi saat ini : *surut*

Pemkot Tangsel Turunkan Tim Gabungan Evakuasi Warga Terdampak Banjir

PelitaTangerang.com, Tangsel – Tim gabungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di sejumlah titik, seperti di kawasan Maharta, Pondok Kacang Prima, hingga Perumahan Pondok Safari, Jurangmangu Barat, pada Minggu (08/03/2026).

Evakuasi dilakukan menyusul meningkatnya debit air yang merendam permukiman warga akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak dini hari. Sejumlah rumah warga di beberapa titik terdampak genangan dengan ketinggian air yang bervariasi.

Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan, serta unsur TNI-Polri dan relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi warga.

Petugas membantu mengevakuasi warga lanjut usia, anak-anak, serta warga yang rumahnya sudah tidak memungkinkan untuk ditempati sementara waktu. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet serta kendaraan operasional milik tim gabungan.

Selain melakukan evakuasi, petugas juga memastikan keselamatan warga serta membantu memindahkan barang-barang penting milik warga agar tidak terdampak banjir lebih parah.

Kepala BPBD Kota Tangerang Selatan, Sutang Suprianto, mengatakan bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel begitu menerima laporan adanya genangan yang mulai merendam permukiman warga di beberapa wilayah.

“Begitu kami menerima laporan adanya peningkatan debit air dan genangan di sejumlah titik, tim BPBD bersama unsur gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan ini,” ujar Sutang.

Ia menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya debit air.

“Kami terus melakukan monitoring di beberapa wilayah yang rawan banjir. Personel juga disiagakan untuk merespons cepat apabila terjadi peningkatan debit air atau ada warga yang membutuhkan bantuan evakuasi,” tambahnya.

Warga yang dievakuasi sementara diarahkan menuju lokasi yang lebih aman sambil menunggu kondisi air surut. Petugas juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama masa penanganan darurat.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan serta segera melaporkan kepada petugas apabila membutuhkan bantuan evakuasi.(Red)

Tinjau Langsung Rumah Warga, Wagub Banten Serahkan Bantuan RTLH di Pandeglang

PelitaTangerang.com, Pandeglang – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyerahkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada empat warga dalam rangka Safari Ramadan 1447 H Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten di Kabupaten Pandeglang, Jumat (6/3/2026).

Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp10 juta.

Sebelum menyerahkan bantuan, Dimyati meninjau langsung kondisi rumah yang akan direnovasi sekaligus memastikan rumah tersebut benar-benar dihuni oleh penerima manfaat.

Menurutnya, bantuan RTLH diperuntukkan bagi rumah yang benar-benar ditinggali warga dan membutuhkan perbaikan agar menjadi hunian yang lebih sehat dan layak.

“Rumah yang kita bantu harus benar-benar dihuni, bukan dijadikan gudang. Bantuan ini digunakan untuk memperbaiki rumah agar menjadi tempat tinggal yang sehat dan layak,” ujar Dimyati.

Di RT 03/01 Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, bantuan diserahkan kepada Rahman (74). Sementara di Kampung Pasekon, Kelurahan Pandeglang, bantuan diberikan kepada Ati Fadiah (60), Idrus (40), dan Yati (4).

Dimyati mengatakan, program bantuan RTLH merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terlebih di bulan Ramadan yang penuh dengan semangat kepedulian sosial.

“Kita bantu rumah tidak layak huni. Ramadan adalah bulan kepedulian sosial, bulan berbagi. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat,” katanya.

Melihat kondisi rumah semi permanen yang kurang layak huni, Dimyati menegaskan Pemprov Banten akan terus berupaya membantu masyarakat melalui program bantuan renovasi rumah.

Ia juga meminta camat dan lurah setempat untuk ikut mengawasi serta membantu proses administrasi selama pelaksanaan renovasi.

Selain itu, Dimyati mengajak masyarakat sekitar untuk bergotong royong membantu proses perbaikan rumah warga penerima manfaat.

“Peran RT dan masyarakat sangat penting. Gotong royong akan mempercepat proses renovasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga sempat memborong dagangan cincau milik Idris Afandi (49) yang berjualan di depan musala saat rombongan meninjau rumah penerima bantuan di Kelurahan Juhut.

“Dibagikan ke masyarakat ya,” pesan Dimyati.
“Siap,” jawab Idris.

Idris kemudian mengemas cincau beserta gula merah cair dalam kantung plastik. Cincau tersebut dijual dengan harga Rp5 ribu per bungkus.

Ia mengaku senang dagangannya diborong oleh Wagub Banten. Dalam sehari, Idris biasanya mampu menjual sekitar 100 bungkus cincau yang merupakan hasil produksinya sendiri.(Red)

Sekda Bersama Bapanas Monitoring Stok dan Harga Komoditi Pokok di Pasar Kronjo

PelitaTangerang.com, Tangerang -Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Tangerang, Soma Atmaja mendampingi Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Humas Badan Pangan Nasional (Bapanas), Budi Waryanto monitoring ketersediaan dan harga berbagai komoditi pokok di Pasar Kronjo, Jum’at (06/03/26)

Pada kesempatan tersebut, Sekda Soma mengatakan bahwa monitoring ketersediaan dan harga komoditi pokok di Pasar Kronjo bertujuan mengetahui langsung fluktuasi harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah pesisir, khususnya di Kecamatan Kronjo yang menjadi jalur distribusi sembako dan kebutuhan lainnya bagi masyarakat dan nelayan dari Kepulauan Seribu.

“Saya bersama staf ahli, Asisten II, Kadis Perindag, PD Pasar, ada juga dari Dinas Pertanian dan Kabag Ekbang, kami mendampingi Kabiro dari Badan Pangan Nasional melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Kronjo yang menjadi sumber pemasok berbagai barang termasuk sembako bagi nelayan-nelayan dari Kepulauan Seribu,” ungkap Soma

Ia menambahkan bahwa ada 2 point utama yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui OPD terkait untuk membantu para pedagang di Pasar Kronjo, yaitu fasilitasi pembuatan NIB bagi pedagang pasar Kronjo agar bisa menyalurkan Minyak Kita dan percepatan revitalisasi pasar Kronjo.

“Dari hasil tinjauan bersama tadi, kami sampaikan kepada Bapanas bahwa ada dua poin yang akan pemerintah daerah lakukan. Pertama, kami akan memfasilitasi para pedagang untuk membikin NIB agar para pedagang bisa menjual Minyak Kita dengan harga yang lebih murah (HET). Kedua, kami akan mempercepat untuk revitalisasi Pasar Kronjo,” ungkapnya

Bapanas yang diwakili langsung Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Humas, Budi Waryanto mengungkapkan bahwa harga dan stok kebutuhan di Pasar Kronjo masih stabil dan cukup sampai dengan hari raya Idulfitri.

“Harga bahan sembako di Pasar Kronjo itu stabil. Gula pasir, telur, ayam potong, minyak goreng, bawang putih, cabe rawit, cabe keriting, cabe merah itu masih stabil dan dengan terjangkau, stoknya juga masih mencukupi. Alhamdulillah, dengan Kepulauan seribu itu perbandingannya tidak signifikan dan tidak jauh,” ungkap Budi

Lanjut dia, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Bulog agar suplai bahan-bahan pokok di pasar-pasar, khususnya di wilayah pesisir Kab. Tangerang terus dijaga dan dimonitor secara berkala. Menurut dia, kestabilan dan stok bahan pokok di pasar-pasar wilayah pesisir Kab. Tangerang sangat penting dijaga karena banyak masyarakat dari luar, khususnya dari Kepulauan Seribu yang bertransaksi langsung dengan para pedagang Kab. Tangerang

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog yang ada di Kabupaten Tangerang agar suplai bahan-bahan pokok stabil di bulan puasa sampai lebaran, khususnya di pasar-pasar wilayah pesisir Kabupaten Tangerang,” ujarnya.(Red)

Minggu Ketiga, SMSI Tangsel Bagikan Seratus Paket Takjil Untuk Ojol dan Pengguna Jalan Depan Balaikota Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali digelar oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangerang Selatan melalui kegiatan Jumat Berbagi Takjil 1447 Hijriah, yang dilaksanakan pada Jumat sore (6/3/2026) di depan Balaikota Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Selepas hujan, kegiatan sosial yang menjadi agenda rutin SMSI Tangsel setiap Ramadan ini menyasar masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Genap seratus paket takjil dibagikan kepada pengendara, ojek online, hingga warga yang melintas di sekitar kawasan Balaikota.

Ketua SMSI Kota Tangerang Selatan, David Saragih mengatakan kegiatan Jumat Berbagi Takjil merupakan bentuk kepedulian insan pers kepada masyarakat sekaligus upaya menumbuhkan semangat kebersamaan di bulan suci.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk berbagi. Melalui kegiatan Jumat Berbagi Takjil ini, SMSI Tangsel ingin hadir di tengah masyarakat dan ikut menebarkan kebaikan. Walaupun sederhana, kami berharap kegiatan ini membawa manfaat bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil tersebut juga menjadi ajang mempererat solidaritas antar anggota SMSI serta memperkuat hubungan antara insan media dengan masyarakat.

“Insan pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berjalan setiap Ramadan dan semakin banyak pihak yang terlibat,” tambahnya.

Antusiasme warga terlihat saat pembagian takjil berlangsung. Banyak pengendara yang mengapresiasi kegiatan tersebut karena sangat membantu mereka yang masih berada di jalan menjelang waktu berbuka.

Salah satu pengendara motor, Andri (34), mengaku senang dengan adanya kegiatan berbagi takjil yang dilakukan oleh SMSI Tangsel.

“Ini sangat membantu, apalagi bagi kami yang masih di jalan saat menjelang magrib. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan setiap Ramadan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Siti (42), warga Pamulang yang melintas di lokasi kegiatan. Ia menilai aksi sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain membantu warga yang sedang berpuasa, juga mempererat rasa kebersamaan di bulan Ramadan,” ungkapnya.

Rencananya pada jum’at terakhir ramadhan tanggal 13 Maret 2026 titik pembagian takjil akan digelar di depan gedung DPRD Tangsel, sekaligus buka bersama (bukber) pengurus, anggota SMSI Tangsel dan juga dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim.

Kegiatan Jumat Berbagi Takjil SMSI Tangerang Selatan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi organisasi, ataupun komunitas lain untuk terus menumbuhkan budaya berbagi dan kepedulian sosial ditengah masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.(Rilis)

Sekda Tangsel Buka Bazar Ramadan di Pamulang, Fasilitasi Masyarakat Berburu Sembako Murah

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar Bazar Ramadan 2026 dan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Pamulang, Kamis, 5 Maret 2026.

Sekretaris Daerah Kota Tangsel Bambang Noertjhajo mengapresiasi antusias masyarakat yang menyerbu Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah.

“Alhamdulillah meskipun suasana diguyur hujan ini saya lihat antusiasnya luar biasa. Ini sudah kali sekian tahun Pemkot Tangsel gelar Bazar Ramadhan,” kata Bambang.

Bambang menuturkan, bazar dan gerakan pangan murah itu sebagai langkah Pemkot Tangsel untuk membantu masyarakat memudahkan mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah di pasaran.

“Biasanya kalau Ramadan harga di pasaran cukup tinggi, oleh karenannya kita laksanakan serentak di 7 kecamatan kegiatan bazar ini. Agar seluruh warga masyarakat memiliki akses bisa mendapatkan kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih ekonomis,” tutur Bambang.

Bambang mewakili Pemerintah Kota Tangsel turut mengapresiasi seluruh mitra yang terlibat mneyukseskan Bazar Ramadan 2026 dan Gerakan Pangan Murah.

“Saya mewakili pemerintah kota berterimakasih seluruh yang terlibat dalam kegiatan Bazar Ramadan di Pamulang. Saya berharap, niat baik Pemkot Tangsel dan para mitra diterima baik oleh masyarakat,” ungkapnya.

Camat Pamulang Mukroni menjelaskan, dalam Bazar Ramadhan dan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Pamulang melibatkan 37 pelaku usaha yang berpartisipasi menyediakan sembako murah.

“Kami bersyukur kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Harapannya ini menjadi keberkahan untuk semua dan bermanfaat untuk masyarakat dalam persiapan Idulfitri,” jelasnya.(Red)

Pilar Dampingi Wamendag RI Turun ke Pasar Ciputat, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil

PelitaTangerang.com, Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan mendampingi Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia (RI) Dyah Roro Esti melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Ciputat, Jumat (6/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan menjelang Idulfitri.

Dyah Roro mengatakan, pemantauan lapangan menjadi langkah penting bagi pemerintah untuk melihat secara langsung tren harga komoditas menjelang hari besar keagamaan.

“Hari ini kami berada di Pasar Ciputat, jadi ini salah satu pasar spesialnya di daerah sini, khususnya di Tangsel, dan hari ini kita melakukan pemantauan harga menjelang hari-hari besar, turun ke lapangan untuk melihat bagaimana tren harga beberapa bahan pokok,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan, harga minyak goreng bersubsidi Minyakita di Pasar Ciputat masih terpantau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Namun demikian, ia mengakui terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai rawit yang mengalami lonjakan cukup tinggi.

Menurutnya, harga acuan cabai rawit berada di kisaran Rp57.000 per kilogram, namun di lapangan ditemukan harga yang mencapai sekitar Rp107.000 per kilogram.

“Jadi memang dari segi demand atau permintaan masyarakatnya semakin meningkat menjelang hari-hari besar gitu ya, ini memang tren yang setiap tahun terjadi. Selain itu faktor cuaca yang sering hujan juga memengaruhi produksi,” jelasnya.

Selain cabai, harga bawang juga mengalami kenaikan tipis dari sekitar Rp38.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Ia menambahkan, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar serta stok kebutuhan pokok tetap aman.

“Kalau hasil dari pemantauan kami melihat sebetulnya stoknya sudah aman dan cukup, hanya saja nanti kita tinggal perkuat di distribusnya,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan pemerintah daerah juga terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan.

Salah satunya melalui penyelenggaraan bazar Ramadan murah yang digelar serentak di tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan.

“Kemarin Pemkot Tangsel baru saja mengadakan bazar Ramadan murah di seluruh kecamatan. Ribuan warga datang untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Pilar.

Dalam bazar tersebut, berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Menurut Pilar, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pengendalian harga yang dilakukan pemerintah pusat.

“Jadi ya kami sangat mendukung program dari Kementerian perdagangan, bagaimanapun juga kami perpanjangan tangan, mudah-mudahan selama ramadan ini masyarakat daya belinya kuat, dan juga mereka terpenuhi kebutuhan pokoknya, itu yang paling penting saat ini,” jelasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Pilar berharap stabilitas harga bahan pokok dapat terus terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap kuat menjelang Hari Raya Idulfitri.(Red)

Inflasi Tangsel Terkendali Jelang Ramadan, Pemkot Siapkan Bazar Hingga Operasi Pasar

PelitaTangerang.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan kondisi inflasi daerah masih terkendali menjelang bulan Ramadan 2026. Sejumlah langkah strategis pun disiapkan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok masyarakat.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Tangsel, Ucok Siagian menjelaskan, berdasarkan data pemantauan, kondisi harga bahan pokok sempat mengalami deflasi cukup tajam pada Januari 2026.

Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat turun bertahap dari minus 1,88 persen hingga minus 3,51 persen dalam empat pekan.

“Komoditas yang menjadi andil deflasi adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras,” ujar Ucok dalam keterangannya pada Rabu (18/2/2026).

Peningkatan pasokan itu berasal dari daerah sentra produksi yang memasuki masa panen, serta peningkatan produksi peternak.

Namun memasuki Februari, tren harga mulai berbalik naik. Pada pekan pertama Februari 2026, inflasi tercatat sebesar 1,27 persen yang didorong kenaikan harga cabai rawit.

Berdasarkan pemantauan harga di pasar pantau hingga pertengahan Februari, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya cabai rawit, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, serta minyak goreng curah.

Oleh karena itu, kata Ucok, Pemkot Tangsel menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

“Pemerintah melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok, menggelar bazar Ramadan di tujuh kecamatan, serta melaksanakan Gerakan Pangan Murah yang direncanakan mulai awal Maret 2026 bersama Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Tangerang Selatan,” jelasnya.

Selain itu, pengawasan distribusi bahan pokok terus diperketat untuk mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga. Pemerintah juga akan melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional dan pasar modern menjelang Idulfitri nanti.

“Ya semua langkah ini kita lakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga selama ramadan hingga lebaran nanti,” ucapnya.(Red)

Pemkot Tangsel Prioritaskan Sekolah Berkualitas, SMPN 20 Alami Perubahan Signifikan

PelitaTangerang.com, Tangsel – Sorak tawa anak-anak terdengar riuh di halaman SMP Negeri 20 Tangerang Selatan. Bola yang memantul, langkah kecil yang berlari mengejar teman, hingga wajah-wajah ceria yang tak tersembunyi menjadi pemandangan yang kini terasa indah di sekolah itu.

Di tempat yang kini menjadi lapangan olahraga multifungsi, dulunya hanya terdapat halaman sempit yang dipenuhi tanaman dan lumut. Bahkan, untuk melaksanakan upacara bendera saja, ruang yang tersedia sangat terbatas.

Kepala SMPN 20 Tangsel, Frida Tesalonika, masih mengingat jelas bagaimana kondisi sekolah tersebut sebelum pembangunan dilakukan.

“Dulu kami bahkan tidak memiliki lapangan untuk anak-anak berolahraga. Halaman sekolah penuh tanaman, banyak lumut, dan ruangnya sangat terbatas. Untuk upacara saja sering kesulitan,” ujar Frida saat dijumpai di sekolah pada Jumat (13/2/2026).

Keterbatasan fasilitas juga dirasakan pada ruang belajar. Saat itu sekolah hanya memiliki sekitar 10 ruang kelas. Bahkan satu ruang harus dialihkan menjadi laboratorium komputer demi memenuhi kebutuhan pembelajaran.

Perubahan mulai terasa ketika pembangunan sarana prasarana dilakukan. Kini SMPN 20 Tangsel memiliki fasilitas yang jauh lebih lengkap, termasuk lapangan olahraga yang meskipun berukuran setengah lapangan basket, namun dirancang sebagai area multifungsi.

Lapangan tersebut dapat digunakan untuk berbagai aktivitas olahraga seperti basket, voli, hingga futsal. Bagi siswa, lapangan ini bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan ruang bermain dan berkumpul yang selama ini mereka impikan.

“Alhamdulillah, puji Tuhan, pembangunan ini akhirnya terealisasi. Walaupun lapangannya tidak terlalu besar, tapi kebahagiaan anak-anak benar-benar terasa,” kata Frida.

Ia mengaku, perubahan fasilitas sekolah memberikan dampak yang langsung dirasakan siswa. Antusiasme mereka untuk datang ke sekolah meningkat drastis.

Frida bahkan mengungkapkan pengalaman yang menurutnya menjadi bukti nyata perubahan tersebut. Pada suatu hari saat hujan turun, tidak ada satu pun siswa yang absen.

“Orang tua banyak menyampaikan anak-anak mereka sangat senang dengan perubahan ini. Bahkan saat hujan, semua tetap datang ke sekolah. Mereka begitu antusias,” tuturnya.

Kini SMPN 20 Tangsel telah berkembang dengan total puluhan ruang yang mendukung kegiatan sekolah, serta menampung 24 rombongan belajar siswa.

Perubahan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Dinas Pendidikan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), dan berbagai instansi terkait, hingga masyarakat serta orang tua siswa.

Bagi Frida, pembangunan sekolah bukan sekadar mempercantik fasilitas, melainkan membangun semangat baru bagi seluruh warga sekolah.

Ia pun mengajak siswa dan guru untuk menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami ingin sekolah ini menjadi sekolah pilihan masyarakat. Kami juga terus menanamkan kebiasaan baik kepada anak-anak, salah satunya menjaga kebersihan dan peduli terhadap lingkungan sejak hal-hal kecil,” ujarnya.

Kini SMPN 20 Tangsel bukan lagi sekadar tempat belajar. Sekolah ini telah menjadi ruang kebahagiaan, tempat anak-anak bertumbuh, bermain, dan membangun mimpi mereka dengan lebih percaya diri.(Red)

Benyamin Pimpin Aksi Bersih-Bersih, Dorong Gerakan Indonesia ASRI Jadi Budaya Warga Tangsel

PelitaTangerang.com, Tangsel – Semangat menjaga kebersihan lingkungan terus digaungkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui aksi bersih-bersih bersama dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI.

Kegiatan tersebut digelar di Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, pada Jumat (13/2/2026).

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie turun langsung memimpin kegiatan tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur kelurahan, RT/RW, sekolah kader, hingga masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Benyamin menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan di satu wilayah, melainkan digelar serentak di sejumlah titik di Tangerang Selatan.

“Forkopimda saya sebar ke 10 titik di Tangerang Selatan. Kita didukung oleh RT, RW, sekolah, kader, dan masyarakat untuk melakukan aksi bersih-bersih bersama,” ujarnya.

Aksi bersih-bersih ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Menurut Benyamin, gerakan tersebut tidak sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi upaya membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

“Gerakan ini akan terus kita lakukan. Gerakan ini akan terus kita lakukan karena ini soal pemudayaan juga, selain bukan saja persoalan pemudayaan apa, tapi membudayakan kebersihan Indonesia Asri. Aman, sehat, bersih, indah,” kata dia.

Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih rencananya akan dilakukan secara rutin setiap pekan. Untuk sementara, aksi tersebut dilaksanakan setiap Jumat pagi, sembari menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat. Dalam setiap kegiatan, peserta turut mengajak pedagang, warga, hingga pelajar untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

“Tapi kita bukan saja memungut sampah, memilih sampah, tetapi juga mengedukasi. Siapa saja yang ketemu dalam kegiatan ini diedukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Ia juga memastikan gerakan ini tetap akan berjalan selama bulan Ramadan. Bahkan, menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari nilai ibadah yang perlu terus ditanamkan, terlebih lagi nanti selama bulan ramadan.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Rasio Ridho Sani selaku Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) di Kementerian Lingkungan Hidup memberikan apresiasi terhadap langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menangani persoalan sampah.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemkot Tangsel sejalan dengan upaya nasional dalam pengendalian pencemaran lingkungan, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

“Langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah membersihkan sampah dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu dari rumah, kantor, dan tempat kita beraktivitas. Kegiatan bersih-bersih seperti ini menjadi bentuk nyata membangun kedisiplinan dan budaya peduli lingkungan,” ujar Rasio.

Ia menegaskan bahwa penanganan sampah akan jauh lebih efektif jika dimulai dari hulu melalui pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.

Rasio juga menekankan pentingnya penguatan edukasi dan penegakan kedisiplinan masyarakat melalui pendekatan budaya dan pendidikan hukum. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat melibatkan lebih banyak elemen masyarakat agar gerakan kebersihan menjadi kebiasaan bersama.

“Kalau kita lihat bagaimana langkah-langkahnya, kalau seandainya kita bisa tanganan sejak awal di rumah, sekitar 60 persen sampah organik sudah ditangani. Kemudian, kita lakukan juga memilah sampah untuk dikirim ke bank sampah itu bisa menurunkan 30 persen, jadi tinggal 10 persenan yang kita kirim ke TPS,” jelasnya.

Ia bahkan menilai Tangerang Selatan memiliki potensi besar menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

“Tapi saya bangga Pak Wali Kota Tangsel (Benyamin Davnie) tadi begitu pasih bicara tentang sampah, nanti orang akan datang ke Kota Tangerang Selatan untuk belajar pengelolaan sampah, karena krisis sampah ini akan menjadikan kita untuk menjadi lebih baik lagi,” jelas Rasio.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap gerakan bersih-bersih ini dapat menjadi kebiasaan positif masyarakat, sekaligus memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Gerakan Indonesia ASRI dapat terus berkembang dan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari warga.(Red)

Berita Terbaru